Try Out TKA Sosiologi SMA/MA/SMK 2026 – 50 Soal + Kunci Jawaban (Paket 1)
Petunjuk Umum:
A. Periksalah naskah soal sebelum Anda mulai menjawab.
B. Pilihlah jawaban yang paling tepat sesuai dengan instruksi pada setiap bentuk soal (Pilihan Ganda, Pilihan Ganda Kompleks MCMA, atau Pilihan Ganda Kompleks Kategori).
C. Kerjakan dengan teliti, utamakan penalaran sosiologis, dan manfaatkan seluruh informasi pada stimulus yang tersedia.
Soal
1. Seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur jalan tol lintas provinsi, pola interaksi sosial masyarakat di sekitar gerbang tol mengalami pergeseran drastis. Warung-warung kopi tradisional milik warga lokal yang dulunya menjadi ruang perjumpaan dan interaksi intensif antarpengemudi kini mulai ditinggalkan, tergantikan oleh fasilitas rest area modern dengan gerai waralaba global. Fenomena ini memicu kekhawatiran para tokoh adat terhadap pudarnya tradisi musyawarah komunal yang menjadi perekat solidaritas sosial warga setempat.
Bagaimanakah cara pandang sosiologi dalam menganalisis fenomena perubahan pola interaksi di sekitar jalur tol tersebut?
A. Menyoroti aspek teknis konstruksi jalan tol yang mempercepat mobilitas logistik antarwilayah.
B. Menganalisis pergeseran struktur interaksi sosial dan dampaknya terhadap peluruhan solidaritas komunal lokal.
C. Mengukur peningkatan pendapatan ekonomi makro yang diperoleh para pengelola gerai waralaba modern.
D. Menilai efisiensi waktu tempuh perjalanan kendaraan logistik dibandingkan dengan jalur arteri lama.
E. Menitikberatkan kajian pada aspek hukum kepemilikan lahan warga yang terdampak proyek infrastruktur.
2.Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan aplikasi konferensi video daring memungkinkan para pelaku usaha rintisan di Indonesia untuk berdiskusi, merundingkan kontrak kerja sama, serta bertukar dokumen secara langsung dengan mitra bisnis di berbagai belahan dunia tanpa harus melakukan perjalanan tatap muka secara fisik.
Apakah faktor utama yang memastikan interaksi sosial tetap dapat berlangsung efektif meskipun para pihak tidak bertatap muka secara langsung?
A. Individu diwajibkan memiliki latar belakang budaya yang sama persis dengan mitra bisnis luar negeri.
B. Ketersediaan jaringan komunikasi digital dan sarana media daring sebagai perantara kontak sosial.
C. Jarak geografis yang sangat dekat antarnegara pembuat kesepakatan dagang internasional.
D. Hilangnya segala bentuk hambatan psikologis dalam setiap proses negosiasi bisnis global.
E. Penggunaan mata uang tunggal yang berlaku secara universal di seluruh penjuru dunia.
3. Sejarah perjuangan kebangsaan Indonesia ditandai oleh momentum berdirinya berbagai organisasi pergerakan modern awal abad ke-20 hingga Sumpah Pemuda 1928. Berbagai perkumpulan pemuda dari latar belakang suku, etnis, ras, dan daerah yang berbeda—seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, hingga pemuda Tionghoa dan Arab—meleburkan ego kedaerahan demi membangun satu identitas kebersamaan sebagai bangsa Indonesia.
Mengapa peristiwa persatuan tersebut dikategorikan sebagai pencerminan masyarakat multikultural yang integratif?
A. Proses penyatuan tersebut menghilangkan secara total seluruh adat istiadat dan bahasa daerah yang ada.
B. Adanya peleburan identitas kelompok secara paksa untuk membentuk satu budaya tunggal yang seragam.
C. Terciptanya kesadaran bersama untuk hidup berdampingan secara harmonis di bawah payung kebhinekaan tanpa diskriminasi.
D. Dominasi mutlak satu kelompok suku mayoritas atas kelompok-kelompok etnis minoritas lainnya.
E. Penolakan terhadap segala bentuk kerja sama lintas budaya demi menjaga kemurnian tradisi lokal.
4. Di sebuah desa agraris, sempat terjadi ketegangan sosial antara penduduk asli dan kelompok warga pendatang baru terkait perbedaan pandangan dalam pengelolaan fasilitas umum desa. Berkat inisiatif para tokoh masyarakat, diadakan serangkaian kegiatan gotong royong bersama, sarasehan budaya, dan program pelatihan ekonomi produktif yang melibatkan kedua belah pihak secara aktif. Melalui proses tersebut, perlahan-lahan ketegangan mereda, tumbuh rasa saling menghormati, dan tercipta kesepakatan bersama untuk membangun desa tanpa memandang asal-usul.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, bentuk hubungan sosial apakah yang akhirnya terwujud di antara kedua kelompok masyarakat di atas?
A. Asimilasi, karena kedua kelompok melebur membentuk satu kebudayaan baru yang seragam.
B. Kontravensi, karena masih tersimpan rasa benci tersembunyi di balik sikap ramah warga.
C. Koersi, karena kelompok penduduk asli mendominasi keputusan akhir melalui tekanan sosial.
D. Akomodasi, karena tercapai penyelesaian konflik dan pemulihan hubungan melalui kerja sama harmonis.
E. Persaingan, karena kedua kelompok berlomba-lomba menunjukkan keunggulan budaya masing-masing.
5. Di salah satu kota besar, warga merasa resah karena sering terjadi aksi penyerangan oleh sekelompok remaja bermotor pada malam hari di jalur-jalur utama kota. Para pelaku membawa senjata tajam dan menargetkan warga yang melintas seorang diri. Pihak kepolisian menyatakan bahwa dalam dua bulan terakhir telah terjadi lima kasus serupa dengan pola yang sama, yang dilakukan oleh jaringan kelompok remaja jalanan yang terorganisir.
Mengapa peristiwa kekerasan yang dilakukan kelompok remaja tersebut dikategorikan sebagai gejala sosial menyimpang?
Klik pilihan Benar atau Salah pada setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
Manakah analisis sosiologis yang paling tepat mengenai dampak negatif dari gejala urbanisasi tersebut?
A. Meningkatkan pemerataan pembangunan ekonomi secara merata di seluruh wilayah perdesaan dan perkotaan.
B. Memicu disorganisasi sosial di perkotaan akibat tidak seimbangnya laju pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan lapangan kerja formal.
C. Menghilangkan seluruh masalah pengangguran struktural di daerah perdesaan secara permanen.
D. Mempercepat proses modernisasi gaya hidup seluruh warga desa tanpa menimbulkan masalah sosial baru.
E. Menurunkan tingkat konsumerisme masyarakat kota secara drastis dalam jangka panjang.
7. Sebuah lembaga riset sosial independen melakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas program pemberdayaan UMKM perempuan pasca-pandemi di wilayah pesisir. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengamatan terlibat dan wawancara mendalam kepada 30 informan kunci yang terdiri atas pelaku usaha perempuan, pendamping program, dan kepala desa.
Manakah pernyataan yang menunjukkan tujuan dan kontribusi penelitian sosial tersebut?
(Pilih semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.)
☐ A. Mengetahui dinamika pemberdayaan ekonomi perempuan serta hambatan kultural yang dihadapi di lapangan.
☐ B. Memberikan rekomendasi berbasis data empiris kepada pemerintah daerah untuk perbaikan kebijakan program ke depan.
☐ C. Menghitung secara pasti angka persentase pertumbuhan laba bersih seluruh UMKM di tingkat nasional secara statistik.
☐ D. Memahami makna pengalaman hidup para pelaku usaha perempuan dalam mengelola ketahanan ekonomi keluarga.
☐ E. Menguji tingkat kebenaran hipotesis kausalitas antara jumlah modal pinjaman dan kenaikan omzet secara matematis.
8. Sebelum turun ke lapangan untuk meneliti fenomena maraknya anak jalanan di kawasan lampu merah, seorang peneliti terlebih dahulu merumuskan latar belakang masalah, menentukan pertanyaan penelitian, menelaah konsep teoretis tentang kemiskinan kota, serta menyusun instrumen pedoman wawancara yang sistematis.
Tahapan apakah yang sedang dilakukan oleh peneliti tersebut dalam siklus penelitian sosial?
A. Tahap analisis data dan pengujian hipotesis statistik lanjutan.
B. Tahap penarikan kesimpulan dan publikasi jurnal ilmiah internasional.
C. Tahap perencanaan dan perancangan desain penelitian pendahuluan.
D. Tahap penyajian data empiris dalam bentuk tabel frekuensi.
E. Tahap evaluasi kebijakan publik kepada lembaga pemerintah.
9. Penggunaan media sosial yang sangat disukai remaja menimbulkan kekhawatiran dapat memengaruhi perilaku dan moral mereka. Kenakalan remaja yang makin rumit sering dihubungkan dengan interaksi mereka dengan konten online tertentu. Seorang peneliti melakukan penelitian pada remaja usia 13–18 tahun yang sering memakai media sosial dengan menyebarkan kuesioner online kepada 150 responden untuk mengukur seberapa sering mereka menggunakan media sosial dan tingkat kenakalan remaja.
Manakah pernyataan yang menunjukkan metode penelitian yang sesuai dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan?
A. Penelitian eksperimen dengan teknik penentuan sampel stratified sampling karena peneliti membandingkan kelompok pengguna media sosial maupun yang tidak dari berbagai kalangan berbeda tingkatan.
B. Penelitian eksploratif dengan teknik penentuan sampel cluster sampling berdasarkan wilayah untuk mengeksplorasi fenomena penggunaan media sosial.
C. Penelitian kuantitatif dengan teknik penentuan sampel simple random sampling berdasarkan rentang usia yang diambil secara acak untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat kenakalan remaja.
D. Penelitian lapangan dengan teknik penentuan sampel area sampling berdasarkan area tertentu untuk mengobservasi fenomena penggunaan media sosial terhadap tingkat kenakalan remaja.
E. Penelitian kualitatif dengan teknik penentuan sampel purposive sampling dengan menentukan kriteria tertentu untuk memahami dampak yang ditimbulkan dari fenomena penggunaan media sosial pada remaja.
10. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif fenomena meningkatnya jumlah pengemis anak di ruang publik. Fokus utama diarahkan pada identifikasi faktor-faktor penyebab anak-anak berada di jalanan, seperti kondisi kemiskinan, keterbatasan akses terhadap pendidikan, serta eksploitasi oleh pihak tertentu. Penelitian ini juga mengeksplorasi dampak sosial dan psikologis yang dialami anak-anak tersebut. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu sosial, menjadi dasar pemecahan permasalahan sosial, serta meningkatkan kapasitas peneliti.
Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan kontribusi penelitian sosial dalam menyelesaikan permasalahan berdasarkan ilustrasi tersebut?
(Pilih semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.)
☐ A. Menambah wawasan tentang dampak fisik, psikologis maupun sosial yang dialami oleh pengemis di bawah umur.
☐ B. Memberikan solusi atau saran kepada pemerintah untuk dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
☐ C. Menjadi referensi utama bagi penelitian selanjutnya dan memberikan manfaat bagi para pembaca.
☐ D. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kompleksitas dan bahaya pengemis di bawah umur.
☐ E. Mengurangi tingkat kekerasan dan eksploitasi di jalanan pada anak di bawah umur.
11. Perhatikan grafik tingkat partisipasi komunitas dalam kegiatan lingkungan berikut:
Bersih Sungai: 120 peserta
Penanaman Pohon: 80 peserta
Daur Ulang Sampah: 50 peserta
Berdasarkan grafik hasil penelitian di atas, penjelasan manakah yang paling tepat mengenai pola partisipasi komunitas dalam kegiatan lingkungan?
A. Semua jenis kegiatan lingkungan memiliki tingkat partisipasi yang seragam dan tinggi.
B. Kegiatan bersih sungai adalah yang paling populer dan menarik partisipasi komunitas terbanyak.
C. Masyarakat cenderung tidak tertarik pada kegiatan lingkungan yang bersifat fisik seperti penanaman pohon.
D. Daur ulang sampah merupakan kegiatan yang paling sukses dalam menarik jumlah peserta terbanyak.
E. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara partisipasi dalam penanaman pohon dan daur ulang sampah.
12. Di sebuah sekolah, sekelompok siswa membentuk komunitas bernama "Green Youth Club" yang fokus pada isu lingkungan. Mereka memulai dengan saling berbagi informasi tentang daur ulang dan pengelolaan sampah organik, lalu rutin melakukan kegiatan seperti membersihkan taman sekolah, membuat kompos, dan mensosialisasikan gaya hidup ramah lingkungan. Anggota komunitas ini berasal dari berbagai kelas dan latar belakang, namun mereka merasa memiliki tujuan bersama dan saling mendukung dalam kegiatan yang dijalankan.
Jika dikaji dari konsep kelompok sosial, bagaimana proses terbentuknya komunitas "Green Youth Club" tersebut?
A. Komunitas terbentuk secara spontan tanpa adanya kesamaan visi dan nilai.
B. "Green Youth Club" termasuk kelompok semu karena hanya berkumpul sesekali.
C. Kelompok tersebut terbentuk karena interaksi sosial yang berkelanjutan dan tujuan bersama.
D. Komunitas itu dibentuk secara paksa oleh sekolah sehingga tidak mencerminkan kelompok sosial.
E. Kelompok ini bukan kelompok sosial karena anggotanya berasal dari kelas yang berbeda.
13. Perhatikan hasil penelitian berikut!
Tabel Persepsi, hambatan, dan harapan publik mengenai pelayanan pemerintah
Bagaimana langkah-langkah penelitian yang tepat agar peneliti bisa menghasilkan sajian data tersebut?
A. Peneliti membuat panduan wawancara yang diturunkan dari rumusan masalah penelitian, lalu melakukan pengumpulan data, mengecek kelengkapan jawaban, mengidentifikasi hasil jawaban, lalu mengelompokkannya dalam kategori yang sama.
B. Peneliti membuat daftar pertanyaan tertutup, mengujicobakannya dalam kelompok kecil, mengecek kelengkapan jawaban, mengelompokkan jawaban dalam tema tertentu, lalu menyimpulkan jawaban setiap responden.
C. Peneliti membuat kuesioner dengan jenis pertanyaan campuran, lalu melakukan pengumpulan data, mengecek kelengkapan jawaban, mengklasifikasikan jawaban setiap responden, lalu melakukan penyajian data.
D. Peneliti merumuskan pertanyaan-pertanyaan pokok dari judul penelitian, lalu membuat panduan wawancara, melakukan uji coba terbatas, melakukan pengumpulan data, mengecek kelengkapan data, lalu penyajian data.
E. Peneliti merumuskan indikator dan variabel, lalu menurunkan indikator menjadi butir pertanyaan, melakukan uji coba terbatas, melakukan pengumpulan data, mengecek kelengkapan data, lalu penyajian data.
14. Di beberapa kota di Indonesia mulai banyak terjadi konflik antara kelompok pedagang pasar tradisional dan pengelola pusat perbelanjaan modern/mal yang baru dibangun. Para pedagang pasar tradisional merasa dirugikan karena kehadiran mal tersebut mengakibatkan menurunnya jumlah pembeli di pasar tradisional. Mereka menganggap bahwa pembangunan pusat perbelanjaan tidak memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. Sementara itu, pihak pengelola mal merasa bahwa pembangunan tersebut sah dan merupakan bentuk kemajuan ekonomi kota. Ketegangan makin meningkat setelah terjadi aksi demonstrasi yang diwarnai kericuhan. Pemerintah kota mencoba meredam konflik dengan memediasi kedua belah pihak, namun hingga kini belum tercapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak. Konflik ini menjadi sorotan media dan memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat luas.
Apa bentuk konflik sosial yang terjadi berdasarkan ilustrasi tersebut?
A. Konflik antar kelas sosial karena terjadi benturan antara pedagang tradisional dan pedagang di mal.
B. Konflik antarkelompok kepentingan karena adanya perbedaan kepentingan ekonomi yang berbeda.
C. Konflik politik antar institusi dalam hal ini kelompok pedagang di mal ingin mengalahkan pedagang pasar tradisional.
D. Konflik budaya akibat perubahan nilai dimana pedagang pasar tradisional kehilangan pelanggan sejak adanya mal.
E. Konflik antarpribadi karena perbedaan individu yang terjadi diantara para pedagang tradisional kepada pedagang di mal.
15. Pada suatu daerah terjadi ketegangan antara komunitas adat dengan perusahaan perkebunan sawit. Konflik ini bermula dari klaim terhadap hak kepemilikan lahan. Perusahaan berpegang pada izin yang mereka miliki, sementara komunitas adat merasa terabaikan. Konflik ini mengakibatkan terjadinya bentrokan fisik dan pemblokiran jalan oleh warga yang mengakibatkan aktivitas distribusi hasil perkebunan sawit menjadi terhambat. Mediasi awal dalam rangka penyelesaian konflik yang terjadi sudah dilakukan tetapi gagal total dan bahkan memperparah ketegangan dan ketidakpercayaan antara kedua belah pihak (komunitas adat dan pihak perusahaan perkebunan sawit). Situasi yang terjadi ini berada pada titik kritis dan memerlukan intervensi yang lebih kuat.
Bagaimana strategi yang tepat untuk mencapai kedamaian yang berkelanjutan antara komunitas adat dan perusahaan perkebunan?
A. Memulai kembali negosiasi antara manajemen perusahaan dan perwakilan komunitas adat tanpa melibatkan campur tangan pihak ketiga yang netral.
B. Melakukan dialog multi-pihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan organisasi non pemerintah untuk membangun pemahaman bersama.
C. Melakukan arbitrasi dengan menunjuk pihak ketiga yang independen dan memiliki kewenangan untuk membuat keputusan mengikat secara hukum.
D. Mengembangkan program kemitraan usaha bersama antara kedua belah pihak dengan sistem pembagian keuntungan yang di bagi secara adil.
E. Membentuk forum musyawarah desa yang difasilitasi oleh tokoh masyarakat setempat untuk mencari solusi terbaik yang berbasis kearifan lokal.
16. Di Desa Tanjung Harapan, sebuah perusahaan tambang mulai beroperasi setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah. Perusahaan tersebut membuka lahan secara besar-besaran, termasuk wilayah hutan adat yang selama ini dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat lokal. Masyarakat adat menolak keberadaan tambang karena merasa tidak dilibatkan dalam proses perizinan dan khawatir kehilangan sumber penghidupan. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi aksi protes yang berujung pada bentrokan antara warga dan aparat keamanan.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, apa penyebab utama terjadinya konflik sosial di Desa Tanjung Harapan?
A. Pemerintah daerah tidak mampu mengelola hasil tambang dengan baik.
B. Perusahaan tidak memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat sekitar.
C. Masyarakat adat tidak memiliki pengetahuan tentang kegiatan pertambangan modern.
D. Kurangnya komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
E. Terjadi benturan kepentingan antara perusahaan dan hak masyarakat adat atas lahan.
17. Konflik mulai terjadi ketika proyek pabrik yang didukung pemerintah lokal mulai dibangun di tanah yang secara tradisional menghidupi petani lokal. Petani mengatakan bahwa mereka tidak diberi informasi dan mengkhawatirkan nasib mereka akibat hilangnya mata pencaharian. Protes petani akhirnya viral di media sosial dan akunya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pemerintah lokal mengundang pihak petani dan pabrik untuk duduk bersama berdialog dengan fasilitas tim perdamaian. Kesepakatan akhirnya terwujud dalam bentuk kompensasi, dibangunnya zona penyangga pertanian dan dilibatkannya warga (petani) dalam pengawasan proyek.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, apa cara yang paling efektif untuk meredakan konflik dan menciptakan harmoni sosial?
A. Memindahkan lahan pertanian ke lokasi lain tanpa perundingan.
B. Melakukan dialog untuk menciptakan kesepakatan yang inklusif.
C. Menawarkan bagi hasil saham kepada petani tanpa jaminan lahan.
D. Menekan protes dengan melakukan mobilisasi aparat keamanan.
E. Melanjutkan konstruksi tanpa mempertimbangkan keberatan warga.
18. Infografis: Jenis-Jenis Kelompok Sosial di Sekitar Kita
Manakah pernyataan yang paling tepat menunjukkan perbedaan kelompok sosial pada infografis tersebut?
A. Keluarga menunjukkan kelompok informal yang terbentuk secara spontan dan alami dari interaksi sosial yang terjadi karena adanya kesamaan minat, hobi, atau tujuan.
B. Kelompok belajar mewujudkan kelompok primer yang ditandai oleh adanya hubungan yang sangat erat, personal, intim, dan interaksi tatap muka yang sering.
C. Organisasi pramuka menunjukkan kelompok primer yang ditandai dengan adanya hubungan yang sangat erat personal, intim, dan interaksi tatap muka yang sering.
D. Teman bermain menunjukkan kelompok formal yang dibentuk secara sengaja dan terencana dengan tulisan serta strukturnya yang jelas dan memiliki aturan yang tertulis.
E. Organisasi OSIS menunjukkan kelompok sekunder, yang dicirikan oleh hubungan yang lebih formal, impersonal, dan berdasarkan tujuan atau kepentingan tertentu.
19. Di Kelurahan Maju Jaya, warga terdiri dari beragam kelompok sosial seperti penduduk asli, pendatang dari kota, serta etnis minoritas. Dalam kegiatan pembangunan balai warga, kelompok penduduk asli selalu diundang dalam rapat musyawarah, sementara kelompok lain jarang dilibatkan. Kelompok pendatang dan etnis minoritas juga kesulitan memperoleh informasi tentang kegiatan warga karena akses informasi hanya beredar di lingkaran tertentu. Akibatnya, kelompok yang tidak terlibat merasa tersisih dan mulai muncul perasaan tidak dihargai. Ketegangan mulai terlihat ketika beberapa warga menyuarakan ketidakpuasan dalam forum daring lokal. Situasi ini menimbulkan saling curiga, bahkan muncul komentar negatif antar kelompok. Dalam masyarakat majemuk seperti ini, praktik ketidaksetaraan sosial dalam partisipasi dapat menjadi awal dari konflik yang lebih besar.
Manakah pernyataan yang menjadi pemicu awal terjadinya ketegangan antara kelompok pendatang dan etnis minoritas?
A. Ketidakadilan dalam pengambilan keputusan musyawarah membentuk jarak sosial antar kelompok dan menurunkan rasa dihargai.
B. Kesenjangan dalam akses informasi memperkuat stigma sosial dan mendorong eksklusi kelompok minoritas.
C. Dominasi kelompok mayoritas memperlemah solidaritas sosial dan merenggangkan relasi antar kelompok masyarakat.
D. Kelimpangan dalam hak partisipasi memicu jurang sosial, menurunkan rasa saling percaya antar kelompok.
E. Ketidaksetaraan dalam pembagian peran memperkuat stratifikasi sosial dan menghambat mobilitas kelompok.
20. Sebuah studi di Kota Bahari menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan antara kelompok kaya dan miskin semakin lebar dalam 10 tahun terakhir. Akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan berkualitas lebih mudah diperoleh kelompok masyarakat atas. Sementara itu, masyarakat miskin harus bergantung pada layanan publik yang terbatas dan sering kali berkualitas rendah. Ketidakpuasan mulai muncul di media sosial dan ruang publik. Beberapa kelompok masyarakat melakukan aksi protes untuk menuntut keadilan sosial.
Apakah dampak sosial yang mungkin terjadi akibat adanya ketidakpuasan masyarakat miskin terhadap layanan publik?
A. Menimbulkan aksi protes masyarakat miskin untuk menyuarakan pendapat.
B. Menimbulkan kerentanan kelompok miskin akibat terbatasnya akses terhadap fasilitas publik.
C. Menimbulkan ketidaksetaraan yang membuat kelompok miskin semakin terhambat dan merasa tidak adil.
D. Menimbulkan rendahnya partisipasi masyarakat miskin dalam proses pengambilan keputusan publik.
E. Menimbulkan kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperbaiki layanan publik di wilayah miskin.
Kunci Jawaban dan Pembahasan Singkat Klik di SINI
50 Soal Try Out TKA 2026 Paket 1 Lengkap Word dan PDF Klik di SINI
Lihat juga:
Kisi-Kisi TKA Sosiologi SMA 2026: Elemen, Submateri, dan Kompetensi Lengkap
- Sosiologi Sebagai Ilmu: Materi Lengkap Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2026
- Konsep dan Bentuk Hubungan Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Pembentukan Kepribadian, Kelompok, dan Lembaga Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Ragam Gejala Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Masyarakat Multikultural: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Penelitian Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Konsep dan Dinamika Kelompok Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Kesetaraan Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Konflik Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Perubahan Sosial: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Globalisasi: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
- Sikap Kritis terhadap Globalisasi: Materi Lengkap TKA Sosiologi SMA 2026
Media Presentasi Materi:
1. Media Presentasi Sosiologi Sebagai Ilmu: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
2. Media Presentasi Konsep dan Bentuk Hubungan Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
3. Media Presentasi Pembentukan Kepribadian, Kelompok, dan Lembaga Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
4. Media Presentasi Ragam Gejala Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
5. Media Presentasi Masyarakat Multikultural: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
6. Media Presentasi Penelitian Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
7. Media Presentasi Konsep dan Dinamika Kelompok Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
8. Media Presentasi Kesetaraan dan Ketidaksetaraan Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
9. Media Presentasi Konflik Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
10. Media Presentasi Perubahan Sosial: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
11. Media Presentasi Globalisasi: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
12. Media Presentasi Sikap kritis globalisasi: Persiapan TKA Sosiologi SMA 2026
Latihan Soal Standar TKA 2026:
Latihan TKA Sosiologi SMA 2026 Soal & Pembahasan untuk Persiapan TKA dan Ujian Masuk PTN
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Sosiologi sebagai Ilmu
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Konsep dan Bentuk Hubungan Sosial
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Kepribadian, Kelompok, dan Lembaga Sosial
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Kelompok Sosial
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Penelitian Sosial
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Masyarakat Multikultural
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Ragam Gejala Sosial
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Sikap kritis terhadap globalisasi
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Globalisasi dan dampaknya
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Perubahan Sosial
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Konflik sosial dan penanganan konflik
50 Latihan Soal TKA 2026 Sosiologi SMA: Kesetaraan Sosial
Latihan 50 Soal TKA Sosiologi SMA/MA/SMK 2026 Sesuai Kisi-Kisi (Word & PDF)




Post a Comment