Analisis Gemeinschaft und Gesellschaft: Menelaah Karya Ferdinand Tönnies dalam Teori Sosiologi

Table of Contents

buku Gemeinschaft und Gesellschaft (1887) karya Ferdinand Tönnies
Pendahuluan: Signifikansi Abadi Sebuah Dikotomi Sosiologis

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan isi buku Gemeinschaft und Gesellschaft (1887) karya Ferdinand Tönnies secara mendalam, melampaui definisi sederhana dari dua konsep utamanya. 

Tujuannya adalah untuk mengungkap nuansa, fondasi filosofis, konteks historis, dan warisan intelektualnya yang sering disederhanakan. Karya monumental ini tidak hanya sebuah landasan sosiologi modern tetapi juga sebuah respons kritis terhadap gejolak sosial dan intelektual pada akhir abad ke-19 di Jerman.

Ferdinand Tönnies (1855–1936) adalah salah satu "bapak pendiri sosiologi klasik Jerman" bersama Max Weber dan Georg Simmel, yang turut mendirikan German Sociological Association. Tönnies dipandang sebagai sosiolog Jerman pertama yang benar, dan warisannya mencakup lebih dari 900 karya di berbagai bidang sosiologi dan filsafat. 

Kontribusinya yang paling terkenal, dikotomi Gemeinschaft dan Gesellschaft, menawarkan sebuah kerangka kerja yang kuat untuk memahami perubahan fundamental yang terjadi dalam masyarakat. Namun, penting untuk dicatat bahwa Tönnies menganggap kedua konsep ini sebagai "tipe normal," sebuah alat konseptual yang dibangun secara logis, yang berbeda dengan "tipe ideal" Max Weber yang lebih berakar pada pengamatan sejarah.

Kesalahpahaman ini, di mana banyak pembaca memperlakukan dikotomi Tönnies sebagai kategori klasifikasi empiris, merupakan salah satu tantangan utama dalam memahami karyanya secara utuh.

Tulisan ini berargumen bahwa kejeniusan Tönnies terletak pada kemampuannya untuk mengartikulasikan sebuah teori yang tidak hanya membedakan dua bentuk organisasi sosial, tetapi juga merespons sebuah krisis eksistensial dan intelektual yang muncul dari modernitas, sambil meletakkan dasar bagi seluruh tradisi sosiologi. 

Dengan menganalisis fondasi filosofis, anatomi sosial, dan resep intelektualnya, tulisan ini akan menempatkan Tönnies sebagai pemikir yang jeli dalam mendiagnosis modernitas.

Bagian I: Fondasi Filosofis dan Psikologis — Kehendak sebagai Mesin Penggerak Sosial

Untuk memahami inti dari teori Tönnies, seseorang harus menelusuri akarnya pada konsepsinya tentang kehendak manusia. Tönnies tidak melihat perubahan sosial sebagai sekadar fenomena eksternal, melainkan sebagai manifestasi dari pergeseran psikologis-kolektif yang mendasar. 

Dia membedakan dua bentuk kehendak yang berbeda, yaitu Kehendak Esensial (Wesenwille) dan Kehendak Rasional (Kürwille), yang masing-masing menggerakkan tipe masyarakat yang berbeda.

Wesenwille (Kehendak Esensial)

Wesenwille, atau kehendak alami, digambarkan sebagai kehendak yang "alami dan spontan" (natural and spontaneously arising). Ini adalah sebuah "kehendak yang sejati, utuh, dan kuat" (true, wholesome, and strong will) yang berakar pada naluri, tradisi, dan ikatan emosional. 

Kehendak ini tidak didasarkan pada perhitungan rasional, melainkan pada perasaan, ikatan kekerabatan, dan kebiasaan yang tidak disengaja. Dalam ranah keluarga, misalnya, seorang ibu secara naluriah akan memihak anaknya dalam perselisihan, sebuah tindakan yang didorong oleh Wesenwille.

Tönnies mengaitkan Wesenwille dengan komunisme sederhana dan kekeluargaan, yang mencerminkan sifat alami dari dorongan ini.

Kürwille (Kehendak Rasional)

Berbeda secara diametral, Kürwille adalah kehendak yang "buatan" (künstlich), rasional, dan berorientasi pada tujuan. Awalnya disebut Willkür (kehendak arbitrer), Tönnies kemudian mengubahnya menjadi Kürwille untuk menekankan sifatnya yang 'konstruktif'.

Kehendak ini adalah "pilihan sadar akan cara untuk mencapai tujuan tertentu" (conscious choice of means to a specific end). Tindakan yang didorong oleh Kürwille bersifat fungsional, instrumental, dan didasarkan pada pertimbangan akal untuk mencapai tujuan tertentu, seperti yang terlihat dalam kontrak bisnis atau perjanjian hukum.

Tönnies mengaitkan Kürwille dengan individualisme di perkotaan dan sosialisme yang kompleks.

Pergeseran sosial dari komunitas ke masyarakat adalah cerminan eksternal dari pergeseran internal ini. Tönnies mengamati bahwa masyarakat modern semakin digerakkan oleh "pilihan sadar" dan "kepentingan rasional" daripada naluri atau emosi yang tidak disengaja. 

Dia menyimpulkan bahwa perubahan ini harus berakar pada sesuatu yang mendasar dalam diri manusia itu sendiri: kehendak. Oleh karena itu, dia membedakan dua tipe kehendak ini. Pergeseran sosial dari komunitas ke masyarakat adalah cerminan eksternal dari pergeseran internal ini. 

Transisi dari Gemeinschaft ke Gesellschaft bukan hanya perubahan struktural-sosial, tetapi juga pergeseran psikologis-kolektif dari sebuah kehendak yang didasarkan pada perasaan dan tradisi (Wesenwille) ke sebuah kehendak yang didasarkan pada rasionalitas dan kepentingan diri (Kürwille).

Bagian II: Anatomi Tipe-Tipe Masyarakat — Gemeinschaft dan Gesellschaft

Buku Gemeinschaft und Gesellschaft tidak hanya menguraikan dua bentuk kehendak manusia, tetapi juga membangun dua "tipe normal" masyarakat yang berbeda, yang masing-masing merupakan manifestasi dari tipe kehendak tersebut.

Gemeinschaft (Komunitas)

Gemeinschaft adalah tipe masyarakat yang didasarkan pada Wesenwille. Tönnies menggambarkannya sebagai "kelompok yang didasarkan pada perasaan kebersamaan dan ikatan timbal balik" (feelings of togetherness and mutual bonds). 

Hubungan di dalamnya sangat personal, mendalam, dan bersifat "sepenuhnya". Ikatan sosial berakar pada sejarah bersama, kekerabatan, dan afeksi. Norma dan kendali sosial didasarkan pada tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai bersama, di mana individu secara internal merasa bertanggung jawab terhadap kelompok. Kendali sosial bersifat informal dan tidak perlu ditegakkan dari luar.

Tönnies mengidentifikasi tiga tipe Gemeinschaft:
1. Gemeinschaft of Blood: Berdasarkan ikatan darah dan kekerabatan, seperti keluarga besar.
2. Gemeinschaft of Place: Berdasarkan kedekatan fisik atau tempat tinggal, seperti lingkungan pedesaan atau Rukun Warga (RW).
3. Gemeinschaft of Mind: Berdasarkan kesamaan jiwa, ideologi, atau pemikiran, seperti persahabatan atau serikat keagamaan.

Gesellschaft (Masyarakat Asosiasi)

Gesellschaft, di sisi lain, adalah tipe masyarakat yang didasarkan pada Kürwille. Ini adalah masyarakat yang lebih utilitarian dan modern. Hubungan di dalamnya bersifat impersonal, fungsional, dan instrumental. 

Ikatan sosialnya didasarkan pada kepentingan diri (self-interest) dan kontrak formal, di mana individu berinteraksi untuk mencapai tujuan spesifik tanpa harus mengembangkan ikatan emosional. Norma dan kendali sosial diatur oleh hukum, peraturan, dan birokrasi, yang ditegakkan secara eksternal melalui lembaga seperti polisi dan pengadilan.

Tabel berikut meringkas perbedaan inti antara kedua tipe masyarakat ini, menunjukkan bagaimana Tönnies secara sistematis memetakan karakteristik sosial berdasarkan konsepsi mendasarnya tentang kehendak manusia:

Perbedaan Gemeinschaft dan Gesellschaft
Tabel ini sangat berharga karena menyajikan dikotomi yang kompleks secara visual dan ringkas. Hal ini membantu pembaca untuk segera memahami perbedaan inti, memvalidasi klaim bahwa Tönnies adalah seorang sosiolog formal yang menciptakan "kerangka konseptual yang canggih" (sophisticated conceptual frames of reference).

Bagian III: Konteks Historis dan Kritik Terhadap Modernitas

Karya Tönnies tidak muncul di ruang hampa; ia adalah sebuah diagnosis yang mendalam terhadap modernitas yang ia saksikan secara langsung. Lahir sebagai anak petani di Schleswig-Holstein, Tönnies mengalami sendiri proses transformasi sosial yang cepat di negaranya, yang diakibatkan oleh pertumbuhan populasi, reformasi politik Bismarck, dan industrialisasi. Pengalaman ini membentuk pandangannya yang kritis dan memungkinkannya untuk mengamati "kemerosotan atau hilangnya komunitas" yang terjadi di sekitarnya.

Meskipun Tönnies berasal dari latar belakang pedesaan, ia bukanlah seorang anti-modernitas. Teorinya muncul dari iritasi terhadap debat "individualisme versus kolektivisme" yang ia anggap "sepele dan menyesatkan" (trite and misleading). Dia berupaya menciptakan sebuah kerangka teoretis yang lebih kuat untuk menganalisis realitas sosial, dengan mengidentifikasi fitur-fitur dominan dan kualitas hidup dalam setiap tipe masyarakat. 

Karyanya dipengaruhi oleh pemikir lain seperti Thomas Hobbes, Friedrich Paulsen, dan Immanuel Kant, yang menunjukkan bahwa ia tidak hanya seorang pengamat tetapi juga seorang filsuf yang berakar kuat dalam tradisi intelektual.

Namun, pendekatan Tönnies tidak lepas dari kritik. Salah satu kritik yang sering dilontarkan adalah bahwa ia "terlalu sentimental" dalam pendekatannya. Karyanya disalahgunakan oleh "intelektual yang kecewa" yang meromantisasi Gemeinschaft setelah Perang Dunia I sebagai antitesis terhadap kekejaman masyarakat industri.

Ironisnya, sebuah teori yang berupaya menghindari perdebatan ideologis malah menjadi pusatnya. Cara Tönnies menulis yang "bertele-tele" (discursive) dan "penuh kiasan" (full of asides and allusions) membuat karyanya rentan terhadap interpretasi yang terlalu sederhana dan romantis. Ini menunjukkan kegagalan para pembaca awal untuk membedakan antara niat teoretis murni Tönnies—yaitu menciptakan sosiologi murni—dan respons emosional yang tak terhindarkan terhadap subjeknya.

Bagian IV: Warisan dan Pengaruh Intelektual

Pengaruh Tönnies melampaui sosiologi Jerman dan menyebar ke seluruh dunia, memengaruhi beberapa pemikir besar dalam disiplin ilmu ini.

Tönnies dan Émile Durkheim

Perbandingan yang tak terhindarkan sering dibuat antara dikotomi Tönnies dan teori solidaritas mekanik dan organik Émile Durkheim. Dalam tinjauan tahun 1889, Durkheim mengartikan Gemeinschaft sebagai solidaritas mekanik, dan Gesellschaft sebagai solidaritas organik.

Meskipun ada kesamaan, terdapat perbedaan mendalam dalam pandangan mereka terhadap modernitas. Durkheim melihat solidaritas organik sebagai bentuk "alami" dari integrasi sosial, yang muncul dari pembagian kerja yang kompleks. Sebaliknya, Tönnies memandang Gesellschaft sebagai entitas yang lebih "buatan" (künstlich) dan "mekanis". Perbedaan ini menyoroti pandangan yang lebih pesimis dari Tönnies terhadap masyarakat modern dibandingkan dengan Durkheim.

Tabel berikut mengklarifikasi perbandingan yang sering membingungkan antara kedua teori ini:

Perbedaan konsep Tönnies dan Émile Durkheim

Dampak pada Sosiologi Amerika

Ide-ide Tönnies diadopsi dan dikembangkan di Amerika, khususnya oleh Mazhab Chicago. Para sosiolog di sana menggunakan konsep ini untuk menganalisis perubahan sosial akibat urbanisasi dan migrasi, yang sangat relevan dengan konteks kota-kota Amerika di awal abad ke-20. Selain itu, Talcott Parsons dan pengikutnya "secara signifikan mengelaborasi" konsep-konsep Tönnies.

Dikotomi Gemeinschaft dan Gesellschaft menjadi dasar untuk "variabel pola" (pattern variables) Parsons, yang membantu membentuk teori aksi sosialnya. Hal ini menunjukkan bagaimana kerangka konseptual Tönnies yang canggih telah meresap ke dalam pemikiran sosiologis modern, bahkan ketika namanya tidak selalu dikutip.

Bagian V: Kritik dan Relevansi Kontemporer

Meskipun sangat berpengaruh, teori Tönnies tidak luput dari kritik. Realitas sosial empiris jarang yang sepenuhnya berupa Gemeinschaft atau Gesellschaft, melainkan selalu menunjukkan elemen dari keduanya. Kritik lainnya adalah bahwa Tönnies gagal menjelaskan secara memuaskan mekanisme transisi dari satu tipe ke tipe lain, sebuah kritik yang juga dilontarkan Durkheim.

Terlepas dari kritik ini, kerangka kerja Tönnies tetap relevan di abad ke-21. Teori ini dapat diterapkan pada fenomena modern seperti globalisasi dan digitalisasi. Globalisasi menciptakan Gesellschaft pada skala global, di mana interaksi antar individu, perusahaan, dan negara didorong oleh kepentingan ekonomi dan kontrak formal, bukan oleh ikatan afeksi atau tradisi.

Menariknya, media sosial memungkinkan pembentukan Gemeinschaft of Mind (komunitas pikiran) yang melampaui batas geografis. Namun, hubungan digital ini sering kali bersifat impersonal dan dangkal, yang mencerminkan sifat Gesellschaft yang mendominasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa konsep Tönnies bukan hanya artefak sejarah, melainkan alat diagnostik abadi yang memungkinkan analisis fenomena baru yang ditandai oleh pergeseran dari ikatan afektif ke ikatan instrumental. 

Meskipun Tönnies tidak dapat membayangkan internet, kerangka teoretisnya yang berfokus pada "kehendak" dan "tipe hubungan" adalah sebuah lensa yang memungkinkan kita untuk memahami bahwa fenomena "komunitas virtual" adalah produk yang ambigu dari modernitas, yang menggabungkan fitur dari kedua tipe masyarakat.

Kesimpulan: Tönnies dan Analisis Modernitas

Gemeinschaft und Gesellschaft adalah lebih dari sekadar buku tentang komunitas dan masyarakat. Ini adalah kritik yang mendalam terhadap modernitas, berakar pada teori kehendak manusia dan pengamatan empiris terhadap transformasi sosial di Jerman pada akhir abad ke-19. Karya ini mengidentifikasi pergeseran mendasar dalam motivasi manusia—dari naluri dan emosi yang menggerakkan Gemeinschaft menuju rasionalitas dan kepentingan diri yang menggerakkan Gesellschaft.

Meskipun Tönnies menghadapi kritik karena simplifikasi dikotomis dan pandangan yang kadang dianggap sentimental, karyanya tetap menjadi fondasi sosiologi modern. Pengaruhnya terlihat jelas dalam pemikiran Émile Durkheim, Talcott Parsons, dan Mazhab Chicago, yang mengadopsi dan mengembangkan konsep-konsepnya untuk menganalisis perubahan sosial dalam konteks yang berbeda. 

Pentingnya warisan intelektual Tönnies tidak terletak pada deskripsi realitas yang sempurna, tetapi pada kekuatannya sebagai alat analitis untuk memahami ketegangan yang muncul dari globalisasi, migrasi, dan revolusi digital. Dikotominya terus memberikan sebuah kerangka kerja yang kuat untuk memahami ketegangan abadi antara ikatan alami dan ikatan rasional dalam masyarakat, menjadikannya seorang pemikir yang visioner dan relevan hingga saat ini.

Works cited

Aldous, J. (Ed.). (1972). An exchange between Durkheim and Tönnies on the nature of social relations. University of Minnesota. Retrieved from https://www.d.umn.edu/cla/faculty/jhamlin/4111/Readings/DurkheimTonnies.pdf

Bond, N. (2005). Gemeinschaft und Gesellschaft: The reception of a conceptual dichotomy. ResearchGate. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/233515705

Bond, N. (2011). The displacement of normative discourse from legal theory to empirical sociology: Ferdinand Tönnies, natural law, the Historical School, Rudolf von Jhering and Otto von Gierke. Forum Historiae Iuris (FHI). Retrieved from https://forhistiur.net/2011-09-bond/?l=en

Brill. (n.d.). Ferdinand Tönnies. Retrieved August 17, 2025, from https://brill.com/downloadpdf/edcollbook/title/6363.pdf

Brint, S. (2001). Gemeinschaft revisited: A critique and reconstruction of the community concept. College of Liberal Arts, Texas A&M University. Retrieved from https://liberalarts.tamu.edu/pols/wp-content/uploads/sites/20/2022/03/Brint-Gemeinschaft-1.pdf

Britannica. (n.d.). Gemeinschaft and Gesellschaft: Community, interaction & relationships. In Encyclopedia Britannica. Retrieved August 17, 2025, from https://www.britannica.com/topic/Gemeinschaft-and-Gesellschaft

Britannica. (n.d.). Mechanical and organic solidarity: Durkheim, division & society. In Encyclopedia Britannica. Retrieved August 17, 2025, from https://www.britannica.com/topic/mechanical-and-organic-solidarity

Britannica. (n.d.). Natural will: Social organization. In Encyclopedia Britannica. Retrieved August 17, 2025, from https://www.britannica.com/topic/natural-will

Cambridge University Press. (1998). Community and civil society. Cambridge University Press. Retrieved from https://assets.cambridge.org/97805215/61198/frontmatter/9780521561198_frontmatter.pdf

Chotim, M. (2022). Talcott Parsons’ sociological perspective in viewing social change in society in the new normal era. IJD-Demos. HK-Publishing. Retrieved from https://hk-publishing.id/ijd-demos/article/view/238

Detik.com. (2025, August 17). Gemeinschaft: Pengertian, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan Gesellschaft. Retrieved from https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7235703/gemeinschaft-pengertian-ciri-ciri-dan-perbedaannya-dengan-gesellschaft

EBSCO. (n.d.). Toennies and the loss of community. In Research Starters. Retrieved August 17, 2025, from https://www.ebsco.com/research-starters/history/toennies-and-loss-community

Kolev, S. (2020). F. A. Hayek, Gemeinschaft and Gesellschaft, globalization and digitalization. Cosmos + Taxis, 7(5–6), 91–102. Retrieved from https://cosmosandtaxis.org/wp-content/uploads/2020/02/kolev_ct_vol7_iss5_6_r1.pdf

LibreTexts. (2025, August 17). 21.2D: Gemeinschaft and Gesellschaft. In Social Sci LibreTexts. Retrieved from https://socialsci.libretexts.org/Bookshelves/Sociology/Introduction_to_Sociology/Sociology_(Boundless)/21%3A_Social_Change/21.02%3A_Sources_of_Social_Change/21.2D%3A_Gemeinschaft_and_Gesellschaft

Parsons, T. (n.d.). The social system. IDR UIN Antasari Banjarmasin. Retrieved from https://idr.uin-antasari.ac.id/471/1/talcotPARSON.pdf

Ryan, D. (n.d.). Simmel: “The web of group-affiliations” (R032). danryan.us. Retrieved August 17, 2025, from http://djjr-courses.wikidot.com/soc116:notes-r032-simmel-web

SciELO. (2011). Ferdinand Tönnies: Comunidad y sociedad. Convergencia, 18(56), 159–185. Retrieved from https://www.scielo.org.mx/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1665-13242011000200003

Scribd. (n.d.). Teori Gemeinschaft dan Gesellschaft yang dikemukakan oleh Ferdinand Tönnies adalah dua konsep yang menggambarkan tipe. Retrieved August 17, 2025, from https://id.scribd.com/document/805392589/Teori-Gemeinschaft-dan-Gesellschaft-yang-dikemukakan-oleh-Ferdinand-Tonnies-adalah-dua-konsep-yang-menggambarkan-tipe

SlideShare. (n.d.). Gemeinschaft dan Gesellschaft | DOC. Retrieved August 17, 2025, from https://www.slideshare.net/slideshow/gemeinschaft-dan-gesellschaft/42682333

Sociology Institute. (n.d.). Gemeinschaft vs. Gesellschaft: Tönnies' theory of social bonds. Retrieved August 17, 2025, from https://sociology.institute/introduction-to-sociology/gemeinschaft-vs-gesellschaft-tonnies-theory/

Tönnies, F. (2001). Community and civil society (M. Hollis, Trans.). Cambridge: Cambridge University Press. (Original work published 1887)

Tönnies, F. (2017). Community and society (C. P. Loomis, Trans.). New York, NY: Taylor & Francis. (Original work published 1887)

UIN Sunan Ampel. (n.d.). Perspektif perubahan sosial Ferdinand Tönnies dan Peter L. Berger: Kajian teori. Retrieved August 17, 2025, from http://digilib.uinsa.ac.id/6293/5/Bab%202.pdf

Wikipedia contributors. (n.d.). Ferdinand Tönnies. In Wikipedia. Retrieved August 17, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/Ferdinand_T%C3%B6nnies

Wikipedia contributors. (n.d.). Gemeinschaft and Gesellschaft. In Wikipedia. Retrieved August 17, 2025, from https://en.wikipedia.org/wiki/Gemeinschaft_and_Gesellschaft

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment