Kuis Interaktif Sosiologi SMA Kelas X Bab 5 Gejala Sosial dalam Masyarakat Multikultural Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Aletheia Rabbani
Table of Contents
Gejala Sosial & Masyarakat Multikultural
Sosiologi Ujian Latihan Interaktif SMA - Fase E (Kelas X)
Halaman 1 dari 20
Waktu: 45:00
1. Peristiwa, perubahan, atau fenomena nyata yang terjadi dalam jalinan hubungan sosial antarmanusia di masyarakat dikenal dengan istilah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Hakikat gejala sosial adalah fenomena atau peristiwa yang muncul dari hasil interaksi individu, kelompok, maupun institusi sosial dalam masyarakat.
Pembahasan: Hakikat gejala sosial adalah fenomena atau peristiwa yang muncul dari hasil interaksi individu, kelompok, maupun institusi sosial dalam masyarakat.
2. Diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat secara horizontal. Hal ini berarti pembedaan tersebut didasarkan pada...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Horizontal berarti sejajar atau tidak membentuk hierarki kelas atas-bawah. Contoh parameter diferensiasi sosial meliputi suku, agama, ras, klan, dan jenis kelamin.
Pembahasan: Horizontal berarti sejajar atau tidak membentuk hierarki kelas atas-bawah. Contoh parameter diferensiasi sosial meliputi suku, agama, ras, klan, dan jenis kelamin.
3. Sosiologi menyatakan bahwa karakteristik gejala sosial sangat dinamis. Maksud dari pernyataan "sangat dinamis" tersebut adalah...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Karakteristik gejala sosial bersifat dinamis karena didorong oleh perilaku manusia yang terus berubah, beradaptasi, dan merespons lingkungannya seiring waktu.
Pembahasan: Karakteristik gejala sosial bersifat dinamis karena didorong oleh perilaku manusia yang terus berubah, beradaptasi, dan merespons lingkungannya seiring waktu.
4. Ditinjau dari jenisnya, gejala sosial yang dipicu oleh penyebaran wabah penyakit, malnutrisi, maupun kerusakan ekosistem biotik diklasifikasikan ke dalam kategori gejala sosial...
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Faktor biologis memicu gejala sosial ketika kondisi fisik makhluk hidup atau kesehatan lingkungan biologis memengaruhi kestabilan tata kehidupan interpersonal masyarakat.
Pembahasan: Faktor biologis memicu gejala sosial ketika kondisi fisik makhluk hidup atau kesehatan lingkungan biologis memengaruhi kestabilan tata kehidupan interpersonal masyarakat.
5. Suatu wilayah perkotaan dihuni oleh berbagai macam etnis seperti Jawa, Sunda, Batak, Minang, dan Bugis. Mereka hidup berdampingan dengan profesi yang beragam mulai dari PNS, buruh, hingga pengusaha tanpa sekat kasta resmi. Kondisi kemajemukan struktur sosial ini merefleksikan adanya...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Heterogenitas sosial menandakan kondisi masyarakat yang beraneka ragam atau bervariasi, baik dari segi horizontal (suku) maupun vertikal (jenis profesi).
Pembahasan: Heterogenitas sosial menandakan kondisi masyarakat yang beraneka ragam atau bervariasi, baik dari segi horizontal (suku) maupun vertikal (jenis profesi).
6. Seseorang yang lahir di lingkungan keluarga petani miskin berhasil menempuh kuliah beasiswa dan kini menjabat sebagai direktur utama di sebuah perusahaan multinasional. Skenario mobilitas ini membuktikan berjalannya...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Stratifikasi terbuka memberikan kesempatan besar bagi setiap individu untuk naik atau turun kelas sosial berdasarkan usaha, prestasi, maupun kecakapannya.
Pembahasan: Stratifikasi terbuka memberikan kesempatan besar bagi setiap individu untuk naik atau turun kelas sosial berdasarkan usaha, prestasi, maupun kecakapannya.
7. Di Indonesia terdapat keberagaman suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Secara sosiologis, dasar utama terbentuknya diferensiasi suku bangsa di Indonesia adalah faktor...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan mengisolasi kelompok-kelompok manusia purba/masa lalu untuk menetap dan mengembangkan adat-budaya mandiri sesuai lokasinya.
Pembahasan: Kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan mengisolasi kelompok-kelompok manusia purba/masa lalu untuk menetap dan mengembangkan adat-budaya mandiri sesuai lokasinya.
8. Gejala sosial menyangkut perilaku menyimpang remaja di lingkungan perkotaan diteliti pada tingkatan kelompok terkecil (interaksi tatap muka teman sebaya). Dalam sosiologi, tingkatan analisis gejala sosial ini berada pada ranah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Tingkat *mikro* fokus pada analisis sosiologis skala kecil, seperti hubungan interpersonal sehari-hari, tindakan individu, atau dinamika internal kelompok kecil.
Pembahasan: Tingkat *mikro* fokus pada analisis sosiologis skala kecil, seperti hubungan interpersonal sehari-hari, tindakan individu, atau dinamika internal kelompok kecil.
9. Sebuah perusahaan swasta merekrut karyawan baru tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun agama para pelamar, melainkan murni dari skor kompetensi kerja. Praktik ini menjunjung nilai utama masyarakat multikultural, yaitu...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Hakikat masyarakat multikultural bertumpu pada pengakuan kesetaraan derajat manusia (*equity*) dan keadilan akses terlepas dari identitas bawaan (*ascribed status*).
Pembahasan: Hakikat masyarakat multikultural bertumpu pada pengakuan kesetaraan derajat manusia (*equity*) dan keadilan akses terlepas dari identitas bawaan (*ascribed status*).
10. Perhatikan dua gejala sosial berikut: (1) Munculnya tren gaya pakaian populer luar negeri di kalangan remaja, (2) Terjadinya aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah minimum buruh. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, kedua fenomena tersebut berturut-turut merupakan gejala...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Tren pakaian termasuk gejala kultural (berkaitan dengan kebudayaan/gaya hidup), sedangkan unjuk rasa upah buruh termasuk gejala ekonomi (berkaitan dengan kesejahteraan material).
Pembahasan: Tren pakaian termasuk gejala kultural (berkaitan dengan kebudayaan/gaya hidup), sedangkan unjuk rasa upah buruh termasuk gejala ekonomi (berkaitan dengan kesejahteraan material).
11. Sistem pelapisan sosial tertutup menghalangi individu berpindah posisi vertikal. Manakah contoh di bawah ini yang melambangkan bekerjanya stratifikasi tertutup?
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Sistem kasta didasarkan pada kelahiran (*ascribed status*) yang mutlak dan tidak bisa diubah oleh prestasi individu seumur hidupnya.
Pembahasan: Sistem kasta didasarkan pada kelahiran (*ascribed status*) yang mutlak dan tidak bisa diubah oleh prestasi individu seumur hidupnya.
12. Keberadaan masyarakat multikultural di Indonesia diikat oleh semboyan negara "Bhinneka Tunggal Ika". Ditinjau dari konsep sosiologi, semboyan tersebut mengarah pada perwujudan...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Bhinneka Tunggal Ika menjadi konsensus nasional yang menyatukan berbagai elemen berbeda (plural) ke dalam kesatuan integral bangsa tanpa menghapus karakteristik asli identitas lokal.
Pembahasan: Bhinneka Tunggal Ika menjadi konsensus nasional yang menyatukan berbagai elemen berbeda (plural) ke dalam kesatuan integral bangsa tanpa menghapus karakteristik asli identitas lokal.
13. Ketika sebuah kelompok sosial mengklaim bahwa kebudayaan suku mereka sendiri jauh lebih unggul, bermutu, dan logis dibandingkan kebudayaan suku lain, maka kelompok tersebut terjebak pada sikap...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Etnosentrisme adalah kecenderungan menilai kebudayaan masyarakat lain menggunakan kacamata dan standar nilai budaya sendiri, disertai rasa merendahkan kelompok luar.
Pembahasan: Etnosentrisme adalah kecenderungan menilai kebudayaan masyarakat lain menggunakan kacamata dan standar nilai budaya sendiri, disertai rasa merendahkan kelompok luar.
14. Di kota besar sering kali terlihat pola pengelompokan permukiman, seperti kampung Ambon, kawasan Pecinan, atau perkampungan Arab. Secara sosiologis, pembentukan area hunian khusus tersebut dipengaruhi oleh...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Pengelompokan hunian berbasis etnis/ras menunjukkan masih kuatnya ikatan primordialisme, di mana individu merasa lebih aman berdekatan dengan sesama anggota kelompok asal mereka.
Pembahasan: Pengelompokan hunian berbasis etnis/ras menunjukkan masih kuatnya ikatan primordialisme, di mana individu merasa lebih aman berdekatan dengan sesama anggota kelompok asal mereka.
15. Angka pengangguran meningkat tajam pasca-otomatisasi pabrik oleh kecerdasan buatan, memicu naiknya kriminalitas jalanan dan penurunan kualitas kesehatan psikologis warga kota. Evaluasi sosiologis yang tepat mengenai esensi hubungan antargejala sosial tersebut adalah...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Karakteristik gejala sosial bersifat kompleks dan multikausal. Satu perubahan institusi (teknologi) memicu rantai efek pada ekonomi (pengangguran), kriminalitas (hukum), hingga kesehatan mental (psikologis).
Pembahasan: Karakteristik gejala sosial bersifat kompleks dan multikausal. Satu perubahan institusi (teknologi) memicu rantai efek pada ekonomi (pengangguran), kriminalitas (hukum), hingga kesehatan mental (psikologis).
16. Pembagian klaster pengerjaan tugas sekolah didasarkan pada perpaduan acak antar-siswa berbeda latar belakang agama dan etnis. Dampak jangka panjang kebijakan interaksi sosial buatan ini jika dianalisis dengan konsep interseksi sosial adalah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Interseksi sosial adalah persilangan keanggotaan kelompok sosial. Ketika ikatan suku dipersilangkan dengan ikatan tugas kelompok sekolah, batas-batas konflik antarsuku menipis karena mereka memiliki kesamaan visi baru.
Pembahasan: Interseksi sosial adalah persilangan keanggotaan kelompok sosial. Ketika ikatan suku dipersilangkan dengan ikatan tugas kelompok sekolah, batas-batas konflik antarsuku menipis karena mereka memiliki kesamaan visi baru.
17. Sebuah daerah perkotaan mengalami konflik berulang antara komunitas pedagang pendatang dengan warga lokal terkait hak tata kelola pasar tradisional. Dari sudut pandang sosiologi multikultural, kegagalan harmonisasi ini dievaluasi sebagai akibat dari...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Masyarakat multikultural bukan sekadar hidup bersama dalam perbedaan, melainkan harus dilandasi pengakuan eksistensi, toleransi, serta regulasi keadilan alokasi sumber daya agar terhindar dari kecemburuan sosial.
Pembahasan: Masyarakat multikultural bukan sekadar hidup bersama dalam perbedaan, melainkan harus dilandasi pengakuan eksistensi, toleransi, serta regulasi keadilan alokasi sumber daya agar terhindar dari kecemburuan sosial.
18. Di lingkungan sekolah heterogen, muncul ketegangan tersembunyi (konflik laten) antar-kelompok siswa akibat ejekan bernuansa rasial di media sosial. Formula rancangan strategi preventif manakah yang paling tepat dan berkelanjutan?
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Langkah visioner memerlukan kombinasi edukasi budaya (*multicultural education*) dengan kecakapan digital (*digital literacy*) agar siswa aktif berkolaborasi membangun kesadaran inklusi dalam ruang nyata dan maya.
Pembahasan: Langkah visioner memerlukan kombinasi edukasi budaya (*multicultural education*) dengan kecakapan digital (*digital literacy*) agar siswa aktif berkolaborasi membangun kesadaran inklusi dalam ruang nyata dan maya.
19. Struktur sosial masyarakat urban rawan mengalami perpecahan akibat perbedaan tajam kelas ekonomi vertikal. Formulasi kebijakan penataan kota berbasis multikulturalisme interaktif yang dapat diajukan adalah...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Solusi sosiologis struktural dilakukan dengan menciptakan ruang ketiga (*third space*) di mana kelompok masyarakat atas maupun bawah dapat berinteraksi secara sejajar, mereduksi alienasi sosial perkotaan.
Pembahasan: Solusi sosiologis struktural dilakukan dengan menciptakan ruang ketiga (*third space*) di mana kelompok masyarakat atas maupun bawah dapat berinteraksi secara sejajar, mereduksi alienasi sosial perkotaan.
20. Globalisasi membawa masuk produk budaya barat secara masif sehingga mengancam eksistensi tradisi multikultural lokal nusantara. Desain tindakan pelestarian kebudayaan lokal yang paling relevan dengan karakteristik generasi muda digital saat ini adalah...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Menjaga tradisi di era modern memerlukan adaptasi media (*media recontextualization*). Mengemas seni-nilai lokal ke dunia industri kreatif digital membuat warisan multikultural tetap relevan dipelajari dan dilestarikan oleh generasi milenial/Z.
Pembahasan: Menjaga tradisi di era modern memerlukan adaptasi media (*media recontextualization*). Mengemas seni-nilai lokal ke dunia industri kreatif digital membuat warisan multikultural tetap relevan dipelajari dan dilestarikan oleh generasi milenial/Z.
Evaluasi Selesai!
Terima kasih telah menyelesaikan ujian.
Nilai Akhir Anda:
0 / 100Menyimpan lembar data ujian ke Google Drive...
📋 Analisis Lembar Jawaban & Pembahasan:
Aletheia Rabbani
“Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i
Post a Comment