Kuis Interaktif Sosiologi SMA Kelas XII Bab 2 Globalisasi dan Masyarakat Digital Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Aletheia Rabbani
Table of Contents
Kuis Globalisasi & Masyarakat Digital
Latihan Mandiri Sosiologi SMA - Fase F (Kelas XII)
Halaman 1 dari 20
Waktu: 45:00
1. Istilah globalisasi berakar dari kata "global" yang bermakna universal. Secara harfiah, sosiologi mendefinisikan globalisasi sebagai...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Menurut Anthony Giddens, globalisasi merupakan intensifikasi hubungan sosial sedunia yang menghubungkan berbagai lokasi lokal sedemikian rupa sehingga peristiwa-peristiwa domestik ditentukan oleh peristiwa di belahan dunia lain.
Pembahasan: Menurut Anthony Giddens, globalisasi merupakan intensifikasi hubungan sosial sedunia yang menghubungkan berbagai lokasi lokal sedemikian rupa sehingga peristiwa-peristiwa domestik ditentukan oleh peristiwa di belahan dunia lain.
2. Salah satu karakteristik mencolok dari berlangsungnya era globalisasi yang berkaitan dengan batas spasial manusia adalah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Karakteristik utama globalisasi mencakup hilangnya batas ruang dan waktu (*time-space compression*) akibat hadirnya internet dan transportasi modern yang memungkinkan interaksi seketika.
Pembahasan: Karakteristik utama globalisasi mencakup hilangnya batas ruang dan waktu (*time-space compression*) akibat hadirnya internet dan transportasi modern yang memungkinkan interaksi seketika.
3. Di era kontemporer, penemuan infrastruktur serat optik dan jaringan internet nirkabel bertindak sebagai faktor pendorong globalisasi dalam kategori...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Perkembangan IPTEK, terutama di bidang telekomunikasi dan informasi, menjadi motor penggerak utama (*driving factor*) yang melancarkan saluran globalisasi ke seluruh dunia.
Pembahasan: Perkembangan IPTEK, terutama di bidang telekomunikasi dan informasi, menjadi motor penggerak utama (*driving factor*) yang melancarkan saluran globalisasi ke seluruh dunia.
4. Konsep masyarakat digital didasarkan pada karakteristik utama, yaitu sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang aktivitas sosialnya bertumpu pada...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Masyarakat digital atau *information society* adalah masyarakat yang mengandalkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digital sebagai sendi utama aktivitas sosial, ekonomi, dan kulturalnya.
Pembahasan: Masyarakat digital atau *information society* adalah masyarakat yang mengandalkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digital sebagai sendi utama aktivitas sosial, ekonomi, dan kulturalnya.
5. Maraknya restoran cepat saji multinasional dari negara barat di perkotaan Indonesia yang merubah pola konsumsi masyarakat merupakan wujud transformasi global di bidang...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Kehadiran kuliner luar negeri yang diadopsi massal oleh masyarakat lokal merupakan contoh konkret dari penetrasi budaya (*cultural penetration*) dalam dimensi kultural globalisasi.
Pembahasan: Kehadiran kuliner luar negeri yang diadopsi massal oleh masyarakat lokal merupakan contoh konkret dari penetrasi budaya (*cultural penetration*) dalam dimensi kultural globalisasi.
6. Menjamurnya perdagangan daring (*e-commerce*) memungkinkan pengrajin batik lokal menjual langsung karyanya ke konsumen di Eropa tanpa perantara. Dampak positif globalisasi ekonomi ini disebut...
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Teknologi internet memotong rantai birokrasi pasar, memberikan peluang perluasan jangkauan pasar secara langsung bagi produsen skala kecil ke kancah global.
Pembahasan: Teknologi internet memotong rantai birokrasi pasar, memberikan peluang perluasan jangkauan pasar secara langsung bagi produsen skala kecil ke kancah global.
7. Penerapan sistem absensi berbasis pengenalan wajah (*face recognition*) di lingkungan sekolah modern merubah perilaku kedisiplinan para pelajar. Hal ini membuktikan pengaruh teknologi digital terhadap...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Teknologi digital mampu mereformasi tata cara organisasi menjalankan regulasi, yang berdampak langsung pada perubahan pola perilaku individu dalam lembaga sosial.
Pembahasan: Teknologi digital mampu mereformasi tata cara organisasi menjalankan regulasi, yang berdampak langsung pada perubahan pola perilaku individu dalam lembaga sosial.
8. Di satu sisi, dompet digital mempermudah transaksi keuangan masyarakat. Namun di sisi lain, promosi diskon terus-menerus memicu gaya hidup boros. Sifat ganda ini menggambarkan era digital memiliki...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Kemajuan teknologi selalu membawa dua mata pisau: peluang (efisiensi, kepraktisan) dan tantangan (konsumerisme, kecanduan gadget).
Pembahasan: Kemajuan teknologi selalu membawa dua mata pisau: peluang (efisiensi, kepraktisan) dan tantangan (konsumerisme, kecanduan gadget).
9. Adanya kelompok masyarakat yang mengkampanyekan gerakan "Beli Produk Lokal" untuk membentengi kerajinan dalam negeri dari gempuran barang impor murah merupakan perwujudan dari...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Gerakan mencintai produk lokal adalah bentuk pertahanan atau reaksi protektif komunitas lokal guna meminimalkan efek negatif dominasi kapitalisme global di pasar domestik.
Pembahasan: Gerakan mencintai produk lokal adalah bentuk pertahanan atau reaksi protektif komunitas lokal guna meminimalkan efek negatif dominasi kapitalisme global di pasar domestik.
10. Teori Globalisasi yang dikemukakan oleh para "Hiperglobalis" berargumen bahwa globalisasi merupakan fenomena yang sangat nyata dan berdampak besar, ditandai dengan...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Pandangan kelompok Hiperglobalis meyakini bahwa negara bangsa mengalami denasionalisasi dan kekuasaannya mulai dilucuti oleh aktor-aktor ekonomi transnasional.
Pembahasan: Pandangan kelompok Hiperglobalis meyakini bahwa negara bangsa mengalami denasionalisasi dan kekuasaannya mulai dilucuti oleh aktor-aktor ekonomi transnasional.
11. Berbeda dengan kaum Hiperglobalis, perspektif kelompok "Transformasionalis" memandang arah perkembangan globalisasi sebagai proses yang...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Kaum Transformasionalis berada di tengah-tengah; mereka melihat globalisasi mengubah struktur dan institusi sosial masyarakat dunia, tetapi posisi negara tetap eksis dengan cara beradaptasi dengan pola kekuasaan baru.
Pembahasan: Kaum Transformasionalis berada di tengah-tengah; mereka melihat globalisasi mengubah struktur dan institusi sosial masyarakat dunia, tetapi posisi negara tetap eksis dengan cara beradaptasi dengan pola kekuasaan baru.
12. Perhatikan gejala sosial berikut:
(1) Merebaknya berita bohong (*hoax*) yang memicu konflik komunal.
(2) Kemudahan akses perpustakaan digital dunia bagi riset mahasiswa.
Analisis sosiologis yang tepat untuk memetakan dinamika masyarakat digital di atas adalah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Hoax merupakan bentuk disfungsi teknologi digital yang mengancam disintegrasi (tantangan), sementara perpustakaan digital merupakan modal intelektual kemajuan (peluang).
Pembahasan: Hoax merupakan bentuk disfungsi teknologi digital yang mengancam disintegrasi (tantangan), sementara perpustakaan digital merupakan modal intelektual kemajuan (peluang).
13. Munculnya fenomena ketimpangan digital (*digital divide*) berupa perbedaan mencolok kualitas akses internet antara perkotaan Jawa dengan pedalaman luar Jawa, dalam sosiologi dianalisis sebagai...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: *Digital divide* (kesenjangan digital) bukan semata masalah teknis, melainkan cerminan ketimpangan struktural sosial-ekonomi yang membatasi hak akses informasi kelompok masyarakat tertentu.
Pembahasan: *Digital divide* (kesenjangan digital) bukan semata masalah teknis, melainkan cerminan ketimpangan struktural sosial-ekonomi yang membatasi hak akses informasi kelompok masyarakat tertentu.
14. Seorang remaja menyaring informasi budaya asing yang masuk lewat media sosial, mengambil etos kerja yang disiplin dan menolak pergaulan bebas. Sikap remaja ini mencerminkan...
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Sikap selektif adalah kemampuan menyaring (memfilter) unsur-unsur asing yang masuk agar yang diambil hanya yang memberi nilai manfaat/kemajuan tanpa mengikis moralitas diri.
Pembahasan: Sikap selektif adalah kemampuan menyaring (memfilter) unsur-unsur asing yang masuk agar yang diambil hanya yang memberi nilai manfaat/kemajuan tanpa mengikis moralitas diri.
15. Teori Sistem Dunia Immanuel Wallerstein membagi negara menjadi tiga lapis: Inti (*Core*), Semi-Periferi, dan Periferi (Pinggiran). Kritik tajam sosiologis yang berbasis pada teori ini melihat bahwa globalisasi ekonomi kontemporer cenderung...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Teori Wallerstein mengkritik globalisasi sebagai ekstensi kapitalisme global di mana negara inti (*core*) terus menghisap surplus ekonomi dari negara dunia ketiga (*periphery*), menciptakan ketergantungan yang timpang.
Pembahasan: Teori Wallerstein mengkritik globalisasi sebagai ekstensi kapitalisme global di mana negara inti (*core*) terus menghisap surplus ekonomi dari negara dunia ketiga (*periphery*), menciptakan ketergantungan yang timpang.
16. Algoritma media sosial dirancang untuk terus menyajikan konten yang sesuai dengan minat pengguna, yang lambat laun berisiko menciptakan fenomena *Echo Chamber* (ruang gema opini) dan polarisasi sosial. Evaluasi kritis sosiologis melihat ancaman ini berbahaya bagi integrasi bangsa karena...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Fenomena *Echo Chamber* membuat pengguna internet hanya terpapar opini sejenis, mengikis empati sosial, menutup ruang toleransi, dan mempertajam polarisasi ("kita" vs "mereka") yang mengancam persatuan.
Pembahasan: Fenomena *Echo Chamber* membuat pengguna internet hanya terpapar opini sejenis, mengikis empati sosial, menutup ruang toleransi, dan mempertajam polarisasi ("kita" vs "mereka") yang mengancam persatuan.
17. Istilah "Glocalizaton" (Glokalisasi) yang dicetuskan oleh Roland Robertson menunjukkan bahwa arus globalisasi tidak melulu melindas kebudayaan lokal. Basis argumen sosiologis yang mendukung kesimpulan ini adalah...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Glokalisasi merupakan sintesis unik antara global dan lokal (contoh: menu kuliner barat rasa rendang lokal). Hal ini membuktikan masyarakat lokal bersifat aktif merekayasa kebudayaan asing yang masuk.
Pembahasan: Glokalisasi merupakan sintesis unik antara global dan lokal (contoh: menu kuliner barat rasa rendang lokal). Hal ini membuktikan masyarakat lokal bersifat aktif merekayasa kebudayaan asing yang masuk.
18. Maraknya aksi kejahatan siber (*cybercrime*) berupa pencurian data pribadi hingga judi online mengancam ketahanan sosial masyarakat di era digital. Jika Anda diminta mendesain program penanggulangan yang komprehensif di lingkungan sekolah, rancangan mana yang paling berdaya guna?
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Solusi sosiologis-edukatif yang integratif melibatkan agensi (pelajar) secara aktif melalui penguatan kapasitas kognitif berupa literasi digital komunitarian sebaya guna menumbuhkan ketahanan internal.
Pembahasan: Solusi sosiologis-edukatif yang integratif melibatkan agensi (pelajar) secara aktif melalui penguatan kapasitas kognitif berupa literasi digital komunitarian sebaya guna menumbuhkan ketahanan internal.
19. Arus modernisasi digital memicu krisis eksistensi pada kesenian tari tradisional daerah yang kian ditinggalkan generasi muda. Sebagai sosiolog, rancangan aksi pemberdayaan kebudayaan lokal yang paling relevan dengan karakteristik era masyarakat digital adalah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Merevitalisasi kearifan lokal di era digital menuntut kreativitas dalam memanfaatkan medium digital itu sendiri (*using digital tools to save local heritage*), agar nilai-nilai tradisi tetap relevan dengan selera generasi muda.
Pembahasan: Merevitalisasi kearifan lokal di era digital menuntut kreativitas dalam memanfaatkan medium digital itu sendiri (*using digital tools to save local heritage*), agar nilai-nilai tradisi tetap relevan dengan selera generasi muda.
20. Mengingat pesatnya otomatisasi kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi menggantikan banyak profesi kerja manusia di masa depan, formulasi strategi adaptasi jangka panjang yang harus dipersiapkan oleh institusi pendidikan kurikulum merdeka adalah...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Menghadapi disrupsi otomatisasi AI, pendidikan harus membekali manusia dengan *human skills* tingkat tinggi (*higher-order thinking skills*, empati, moralitas, kerja sama) yang menjadi benteng keunggulan manusia atas komputasi digital.
Pembahasan: Menghadapi disrupsi otomatisasi AI, pendidikan harus membekali manusia dengan *human skills* tingkat tinggi (*higher-order thinking skills*, empati, moralitas, kerja sama) yang menjadi benteng keunggulan manusia atas komputasi digital.
Ujian Selesai!
Terima kasih telah menyelesaikan ujian.
Nilai Akhir Anda:
0 / 100Menyimpan lembar data ujian ke Google Drive...
📋 Analisis Lembar Jawaban & Pembahasan:
Aletheia Rabbani
“Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i
Post a Comment