Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Publik dan Pendapat Publik

Istilah publik memiliki beberapa pengertian, secara populer disamakan dengan rakyat (the people), namun ahli sosiologi mempunyai dua pengertian (Horton: 191).
a. Publik dapat diartikan sebagai sejumlah orang yang terpisah-pisah dan memiliki perhatian yang sama terhadap suatu masalah tertentu, seperti publik politik, publik sepak bola, dan lain sebagainya.

b. Publik dapat pula diartikan sebagai sejumlah orang yang memiliki perhatian terhadap suatu masalah dan saling berbeda pendapat, serta membahas masalah tersebut.

Para anggota publik tidak berkumpul bersama seperti halnya para anggota kerumunan. Setiap anggota suatu publik hanya dapat berkomunikasi secara langsung dengan beberapa anggota lainnya. Kontak terhadap anggota publik dilakukan melalui media massa. Publik tercipta karena adanya kompleksitas budaya (cultural complezity). Pada masyarakat berbudaya sederhana, hanya ada beberapa publik (mungkin saja tidak ada). Kebudayaan kompleks melahirkan banyak kelompok-kelompok kepentingan dan sekian banyak persoalan yang mengakibatkan pertentangan pendapat antara kelompok. Contohnya suatu kelompok menghendaki pelestarian taman nasional, sedangkan yang lain menghendaki supaya dijadikan tempat rekreasi modern.

Kebudayaan yang kompleks menimbulkan banyak publik, setiap publik memiliki perhatian besar terhadap suatu kegiatan, kepentingan atau masalah. Manakala para anggota publik membahas suatu masalah, kemudian melahirkan pandangan menyangkut masalah tersebut, maka pada saat itu lahir pulalah pendapat umum (public opinion). Pendapat publik juga memiliki dua definisi (Horton:192).
a. Pandangan yang dimiliki oleh orang banyak, pendapat publik bisa saja berjumlah banyak.

b. Pandangan yang dominan di lingkungan masyarakat. Pendapat publik mengandung pengertian adanya konsensus publik (public consensus) menyangkut suatu masalah.

Pendapat publik merupakan hasil ciptaan dari masyarakat kompleks dan media massa. Pada masyarakat tradisional, jalinan hubungan paguyuban sangat menonjol. Dalam masyarakat itu golongan elit memerintah menurut tradisi yang mapan, tanpa perlu banyak memperhatikan yang lain, misalnya pendapat publik. Pada masyarakat dahulu, perbedaan pendapat hanya dibahas pada lingkungan elit saja, sedangkan dalam masyarakat modern sudah menjadi wacana umum oleh masyarakat, sehingga golongan elit dengan non-elit tidak terpisah lagi. Pendapat umum (public opinion) mencakup berbagai pendapat yang dianut oleh sejumlah besar orang dan kesepakatan (konsensus) pendapat yang disetujui oleh banyak orang.


Ket. klik warna biru untuk link

Download

Sumber
Syarbaini, Syahrial dan Fatkhuri. 2016. Teori Sosiologi; Suatu Pengantar. Ghalia Indonesia. Jakarta.


Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.1 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016) 
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.2 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 1.3 Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 1. Kelompok Sosial di Masyarakat (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 5. Kelompok Sosial di Masyarakat (KTSP)
6. Materi Ujian Nasional Kompetensi Kelompok Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Publik dan Pendapat Publik"