20 Latihan Soal Sosiologi SMA Kelas XII Bab 2 Globalisasi dan Masyarakat Digital Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Table of Contents
Kuis Sosiologi: Globalisasi & Masyarakat Digital
Materi Kelas XII (Fase F) Kurikulum Merdeka
1. Istilah yang tepat untuk menggambarkan proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya yang melintasi batas-batas negara adalah...
Kunci Jawaban: C. Globalisasi merujuk pada keterpautan dan ketergantungan antarmasyarakat di dunia melalui berbagai proses integrasi ekonomi, teknologi, politik, dan sosial budaya.
2. Struktur masyarakat yang dicirikan oleh tingginya ketergantungan pada jaringan teknologi informasi, algoritma komputer, serta produksi berbasis data digital dalam aktivitas sosial ekonominya dinamakan...
Kunci Jawaban: A. Masyarakat digital (*digital society*) ditandai dengan integrasi teknologi informasi dan komunikasi ke dalam setiap lini kehidupan, mulai dari komunikasi, edukasi, hingga ekonomi.
3. Di bawah ini yang dikategorikan sebagai faktor pendorong utama terjadinya globalisasi secara masif di belahan dunia adalah...
Kunci Jawaban: B. Kemajuan IPTEK di bidang informasi, komunikasi (internet), serta sarana transportasi menjadi katalis utama yang melunturkan sekat-sekat ruang dan waktu antarbangsa.
4. Gerakan transnasional yang menentang dominasi kapitalisme global dan berupaya melindungi hak buruh lokal, pelestarian lingkungan, serta menolak hegemoni lembaga keuangan dunia (seperti IMF dan World Bank) disebut kelompok...
Kunci Jawaban: D. Kelompok anti-globalisasi adalah gerakan yang kritis atau menolak dampak negatif kapitalisme pasar bebas global karena dinilai merugikan kedaulatan ekonomi lokal dan memperlebar ketimpangan.
5. Maraknya budaya mendengarkan musik K-Pop dan menonton drama Korea di kalangan remaja Indonesia merupakan contoh nyata karakteristik globalisasi yang disebut...
Kunci Jawaban: A. Salah satu ciri globalisasi adalah meningkatnya interaksi kultural melampaui batas geografis negara melalui media massa dan internet, melahirkan fenomena budaya pop global.
6. Teori globalisasi yang dikemukakan oleh para sosiolog berpandangan bahwa globalisasi bukanlah proses satu arah yang melenyapkan kultur lokal, melainkan proses hibridisasi di mana global dan lokal saling berpaut melahirkan tren baru (glokalisasi). Pandangan ini didukung oleh penganut teori...
Kunci Jawaban: C. Kaum transformasionalis berada di tengah-tengah. Mereka percaya bahwa globalisasi mengubah tatanan dunia secara mendasar namun masyarakat lokal tetap memiliki kekuatan untuk merespons dan mengadaptasikannya (*glokalisasi*).
7. Kehidupan masyarakat era digital melahirkan sistem transaksi baru seperti penggunaan QRIS, *cryptocurrency*, dan *paylater*. Ditinjau dari sosiologi, pengaruh teknologi digital ini memicu pergeseran pada...
Kunci Jawaban: E. Inovasi teknologi keuangan (Fintech) digital secara nyata mengubah cara kerja lembaga ekonomi, mengubah transaksi fisik menjadi *cashless*, serta mempercepat pola konsumsi masyarakat menjadi serbapraktis.
8. Di era digital, setiap individu berpeluang menjadi produsen informasi sekaligus konsumen (*prosumer*) melalui akun media sosial mereka. Peluang utama yang ditawarkan oleh realitas perkembangan ini adalah...
Kunci Jawaban: C. Kebebasan membuat dan membagikan konten membuka ruang bagi demokratisasi informasi serta menciptakan peluang ekonomi baru secara mandiri melalui pemanfaatan platform digital.
9. Perhatikan fenomena sosiologis berikut:
1) Munculnya gerai makanan siap saji multinasional di pelosok kota.
2) Menjamurnya komunitas pecinta adat yang menutup diri dari internet.
3) Penggunaan aplikasi rapat daring antar-kantor lintas benua.
4) Pemberlakuan tarif ekspor oleh aliansi dagang dunia.
Dari fenomena di atas, aspek yang merepresentasikan transformasi global di bidang ekonomi-budaya ditunjukkan oleh nomor...
Kunci Jawaban: B. Gerai makanan multinasional (nomor 1) merupakan contoh penyebaran budaya konsumsi global, sedangkan pemberlakuan tarif oleh aliansi dagang (nomor 4) mencerminkan regulasi ekonomi transnasional.
10. Tantangan terbesar bagi masyarakat era digital di mana membanjirnya informasi tidak tersaring secara baik sehingga dapat merusak integrasi sosial bangsa melalui penyebaran berita bohong disebut...
Kunci Jawaban: D. Banjir disinformasi (*infodemic*) atau persebaran hoaks yang cepat di internet berpotensi merusak stabilitas, memicu konflik horizontal, serta mengikis rasa saling percaya dalam masyarakat.
11. Reaksi komunitas lokal berupa penguatan kembali tradisi, upacara adat, dan pelestarian bahasa daerah di tengah gempuran tren budaya global bermaksud untuk...
Kunci Jawaban: A. Reaksi defensif dengan memperkuat kearifan lokal bertujuan menjaga ketahanan budaya asli dari ancaman penyeragaman budaya global (*homogenisasi*) akibat globalisasi.
12. Sikap selektif yang paling rasional dalam menghadapi tantangan arus globalisasi dan era digital sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: C. Sikap selektif berarti bersikap terbuka terhadap kemajuan IPTEK yang bermanfaat, namun tetap kritis menyaring dampak buruk moral-ideologi luar menggunakan Pancasila dan kearifan lokal.
13. Perbedaan kemampuan akses, kepemilikan perangkat gawai canggih, serta penguasaan keterampilan internet antara masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedalaman terpencil memicu munculnya masalah...
Kunci Jawaban: B. *Digital divide* atau kesenjangan digital merupakan ketimpangan sosial ekonomi yang tercipta akibat adanya perbedaan akses informasi dan infrastruktur teknologi antarkelompok masyarakat.
14. Salah satu dampak negatif dari globalisasi ekonomi bagi eksistensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang kurang memiliki modal besar adalah...
Kunci Jawaban: D. Serbuan produk impor dengan harga murah akibat perdagangan bebas global menjadi tantangan berat yang berisiko menyingkirkan UMKM lokal jika tidak dibarengi dengan proteksi dan peningkatan kualitas.
15. Analisis teori sistem dunia dari Immanuel Wallerstein mengelompokkan negara-negara menjadi tiga lapisan: core, semi-periphery, dan periphery. Jika dikaitkan dengan pembagian kerja era digital saat ini, kedudukan dominan dipegang oleh negara core karena...
Kunci Jawaban: A. Menurut Wallerstein, negara *core* (pusat) mengendalikan jalannya kapitalisme global. Di era digital, mereka menguasai kekayaan intelektual, paten teknologi, serta kendali data makro dunia melalui korporasi multinasionalnya.
16. Kehadiran algoritma media sosial sering kali menciptakan fenomena "Echo Chamber" (ruang gema) dan "Filter Bubble", di mana netizen hanya disuguhkan informasi yang sesuai preferensi mereka saja. Penilaian sosiologis membuktikan bahwa kondisi ini berbahaya karena...
Kunci Jawaban: D. *Echo chamber* membuat pengguna internet terisolasi dalam opini sejenis dan menganggap kelompok lain salah. Ini meningkatkan fanatisme, mengaburkan kebenaran objektif, serta merusak persatuan.
17. Di era globalisasi, muncul tren "Glokalisasi" seperti restoran burger asal Amerika Serikat yang mengeluarkan menu rasa "Rendang" atau "Sambal Ulek" khusus untuk pasar Indonesia. Dari sudut pandang kritis sosiologi, fenomena ini dapat disimpulkan sebagai...
Kunci Jawaban: B. Glokalisasi (global-lokal) bukan sekadar perpaduan budaya biasa, melainkan strategi ekonomi politik korporasi multinasional agar produk global mereka dapat diterima dengan mudah oleh selera lokal setempat.
18. Banyak anak muda di pedesaan yang mulai meninggalkan kesenian daerah dan beralih meniru gaya hidup hedonisme digital yang mereka saksikan di internet. Upaya pemberdayaan komunitas lokal yang paling kreatif dan solutif untuk merevitalisasi eksistensi budaya lokal tersebut adalah...
Kunci Jawaban: C. Solusi berkelanjutan di era digital bukan dengan melarang teknologi, melainkan memanfaatkannya sebagai media pelestarian (*rekontekstualisasi* budaya) melalui kreativitas konten yang sesuai zaman.
19. Maraknya penipuan berkedok investasi digital (pinjol ilegal dan judi online) menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah yang minim literasi keuangan digital. Rancangan program aksi preventif paling efektif yang dapat diinisiasi oleh civitas sekolah adalah...
Kunci Jawaban: E. Langkah preventif sistematis menghadapi bahaya kejahatan siber finansial adalah meningkatkan *digital literacy*. Edukasi komunitas secara langsung membantu menumbuhkan nalar kritis masyarakat agar tidak mudah tertipu bujuk rayu di internet.
20. Masuknya perusahaan manufaktur multinasional ke kawasan pertanian pedesaan terbukti memicu kerusakan lingkungan lingkungan akibat limbah. Sebagai komunitas lokal, respons terbaik yang mencerminkan kemandirian dan kesadaran lingkungan dalam menghadapi tantangan ini adalah...
Kunci Jawaban: D. Respons masyarakat lokal yang paling ideal adalah penguatan organisasi internal warga secara legal (advokasi dan pengawasan) guna menjaga kedaulatan ekologi, sosial, dan ekonomi wilayah mereka secara mandiri.
Selesai!
Kamu telah menyelesaikan kuis latihan Globalisasi dan Masyarakat Digital (Fase F/Kelas XII).
Post a Comment