Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kebutuhan Dasar

Konsep kebutuhan dasar telah memainkan peran penting dalam analisis kondisi, khususnya di negara miskin dan berkembang. Drenowski dan Scott (1966) mengemukakan bahwa istilah kebutuhan dasar memiliki riwayat yang panjang. Menurut Townsend (2000: 61), istilah kebutuhan dasar mulai dipakai secara luas sejak Konferensi Tenaga Kerja Dunia (ILO) yang berlangsung di Jenewa tahun 1976, yang mengemukakan bahwa kebutuhan dasar memiliki dua unsur.
a. Kebutuhan dasar meliputi jumlah minimum tertentu yang dibutuhkan oleh suatu keluarga untuk konsumsi pribadi, meliputi makanan, perumahan, sandang, serta perabot dan peralatan rumah tangga.

b. Kebutuhan dasar meliputi layanan pokok yang disediakan oleh dan untuk komunitas secara keseluruhan, seperti kesehatan, pendidikan, air minum yang aman, sanitasi, angkutan umum, dan fasilitas-fasilitas budaya.

Konsep kebutuhan dasar tersebut, mendapat tempat yang penting dalam perdebatan yang berlangsung terutama dalam hubungannya antara Dunia Pertama dengan Dunia Ketiga. Menurut Townsend. Semakin diakui aspek-aspek sosial dari konsep itu, semakin perlu pula diakui relativitas kebutuhan atas sumber-sumber daya dunia dan nasional. Semakin konsep itu dibatasi pada barang-barang dan fasilitas-fasilitas fisik, semakin mudah orang berpendapat bahwa yang diperlukan adalah pertumbuhan ekonomi saja, bukan kombinasi yang kompleks dari pertumbuhan, pemerataan, penataan perdagangan, dan hubungan-hubungan institusional lainnya.


Ket. klik warna biru untuk link

Download


Sumber
Supardan, Dadang. 2008. Pengantar Ilmu Sosial; Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Bumi Aksara. Jakarta
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Kebutuhan Dasar"