Analisis Mendalam Buku Runaway World Karya Anthony Giddens: Globalisasi dan Dampaknya terhadap Kehidupan Kita
I. Pendahuluan: Memetakan Dunia yang Lari
Latar Belakang Penulis dan Konteks Intelektual
Anthony Giddens, seorang sosiolog terkemuka asal Inggris, diakui secara luas sebagai salah satu pemikir paling berpengaruh di era modern. Dikenal karena karyanya yang mendalam, termasuk teori strukturasi yang inovatif dan konsep politik The Third Way (Jalan Ketiga), Giddens menempati posisi unik di persimpangan dunia akademis dan kebijakan praktis.
Baca Juga: Analisis Mendalam Buku Jalan Ketiga karya Anthony Giddens: Pembaruan Sosial Demokrasi
Latar belakangnya sebagai Direktur London School of Economics dan penasihat bagi tokoh-tokoh politik seperti Tony Blair dan Bill Clinton menempatkannya dalam posisi yang memungkinkan teori-teorinya tidak hanya berhenti sebagai analisis abstrak, tetapi juga relevan dengan tantangan dunia nyata. Buku Runaway World sendiri berakar dari seri kuliah bergengsi BBC Reith pada tahun 1999 dan kemudian diterbitkan sebagai versi tertulis yang diperluas.
Dalam buku ini, Giddens secara sengaja mengadopsi gaya penulisan yang "paling mudah diakses" (most accessible) di antara semua karyanya. Tujuannya adalah untuk menjembatani kesenjangan antara teori sosiologi yang kompleks dan pemahaman masyarakat luas.
Runaway World dapat dipahami sebagai diagnosis sosiologis terhadap kondisi global saat itu, yang kemudian secara implisit menjustifikasi resep politik The Third Way yang ia promosikan di karya lain. Ini menunjukkan bahwa bagi Giddens, tugas intelektual seorang sosiolog tidak hanya sebatas mendeskripsikan realitas sosial, tetapi juga memberikan kerangka kerja untuk transformasi politik dan sosial. Buku ini merupakan upaya untuk membuat teori sosial relevan bagi publik dan para pembuat kebijakan, mengubahnya dari sekadar wacana akademis menjadi panduan untuk menghadapi dunia yang semakin rumit.
Baca Juga: Analisis Mendalam Buku The Globalization of Nothing Karya George Ritzer: Konsep, Isi, dan Pemikiran
Ringkasan Tesis Utama
Tesis sentral dari Runaway World adalah bahwa globalisasi jauh lebih dari sekadar fenomena ekonomi. Giddens berpendapat bahwa globalisasi adalah "kekuatan budaya sejati" (true cultural force) yang mendalam, yang merombak secara fundamental setiap aspek kehidupan sehari-hari. Giddens menyajikan pandangan yang seimbang, menolak baik optimisme yang berlebihan (pendukung pasar baru) maupun ketakutan yang tidak rasional (penentang globalisasi yang mengkhawatirkan hilangnya pekerjaan).
Buku ini berfokus pada bagaimana ketergantungan kita yang semakin meningkat secara langsung memengaruhi budaya, tradisi, keluarga, dan politik. Globalisasi, dalam pandangan Giddens, mengubah cara kita hidup, bekerja, membangun hubungan, dan memahami identitas diri kita. Tesis ini menandai pergeseran dari pandangan globalisasi yang hanya berfokus pada aliran modal dan barang, menuju analisis yang jauh lebih luas mengenai dampaknya terhadap struktur sosial dan pengalaman manusia di tingkat yang paling intim.
II. Definisi dan Dimensi Globalisasi Giddens
Konsep 'Dunia yang Lari' (Runaway World)
Giddens memperkenalkan frasa "dunia yang lari" (runaway world) untuk menggambarkan sifat globalisasi yang tidak dapat diprediksi dan di luar kendali satu kekuatan tunggal mana pun. Istilah ini secara jelas menunjukkan bahwa Giddens memandang globalisasi sebagai proses yang "tidak dapat dikendalikan". Giddens melihat globalisasi sebagai "juggernaut of modernity" atau "raksasa modernitas", sebuah proses yang didorong oleh modernisasi dan menghasilkan serangkaian fenomena sosial yang kompleks, seringkali kontradiktif, dan memiliki dampak yang tidak sepenuhnya kita pahami. Konsep ini menantang gagasan bahwa globalisasi adalah proses yang linear atau dapat dikelola sepenuhnya, sebaliknya menekankan sifatnya yang dinamis dan tak terduga.
Definisi Inti Globalisasi
Dalam inti argumennya, Giddens mendefinisikan globalisasi sebagai "intensifikasi hubungan sosial secara mendunia yang mengaitkan lokalitas yang berjauhan sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi ribuan mil jauhnya dan sebaliknya". Giddens secara eksplisit menegaskan bahwa globalisasi tidak didorong "semata-mata oleh pasar global". Sebaliknya, ia berpendapat bahwa motor penggerak utama di balik globalisasi adalah revolusi komunikasi yang dimulai dengan peluncuran satelit komunikasi efektif pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Revolusi ini memungkinkan koneksi instan antarmanusia di seluruh dunia dan mengubah cara hidup manusia secara fundamental.
Empat Dimensi Globalisasi yang Saling Terkait
Giddens mengidentifikasi empat dimensi globalisasi yang saling terkait erat, yang secara kolektif membentuk proses yang kompleks dan multi-lapis ini.
1. Sistem Negara-Bangsa (Nation-States): Giddens berpendapat bahwa pertumbuhan korporasi transnasional dan pasar dunia telah mengikis kekuatan dan kedaulatan negara-bangsa, membuat mereka kesulitan mengelola ekonomi mereka sendiri. Meskipun demikian, Giddens menekankan bahwa negara-bangsa tidak menjadi tidak relevan. Sebaliknya, dalam era globalisasi, negara-bangsa menjadi "terlalu kecil untuk masalah-masalah besar dalam hidup, dan terlalu besar untuk masalah-masalah kecil dalam hidup". Mereka dipaksa untuk berkolaborasi dalam isu-isu global sambil kehilangan kemampuan untuk mengendalikan masalah di tingkat lokal. Ini adalah paradoks yang dihadapi oleh lembaga-lembaga pemerintahan dalam menghadapi dinamika global.
2. Tatanan Militer Dunia (World Military Order): Giddens menggarisbawahi bahwa monopoli kekerasan yang sah masih menjadi domain utama negara-bangsa. Meskipun demikian, globalisasi telah mengubah sifat konflik. Giddens, mengacu pada karya Mary Kaldor, mengamati pergeseran dari "perang lama" antarnegara menjadi "perang baru" yang dicirikan oleh kekerasan antar-komunitas dan terorisme global, yang merupakan manifestasi sisi gelap globalisasi.
3. Ekonomi Dunia (World Economy): Giddens mengakui pentingnya dimensi ekonomi, seperti pembagian kerja internasional baru (global division of labour). Proses ini telah menyebabkan deindustrialisasi di beberapa negara maju dan munculnya negara-negara industri baru di Dunia Ketiga. Namun, ia menekankan bahwa globalisasi ekonomi, yang dimotori oleh korporasi transnasional, tidak menciptakan dunia yang seragam melainkan menimbulkan "ketidakmerataan sosial" yang signifikan.
4. Revolusi Komunikasi dan "Globalisasi dari Bawah" (Globalization from Below): Ini adalah dimensi yang paling menonjol dalam argumen Giddens. Giddens berpendapat bahwa revolusi komunikasi telah memicu "globalisasi dari bawah," sebuah gelombang perubahan yang didorong oleh jutaan orang dan kelompok-kelompok terorganisir, termasuk LSM. Kelompok-kelompok ini, yang dimungkinkan oleh infrastruktur masyarakat sipil global yang baru, bertindak sebagai kekuatan penyeimbang yang penting terhadap kekuasaan korporasi dan negara.
Analisis Giddens tentang globalisasi menunjukkan bahwa proses ini bukanlah kekuatan homogen yang secara seragam melucuti kekuasaan, melainkan sebuah proses kompleks yang mendistribusikan ulang kekuasaan ke berbagai aktor. Kekuasaan bergeser dari negara-negara yang melemah kedaulatannya, ke korporasi transnasional, dan bahkan ke kelompok-kelompok masyarakat sipil yang terorganisir. Ini menolak dikotomi sederhana antara mereka yang pro-globalisasi dan anti-globalisasi, dan sebaliknya menyajikan medan konflik yang lebih bernuansa di mana kekuasaan terus dinegosiasikan dan didistribusikan ulang.
III. Pilar-pilar Tematik: Dampak Globalisasi pada Kehidupan Sehari-hari
A. Risiko (Risk): Dari Takdir ke Peluang
Dalam Runaway World, Giddens berpendapat bahwa modernitas telah mengubah cara kita memahami dan menghadapi bahaya. Masyarakat modern telah beralih dari menghadapi "risiko eksternal" yang dianggap sebagai takdir atau bencana alam menjadi "risiko buatan manusia" (manufactured risks) yang merupakan produk sampingan dari kemajuan ilmiah dan teknologi. Contohnya termasuk perubahan iklim, polusi genetik, dan bahaya nuklir. Giddens menekankan bahwa ini adalah jenis risiko baru yang tidak kita miliki pengalaman sebelumnya dalam menghadapinya.
Meskipun demikian, Giddens mengadopsi pandangan yang lebih optimistis dibandingkan dengan sosiolog lain, seperti Ulrich Beck. Beck, yang juga merupakan pelopor teori masyarakat risiko, berpendapat bahwa risiko buatan manusia adalah ancaman yang menggerus kepercayaan dan mengaburkan struktur kelas sosial. Namun, Giddens menolak pandangan ini. Ia melihat risiko tidak hanya sebagai bahaya, tetapi juga sebagai "peluang" yang perlu "didisiplinkan" dan merupakan elemen inti dari ekonomi yang dinamis dan masyarakat yang inovatif. Menurutnya, kunci untuk mengelola risiko ini adalah dengan membangun kembali kepercayaan pada "sistem ahli global" (global expert knowledge).
Baca Juga: Analisis Mendalam Buku Risk Society: Towards a New Modernity Karya Ulrich Beck
Tabel berikut meringkas perbedaan utama dalam pendekatan Giddens dan Beck terhadap konsep masyarakat risiko:
B. Tradisi dan Identitas: Hilangnya Pemandu Jalan
Globalisasi, menurut Giddens, memicu proses yang ia sebut detradisionalisasi, di mana tradisi tidak lagi berfungsi sebagai panduan yang tidak dipertanyakan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, individu harus secara refleksif dan terus-menerus menciptakan serta menciptakan kembali identitas diri mereka sendiri. Giddens menyajikan beberapa manifestasi dari proses ini:
- Pernikahan dan Hubungan: Giddens menggunakan institusi pernikahan sebagai contoh klasik dari detradisionalisasi. Di masa lalu, pernikahan adalah praktik yang diterima tanpa pertanyaan. Di dunia modern, pasangan kini harus secara sadar "berdiskusi" dan "bernegosiasi" apakah pernikahan adalah pilihan yang tepat bagi mereka.
- Agama: Kepercayaan dan praktik agama tidak lagi menjadi kepatuhan buta, melainkan menjadi "masalah pilihan pribadi". Contoh yang diberikan Giddens adalah kehadiran di gereja atau praktik berhijab, yang kini lebih merupakan pilihan individu daripada kepatuhan yang tidak bisa ditawar.
- Politik: Keterlibatan politik tidak lagi terbatas pada keanggotaan partai atau serikat pekerja. Sebaliknya, individu memiliki kebebasan yang lebih besar untuk memilih partisipasi mereka dalam "gerakan sosial baru," seperti gerakan lingkungan.
Giddens mengakui bahwa detradisionalisasi ini memiliki sisi gelap. Ia mengidentifikasi dua konsekuensi negatif utama. Pertama, adiksi. Kehilangan kerangka tradisi yang stabil membuat individu mencari stabilitas melalui tindakan repetitif, yang berujung pada berbagai bentuk adiksi (seperti judi, belanja, atau seks) sebagai upaya untuk membangun "narasi diri yang koheren". Kedua, fundamentalisme. Sebagai respons terhadap ketidakpastian dan pilihan yang tak ada habisnya, fundamentalisme muncul sebagai pertahanan diri yang buta terhadap tradisi, menolak dialog dan kompromi.
C. Keluarga: Demokrasi Hubungan Intim
Globalisasi, melalui detradisionalisasi, memicu transformasi keluarga dari institusi tradisional yang sering kali didasarkan pada ketidaksetaraan, menjadi "keluarga demokratis" yang didasarkan pada kesetaraan dan pilihan pribadi. Giddens secara eksplisit memuji globalisasi karena berperan dalam "membebaskan wanita" dan mendorong kesetaraan gender di seluruh dunia. Perubahan ini adalah contoh nyata bagaimana globalisasi memengaruhi kehidupan pribadi dan intim, membuktikan tesis Giddens bahwa globalisasi adalah kekuatan budaya sejati.
D. Demokrasi: Tantangan Transnasional
Giddens berpendapat bahwa mekanisme pemerintahan tradisional, yang terikat pada negara-bangsa, menjadi kurang efektif dalam masyarakat global. Solusi yang ia usulkan adalah "demokratisasi demokrasi" yang melampaui batas-batas negara. Giddens mengadvokasi pembentukan sistem demokrasi transnasional, dengan mengutip Uni Eropa sebagai model, meskipun tidak sempurna. Ia meyakini bahwa institusi transnasional ini diperlukan untuk secara efektif menangani isu-isu global seperti terorisme, kejahatan terorganisir, dan perubahan iklim, yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.
IV. Kontekstualisasi dan Analisis Kritis
Koneksi Teoritis: Runaway World dan Karya Giddens Lainnya
Buku Runaway World bukanlah karya yang berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian integral dari proyek intelektual Giddens. Buku ini dapat dilihat sebagai versi yang lebih mudah diakses dari tesis "modernitas radikal" (radicalised modernity) atau "modernitas tinggi" (high modernity) yang ia kembangkan dalam The Consequences of Modernity. Di sana, Giddens memperkenalkan konsep disembedding (pelepasan hubungan sosial dari konteks lokal) dan reflexivity institusional, yang menjadi fondasi teoretis untuk argumennya dalam Runaway World.
Selain itu, Runaway World juga berfungsi sebagai diagnosis sosiologis yang mendasari filosofi politik The Third Way. Dalam Runaway World, Giddens mengidentifikasi tantangan dan dilema yang dihadapi negara-bangsa di era globalisasi, yang kemudian dijawab oleh The Third Way dengan usulan politik yang mencoba menyeimbangkan nilai-nilai sosial demokrat dengan realitas ekonomi global. Giddens percaya bahwa The Third Way adalah cara untuk membuat "nilai-nilai kiri-tengah" tetap relevan dalam dunia yang sedang mengalami transformasi fundamental.
Perbandingan dengan Sosiolog Lain
Dalam lanskap teori globalisasi, argumen Giddens berdialog dengan pandangan sosiolog lain. Berbeda dengan pandangan yang didominasi ekonomi seperti yang diusung oleh Thomas Friedman, yang melihat globalisasi sebagai "dunia yang datar", Giddens bersikeras bahwa globalisasi adalah kekuatan multidimensional yang mengukir ulang kehidupan sehari-hari di luar batas-batas ekonomi.
Perbandingan lain yang relevan adalah dengan Manuel Castells, yang seperti Giddens, juga berfokus pada peran revolusi informasi. Namun, Giddens lebih menekankan konsep time-space distanciation, yaitu bagaimana konektivitas global memungkinkan hubungan sosial melintasi jarak geografis yang jauh. Di sisi lain, Castells lebih berfokus pada munculnya "masyarakat jaringan" (network society) yang ditandai oleh "informasionalisme," di mana struktur sosial semakin ditentukan oleh jaringan digital, yang pada gilirannya menciptakan bentuk-bentuk inklusi dan eksklusi baru.
Kritik dan Kelemahan Buku
Meskipun Runaway World dipuji sebagai "primer brilian" untuk subjek yang kompleks, buku ini tidak luput dari kritik.
V. Kesimpulan dan Warisan Intelektual
Runaway World karya Anthony Giddens adalah sebuah karya sosiologi yang fundamental dan berpengaruh, yang secara komprehensif mendiagnosis dampak globalisasi pada awal abad ke-21. Tesis utamanya—bahwa globalisasi adalah "kekuatan budaya sejati" yang membentuk kehidupan sehari-hari kita di luar batas-batas ekonomi—menjadi kontribusi yang paling signifikan. Giddens secara efektif menunjukkan bagaimana globalisasi memicu pergeseran dari risiko eksternal ke risiko buatan manusia, mengikis tradisi melalui proses detradisionalisasi, dan menantang kedaulatan negara-bangsa.
Meskipun demikian, seperti yang telah dibahas, buku ini memiliki keterbatasan, terutama dalam analisisnya yang dangkal terhadap kekuasaan korporat dan dampak ekonomi yang lebih luas. Namun, penting untuk dicatat bahwa Giddens tidak pernah mengklaim karyanya sebagai analisis ekonomi; ia secara eksplisit berfokus pada aspek sosial dan politik dari globalisasi.
Terlepas dari kritik yang ada, Runaway World tetap menjadi "titik awal" yang penting bagi siapa pun yang ingin memahami globalisasi dari perspektif sosiologis. Konsep-konsepnya, seperti detradisionalisasi, refleksivitas, dan risiko buatan manusia, tetap sangat relevan untuk menganalisis tantangan dan peluang di abad ke-21. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Giddens—tentang bagaimana individu, negara, dan masyarakat harus mengelola ketidakpastian dalam dunia yang semakin terhubung—masih menjadi tantangan utama yang relevan hingga saat ini, yang menunjukkan warisan abadi dari karya ini.
Baca Juga: Analisis Komprehensif Buku The Constitution of Society: Teori Strukturasi Anthony Giddens secara Mendalam
Karya yang dikutip
Barnes & Noble. (n.d.). Runaway world by Anthony Giddens (eBook). Retrieved September 13, 2025, from https://www.barnesandnoble.com/w/runaway-world-anthony-giddens/1101587010
Barnes & Noble. (n.d.). Runaway world: How globalization is reshaping our lives by Anthony Giddens (Paperback). Retrieved September 13, 2025, from https://www.barnesandnoble.com/w/runaway-world-anthony-giddens/1137765632
Britannica. (n.d.). Third way | History & features. In Encyclopedia Britannica. Retrieved September 13, 2025, from https://www.britannica.com/topic/third-way
Carnegie Endowment. (2000, July). Anthony Giddens discusses the globalization debate. Retrieved September 13, 2025, from https://carnegieendowment.org/posts/2000/07/anthony-giddens-discusses-the-globalization-debate?lang=en
Clyne, F., & Woock, R. (n.d.). Giddens on globalisation. Ethical Politics. Retrieved September 13, 2025, from https://ethicalpolitics.org/blackwood/fiona1.htm
CORE. (n.d.). Legitimating post-Fordism: A critique of Anthony Giddens’ later works. Retrieved September 13, 2025, from https://core.ac.uk/download/pdf/12825880.pdf
Cram. (n.d.). Anthony Giddens’s runaway modernity. Retrieved September 13, 2025, from https://www.cram.com/essay/Anthony-Giddenss-Runaway-Modernity/FC8VX33E6R
Detik.com. (2022, October 10). Globalisasi adalah: Pengertian menurut para ahli, penyebab, dan dampak. Retrieved September 13, 2025, from https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6655870/globalisasi-adalah-pengertian-menurut-para-ahli-penyebab-dan-dampak
Giddens, A. (1999). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. London: Routledge.
Giddens, A. (2000). Runaway world. In D. Held & A. McGrew (Eds.), The global transformations reader. Polity Press. Retrieved September 13, 2025, from http://depthome.brooklyn.cuny.edu/aod/Text/Giddens.pdf
Giddens, A. (2000). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. Google Books. Retrieved September 13, 2025, from https://books.google.co.id/books?id=KPMtVIsNo-wC
Giddens, A. (2001). Runaway world: Bagaimana globalisasi merombak kehidupan kita (Terj.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Goodreads. (n.d.). Runaway world: How globalization is reshaping our lives by Anthony Giddens. Retrieved September 13, 2025, from https://www.goodreads.com/book/show/46419.Runaway_World
Google Books. (n.d.). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. Retrieved September 13, 2025, from https://books.google.com/books/about/Runaway_World.html?id=KPMtVIsNo-wC
Jurnal El-Ibtidaiyah. (2021). Kajian teoretis tentang kemampuan bangsa dalam menghadapi globalisasi dalam perspektif Anthony Giddens dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Retrieved September 13, 2025, from https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/67/1949
Jurnal El-Ibtidaiyah. (2022). Kajian teoretis tentang kemampuan bangsa dalam menghadapi globalisasi dalam perspektif Anthony Giddens dan relevansinya. Retrieved September 13, 2025, from https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/download/4969/1949
Jurnal Ledalero. (2020). Globalisasi ekonomi, budaya kapitalis dan demokrasi. Retrieved September 13, 2025, from https://ejurnal.iftkledalero.ac.id/index.php/JLe/article/download/97/81
Peace Magazine. (2001). Review: Runaway world. Peace Magazine, 17(3), 27. Retrieved September 13, 2025, from https://peacemagazine.org/archive/v17n3p27.htm
Proceedings of the System Dynamics Conference. (2009). Giddens’ globalization: Exploring dynamic implications. Retrieved September 13, 2025, from https://proceedings.systemdynamics.org/2009/proceed/papers/P1072.pdf
Publishers Weekly. (n.d.). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. Retrieved September 13, 2025, from https://www.publishersweekly.com/9780415927192
Quizlet. (n.d.). Globalization theories: World-system, capitalism, and cultural impact study guide. Retrieved September 13, 2025, from https://quizlet.com/study-guides/globalization-theories-world-system-capitalism-and-cultural-impact-81edff69-505b-4062-a39e-82d1097ea1a1
ResearchGate. (n.d.). Runaway world: How globalisation is reshaping our lives by Anthony Giddens. Retrieved September 13, 2025, from https://www.researchgate.net/publication/259910092_Runaway_World_How_Globalisation_is_Reshaping_Our_Lives_by_Anthony_Giddens
ResearchGate. (2017). The study of risk in the light of social changes: Beck and Giddens. Retrieved September 13, 2025, from https://www.researchgate.net/publication/313780855_The_Study_of_Risk_in_the_Light_of_Social_Changes_Beck_and_Giddens
ReviseSociology. (2016, August 21). Runaway world by Anthony Giddens: A summary. Retrieved September 13, 2025, from https://revisesociology.com/2016/08/21/anthony-giddens-runaway-world-summary/
Richtmann Publishing. (2017). The study of risk in the light of social changes: Beck and Giddens. Journal of Educational and Social Research. Retrieved September 13, 2025, from https://www.richtmann.org/journal/index.php/jesr/article/view/9739
Routledge. (n.d.). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. Retrieved September 13, 2025, from https://www.routledge.com/Runaway-World-How-Globalization-is-Reshaping-Our-Lives/Giddens/p/book/9780415944878
Routledge. (n.d.). Runaway world: How globalization is reshaping our lives (1st ed.). Retrieved September 13, 2025, from https://www.routledge.com/Runaway-World-How-Globalization-is-Reshaping-Our-Lives/Giddens/p/book/9780415944878
SciSpace. (n.d.). Runaway world: How globalisation is reshaping our lives (2nd ed.). Retrieved September 13, 2025, from https://scispace.com/papers/runaway-world-how-globalisation-is-reshaping-our-lives-ed-2-56pwawv2ja
Semantic Scholar. (n.d.). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. Retrieved September 13, 2025, from https://www.semanticscholar.org/paper/Runaway-World%3A-How-Globalization-is-Reshaping-Our-Giddens/8d50660d0e0bde4461533c4e195ed03d73331b0e
Stanford University Press. (1990). The consequences of modernity. Retrieved September 13, 2025, from https://www.sup.org/books/sociology/consequences-modernity
Testbook. (n.d.). Concept of ‘runaway world’ is used by. Retrieved September 13, 2025, from https://testbook.com/question-answer/concept-of-runaway-world-is-used-by--638410a773a519e6de9eb3b0
Tirto.id. (n.d.). Teori globalisasi menurut Anthony Giddens dan Thomas Friedman. Retrieved September 13, 2025, from https://tirto.id/teori-globalisasi-menurut-anthony-giddens-dan-thomas-friedman-gjp9
Wikipedia contributors. (n.d.). Manuel Castells. In Wikipedia. Retrieved September 13, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/Manuel_Castells
Wikipedia contributors. (n.d.). Risk society. In Wikipedia. Retrieved September 13, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/Risk_society
Wikipedia contributors. (n.d.). Third way. In Wikipedia. Retrieved September 13, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/Third_Way



Post a Comment