20 Latihan Soal Sosiologi SMA Kelas XII Bab 4 Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Table of Contents
Kuis Sosiologi: Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal
Materi Kelas XII (Fase F) Kurikulum Merdeka
1. Kesatuan sosial yang terdiri atas sekumpulan individu yang berinteraksi secara intensif, memiliki ikatan wilayah geografis yang sama, serta merasa saling memiliki kesamaan identitas dan kepentingan bersama disebut...
Kunci Jawaban: B. Komunitas lokal dicirikan oleh keterikatan geografis tempat tinggal yang sama (lokalitas) dan adanya perasaan saling memiliki serta ketergantungan antarwarga (*community sentiment*).
2. Pandangan hidup, pengetahuan, serta berbagai strategi kehidupan berbentuk aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam memenuhi kebutuhan mereka disebut...
Kunci Jawaban: D. Kearifan lokal (*local wisdom*) adalah gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
3. Tujuan utama dari dilaksanakannya program pemberdayaan komunitas lokal yang tertinggal atau rentan secara sosiologis adalah...
Kunci Jawaban: C. Esensi dari pemberdayaan (*empowerment*) adalah membentuk kemandirian (*self-reliance*) masyarakat melalui pengembangan potensi internal agar tidak lagi bergantung pada bantuan luar.
4. Dalam tahapan siklus pemberdayaan komunitas, tahapan yang berfokus pada pengkajian ulang, pengumpulan umpan balik, serta penilaian apakah program yang dijalankan sudah mencapai target atau belum dinamakan...
Kunci Jawaban: A. Evaluasi merupakan proses sistematis untuk menilai sejauh mana efektivitas, dampak, dan keberhasilan program pemberdayaan yang telah diimplementasikan dalam siklus kegiatan.
5. Masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat tetap konsisten menjaga aturan adat untuk tidak menggunakan aliran listrik dan alat elektronik modern guna menjaga keseimbangan alam. Tindakan komunitas lokal ini mencerminkan fungsi kearifan lokal dalam hal...
Kunci Jawaban: B. Larangan adat di Kampung Naga merupakan bentuk kearifan lokal yang berfungsi mengonversi, melindungi, dan melestarikan lingkungan alam dari kerusakan ekologis akibat eksploitasi teknologi modern berlebih.
6. Sebuah komunitas perajin tenun ikat tradisional di pedalaman Nusa Tenggara Timur diajak oleh fasilitator sosial untuk membentuk koperasi bersama, mengatur manajemen keuangan mandiri, dan memasarkan produknya lewat platform digital secara kolektif. Aksi tersebut merupakan contoh pelaksanaan pemberdayaan komunitas di bidang...
Kunci Jawaban: C. Pembentukan koperasi dan digitalisasi pemasaran kain tenun lokal bertujuan meningkatkan kemandirian finansial dan kesejahteraan perajin melalui penguatan pilar ekonomi berbasis potensi budaya kreatif setempat.
7. Ketika menyusun rencana pembersihan dan normalisasi sungai purba di desa, tim fasilitator mengundang seluruh kepala keluarga, pemuda, dan tokoh adat untuk berdiskusi menuangkan ide penanganan banjir lokal. Bentuk keterlibatan aktif masyarakat ini dinamakan...
Kunci Jawaban: E. Partisipasi masyarakat adalah keterlibatan sukarela warga dalam proses pengambilan keputusan, perencanaan, hingga pelaksanaan program pemberdayaan karena merasa ikut bertanggung jawab atas desanya.
8. Di sebuah desa pesisir, terdapat tradisi "Sasi", yaitu larangan mengambil hasil laut tertentu dalam jangka waktu yang disepakati bersama agar ekosistem laut pulih. Jika tradisi ini dijadikan pondasi utama dalam menyusun program budidaya rumput laut oleh pemerintah lokal, maka strategi yang digunakan adalah...
Kunci Jawaban: A. Memanfaatkan aturan adat/tradisi seperti "Sasi" sebagai basis program pembangunan memastikan intervensi luar berjalan harmonis, dihormati warga, dan efektif menjaga kelestarian ekologi lokal.
9. Perhatikan beberapa tahapan berikut:
1) Pemetaan potensi wilayah dan masalah bersama (*assessment*).
2) Pendampingan lapangan secara intensif saat aksi berjalan.
3) Evaluasi hasil program bersama komunitas.
4) Pemutusan hubungan pendampingan secara mendadak tanpa pemberitahuan.
Tahapan kegiatan pemberdayaan komunitas lokal yang runut, logis, dan benar ditunjukkan oleh nomor...
Kunci Jawaban: A. Proses pemberdayaan yang terstruktur wajib dimulai dari penilaian kebutuhan (*assessment*), implementasi/pendampingan, hingga evaluasi akhir. Memutus hubungan secara mendadak (nomor 4) merusak prinsip keberlanjutan program.
10. Penurunan tingkat partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong perbaikan saluran irigasi desa akhir-akhir ini diidentifikasi oleh sosiolog disebabkan karena maraknya kecenderungan sikap individualistis akibat pengaruh urbanisasi. Analisis ini dilakukan pada tahap sosiologis...
Kunci Jawaban: C. Mencari tahu akar masalah, penyebab menurunnya gotong royong, dan tantangan internal komunitas adalah bagian penting dari tahap pengkajian atau *assessment* sebelum program dirancang.
11. Keberhasilan program desa wisata edukasi berbasis pertanian organik diukur melalui indikator: peningkatan tabungan bulanan warga, berkurangnya ketergantungan pada pupuk kimia impor, dan aktifnya kepengurusan karang taruna. Indikator evaluasi ini berfokus pada...
Kunci Jawaban: B. Evaluasi pemberdayaan yang komprehensif mengukur dampak multidimensional: ekonomi (tabungan warga), ekologi/lingkungan (pupuk organik), dan sosial/kelembagaan (aktifnya karang taruna).
12. Sebelum melaksanakan aksi penanaman kembali hutan bakau (*mangrove*) di pesisir pantai, sekelompok mahasiswa mengadakan musyawarah mufakat bersama pemuka nelayan untuk mencocokkan kalender musim tangkapan tradisional agar waktu aksi tidak mengganggu rutinitas kerja nelayan. Langkah ini merupakan strategi guna memastikan...
Kunci Jawaban: D. Menyelaraskan jadwal aksi pemberdayaan dengan pranata/kalender aktivitas lokal berfungsi meminimalkan konflik kepentingan serta menggalang dukungan partisipasi sukarela yang tinggi dari subjek pemberdayaan.
13. Masalah utama yang sering muncul apabila program pemberdayaan komunitas lokal dirancang secara *top-down* (sepenuhnya ditentukan oleh agen luar/pemerintah pusat tanpa melibatkan masyarakat setempat) adalah...
Kunci Jawaban: A. Pendekatan *top-down* yang abai terhadap suara dan kearifan masyarakat lokal berisiko menghasilkan program yang tidak sesuai kebutuhan nyata di lapangan, memicu kegagalan proyek, serta melanggengkan mentalitas ketergantungan.
14. Salah satu karakteristik penting dari kegiatan evaluasi dalam siklus pemberdayaan komunitas lokal yang bercirikan Kurikulum Merdeka (inklusif dan partisipatif) adalah...
Kunci Jawaban: C. Evaluasi partisipatif menempatkan komunitas lokal bukan sekadar sebagai objek tontonan yang dinilai, melainkan subjek aktif yang diajak merefleksikan proses pemberdayaan demi perbaikan di masa depan.
15. Sebuah LSM masuk ke perkampungan suku pedalaman dan membangun rumah-rumah beton modern untuk menggantikan rumah panggung bambu khas suku tersebut demi alasan "modernisasi". Setahun kemudian, rumah beton itu mangkrak karena warga memilih kembali ke rumah bambu yang dinilai lebih sejuk dan ramah gempa. Kegagalan evaluatif dari program aksi ini terjadi karena...
Kunci Jawaban: E. Secara sosiologis, kegagalan ini dipicu prasangka etnosentris dari LSM luar yang merasa arsitektur modern miliknya lebih superior, tanpa mengkaji secara mendalam aspek rasionalitas ekologis di balik kearifan lokal bangunan tradisional warga.
16. Di era digital, sekelompok anak muda desa mengemas ritual panen adat yang mulai punah menjadi konten video sinematik edukatif di YouTube. Hasil monetisasi digital dialokasikan untuk mendanai sanggar belajar budaya bagi anak-anak miskin di desa mereka. Evaluasi analitis yang paling tepat mengenai gerakan sosiopreneur ini adalah...
Kunci Jawaban: D. Evaluasi objektif menunjukkan gerakan ini sukses merevitalisasi nilai kearifan lokal lewat teknologi modern secara berkelanjutan. Teknologi digital dijadikan alat (*means*) untuk mencapai kemandirian sosial komunitas (*ends*).
17. Program pemberdayaan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) di suatu desa awalnya berjalan sukses besar. Namun, setelah tim pendamping dari universitas ditarik pulang (*terminasi*), kegiatan kelompok tani perlahan mandek dan lahan TOGA terbengkalai. Penilaian sosiologis kritis yang paling tepat atas siklus pemberdayaan ini adalah...
Kunci Jawaban: A. Mandeknya program paska-terminasi menandakan kegagalan penguatan kapasitas kelembagaan lokal. Pemberdayaan sejati harus menitikberatkan pada kesiapan mental dan manajerial warga internal agar mampu berswasembada tindakan ketika pendamping luar pergi.
18. Suatu desa adat di perbukitan memiliki kearifan lokal berupa hutan larangan yang tidak boleh ditebang. Namun, wilayah hilir desa kini terancam ambles akibat pembukaan lahan tambang legal oleh sebuah perusahaan besar di luar batas desa adat. Rancangan aksi pembelaan komunitas yang paling berbasis kemandirian hukum dan damai adalah...
Kunci Jawaban: B. Solusi pemberdayaan advokasi yang komprehensif adalah menguatkan legalitas posisi tawar komunitas lewat pembuktian ilmiah-kultural (pemetaan partisipatif dan kodifikasi kearifan lokal) guna memperoleh payung hukum resmi negara yang melindungi hak ulayat mereka secara permanen.
19. Hasil evaluasi program pengolahan sampah plastik di RW 05 menunjukkan partisipasi kaum pria sangat rendah (di bawah 10%) karena sebagian besar bekerja hingga malam hari, sehingga kegiatan didominasi ibu-ibu. Sebagai perancang program, desain perbaikan strategi pelaksanaan yang paling solutif adalah...
Kunci Jawaban: C. Desain aksi perbaikan yang adaptif harus realistis melihat kondisi sosiologis warga. Pembagian peran kerja (*division of labor*) yang fleksibel menyesuaikan waktu luang kaum pria (akhir pekan/digital) akan meningkatkan total partisipasi tanpa mengorbankan mata pencaharian mereka.
20. Komunitas nelayan tradisional mengalami penurunan hasil tangkapan akibat rusaknya terumbu karang oleh bom ikan oknum luar. Nelayan memiliki kearifan lokal "Subak Kelautan" (sistem rotasi wilayah tangkap). Desain rencana aksi pemulihan yang menempatkan nelayan sebagai subjek utama adalah...
Kunci Jawaban: E. Rencana aksi terbaik mengawinkan nilai kearifan lokal (sistem rotasi) dengan pelembagaan struktur pengawasan modern (Pokmaswas). Hal ini melahirkan aksi pemberdayaan yang partisipatif, mandiri, dan berakar kuat pada kedaulatan komunitas nelayan itu sendiri.
Selesai!
Kamu telah menyelesaikan kuis latihan Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal (Fase F/Kelas XII).
Post a Comment