Kuis Interaktif Sosiologi SMA Kelas X Bab 3 Identitas Diri, Tindakan Sosial, dan Hubungan Sosial Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Aletheia Rabbani
Table of Contents
Kuis Sosiologi: Identitas, Tindakan, & Hubungan Sosial
Fase E / Kelas X - Kurikulum Merdeka SMA
Halaman 1 dari 20
Waktu: 45:00
1. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain sejak lahir hingga kematiannya. Hal ini membuktikan bahwa manusia secara hakiki merupakan...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Manusia sebagai makhluk sosial berarti secara kodrati ia selalu membutuhkan interaksi, kerja sama, dan ketergantungan dengan manusia lain untuk melangsungkan kehidupannya.
Pembahasan: Manusia sebagai makhluk sosial berarti secara kodrati ia selalu membutuhkan interaksi, kerja sama, dan ketergantungan dengan manusia lain untuk melangsungkan kehidupannya.
2. Dua syarat utama yang harus dipenuhi agar sebuah interaksi sosial dapat terjadi menurut sosiologi adalah...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Menurut Gilin dan Gilin, interaksi sosial hanya terjadi jika memenuhi dua syarat mutlak, yaitu kontak sosial (hubungan fisik/nonfisik) dan komunikasi (penyampaian serta penafsiran pesan).
Pembahasan: Menurut Gilin dan Gilin, interaksi sosial hanya terjadi jika memenuhi dua syarat mutlak, yaitu kontak sosial (hubungan fisik/nonfisik) dan komunikasi (penyampaian serta penafsiran pesan).
3. Proses meniru perilaku, gaya hidup, atau penampilan fisik tokoh idola secara berlebihan dan cenderung membabi buta disebut...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain. Proses ini jauh lebih mendalam daripada imitasi biasa.
Pembahasan: Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain. Proses ini jauh lebih mendalam daripada imitasi biasa.
4. Manakah di antara contoh berikut yang dikategorikan sebagai bentuk interaksi sosial disosiatif?
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Interaksi disosiatif adalah interaksi yang mengarah pada perpecahan atau oposisi, meliputi persaingan (*kompetisi*), kontravensi, dan pertikaian (*konflik*).
Pembahasan: Interaksi disosiatif adalah interaksi yang mengarah pada perpecahan atau oposisi, meliputi persaingan (*kompetisi*), kontravensi, dan pertikaian (*konflik*).
5. Seorang anak perempuan rajin belajar memasak masakan tradisional bersama ibunya karena ia bersiap untuk melanjutkan usaha katering keluarganya di masa depan. Faktor pendorong interaksi yang dominan pada kasus ini adalah...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Tindakan anak tersebut belajar memasak dengan mencontoh langsung keahlian ibunya merupakan perwujudan dari *imitasi*, yaitu proses meniru tindakan orang lain.
Pembahasan: Tindakan anak tersebut belajar memasak dengan mencontoh langsung keahlian ibunya merupakan perwujudan dari *imitasi*, yaitu proses meniru tindakan orang lain.
6. Seseorang yang sedang sakit parah tiba-tiba merasa kondisinya jauh lebih sehat setelah meminum ramuan herbal yang diberikan oleh seorang tabib terkenal, karena ia sangat percaya pada kesaktian tabib tersebut. Gejala interaksi ini digerakkan oleh...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Sugesti adalah pengaruh psikologis berupa pandangan, sikap, atau keyakinan yang diberikan seseorang kepada orang lain, yang kemudian diterima langsung tanpa berpikir kritis.
Pembahasan: Sugesti adalah pengaruh psikologis berupa pandangan, sikap, atau keyakinan yang diberikan seseorang kepada orang lain, yang kemudian diterima langsung tanpa berpikir kritis.
7. Ketika terjadi gempa bumi di suatu wilayah, para siswa SMA menggalang dana bantuan serta terjun langsung menjadi relawan kemanusiaan di tenda-tenda pengungsian karena tergerak oleh penderitaan korban. Tindakan ini didorong oleh faktor...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Berbeda dengan simpati yang baru berupa perasaan iba, empati melibatkan luapan emosional mendalam yang diikuti oleh *tindakan nyata* untuk membantu mengurangi beban penderitaan sesama.
Pembahasan: Berbeda dengan simpati yang baru berupa perasaan iba, empati melibatkan luapan emosional mendalam yang diikuti oleh *tindakan nyata* untuk membantu mengurangi beban penderitaan sesama.
8. Di sekolah, seorang siswa selalu memakai seragam rapi, datang tepat waktu, dan aktif berdiskusi. Ia bertindak demikian demi mewujudkan orientasi nilai akademis ke depan. Berdasarkan teori Max Weber, tindakan sosial siswa tersebut berkategori...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Tindakan rasional instrumental didasarkan pada pertimbangan akal sehat yang matang mengenai kesesuaian antara *alat/cara* yang digunakan dengan *tujuan* konkrit yang hendak dicapai.
Pembahasan: Tindakan rasional instrumental didasarkan pada pertimbangan akal sehat yang matang mengenai kesesuaian antara *alat/cara* yang digunakan dengan *tujuan* konkrit yang hendak dicapai.
9. Seorang warga rela mendonorkan darahnya demi membantu pasien kritis yang tidak ia kenal sama sekali tanpa mengharap imbalan materi, karena ia meyakini nilai kemanusiaan adalah kewajiban moral universal. Tindakan ini tergolong...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Tindakan berorientasi nilai dilakukan karena keyakinan intrinsik terhadap nilai etika, moral, religi, atau estetika tertentu, tanpa terlalu memikirkan imbalan atau pencapaian tujuan praktis eksternal.
Pembahasan: Tindakan berorientasi nilai dilakukan karena keyakinan intrinsik terhadap nilai etika, moral, religi, atau estetika tertentu, tanpa terlalu memikirkan imbalan atau pencapaian tujuan praktis eksternal.
10. Seseorang menangis tersedu-sedu dan berteriak histeris saat mendengar kabar musibah kecelakaan yang menimpa anggota keluarga dekatnya. Menurut kategori Max Weber, tindakan orang tersebut didasarkan pada...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Tindakan afektif dikendalikan oleh perasaan, luapan emosi, atau kondisi psikologis seketika, tanpa adanya refleksi sadar intelektual atau perencanaan rasional sebelumnya.
Pembahasan: Tindakan afektif dikendalikan oleh perasaan, luapan emosi, atau kondisi psikologis seketika, tanpa adanya refleksi sadar intelektual atau perencanaan rasional sebelumnya.
11. Perhatikan interaksi ini: Dua pengendara motor berpapasan di jalan sempit, saling tersenyum, lalu salah satu memberikan jalan sambil menganggukkan kepala. Interaksi tersebut diklasifikasikan sebagai kontak sosial...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Kontak sosial primer terjalin apabila para pelakunya mengadakan hubungan tatap muka secara langsung (bertemu secara fisik), seperti tersenyum, berbicara, atau berjabat tangan.
Pembahasan: Kontak sosial primer terjalin apabila para pelakunya mengadakan hubungan tatap muka secara langsung (bertemu secara fisik), seperti tersenyum, berbicara, atau berjabat tangan.
12. Manakah contoh kasus di bawah ini yang mencerminkan kontak sosial sekunder tidak langsung dalam kehidupan masyarakat modern?
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Kontak sekunder tidak langsung membutuhkan bantuan perantara (*media*) pihak ketiga atau alat komunikasi fisik tradisional, sehingga komunikator dan komunikan tidak terhubung secara *real-time* langsung.
Pembahasan: Kontak sekunder tidak langsung membutuhkan bantuan perantara (*media*) pihak ketiga atau alat komunikasi fisik tradisional, sehingga komunikator dan komunikan tidak terhubung secara *real-time* langsung.
13. Proses percampuran dua kebudayaan yang berbeda sehingga menghasilkan suatu kebudayaan baru yang sama sekali berbeda dengan kebudayaan asli asli dari masing-masing kelompok disebut...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Asimilasi dirumuskan dengan ($A + B = C$), di mana ciri kebudayaan asli melebur dan lenyap membentuk kultur baru. Sedangkan Akulturasi ($A + B = AB$) tetap mempertahankan jati diri budaya asli.
Pembahasan: Asimilasi dirumuskan dengan ($A + B = C$), di mana ciri kebudayaan asli melebur dan lenyap membentuk kultur baru. Sedangkan Akulturasi ($A + B = AB$) tetap mempertahankan jati diri budaya asli.
14. Ketika dua kubu buruh pabrik berkonflik keras dengan pihak manajemen, mereka sepakat menunjuk dinas tenaga kerja sebagai mediator netral untuk memandu jalannya musyawarah mufakat. Bentuk akomodasi ini dinamakan...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Mediasi adalah penyelesaian konflik sosial dengan menghadirkan pihak ketiga yang netral sebagai penasihat, namun pihak ketiga tersebut tidak memiliki wewenang hukum untuk mengambil keputusan secara mengikat.
Pembahasan: Mediasi adalah penyelesaian konflik sosial dengan menghadirkan pihak ketiga yang netral sebagai penasihat, namun pihak ketiga tersebut tidak memiliki wewenang hukum untuk mengambil keputusan secara mengikat.
15. Di media sosial, marak terjadi fenomena perundungan siber (*cyberbullying*) di mana netizen menyerang akun publik seseorang dengan komentar kasar. Ditinjau dari pendekatan interaksi sosial, kegagalan utama yang memicu disfungsi hubungan sosial digital ini adalah...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Analisis HOTS. Interaksi digital sering kali mengalami distorsi makna karena hilangnya petunjuk nonverbal (mimik muka, intonasi), sehingga memicu penurunan empati sosial (*deindividuasi*) yang berujung pada tindakan disosiatif berupa perundungan.
Pembahasan: Analisis HOTS. Interaksi digital sering kali mengalami distorsi makna karena hilangnya petunjuk nonverbal (mimik muka, intonasi), sehingga memicu penurunan empati sosial (*deindividuasi*) yang berujung pada tindakan disosiatif berupa perundungan.
16. Seorang remaja urban merasa terombang-ambing di tengah pergaulan kota besar. Di satu sisi ia ingin mempertahankan identitas budaya daerah asalnya, namun di sisi lain ia takut dikucilkan oleh kelompok sebayanya (*peer group*). Analisis kritis sosiologis yang paling tepat menjelaskan kondisi krisis identitas diri remaja tersebut adalah...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Manusia mengemban identitas ganda sebagai makhluk individu dan sosial. Krisis identitas dipicu oleh ketidakmampuan menyeimbangkan kepribadian personal dengan tekanan eksternal dari lingkungan sosial agar dianggap "sama".
Pembahasan: Manusia mengemban identitas ganda sebagai makhluk individu dan sosial. Krisis identitas dipicu oleh ketidakmampuan menyeimbangkan kepribadian personal dengan tekanan eksternal dari lingkungan sosial agar dianggap "sama".
17. Seorang peneliti sosiologi mengamati bahwa di pemukiman padat X, penyebaran berita bohong (hoaks) melaju sangat cepat melalui gosip antar tetangga. Fenomena hubungan sosial disosiatif berupa "kontravensi" tersebut paling kuat dievaluasi akibat dari...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Kontravensi ditandai oleh gejala ketidakpastian, keraguan, dan penolakan terselubung. Tingginya hoaks membuktikan kegagalan komunikasi yang sehat akibat masyarakat menelan informasi mentah-mentah (*sugesti*) tanpa verifikasi ilmiah.
Pembahasan: Kontravensi ditandai oleh gejala ketidakpastian, keraguan, dan penolakan terselubung. Tingginya hoaks membuktikan kegagalan komunikasi yang sehat akibat masyarakat menelan informasi mentah-mentah (*sugesti*) tanpa verifikasi ilmiah.
18. Sekolah Anda mengalami ketegangan antar-geng siswa dari dua kelas yang berbeda. Anda ditunjuk sebagai ketua OSIS untuk mendesain program interaksi guna meredakan permusuhan tersebut secara permanen. Strategi interaksi asosiatif paling visioner yang dapat Anda buat adalah...
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Sintesis Solusi. Penanganan konflik kelompok paling efektif dilakukan melalui kerja sama (*cooperation*), yang menyatukan mereka demi mencapai tujuan bersama (*superordinate goals*), sehingga mengikis prasangka sosial kelompok (*in-group bias*).
Pembahasan: Sintesis Solusi. Penanganan konflik kelompok paling efektif dilakukan melalui kerja sama (*cooperation*), yang menyatukan mereka demi mencapai tujuan bersama (*superordinate goals*), sehingga mengikis prasangka sosial kelompok (*in-group bias*).
19. Di era digital, algoritma media sosial sering kali menciptakan ruang gema (*echo chamber*) yang mempertemukan individu hanya dengan orang-orang berpemikiran serupa. Langkah orisinal untuk membangun identitas diri remaja yang inklusif di tengah ekosistem internet tersebut adalah...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Guna memecah dinding isolasi pikiran (*echo chamber*) digital, individu harus sengaja menyeberangi batasan interaksi sosial kelompok dengan menggelar dialog terbuka yang mempromosikan inklusivitas dan pemahaman silang.
Pembahasan: Guna memecah dinding isolasi pikiran (*echo chamber*) digital, individu harus sengaja menyeberangi batasan interaksi sosial kelompok dengan menggelar dialog terbuka yang mempromosikan inklusivitas dan pemahaman silang.
20. Pembangunan kawasan industri baru di pinggir kota menyebabkan bertemunya komunitas petani tradisional dengan para buruh pendatang luar pulau. Kerangka interaksi sosial akomodatif jangka panjang seperti apa yang harus dirumuskan pemda setempat agar terhindar dari konflik horizontal?
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Rekayasa struktural sosial. Konflik pertemuan antar-budaya dicegah dengan cara membangun institusi sosial akomodatif yang memfasilitasi terjadinya integrasi sosial melalui kerja sama ekonomi dan ruang komunikasi kultural yang setara.
Pembahasan: Rekayasa struktural sosial. Konflik pertemuan antar-budaya dicegah dengan cara membangun institusi sosial akomodatif yang memfasilitasi terjadinya integrasi sosial melalui kerja sama ekonomi dan ruang komunikasi kultural yang setara.
Ujian Selesai!
Terima kasih telah menyelesaikan ujian.
Nilai Akhir Anda:
0 / 100Menyimpan data nilai ke Google Drive...
📋 Lembar Analisis & Koreksi Pembahasan Soal:
Aletheia Rabbani
“Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i
Post a Comment