Kuis Interaktif Sosiologi SMA Kelas X Bab 1 Pengantar Sosiologi Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Aletheia Rabbani
Table of Contents
Kuis Pengantar Sosiologi
Fase E / Kelas X - Kurikulum Merdeka
Halaman 1 dari 20
Waktu: 45:00
1. Istilah sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan sosial Prancis bernama Auguste Comte dalam bukunya yang monumental berjudul *Cours de Philosophie Positive*. Secara etimologis, sosiologi berakar dari dua kata, yaitu...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Sosiologi berasal dari bahasa Latin *Socius* yang berarti kawan, teman, atau mitra (yang dalam arti luas dikonsepkan sebagai masyarakat) dan bahasa Yunani *Logos* yang bermakna ilmu atau berbicara tentang.
Pembahasan: Sosiologi berasal dari bahasa Latin *Socius* yang berarti kawan, teman, atau mitra (yang dalam arti luas dikonsepkan sebagai masyarakat) dan bahasa Yunani *Logos* yang bermakna ilmu atau berbicara tentang.
2. Sosiologi lahir di Eropa pada abad ke-19. Tokoh perintis yang kemudian dinobatkan sebagai "Bapak Sosiologi" karena berjasa meletakkan landasan konseptual pertama bagi ilmu ini adalah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Auguste Comte merupakan tokoh pertama yang memisahkan kajian masyarakat dari filsafat dan menggunakan istilah "sosiologi" secara ilmiah pada tahun 1838, sehingga ia diakui sebagai Bapak Sosiologi.
Pembahasan: Auguste Comte merupakan tokoh pertama yang memisahkan kajian masyarakat dari filsafat dan menggunakan istilah "sosiologi" secara ilmiah pada tahun 1838, sehingga ia diakui sebagai Bapak Sosiologi.
3. Perhatikan ciri-ciri sosiologi berikut: Sosiologi tidak bertugas menilai baik atau buruknya suatu fakta sosial di masyarakat, melainkan bertujuan menjelaskan fakta tersebut secara analitis dan objektif. Pernyataan tersebut menjelaskan ciri ilmu sosiologi yang bersifat...
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Sifat nonetis mengindikasikan bahwa sosiologi tidak mencari moralitas baik-buruknya suatu tindakan sosial, melainkan murni mengungkap data kausalitas di balik fenomena secara objektif tanpa menghakimi.
Pembahasan: Sifat nonetis mengindikasikan bahwa sosiologi tidak mencari moralitas baik-buruknya suatu tindakan sosial, melainkan murni mengungkap data kausalitas di balik fenomena secara objektif tanpa menghakimi.
4. Tokoh intelektual Indonesia yang pertama kali memberikan kuliah sosiologi dalam bahasa Indonesia di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta pada tahun 1948 dan menulis buku teks sosiologi pertama adalah...
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Prof. Sunarjo Kolopaking adalah ilmuwan yang memelopori pemberian kuliah sosiologi menggunakan bahasa pengantar Indonesia pasca-kemerdekaan di Lembaga Akademi Ilmu Politik (AIP) Yogyakarta.
Pembahasan: Prof. Sunarjo Kolopaking adalah ilmuwan yang memelopori pemberian kuliah sosiologi menggunakan bahasa pengantar Indonesia pasca-kemerdekaan di Lembaga Akademi Ilmu Politik (AIP) Yogyakarta.
5. Revolusi Industri di Inggris menimbulkan urbanisasi besar-besaran, kemiskinan di perkotaan, serta eksploitasi tenaga kerja anak. Ditinjau dari sejarahnya, peristiwa ini berkontribusi memicu lahirnya ilmu sosiologi karena...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Perubahan struktural radikal akibat Revolusi Industri memicu disorganisasi sosial (pergeseran nilai). Hal ini mendorong para pemikir mencari cara ilmiah untuk merekonstruksi dan mengelola ketertiban sosial yang baru.
Pembahasan: Perubahan struktural radikal akibat Revolusi Industri memicu disorganisasi sosial (pergeseran nilai). Hal ini mendorong para pemikir mencari cara ilmiah untuk merekonstruksi dan mengelola ketertiban sosial yang baru.
6. Seorang peneliti melakukan kajian sosiologis mengenai maraknya fenomena "Citayam Fashion Week" di Jakarta dengan teknik observasi langsung. Ia mencatat fakta apa adanya di lapangan tanpa memberikan penghakiman moral negatif terhadap gaya pakaian remaja tersebut. Tindakan peneliti mencerminkan penerapan sosiologi yang...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Tindakan mencatat fakta nyata hasil observasi lapangan mencerminkan sifat *empiris*, sedangkan menolak memberikan penghakiman moral atau prasangka buruk membuktikan sifat sosiologi yang *nonetis*.
Pembahasan: Tindakan mencatat fakta nyata hasil observasi lapangan mencerminkan sifat *empiris*, sedangkan menolak memberikan penghakiman moral atau prasangka buruk membuktikan sifat sosiologi yang *nonetis*.
7. Ketika sosiologi menganalisis masalah kriminalitas remaja perkotaan, sosiolog menggunakan konsep-konsep sosiologi ekonomi (kemiskinan) dan sosiologi hukum (penegakan aturan) sekaligus. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan sosiologi dengan ilmu sosial lainnya bersifat...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Fenomena kemasyarakatan bersifat multidimensional. Oleh karena itu, sosiologi berkolaborasi dengan ilmu sosial lain secara interdisipliner untuk melengkapi kepingan analisis agar diperoleh pemahaman utuh.
Pembahasan: Fenomena kemasyarakatan bersifat multidimensional. Oleh karena itu, sosiologi berkolaborasi dengan ilmu sosial lain secara interdisipliner untuk melengkapi kepingan analisis agar diperoleh pemahaman utuh.
8. Di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, perkembangan sosiologi mengalami pergeseran dari mazhab teoretis-filosofis Eropa menuju orientasi yang praktis dan empiris. Hal ini dipelopori oleh Mazhab Chicago (*Chicago School*) yang berfokus pada kajian...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Mazhab Chicago memelopori sosiologi mikro-empiris di Amerika Serikat dengan memanfaatkan wilayah perkotaan Chicago sebagai laboratorium hidup untuk meneliti dampak urbanisasi, segregasi ras, dan kriminalitas urban.
Pembahasan: Mazhab Chicago memelopori sosiologi mikro-empiris di Amerika Serikat dengan memanfaatkan wilayah perkotaan Chicago sebagai laboratorium hidup untuk meneliti dampak urbanisasi, segregasi ras, dan kriminalitas urban.
9. Perhatikan variabel sosial berikut:
1) Hubungan timbal balik antara individu dengan individu.
2) Struktur lapisan batuan pembentuk geomorfologi wilayah.
3) Kelompok-kelompok sosial beserta dinamika internalnya.
4) Proses globalisasi ekonomi makro yang memengaruhi gaya hidup.
Dari variabel di atas, yang termasuk ke dalam objek kajian material sosiologi ditunjukkan oleh nomor...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Nomor 2 (lapisan batuan) merupakan objek kajian ilmu geografi fisik/geologi. Objek material sosiologi berfokus pada kehidupan sosial, gejala-gejala asosiatif, serta hubungan interaksi antarmanusia di masyarakat (1, 3, dan 4).
Pembahasan: Nomor 2 (lapisan batuan) merupakan objek kajian ilmu geografi fisik/geologi. Objek material sosiologi berfokus pada kehidupan sosial, gejala-gejala asosiatif, serta hubungan interaksi antarmanusia di masyarakat (1, 3, dan 4).
10. Sosiolog diminta oleh Kementerian Sosial untuk meneliti pola adaptasi masyarakat bantaran sungai yang direlokasi ke rumah susun. Rekomendasi hasil penelitian tersebut digunakan dasar merancang program jaminan sosial baru. Dalam konteks ini, sosiologi menjalankan fungsinya dalam...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Menyediakan basis data sosiologis empiris mengenai pola adaptasi kultur warga untuk melandasi pembuatan regulasi/program jaminan sosial adalah manifestasi fungsi sosiologi dalam perencanaan pembangunan sosial.
Pembahasan: Menyediakan basis data sosiologis empiris mengenai pola adaptasi kultur warga untuk melandasi pembuatan regulasi/program jaminan sosial adalah manifestasi fungsi sosiologi dalam perencanaan pembangunan sosial.
11. Seorang sosiolog menyusun teori tindakan sosial baru berdasarkan pengembangan dan modifikasi kritis dari teori tindakan rasional Max Weber yang telah ada sebelumnya. Sifat sosiologi yang ditunjukkan pada kasus ini dinamakan...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Sifat kumulatif berarti khazanah teori sosiologi tidak berdiri sendiri dari nol, melainkan dikonstruksi atas dasar teori lama yang sudah ada, lalu diperbaiki, disaring, dan diperhalus sesuai realitas zaman.
Pembahasan: Sifat kumulatif berarti khazanah teori sosiologi tidak berdiri sendiri dari nol, melainkan dikonstruksi atas dasar teori lama yang sudah ada, lalu diperbaiki, disaring, dan diperhalus sesuai realitas zaman.
12. Sebelum kemerdekaan, embrio pemikiran sosiologi di Indonesia sudah terdapat dalam ajaran kekeluargaan dan kepemimpinan taman siswa oleh Ki Hajar Dewantara, serta kumpulan hukum adat wilayah. Fakta sejarah ini mengindikasikan bahwa...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Hal ini menunjukkan bahwa konsep interaksi kelompok, integrasi, dan pengendalian sosial sebetulnya sudah lama dipraktikkan dan dikaji oleh pemikir Nusantara pra-kemerdekaan menggunakan perspektif nilai sosial-budaya lokal.
Pembahasan: Hal ini menunjukkan bahwa konsep interaksi kelompok, integrasi, dan pengendalian sosial sebetulnya sudah lama dipraktikkan dan dikaji oleh pemikir Nusantara pra-kemerdekaan menggunakan perspektif nilai sosial-budaya lokal.
13. George Ritzer menyatakan sosiologi sebagai ilmu berparadigma ganda. Paradigma yang memfokuskan kajian pada aturan, norma, struktur, dan institusi sosial yang memiliki kekuatan memaksa atau membentuk perilaku individu eksternal disebut...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Paradigma Fakta Sosial (dipelopori Emile Durkheim) memandang bahwa tindakan manusia dikendalikan secara mutlak oleh struktur makro sosial (seperti aturan/norma) yang bersifat eksternal dan koersif (memaksa).
Pembahasan: Paradigma Fakta Sosial (dipelopori Emile Durkheim) memandang bahwa tindakan manusia dikendalikan secara mutlak oleh struktur makro sosial (seperti aturan/norma) yang bersifat eksternal dan koersif (memaksa).
14. Di dunia persekolahan, seorang lulusan sosiologi bekerja sebagai konsultan bimbingan kelompok untuk menguraikan akar penyebab konflik perselisihan antarkelompok siswa. Peran sosiolog dalam situasi ini adalah sebagai...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Peran sosiolog sebagai praktisi/konsultan terjadi saat yang bersangkutan terjun ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu sosiologinya secara taktis guna mengurai ketegangan hubungan interpersonal/kelompok.
Pembahasan: Peran sosiolog sebagai praktisi/konsultan terjadi saat yang bersangkutan terjun ke lapangan untuk mengaplikasikan ilmu sosiologinya secara taktis guna mengurai ketegangan hubungan interpersonal/kelompok.
15. Pada era klasik, Karl Marx menganalisis perubahan sosial didorong oleh pertentangan kelas materi (Borjuis vs Proletar). Di sisi lain, Max Weber berargumen dalam tesisnya bahwa etika agama Protestan memicu lahirnya kapitalisme modern. Penilaian teoretis analitis atas perbedaan pandangan kedua tokoh ini adalah...
Kunci Jawaban: E.
Pembahasan: Perbedaan cara pandang ini membuktikan status sosiologi sebagai ilmu berparadigma ganda. Marx melihat determinasi infrastruktur ekonomi (Material/Fakta Sosial), sedangkan Weber membuktikan gagasan/makna religius (Subjektif/Definisi Sosial) mampu menggerakkan struktur ekonomi.
Pembahasan: Perbedaan cara pandang ini membuktikan status sosiologi sebagai ilmu berparadigma ganda. Marx melihat determinasi infrastruktur ekonomi (Material/Fakta Sosial), sedangkan Weber membuktikan gagasan/makna religius (Subjektif/Definisi Sosial) mampu menggerakkan struktur ekonomi.
16. Di sebuah kompleks perumahan baru, terpasang kamera CCTV di tiap sudut guna mengawasi gerak-gerik warga. Menurut paradigma Perilaku Sosial (rumpun teori *Behavioral Sociology*), kepatuhan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan pasca adanya CCTV dianalisis sebagai akibat dari...
Kunci Jawaban: C.
Pembahasan: Paradigma Perilaku Sosial berfokus pada hubungan stimulus-respons. CCTV bertindak sebagai stimulus lingkungan eksternal yang menimbulkan efek pengkondisian pengawasan (*conditioning stimulus*), sehingga warga merespons dengan mengubah perilakunya demi menghindari hukuman (*punishment*).
Pembahasan: Paradigma Perilaku Sosial berfokus pada hubungan stimulus-respons. CCTV bertindak sebagai stimulus lingkungan eksternal yang menimbulkan efek pengkondisian pengawasan (*conditioning stimulus*), sehingga warga merespons dengan mengubah perilakunya demi menghindari hukuman (*punishment*).
17. Sosiologi dan Ilmu Politik sama-sama mengkaji fenomena kekuasaan. Suatu hari, sebuah partai politik membagikan sembako menjelang pemilu. Analisis sosiologi murni membedakan dirinya dari ilmu politik konseptual dengan memfokuskan amatan pada...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Objek formal sosiologi adalah struktur relasi asosiatifnya. Ketika ilmu politik fokus pada perebutan suara kekuasaan (regulasi/lembaga), sosiologi mengkaji efek tindakan politik tersebut terhadap dinamika integrasi horizontal, pergeseran solidaritas kelompok, dan kemunculan ketergantungan (patron-client) di akar rumput.
Pembahasan: Objek formal sosiologi adalah struktur relasi asosiatifnya. Ketika ilmu politik fokus pada perebutan suara kekuasaan (regulasi/lembaga), sosiologi mengkaji efek tindakan politik tersebut terhadap dinamika integrasi horizontal, pergeseran solidaritas kelompok, dan kemunculan ketergantungan (patron-client) di akar rumput.
18. Angka perceraian di sebuah wilayah meningkat tajam selama 2 tahun terakhir. Anda diminta merancang sebuah desain penelitian sosiologi makro (Paradigma Fakta Sosial) untuk mengurai akar fenomena global ini secara struktural. Langkah rancangan yang paling tepat adalah...
Kunci Jawaban: B.
Pembahasan: Sesuai khazanah Paradigma Fakta Sosial, masalah sosial wajib dianalisis secara makro melalui institusi-institusi objektif di luar diri individu yang memaksanya, seperti fluktuasi ekonomi (pengangguran), pranata hukum formal (regulasi), dan fungsi institusi nilai (kontrol lembaga agama).
Pembahasan: Sesuai khazanah Paradigma Fakta Sosial, masalah sosial wajib dianalisis secara makro melalui institusi-institusi objektif di luar diri individu yang memaksanya, seperti fluktuasi ekonomi (pengangguran), pranata hukum formal (regulasi), dan fungsi institusi nilai (kontrol lembaga agama).
19. Maraknya judi online menyasar kalangan remaja desa hingga memicu naiknya angka pencurian motor lokal. Desain rancangan rekomendasi program aksi sosiologis komprehensif yang memadukan peran sosiolog sebagai ilmuwan sekaligus praktisi pemecah masalah adalah...
Kunci Jawaban: D.
Pembahasan: Desain solutif ini menggabungkan peran ganda sosiolog: melakukan pemetaan riset kausalitas data ilmiah (*ilmuwan*), dilanjutkan dengan merancang aksi pengorganisasian kelompok sasaran lewat institusi lokal Karang Taruna dan Pos Ronda (*praktisi*) untuk merekonstruksi kontrol sosial.
Pembahasan: Desain solutif ini menggabungkan peran ganda sosiolog: melakukan pemetaan riset kausalitas data ilmiah (*ilmuwan*), dilanjutkan dengan merancang aksi pengorganisasian kelompok sasaran lewat institusi lokal Karang Taruna dan Pos Ronda (*praktisi*) untuk merekonstruksi kontrol sosial.
20. Teori-teori sosiologi yang dipelajari di SMA mayoritas lahir dari refleksi krisis sejarah masyarakat Eropa Barat. Ketika diaplikasikan di Indonesia yang berciri multikultural dengan ikatan gotong royong kuat, tindakan penyesuaian keilmuan yang paling tepat dilakukan adalah...
Kunci Jawaban: A.
Pembahasan: Pengembangan sosiologi yang adaptif dan inklusif menuntut dilakukannya *indigenisasi* (kontekstualisasi lokal), yaitu menyaring dan mengawinkan teori makro barat dengan realitas sosiokultural khas milik masyarakat Indonesia agar pisau analisis sosiologi tetap tajam dan akurat.
Pembahasan: Pengembangan sosiologi yang adaptif dan inklusif menuntut dilakukannya *indigenisasi* (kontekstualisasi lokal), yaitu menyaring dan mengawinkan teori makro barat dengan realitas sosiokultural khas milik masyarakat Indonesia agar pisau analisis sosiologi tetap tajam dan akurat.
Ujian Selesai!
Terima kasih telah menyelesaikan ujian.
Nilai Akhir Anda:
0 / 100Menyimpan data nilai ke Google Drive...
📋 Lembar Analisis & Koreksi Pembahasan Soal:
Aletheia Rabbani
“Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i
Post a Comment