Foundations of Social Theory (1990) James S. Coleman: Analisis Teoretis Lengkap dan Relevansinya

Table of Contents

buku Foundations of Social Theory (1990) karya James S. Coleman
1. Pendahuluan: James S. Coleman dan Kontribusi Epistemologis "Foundations of Social Theory"

Karya James S. Coleman, Foundations of Social Theory, yang diterbitkan pada tahun 1990, dipandang sebagai sebuah pencapaian intelektual yang signifikan dan sebuah "titik balik" dalam teori sosiologi kontemporer. Ambisinya yang luas untuk menyediakan fondasi teoritis yang kokoh bagi ilmu sosial telah mengarah pada perbandingan dengan karya klasik seperti The Structure of Social Action (1936) karya Talcott Parsons, mengisyaratkan posisinya yang monumental dalam kanon sosiologi modern. Posisi buku ini dalam disiplin ilmu tidak dapat dipisahkan dari latar belakang intelektual dan lintasan karir Coleman sendiri.

James S. Coleman (1926–1995) merupakan salah satu sosiolog terkemuka pada paruh kedua abad ke-20. Latar belakang akademisnya menunjukkan perpaduan unik antara sains dan ilmu sosial; ia lulus dengan gelar sarjana sains di bidang teknik kimia dari Universitas Purdue sebelum beralih ke sosiologi di Universitas Columbia, di mana ia belajar di bawah bimbingan para pemikir berpengaruh seperti Robert Merton dan Paul Lazarsfeld. Pengalaman ini membentuk kecenderungannya terhadap pendekatan matematis, kuantitatif, dan analitis dalam mengkaji fenomena sosial, sebuah pendekatan yang ia yakini akan membawa sosiologi lebih dekat pada ketelitian ilmu alam.

Sebelumnya, Coleman telah menorehkan jejak yang signifikan melalui studi empiris berskala besar, terutama "Laporan Coleman" (Equality of Educational Opportunity) tahun 1966. Laporan ini, yang merupakan salah satu survei ilmu sosial terbesar dalam sejarah, menemukan bahwa latar belakang keluarga dan kelompok sebaya siswa merupakan prediktor yang lebih penting bagi keberhasilan akademis daripada fasilitas sekolah atau pendanaan. Temuan ini, yang secara implisit menyinggung konsep yang kemudian ia sebut sebagai "modal sosial," memicu perdebatan sengit dan memiliki dampak langsung pada kebijakan publik, termasuk kebijakan busing yang sangat kontroversial. Laporan ini dapat dilihat sebagai pendahulu langsung dari visi teoretisnya, menunjukkan bagaimana pengamatan empiris skala besar dapat menginspirasi dan mendukung perumusan teori sosial yang komprehensif.

Foundations of Social Theory bertujuan untuk mengatasi salah satu masalah sentral dalam ilmu sosial: dikotomi yang telah lama ada antara agensi individu (tindakan otonom) dan struktur sosial (pengaruh eksternal). Coleman tidak hanya sekadar meringkas dikotomi ini, tetapi secara tegas memposisikan bukunya sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan ini dengan memberikan fondasi teoritis yang menghubungkan perilaku individu dengan perilaku organisasi dan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa Coleman tidak puas dengan teori sosial yang hanya menjelaskan atau mengkritik; ia memiliki visi yang lebih ambisius. Ia melihat teori sosial sebagai alat praktis, sebuah "panduan untuk konstruksi sosial, tidak kurang dari mekanika Newton adalah panduan untuk arsitektur dan teknik sipil". Visi ini mewakili pergeseran epistemologis, dari sosiologi sebagai ilmu penjelasan menjadi sosiologi sebagai ilmu rekayasa sosial, sebuah warisan yang mendefinisikan kontribusi unik Coleman.

2. Kerangka Teoretis Inti: Jembatan Mikro-Makro dan Teori Pilihan Rasional

Fondasi teoretis Foundations of Social Theory adalah sintesis yang unik antara dua tradisi intelektual yang secara historis terpisah: prinsip pilihan rasional individu, yang sering dikaitkan dengan ekonomi neo-klasik, dan konsepsi sosiologis tentang tindakan kolektif. Coleman tidak hanya mengadopsi model "manusia ekonomi," yang mengasumsikan bahwa individu bertindak secara independen dan mementingkan diri sendiri untuk memaksimalkan utilitas, tetapi juga mengakui bahwa tindakan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Sebaliknya, ia berargumen bahwa tindakan individu "dibentuk, dibatasi, dan diarahkan oleh konteks sosial". Teori yang kuat, menurutnya, harus mampu menjelaskan bagaimana prinsip tindakan rasional, dalam konteks sosial tertentu, tidak hanya dapat menjelaskan tindakan individu tetapi juga perkembangan organisasi sosial itu sendiri.

Untuk memvisualisasikan dan memformalkan hubungan kausal antara tingkat mikro dan makro, Coleman memperkenalkan alat konseptual yang terkenal: Diagram Perahu Coleman ("Coleman's Boat" atau "Bathtub Diagram"). Diagram ini merupakan salah satu dari sedikit representasi visual yang langka dalam teori sosiologi dan berfungsi sebagai alat kognitif yang kuat. Diagram ini menyediakan serangkaian pertanyaan analitis yang memaksa sosiolog untuk merinci mekanisme yang mendasari klaim kausal makro-skala. Proses ini diilustrasikan melalui tiga panah kausal:

  • Panah 1: Menjelaskan bagaimana suatu fenomena makro (seperti norma sosial, aturan, atau struktur) memengaruhi situasi tindakan individu.
  • Panah 2: Menjelaskan bagaimana individu bertindak secara rasional dalam situasi yang dimodifikasi tersebut, membuat pilihan berdasarkan preferensi dan sumber daya mereka.
  • Panah 3: Menjelaskan bagaimana agregasi tindakan individu ini pada gilirannya menghasilkan fenomena makro yang baru, yang kemudian dapat dipahami sebagai hasil dari tindakan individu yang rasional.

Diagram ini, yang secara eksplisit digunakan oleh Coleman untuk menjelaskan tesis Max Weber tentang etika Protestan, adalah sebuah upaya untuk memberikan penjelasan kausal yang lebih sistematis dan dapat diuji untuk fenomena yang secara tradisional dijelaskan secara verbal. Dengan demikian, Coleman tidak sepenuhnya menolak tradisi sosiologi klasik, melainkan berupaya untuk memperbaruinya dengan alat-alat analitis yang lebih ketat, mengubah pertanyaan-pertanyaan besar menjadi masalah penelitian yang dapat diuraikan dan ditangani.

Diagram Perahu Coleman (Transisi Mikro-Makro)

buku Foundations of Social Theory (1990) karya James S. Coleman
Penting untuk dipahami bahwa diagram ini bukan hanya ringkasan sederhana dari sebuah argumen, melainkan "alat produksi" yang mendorong pemikiran sosiologis yang terstruktur. Ini mewakili pergeseran metodologis, menjauh dari deskripsi holistik dan menuju penjelasan yang berfokus pada mekanisme kausal. Penggunaan visualisasi ini menuntut para peneliti untuk secara eksplisit mengartikulasikan asumsi mereka tentang bagaimana faktor makro memengaruhi individu dan bagaimana tindakan individu secara kolektif menghasilkan hasil sosial, sehingga meningkatkan ketelitian dan transparansi dalam penjelasan sosiologis.

3. Elemen Fundamental Teori Sosial: Analisis Bagian Buku

Struktur Foundations of Social Theory mencerminkan visi metodologis Coleman, bergerak dari unit analisis yang paling dasar ke fenomena sosial yang paling kompleks. Buku ini dibagi menjadi lima bagian utama, yang secara progresif membangun argumen teoretisnya.

Bagian I: Tindakan dan Hubungan Elementer

Bagian pertama membangun fondasi teori dengan menguraikan unit dasar: aktor dan sumber daya. Aktor adalah individu atau entitas yang memiliki "kepentingan dalam sumber daya dan kontrol atasnya". Coleman membahas konsep hak untuk bertindak (Rights to Act), menjelaskan bagaimana hak dialokasikan, ditransfer, dan bagaimana masalah "penumpang gratis" (free-rider problem) dapat dikurangi melalui mekanisme sosial. Ia kemudian menganalisis hubungan yang lebih kompleks, yaitu hubungan otoritas (Authority Relations)—di mana hak untuk mengontrol tindakan dialihkan—dan hubungan kepercayaan (Relations of Trust), yang ia anggap sebagai inti dari banyak interaksi sosial yang efisien.

Bagian II: Struktur Tindakan

Pada bagian kedua, Coleman memperluas konsep-konsep elementer dari Bagian I untuk menjelaskan bagaimana hubungan individu membentuk struktur sosial yang lebih besar. Bagian ini membahas sistem pertukaran sosial (Systems of Social Exchange) dan menguraikan berbagai bentuk perilaku kolektif (Collective Behavior), seperti panik, fads, mode, dan bagaimana pengaruh memanifestasikan dirinya dalam keputusan pembelian atau pemungutan suara. Ia memperkenalkan gagasan bahwa norma dan sanksi muncul secara endogen sebagai respons terhadap "eksternalitas tindakan," yaitu, ketika tindakan seseorang memengaruhi orang lain. Dalam bab ini, ia juga secara resmi mengonsepkan modal sosial (Social Capital) sebagai sumber daya yang tertanam dalam struktur hubungan sosial.

Bagian III: Aktor Korporat

Coleman berpendapat bahwa masyarakat modern dicirikan oleh munculnya "aktor korporat" (corporate actors)—entitas seperti perusahaan, serikat buruh, atau negara—yang bertindak di samping individu. Bagian ini menganalisis bagaimana aktor-aktor ini terbentuk melalui "konstitusi" dan bagaimana mereka membuat keputusan kolektif. Analisisnya sangat relevan dalam memahami bagaimana otoritas dapat dicabut melalui pemberontakan atau revolusi, dan bagaimana institusi non-individu ini memengaruhi lanskap sosial.

Bagian IV: Masyarakat Modern

Bagian ini menerapkan teori Coleman pada struktur masyarakat modern yang lebih luas. Coleman menyoroti tantangan yang diciptakan oleh kehadiran aktor korporat, termasuk masalah akuntabilitas dan konflik antara institusi yang dirancang secara sengaja ini dengan institusi primordial seperti keluarga. Ia menggambarkan bagaimana modal sosial primordial secara bertahap digantikan oleh organisasi yang didesain secara purposif, yang merupakan transformasi fundamental dalam masyarakat modern.

Bagian V: Matematika dalam Tindakan Sosial

Bagian ini adalah yang paling teknis, menyediakan analisis matematis untuk memperkuat formulasi verbal dari teorinya. Penggunaan matematika oleh Coleman lebih dari sekadar akademis; ia adalah sebuah pernyataan metodologis. Matematika memberikan disiplin yang ketat yang memungkinkan "rantai penalaran yang elegan" dan derivasi logis dari hipotesis yang dapat diuji secara kuantitatif, sehingga menjadikan teori tersebut transparan dan dapat direplikasi. Dengan demikian, matematika berfungsi sebagai alat untuk mencegah argumen teoretis yang longgar dan untuk memperluas ruang lingkup penalaran teoretis.

Struktur buku ini secara keseluruhan adalah sebuah peta jalan yang koheren untuk sosiologi analitik. Ini menunjukkan sebuah pendekatan yang dimulai dari unit terkecil (aktor dan hubungan) dan secara sistematis membangun penjelasan untuk fenomena sosial yang lebih besar dan kompleks (aktor korporat dan masyarakat modern). Ini adalah upaya yang disengaja untuk memberikan landasan bagi jenis penelitian sosiologi yang akan datang.

4. Konsep Kunci: Modal Sosial dan Relevansinya

Meskipun istilah "modal sosial" telah digunakan sebelumnya, Coleman yang secara luas dianggap telah mengarusutamakan konsep ini dalam ilmu sosial modern, terutama melalui karya-karyanya pada tahun 1988 dan Foundations of Social Theory. Coleman mendefinisikan modal sosial "berdasarkan fungsinya". Ini bukanlah entitas tunggal, melainkan "berbagai entitas yang berbeda" yang memiliki dua elemen umum: mereka "terdiri dari beberapa aspek struktur sosial" dan mereka "memfasilitasi tindakan tertentu dari aktor" di dalam struktur itu. Modal sosial dianggap sebagai sumber daya produktif, setara dengan modal fisik (alat) dan modal manusia (keterampilan), yang memungkinkan pencapaian tujuan yang tidak mungkin tanpanya.

Contoh klasik Coleman adalah komunitas pedagang berlian di New York, di mana tas berisi berlian dipinjamkan tanpa kontrak formal atau asuransi. Dalam konteks ini, kepercayaan kolektif yang tertanam dalam struktur sosial berfungsi sebagai modal sosial, menghilangkan biaya transaksi dan risiko yang terkait dengan kontrak formal. Coleman melihat modal sosial sebagai barang publik—aset kolektif yang menguntungkan seluruh kelompok, bukan hanya mereka yang berinvestasi di dalamnya. Misalnya, pembentukan kelompok ronda (neighborhood watch) menguntungkan seluruh lingkungan, bahkan mereka yang tidak berpartisipasi.

Perbandingan antara konsepsi modal sosial Coleman dan Pierre Bourdieu adalah salah satu perdebatan paling penting dalam literatur ini. Meskipun keduanya mengakui bahwa modal sosial tertanam dalam struktur hubungan sosial, mereka berasal dari paradigma teoretis yang sangat berbeda. Coleman berakar pada fungsionalisme struktural dan teori pilihan rasional, sementara Bourdieu lebih dekat dengan teori konflik dan Marxisme.

Baca Juga: Analisis Mendalam Buku Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste Karya Pierre Bourdieu

Perbedaan ini mengarah pada pandangan yang kontras tentang fungsi sosial utama modal sosial:

  • Coleman melihat modal sosial sebagai kekuatan yang produktif dan pendorong mobilitas sosial. Teorinya berfokus pada bagaimana jaringan dan norma-norma dalam keluarga atau komunitas dapat membantu individu, khususnya siswa, mencapai hasil yang lebih baik dan meningkatkan status sosial mereka terlepas dari latar belakang ekonomi.
  • Bourdieu melihat modal sosial sebagai kekuatan yang reproduktif yang melanggengkan ketidaksetaraan sosial. Ia berpendapat bahwa modal sosial adalah aset individu yang digunakan oleh kelas dominan untuk mempertahankan kekuasaan dan meneruskannya kepada anak-anak mereka, sehingga memperkuat struktur ketidaksetaraan yang ada.

Perbandingan Konsep Modal Sosial: Coleman vs. Bourdieu

buku Foundations of Social Theory (1990) karya James S. Coleman
Kesenjangan fundamental antara kedua teori ini adalah salah satu sumber kebingungan dalam literatur. Namun, konsep modal sosial juga berfungsi sebagai jembatan konseptual yang efektif bagi Coleman. Dengan mengonseptualisasikannya sebagai sumber daya yang tertanam dalam struktur sosial, ia dapat secara meyakinkan menghubungkan perilaku individual yang rasional (investasi dalam hubungan) dengan fenomena kolektif (norma, kepercayaan, kerja sama), yang merupakan inti dari proyek teoretisnya. Meskipun demikian, Coleman dikritik karena mengabaikan masalah kekuasaan, konflik, dan ketidaksetaraan struktural dalam analisisnya, sebuah kritik yang sering muncul dalam perdebatan ini.

5. Perbandingan Teoretis dan Kritik Akademis

Karya Coleman secara sengaja menantang beberapa paradigma dominan dalam sosiologi. Coleman memosisikan pendekatannya sebagai alternatif yang signifikan terhadap teori strukturalis, yang terlalu menekankan bagaimana struktur sosial membentuk individu. Ia berargumen bahwa teori strukturalis cenderung mengabaikan peran "agen bebas" dan menganggap individu sebagai "boneka" dalam masyarakat. Sebaliknya, Coleman memulai dengan agensi individu sebagai unit dasar analisis, dengan asumsi bahwa struktur sosial hanyalah hasil agregasi dari tindakan individu yang rasional.

Upaya Coleman untuk mengatasi masalah agensi-struktur dapat dibandingkan dengan teori strukturasi Anthony Giddens. Keduanya berusaha mendamaikan konsep agensi dan struktur, tetapi dengan solusi yang berbeda. Giddens mengajukan "dualisme struktur" (duality of structure), di mana struktur adalah media dan hasil dari tindakan, dan keduanya memiliki "status ontologis yang sama". Sementara itu, Coleman secara implisit memberikan keistimewaan pada tingkat mikro, menjelaskan bagaimana struktur muncul dari, dan bukan sekadar membatasi, tindakan individu. Pendekatan Giddens berupaya untuk mempertahankan dialektika yang berkelanjutan, sedangkan Coleman membangun argumennya secara sekuensial dari mikro ke makro.

Baca Juga: Analisis Komprehensif Buku The Constitution of Society: Teori Strukturasi Anthony Giddens secara Mendalam 

Meskipun kontribusinya penting, pendekatan Coleman menuai kritik signifikan dari berbagai sudut pandang sosiologi. Kritik yang paling umum adalah bahwa teori pilihan rasionalnya terlalu individualistis dan minimalistis, cenderung mereduksi semua tindakan manusia menjadi pengejaran kepentingan diri sendiri. Para kritikus berpendapat bahwa pendekatan ini gagal untuk secara memadai memperhitungkan faktor-faktor seperti emosi, ideologi, budaya, atau kekuasaan. Beberapa norma atau institusi sosial mungkin ada meskipun tidak rasional atau tidak menguntungkan bagi individu, sebuah fenomena yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh model pilihan rasional.

Selain itu, pendekatan Coleman dikritik karena kurangnya perhatian terhadap masalah kekuasaan dan ketidaksetaraan struktural, terutama dalam konsepsinya tentang modal sosial sebagai barang publik yang produktif. Hal ini secara fundamental berbeda dengan Bourdieu, yang menggunakan modal sosial untuk menjelaskan reproduksi ketidaksetaraan.

Kritik ini mencerminkan pertarungan paradigma yang lebih luas dalam sosiologi. Proyek Coleman, yang ingin menyamakan sosiologi dengan ilmu alam dan memfokuskan pada penjelasan dan "desain", secara fundamental bertentangan dengan pendekatan teori kritis yang berargumen bahwa ilmu sosial harus bertujuan untuk mengkritik dan mengubah masyarakat, bukan hanya merasionalisasikannya. Coleman, dengan visinya tentang sosiologi sebagai "mekanika Newton" untuk masyarakat, secara inheren menantang gagasan bahwa ilmu sosial harus melayani "praksis moral" atau pembebasan manusia dari dominasi.

6. Warisan dan Dampak Jangka Panjang

Terlepas dari kritik yang ada, Foundations of Social Theory telah meninggalkan warisan yang mendalam dan abadi dalam sosiologi. Salah satu kontribusinya yang paling signifikan adalah perannya sebagai teks dasar untuk munculnya sosiologi analitik, sebuah pendekatan yang berfokus pada identifikasi dan pengujian mekanisme kausal yang menghubungkan tingkat mikro dan makro. Dengan mempromosikan pendekatan kuantitatif dan sistematis, Coleman mendorong pergeseran dalam sosiologi menuju penelitian yang lebih eksplisit tentang bagaimana tindakan individu menghasilkan hasil sosial yang kompleks.

Pengaruh Coleman meluas di luar lingkaran akademis. Temuan dari Laporan Coleman (1966), yang didukung oleh survei berskala besar, menunjukkan bagaimana penelitian sosiologis dapat secara langsung memengaruhi kebijakan nasional dan memicu perdebatan publik. Hal ini mencerminkan keyakinannya bahwa sosiologi harus berkontribusi pada peningkatan organisasi sosial. Teori-teori dalam Foundations telah diterapkan pada berbagai bidang: dari analisis partisipasi politik, di mana individu membuat pilihan berdasarkan biaya dan manfaat, hingga studi tentang korupsi, yang dapat dijelaskan sebagai hasil dari kalkulasi rasional antara keuntungan dan risiko. Bahkan dalam pembangunan pedesaan, kerangka kerja Coleman digunakan untuk menganalisis peran modal sosial dalam inisiatif ekonomi desa.

Secara keseluruhan, meskipun visi utamanya untuk menyatukan sosiologi dalam satu kerangka teoretis mungkin tidak sepenuhnya terwujud, Coleman berhasil menciptakan dan melegitimasi sebuah sub-disiplin yang berfokus pada mekanisme kausal mikro-makro. Kontribusi terbesarnya mungkin bukanlah penyediaan teori yang tidak dapat diganggu gugat, melainkan pemberian alat konseptual (seperti Diagram Perahu Coleman dan konsep modal sosial) yang memungkinkan generasi sosiolog baru untuk membangun penjelasan sosial yang lebih kokoh dan empiris.

Pada akhirnya, warisan Foundations of Social Theory adalah pergeseran yang kompleks dari peran sosiologi dari disiplin yang terutama berfokus pada pemahaman atau kritik, menjadi sebuah disiplin yang juga memiliki tujuan untuk merancang dan meningkatkan sistem sosial. Hal ini memicu pertanyaan etis dan politik tentang siapa yang memiliki kekuasaan untuk merancang masyarakat dan bagaimana hal itu harus dilakukan. Buku ini, dengan segala ambisi dan kontradiksinya, tetap menjadi bacaan yang sangat diperlukan bagi setiap orang yang ingin memahami lanskap teori sosiologi kontemporer.

Karya yang dikutip:

Analyse & Kritik. (1992). James S. Coleman - The vision of foundations of social theory. Diakses 26 September 2025, dari https://www.analyse-und-kritik.net/Dateien/56c2f309a0c32_ak_coleman_1992.pdf

Annual Reviews. (2005). The sociology of James S. Coleman. Annual Review of Sociology, 31, 1–24. Diakses 26 September 2025, dari https://www.annualreviews.org/doi/pdf/10.1146/annurev.soc.31.041304.122209

Barnes & Noble. (n.d.). Foundations of social theory by James Coleman. Diakses 26 September 2025, dari https://www.barnesandnoble.com/w/foundations-of-social-theory-james-coleman/1101465647

Cairn. (2005). Micro-macro transitions: Limits of rational choice theory in James Coleman's foundations of social theory. Revue française de sociologie, 46(5), 79–102. Diakses 26 September 2025, dari https://shs.cairn.info/revue-francaise-de-sociologie-1-2005-5-page-79?lang=en

Cambridge University Press. (1990). From James S. Coleman, “Social capital in the creation of human capital” (Chapter 11) - Personal networks. Diakses 26 September 2025, dari https://www.cambridge.org/core/books/personal-networks/from-james-s-coleman-social-capital-in-the-creation-of-human-capital/CB4F12FB016227E78BB348DDD70D28CA

Coleman, J. S. (1990). Foundations of social theory. Harvard University Press. Retrieved September 30, 2025, from https://archive.org/details/foundationsofsoc00cole

Coleman, J. S. (1998). Foundations of social theory (Reprint ed.). Cambridge, MA: Belknap Press of Harvard University Press. (Karya asli diterbitkan 1990)

Community Investment and Inclusion Fund. (n.d.). Conceptualisation and theories of social capital. Diakses 26 September 2025, dari https://www.ciif.gov.hk/en/sc-resource/sc-2.html

Deutsche Nationalbibliothek. (2015). Rational choice theory in comparative sociology. Diakses 26 September 2025, dari https://d-nb.info/110547898X/34

DOKUMEN.PUB. (n.d.). Foundations of social theory. Diakses 26 September 2025, dari https://dokumen.pub/foundations-of-social-theory-9780674312265-9780674312258.html

Ecology and Society. (2024). Coupling social and ecological mechanisms with the Coleman boat. Ecology and Society, 29(4), Article 6. Diakses 26 September 2025, dari https://ecologyandsociety.org/vol29/iss4/art6/

Education Next. (2004). Desegregation since the Coleman report. Diakses 26 September 2025, dari https://www.educationnext.org/desegregation-since-the-coleman-report-racial-composition-student-learning/

Encyclopaedia Britannica. (n.d.). Foundations of social theory | work by Coleman. Diakses 26 September 2025, dari https://www.britannica.com/topic/Foundations-of-Social-Theory

ERIC. (2016). Social capital and educational achievements: Coleman vs. Bourdieu. Diakses 26 September 2025, dari https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1128914.pdf

Garuda. (2019). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Diakses 26 September 2025, dari http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=949954&val=14662&title=MODAL%20SOSIAL%20KONSEP%20DAN%20APLIKASI

Goodreads. (n.d.). Foundations of social theory by James Samuel Coleman. Diakses 26 September 2025, dari https://www.goodreads.com/book/show/236795.Foundations_of_Social_Theory

Google Books. (n.d.). Foundations of social theory - James S. Coleman. Google. Diakses 26 September 2025, dari https://books.google.com/books/about/Foundations_of_Social_Theory.html?hl=id&id=a4Dl8tiX4b8C

Google Books. (n.d.). Foundations of social theory - James S. Coleman. Google. Diakses 26 September 2025, dari https://books.google.com/books/about/Foundations_of_Social_Theory.html?id=XgC2AAAAIAAJ

Google Books. (n.d.). Foundations of social theory - James S. Coleman. Google. Diakses 26 September 2025, dari https://books.google.com/books/about/Foundations_of_Social_Theory.html?id=a4Dl8tiX4b8C

Johns Hopkins University. (2016). Coleman report set the standard for the study of public education. JHU Hub. Diakses 26 September 2025, dari https://hub.jhu.edu/magazine/2016/winter/coleman-report-public-education/

Jurnal Masyarakat dan Budaya. (2021). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. BRIN. Diakses 26 September 2025, dari https://ejournal.brin.go.id/jmb/article/view/10361

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2020). Teori pilihan rasional untuk memahami koruptor di Indonesia. Integritas: Jurnal Antikorupsi. Diakses 26 September 2025, dari https://jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas/article/download/949/241/3990

Neliti. (2020). Partisipasi politik dalam konsepsi teori pilihan rasional James S. Coleman. Diakses 26 September 2025, dari https://media.neliti.com/media/publications/349624-partisipasi-politik-dalam-konsepsi-teori-91cb63b5.pdf

Quizlet. (n.d.). Structural vs social action flashcards. Diakses 26 September 2025, dari https://quizlet.com/gb/707068648/structural-vs-social-action-flash-cards/

Raub, W., & Voss, T. (2016). Micro-macro models in sociology. LMU München. Diakses 26 September 2025, dari https://www.en.soziologie.uni-muenchen.de/venedig/venice16/raubvoss2016beforecoleman.pdf

ResearchGate. (2016). Social capital and educational achievements: Coleman vs. Bourdieu. Diakses 26 September 2025, dari https://www.researchgate.net/publication/305263375_Social_Capital_and_Educational_Achievements_Coleman_vs_Bourdieu

ResearchGate. (n.d.). Coleman’s macro-micro-macro model (after Coleman, 1990). Diakses 26 September 2025, dari https://www.researchgate.net/figure/Colemans-Macro-Micro-Macro-Model-after-Coleman-1990_fig1_303023936

Scribd. (1990). James S. Coleman - Foundations of social theory (Belknap Press). Diakses 26 September 2025, dari https://www.scribd.com/document/526583779/James-S-Coleman-Foundations-of-Social-Theory-1990-Belknap-Press

Scribd. (n.d.). James S. Coleman (Pertukaran Sosial). Diakses 26 September 2025, dari https://id.scribd.com/document/631777457/JAMES-S-COLEMAN-PERTUKARAN-SOSIAL-docx

Simply Psychology. (2022). Understanding critical theory. Diakses 26 September 2025, dari https://www.simplypsychology.org/critical-theory.html

Social Capital Research. (n.d.). Coleman on social capital – rational-choice approach. Diakses 26 September 2025, dari https://www.socialcapitalresearch.com/coleman-on-social-capital-rational-choice-approach/

Testbook. (n.d.). Structuralism vs functionalism | UGC NET sociology notes. Diakses 26 September 2025, dari https://testbook.com/ugc-net-sociology/structuralism-and-functionalism

Universitas Airlangga. (2018). BUMDes Al-Madina dalam perspektif modal sosial James S. Coleman. UNAIR Repository. Diakses 26 September 2025, dari https://repository.unair.ac.id/70892/3/JURNAL_TSO.01%2018%20Put%20b.pdf

University of Regina. (2003). Structuration theory. Diakses 26 September 2025, dari https://uregina.ca/~gingrich/319j2903.htm

University of Regina. (2006). Rational choice theory. Diakses 26 September 2025, dari https://uregina.ca/~gingrich/319m1006.htm

University of Wisconsin. (1999). Social capital and school achievement among adolescents. CDE. Diakses 26 September 2025, dari https://cde.wisc.edu/wp-1999-18/

Walisongo. (2021). Reviews Herbert Marcuse's thoughts on critical theory. EJMCM, 7(7), 6566–6575. Diakses 26 September 2025, dari https://pegawai.walisongo.ac.id/sites/default/files/2.%20Scopus%20EJMCM_Volume%207_Issue%207_Pages%206566-6575%281%29.pdf

Wikipedia. (n.d.). James Samuel Coleman. Diakses 26 September 2025, dari https://en.wikipedia.org/wiki/James_Samuel_Coleman

Wikipedia. (n.d.). Rational choice model. Diakses 26 September 2025, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Rational_choice_model

Wikipedia. (n.d.). Structure and agency. Diakses 26 September 2025, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Structure_and_agency

Ylikoski, P. (2022). Understanding the Coleman boat. University of Helsinki. Diakses 26 September 2025, dari https://tuhat.helsinki.fi/ws/files/171684239/Understanding_the_Coleman_boat

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment