Analisis Komprehensif Buku The Constitution of Society: Teori Strukturasi Anthony Giddens secara Mendalam

Table of Contents

Pendahuluan

The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration, yang diterbitkan pada tahun 1984, menandai puncak dari tahap kedua dalam karier intelektual Anthony Giddens, seorang sosiolog Inggris yang diakui secara luas sebagai salah satu kontributor modern paling terkemuka di bidang sosiologi. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai ringkasan ide-ide yang telah ia sentuh dalam karya-karya sebelumnya, seperti New Rules of Sociological Method (1976), tetapi juga menawarkan pernyataan yang terintegrasi dan komprehensif tentang teori strukturasi. Dengan demikian, buku ini secara luas dianggap sebagai teks fundamental yang mengubah lanskap teori sosial kontemporer.

Tujuan utama Giddens dalam buku ini adalah untuk menyediakan "pernyataan penuh" dan "pandangan komprehensif" mengenai perspektif baru dalam pemikiran sosial. Ambisi sentralnya adalah untuk mengatasi dualisme yang telah lama menggerogoti teori sosial—yaitu, dikotomi antara agensi (kapasitas individu untuk bertindak secara mandiri) dan struktur (institusi, norma, dan kekuatan yang membentuk perilaku sosial). Secara historis, sosiologi telah cenderung memihak pada salah satu dari dua kutub ini: baik melihat individu sebagai produk pasif dari struktur sosial yang lebih besar, atau sebaliknya, mengabaikan konteks struktural yang lebih luas demi menganalisis tindakan individu. Giddens menempatkan bukunya sebagai upaya untuk menjembatani jurang ini, mengajukan kritik tajam terhadap pandangan sosiologis yang ortodoks dan menawarkan cara berpikir yang baru tentang bagaimana masyarakat dibentuk.

Kekuatan Giddens yang paling menonjol, dan yang membedakannya dari rekan-rekan teoretisnya, bukanlah penciptaan konsep yang sama sekali baru, melainkan kemampuannya yang luar biasa dalam mensintesis, mengintegrasikan, dan menata korpus tulisan sosiologis modern yang luas dan seringkali berantakan. Meskipun para kritikus mencatat bahwa banyak dari ide yang ia presentasikan mungkin "bekas (atau lebih tua)", kontribusi aslinya terletak pada arsitektur teoritisnya—yakni, kemampuannya untuk merangkai konsep-konsep yang sudah ada dari berbagai aliran pemikiran, termasuk fenomenologi, hermeneutika, dan filsafat bahasa, menjadi sebuah kerangka yang koheren untuk memecahkan masalah teoritis yang terpusat. Berbeda dengan Talcott Parsons yang memiliki ambisi sintetik serupa, Giddens memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang peran sentral metodologi, yang memungkinkannya untuk mengembangkan "aturan-aturan baru" yang lebih jelas untuk sosiologi.

Tulisan ini akan menguraikan secara rinci isi inti buku The Constitution of Society, membahas fondasi teorinya, kritiknya terhadap paradigma lain, serta mengevaluasi aplikasi dan kritik yang ditujukan pada karyanya itu sendiri.

Baca Juga: Analisis Mendalam Buku Jalan Ketiga karya Anthony Giddens: Pembaruan Sosial Demokrasi 

Bagian I: Fondasi Teori Strukturasi: Dualitas sebagai Prinsip Inti

Dualisme Tradisional dan Pengenalan Duality of Structure

Dalam sejarah sosiologi, terdapat perdebatan fundamental yang dikenal sebagai dualisme agensi-struktur. Perspektif makrososiologis, seperti fungsionalisme dan strukturalisme, cenderung berfokus pada struktur sosial skala besar—institusi, norma, dan pola perilaku yang mapan—yang dipandang sebagai kekuatan yang mengendalikan dan memaksa individu. Sebaliknya, perspektif mikrososiologis, seperti fenomenologi dan interaksionisme, berfokus pada tindakan, interaksi, dan makna yang diciptakan oleh individu atau kelompok-kelompok kecil, mengabaikan konteks struktural yang lebih luas.

Giddens menolak dikotomi ini dengan mengajukan konsep sentralnya, duality of structure. Ia berpendapat bahwa agensi dan struktur tidaklah berlawanan, melainkan "tidak dapat dipisahkan seperti dua sisi mata uang". Konsep ini menegaskan bahwa struktur sosial adalah baik medium maupun hasil dari praktik-praktik sosial yang secara terus-menerus membentuk sistem sosial. Dengan kata lain, individu menggunakan struktur yang ada untuk melakukan tindakan, dan dalam prosesnya, mereka secara bersamaan mereproduksi atau mengubah struktur tersebut. Dinamika timbal balik inilah yang Giddens sebut sebagai proses strukturasi—"penstrukturan hubungan sosial melintasi waktu dan ruang, berdasarkan dualitas struktur".

Elaborasi Konseptual: Aturan, Sumber Daya, dan Tiga Modus

Untuk memahami duality of structure secara lebih rinci, Giddens mendefinisikan struktur secara spesifik sebagai terdiri dari aturan dan sumber daya. Aturan mengacu pada norma dan skema yang memandu tindakan, sementara sumber daya adalah kemampuan untuk mengontrol orang atau objek. Giddens kemudian membagi struktur menjadi tiga modus yang saling terkait, yang berfungsi sebagai jembatan antara tindakan agen dan sistem sosial:
1. Signifikasi (Makna): Modus ini mengacu pada aturan interpretatif yang memungkinkan agen untuk memahami makna dari tindakan mereka sendiri dan orang lain. Giddens sering menggunakan bahasa sebagai contoh untuk menggambarkan modus ini: aturan sintaksis dan fonem (struktur) adalah medium yang digunakan agen (pembicara) untuk menghasilkan ucapan, dan pada saat yang sama, penggunaan bahasa yang berulang-ulang inilah yang mereproduksi aturan-aturan tersebut.
2. Legitimasi (Norma): Modus ini terkait dengan norma-norma moral dan aturan yang mengatur perilaku yang dapat diterima atau sah dalam suatu masyarakat. Norma-norma ini, yang dilembagakan melalui praktik sosial, memandu agen dalam mengambil keputusan tentang apa yang "benar" atau "salah" untuk dilakukan.
3. Dominasi (Kuasa): Modus ini melibatkan penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan. Giddens membedakan dua jenis sumber daya: sumber daya alokatif, yang memungkinkan agen untuk mengendalikan objek materi (seperti tanah, bahan mentah, atau barang produksi), dan sumber daya otoritatif, yang memungkinkan agen untuk mengendalikan orang (seperti yang terlihat dalam hierarki organisasi formal).

Hubungan antara ketiga modus ini bersifat rekursif. Seorang agen yang "berpengetahuan" menggunakan skema interpretatif (signifikasi), norma-norma (legitimasi), dan sumber daya (dominasi) yang tersedia untuk berinteraksi dalam dunia sosial. Melalui interaksi yang berulang ini, mereka secara tidak langsung terus-menerus mereproduksi struktur yang memandu tindakan mereka, yang pada gilirannya memperkuat sistem sosial yang ada.

Struktur sebagai Entitas 'Virtual'

Sebuah aspek penting dari konsepsi Giddens tentang struktur adalah karakternya yang "virtual". Giddens secara eksplisit menolak gagasan bahwa struktur memiliki keberadaan eksternal, yang terpisah dari tindakan manusia. Sebaliknya, ia berargumen bahwa struktur hadir secara internal dalam diri agen sebagai "jejak memori" atau kumpulan pengetahuan yang memungkinkan tindakan. Struktur adalah "yang diwujudkan dalam praktik".

Pilihan Giddens untuk mendefinisikan struktur sebagai sesuatu yang virtual adalah langkah yang disengaja untuk melawan pandangan deterministik-obyektivis bahwa struktur adalah kekuatan eksternal yang statis dan memaksa. Dengan menempatkan struktur dalam pikiran agen dan mewujudkannya melalui praktik, Giddens menempatkan pengetahuan dan agensi pada inti dari proses reproduksi sosial. Namun, cara pandang ini menciptakan sebuah paradoks analitis. Jika struktur hanya "virtual," bagaimana kita dapat menganalisis kekuatan material, independen, dan memaksa dari struktur yang jelas-jelas ada di dunia nyata, seperti hukum, institusi birokratis, atau ketidaksetaraan ekonomi? Paradoks ini menjadi salah satu kritik utama terhadap teorinya, di mana para kritikus berpendapat bahwa fokus Giddens pada agensi cenderung meremehkan dimensi material dan memaksa dari struktur.

Tabel berikut menyajikan ringkasan perbedaan mendasar antara dualisme tradisional dan dualitas Giddens.

perbedaan mendasar antara dualisme tradisional dan dualitas Giddens

Bagian II: Aktor Sosial dan Lapisan-Lapisan Kesadaran

Agen yang Berpengetahuan dan Refleksivitas

Giddens secara tegas menolak pandangan strukturalis yang menganggap aktor sosial sebagai "orang-orangan sosiologis" atau "tahanan ideologi yang sederhana". Sebaliknya, ia berpendapat bahwa agen adalah individu yang "berpengetahuan," yang memiliki pengetahuan luas tentang praktik sosial yang mereka ikuti. Kapasitas agensi ini bukan hanya tentang kemampuan untuk bertindak, tetapi juga tentang refleksivitas. Refleksivitas adalah kemampuan agen untuk secara sadar memantau aliran kehidupan sosial dan menggunakan pemahaman ini untuk memandu tindakan mereka, memungkinkan mereka untuk mengubah perilaku berdasarkan informasi yang mereka peroleh. Giddens bahkan berpendapat bahwa mekanisme organisasi sosial yang diidentifikasi oleh sosiolog dapat diketahui oleh aktor awam dan secara aktif dimasukkan ke dalam tindakan mereka.

Model Stratifikasi Kesadaran

Untuk memahami bagaimana agen yang berpengetahuan beroperasi, Giddens mengusulkan model tiga tingkat kesadaran:
1. Kesadaran Diskursif (Discursive Consciousness): Ini adalah tingkat di mana individu dapat secara verbal mengartikulasikan alasan, niat, dan emosi mereka untuk suatu tindakan. Ini adalah pengetahuan yang "dapat diucapkan" dan muncul ketika agen secara aktif merefleksikan dan menjelaskan praktik-praktik mereka.
2. Kesadaran Praktis (Practical Consciousness): Tingkat ini terdiri dari pengetahuan tacit dan "pengetahuan bagaimana-melakukan" yang luas, yang mendasari sebagian besar rutinitas sehari-hari. Ini adalah jenis pengetahuan yang memungkinkan individu untuk bernavigasi dalam kehidupan sehari-hari—misalnya, bagaimana berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan tugas, atau menjalani rutinitas harian—tanpa perlu berpikir secara sadar tentang setiap langkah. Meskipun tidak diucapkan, agen secara diam-diam menyadari alasan di balik tindakan mereka pada tingkat ini dan dapat memberikan penjelasan jika diminta.
3. Alam Bawah Sadar (Unconscious): Tingkat ini tidak dapat diakses oleh kesadaran diskursif dan merupakan tempat penyimpanan sejarah hidup, emosi, dan pengalaman yang tidak dapat diingat secara langsung. Giddens menyarankan bahwa motivasi untuk tindakan secara keseluruhan, terutama yang menyimpang dari rutinitas, dapat berasal dari alam bawah sadar.

Peran Rutinitas dan Reproduksi Sosial

Giddens berpendapat bahwa reproduksi sosial—yakni, keberlanjutan dan stabilitas sistem sosial dari waktu ke waktu—terjadi melalui pengulangan tindakan dan interaksi yang teratur dan habitual, yang ia sebut rutinitas. Rutinitas ini, yang sebagian besar berakar pada kesadaran praktis, adalah mekanisme utama yang membentuk apa yang disebut sosiolog sebagai "bentuk-bentuk sosial yang lebih besar". Rutinitas memberikan agen "keamanan ontologis," perasaan stabilitas dan kontinuitas yang penting untuk kelangsungan hidup psikologis.

Hubungan dialektis antara kesadaran praktis dan diskursif sangat penting untuk memahami perubahan sosial. Giddens berpendapat bahwa "momen-momen fatal" (fateful moments)—gangguan dalam kondisi eksternal atau momen refleksi diri yang intens—dapat memaksa agen untuk mempertanyakan rutinitas yang sebelumnya diterima begitu saja. Pada saat inilah pengetahuan dari kesadaran praktis diangkat ke tingkat diskursif, memungkinkan aktor untuk secara sadar memobilisasi upaya dan mengubah rutinitas yang sebelumnya tidak disadari.

Namun, beberapa kritik menunjuk pada kelemahan dalam penjelasan ini. Giddens tidak secara memadai menjelaskan bagaimana sebuah praktik menjadi rutinitas yang diterima begitu saja atau bagaimana rutinitas itu sendiri terganggu. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam penjelasan sebab-akibat perubahan sosial, yang ironisnya, adalah salah satu tujuan utama teorinya. Selain itu, keterkaitan antara rutinitas, keamanan ontologis, dan alam bawah sadar menyiratkan landasan psikologis yang mungkin tidak dieksplorasi secara memadai.

Tabel berikut meringkas model stratifikasi kesadaran Giddens:

model stratifikasi kesadaran Giddens

Bagian III: Kritik Terhadap Paradigma Sosiologis Lain

Sebagian besar dari The Constitution of Society didedikasikan untuk menyerang pandangan sosiologis yang ia anggap ortodoks. Giddens secara eksplisit menempatkan teorinya sebagai alternatif yang superior terhadap fungsionalisme dan strukturalisme.

Kritik terhadap Fungsionalisme

Giddens melancarkan apa yang ia sebut sebagai "kritik yang menghancurkan" terhadap fungsionalisme. Ia menolak gagasan fungsionalis bahwa masyarakat adalah entitas "harmonis" yang mirip dengan organisme biologis dan memiliki "kebutuhan" untuk bertahan hidup. Giddens secara tegas menyatakan, "Sistem sosial, tidak seperti organisme, tidak memiliki kebutuhan atau kepentingan apa pun dalam kelangsungan hidup mereka sendiri" dan "masyarakat atau sistem sosial tidak memiliki alasan atau kebutuhan apa pun". Dengan demikian, Giddens menolak penjelasan fungsionalis bahwa suatu praktik sosial terjadi karena "diperlukan" untuk kelangsungan sistem, misalnya, tari hujan suku yang dijelaskan sebagai praktik yang diperlukan untuk mempertahankan integrasi kelompok. Bagi Giddens, penjelasan semacam itu tidak valid karena ia mengabaikan peran sentral dari alasan dan tujuan sadar para aktor.

Kritik terhadap Strukturalisme

Serupa dengan fungsionalisme, Giddens mengkritik strukturalisme karena meremehkan agensi manusia. Ia berpendapat bahwa teori strukturalis cenderung menganggap aktor sosial sebagai "orang-orangan sosiologis" yang pasif, yang tindakannya sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan struktural yang bekerja "di balik punggung mereka". Giddens menekankan bahwa prediktabilitas dalam kehidupan sosial tidak terjadi meskipun ada aktor, tetapi justru "dibuat terjadi" oleh aktivitas yang beralasan dan reflektif dari agen sosial itu sendiri. Ia secara eksplisit menolak keberadaan "tipe penjelasan 'struktural' yang khas dalam ilmu sosial," berargumen bahwa semua penjelasan harus merujuk pada perilaku bertujuan dari agen dan interaksinya dengan konteks sosial dan material.

Bagian IV: Aplikasi, Pengaruh, dan Kritik terhadap Teori Strukturasi

Aplikasi Empiris dan Pengaruh Awal

Meskipun sifatnya sangat abstrak, teori strukturasi Giddens telah diterapkan dalam berbagai bidang penelitian. Salah satu aplikasi yang paling menonjol adalah dalam sosiologi teknologi, di mana teori ini digunakan untuk menganalisis hubungan dinamis antara teknologi informasi dan struktur organisasi. Teori ini membantu menjelaskan bagaimana teknologi tidak hanya dibentuk oleh masyarakat, tetapi juga secara rekursif membentuknya, sebuah pendekatan yang berlawanan dengan pandangan deterministik.

Selain itu, teori strukturasi juga telah terbukti relevan dalam praktik sosial, terutama dalam domain pemberdayaan dan "peningkatan kesadaran" (consciousness-raising). Giddens menawarkan kerangka kerja untuk memahami penindasan sebagai sebuah praktik sosial yang secara rekursif diciptakan dan diciptakan kembali oleh para anggotanya. Dari perspektif ini, peningkatan kesadaran adalah proses mengenali bahwa suatu praktik sosial itu menindas dan kemudian secara sengaja bekerja untuk mengubahnya dengan mengganggu proses rekursif yang mempertahankannya.

Kritik Akademis Mendalam

Meskipun diakui sebagai kontribusi teoretis yang penting, teori strukturasi Giddens juga menghadapi kritik substansial. Kritikus seringkali mengelompokkan kritik ini ke dalam tiga kategori utama:
1. Konflasi Struktur dan Agensi: Ini adalah kritik yang paling utama. Kritikus, seperti Margaret Archer, berpendapat bahwa upaya Giddens untuk menyatukan agensi dan struktur dalam konsep dualitas pada akhirnya mengaburkan batas-batas analitis di antara keduanya. Akibatnya, menjadi sulit untuk menilai dampak relatif dari struktur atau agensi dalam situasi tertentu. Kritik ini berpendapat bahwa, dalam praktiknya, teori Giddens cenderung condong ke sisi agensi atau voluntarisme, dan mengabaikan dimensi material dan memaksa dari struktur yang memiliki kekuatan independen di luar pikiran agen.
2. Kompleksitas dan Kontradiksi: Banyak pembaca, termasuk para akademisi, menganggap gaya penulisan Giddens sulit dan teorinya rumit. Bahkan Giddens sendiri mengakui kesulitan dalam menyusun buku ini, mencatat bahwa "ini bukanlah buku yang mudah untuk ditulis". Para kritikus menunjuk pada repetisi, kurangnya kejelasan, dan terkadang kontradiksi internal. Sebagai contoh, terdapat ketegangan antara penekanan Giddens pada refleksivitas agen dan fokusnya pada pengetahuan praktis yang sebagian besar tidak diartikulasikan. Beberapa kritikus juga mencatat bahwa teorinya menggambarkan individu sebagai secara tidak sadar bergantung pada rutinitas dan kekurangan reaksi emosional.
3. Kurangnya Pedoman Metodologis: Ini adalah kritik signifikan dari sudut pandang penelitian empiris. Para kritikus berpendapat bahwa teori strukturasi terlalu abstrak dan tidak memiliki asumsi yang jelas serta panduan metodologis yang konkret untuk diterapkan secara sistematis dalam penelitian. Akibatnya, seperti yang dicatat dalam penelitian, aplikasi empiris dari teori tersebut sering kali "menyimpang secara signifikan" dari tujuan aslinya, menghasilkan model yang menyederhanakan gagasan-gagasan kompleks Giddens.

Paradoks Giddens

Terdapat paradoks mendalam dalam karya Giddens. Meskipun ia berambisi untuk menyediakan sintesis yang koheren dan komprehensif, banyak kritikus menganggap karyanya kompleks, ambigu, dan bahkan kontradiktif. Kesulitan ini bukan sekadar masalah gaya penulisan. Hal ini menunjukkan bahwa masalah teoretis yang sangat mendalam yang coba diatasi Giddens—yakni, dualisme agensi-struktur—mungkin tidak dapat "dilebur" menjadi sebuah "duality" tanpa menimbulkan masalah analitis baru. Upaya untuk membuat struktur dan agensi tidak dapat dipisahkan secara konseptual membuat teori ini sulit untuk dioperasionalkan secara empiris, karena analisis ilmiah sering kali membutuhkan pemisahan konseptual untuk mengukur dan menilai dampak kausal. Paradoks ini menciptakan ketegangan mendasar: sebuah teori yang secara konseptual kuat untuk memahami sifat rekursif realitas sosial mungkin kurang berguna sebagai alat untuk penyelidikan empiris.

Kesimpulan: Warisan dan Kontribusi Jangka Panjang

The Constitution of Society tetap menjadi teks seminal dalam sosiologi. Giddens berhasil memenuhi ambisinya untuk menyatukan kembali agensi dan struktur dalam teori sosial, menggeser fokus dari dualisme kaku menjadi pemahaman yang lebih bernuansa tentang sifat rekursif kehidupan sosial. Meskipun para kritikus telah menyoroti kelemahan dalam teorinya, terutama terkait konflik konseptual dan kurangnya pedoman metodologis, kontribusi inti Giddens tidak dapat disangkal.

Warisan Giddens terletak pada kemampuannya untuk memaksa sosiolog untuk berpikir di luar kotak dikotomi tradisional. Teorinya secara efektif menantang pandangan bahwa individu hanyalah boneka yang ditentukan oleh struktur atau, sebaliknya, bahwa struktur hanyalah epifenomena dari tindakan individu. Sebaliknya, ia menawarkan kerangka kerja yang kuat untuk menganalisis dinamika masyarakat modern, menyoroti bagaimana keputusan individu yang berpengetahuan, melalui pengulangan praktik rutin, secara terus-menerus membentuk dan mengubah norma sosial dari waktu ke waktu. Dengan demikian, The Constitution of Society tetap menjadi titik referensi yang tak ternilai bagi siapa pun yang tertarik pada isu-isu fundamental dalam teori sosial kontemporer.

Baca Juga: Analisis Mendalam Buku Runaway World Karya Anthony Giddens: Globalisasi dan Dampaknya terhadap Kehidupan Kita

Karya yang dikutip

EBSCO. (n.d.). Structuration theory. Retrieved September 14, 2025, from https://www.ebsco.com/research-starters/sociology/structuration-theory

EBSCO. (n.d.). Structuration theory | Research starters. Retrieved September 14, 2025, from https://www.ebsco.com/research-starters/sociology/structuration-theory#:~:text=Giddens%20emphasized%20that%20social%20structures,change%20societal%20norms%20over%20time

Ethical Politics. (n.d.). Anthony Giddens on structuration. Retrieved September 14, 2025, from https://www.ethicalpolitics.org/ablunden/pdfs/Structuration.pdf

European Sociological Review. (1985). Anthony Giddens: The constitution of society, outline of the theory of structuration. Cambridge. Retrieved September 14, 2025, from https://academic.oup.com/esr/article-pdf/1/3/261/1241618/1-3-261.pdf

Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. University of California Press.

Giddens, A. (2004). The constitution of society: Teori strukturasi untuk analisis sosial (Terj. Tim Penerjemah). Pedati.

Goodreads. (n.d.). The constitution of society: Outline of the theory of structuration by Anthony Giddens. Retrieved September 14, 2025, from https://www.goodreads.com/book/show/46410.The_Constitution_of_Society

Google Books. (n.d.). The constitution of society: Outline of the theory of structuration – Anthony Giddens. Retrieved September 14, 2025, from https://books.google.com/books/about/The_Constitution_of_Society.html?id=YD87I8uPvnUC

IGI Global. (n.d.). What is duality of structure. Retrieved September 14, 2025, from https://www.igi-global.com/dictionary/structure-theory-government/8419

Moody, J. (n.d.). The duality of structure: Giddens’s theory. Duke University. Retrieved September 14, 2025, from https://people.duke.edu/~jmoody77/TheoryNotes/sewell.htm#:~:text=The%20duality%20of%20Structure%3A%20Giddens's%20theory.&text=He%20argues%20that%20structures%20are,Dual%20structures%20are%20thus%20changeable

Pressbooks. (n.d.). Structuration theory. Retrieved September 14, 2025, from https://pressbooks.pub/teams1/chapter/structuration-theory/#:~:text=According%20to%20Giddens%20(1984)%2C,result%20of%20routinized%20activity29

ProQuest. (n.d.). Giddens, “The constitution of society” (Book review). Retrieved September 14, 2025, from http://search.proquest.com/openview/184c8bd95bda0961f7d857588fca2067/1?pq-origsite=gscholar&cbl=1816420

ResearchGate. (n.d.). Relationship between discursive consciousness, practical consciousness, and unconscious …. Retrieved September 14, 2025, from https://www.researchgate.net/figure/Relationship-between-discursive-consciousness-practical-consciousness-and-unconscious_fig2_251236708

ResearchGate. (n.d.). Reproducing the social structure: A Marxist critique of Anthony Giddens’s structuration methodology. Retrieved September 14, 2025, from https://www.researchgate.net/publication/269815287_Reproducing_the_social_structure_A_Marxist_critique_of_Anthony_Giddens's_Structuration_Methodology

Rēzeknes Tehnoloģiju akadēmija. (2017). Critique of functionalism in the works of Anthony Giddens and Norbert Elias: A comparison. Retrieved September 14, 2025, from https://journals.rta.lv/index.php/SIE/article/download/2449/2457/3571

ScholarWorks at WMU. (n.d.). Structuration theory and critical consciousness: Potential …. Retrieved September 14, 2025, from https://scholarworks.wmich.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=3409&context=jssw

SciSpace. (n.d.). Structuration theory amid negative and positive criticism. Retrieved September 14, 2025, from https://scispace.com/pdf/structuration-theory-amid-negative-and-positive-criticism-lawgl9qjhp.pdf

UCSD. (2016, January). [Xmca-l] Re: operations and practical consciousness. Retrieved September 14, 2025, from https://lchc.ucsd.edu/mca/Mail/Archives/2016-January/007270.html

Underground Books. (n.d.). The constitution of society: Outline of the theory of structuration | Anthony Giddens. Retrieved September 14, 2025, from https://www.undergroundbooks.net/pages/books/15897/anthony-giddens/the-constitution-of-society-outline-of-the-theory-of-structuration

University of Regina. (n.d.). Structuration theory. Retrieved September 14, 2025, from https://uregina.ca/~gingrich/319j2903.htm

University of Regina. (n.d.). Structuration theory. Retrieved September 14, 2025, from https://uregina.ca/~gingrich/319m606.htm

University of Regina. (n.d.). Structuration theory. Retrieved September 14, 2025, from https://uregina.ca/~gingrich/f300.htm

VU Research Portal. (n.d.). Anthony Giddens and structuration theory. Retrieved September 14, 2025, from https://research.vu.nl/ws/portalfiles/portal/269854181/Anthony_Giddens_and_structuration_theory.pdf

Wikipedia. (2025, September 14). Duality of structure. In Wikipedia. Retrieved September 14, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/Duality_of_structure

Wikipedia. (2025, September 14). Structuration theory. In Wikipedia. Retrieved September 14, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/Structuration_theory

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment