Analisis Komprehensif Jawāmi‘ ‘Ilm al-Nujūm wa Uṣūl al-Ḥarakāt al-Samāwiyyah Karya Al-Farghānī: Teori, Teknik Astronomi, dan Dampak Peradaban
Konteks Intelektual dan Genesis Karya
Munculnya karya Al-Farghānī tidak dapat dilepaskan dari ambisi besar Khalifah al-Ma'mūn (memerintah 813–833 M) untuk memvalidasi pengetahuan kuno melalui "Sains Besar" (Big Science) yang didanai negara. Al-Farghānī, yang di Barat dikenal dengan nama Latin Alfraganus, berasal dari Lembah Ferghana di Transoxiana (sekarang bagian dari Uzbekistan), sebuah wilayah yang pada abad ke-9 merupakan salah satu titik temu budaya dan intelektual paling dinamis di Asia Tengah. Keterlibatan Al-Farghānī dalam proyek-proyek negara, mulai dari pengukuran busur meridian di dataran Sinjar hingga pembangunan Nilometer besar di Pulau Rawdah, Kairo, menunjukkan bahwa ia adalah seorang praktisi yang memahami bahwa teori astronomi harus berpijak pada landasan pengukuran yang kokoh.
Karya Jawāmi‘ disusun untuk menjawab kebutuhan akan sebuah teks yang mampu menjelaskan mekanisme langit tanpa mengharuskan pembaca untuk menguasai setiap detail kalkulasi sferis yang rumit dalam tradisi Ptolemaic. Al-Farghānī secara metodis membagi bukunya ke dalam tiga puluh bab yang mencakup seluruh domain kosmografi abad pertengahan, mulai dari dasar-dasar kronologi hingga prediksi gerhana yang canggih. Keputusannya untuk menekankan aspek konseptual daripada matematis murni terbukti sangat efektif, menjadikan bukunya sebagai standar kurikulum di universitas-universitas Islam di Timur serta universitas-universitas Eropa di Barat selama berabad-abad setelah kematiannya.
Struktur Tematik dan Sistematika Tiga Puluh Bab
Isi dari Jawāmi‘ ‘Ilm al-Nujūm dirancang secara progresif, membangun fondasi dari pemahaman waktu dan kalender sebelum bergerak ke arah struktur fisik bumi dan kemudian naik ke bola-bola langit yang semakin jauh. Struktur ini mencerminkan pandangan dunia abad pertengahan yang melihat alam semesta sebagai sebuah entitas yang teratur dan hierarkis.
Tabel Ringkasan Struktur Bab Jawāmi‘ ‘Ilm al-Nujūm
Sistematika ini memberikan gambaran yang lengkap tentang realitas fisik alam semesta menurut standar sains abad ke-9, di mana Al-Farghānī bertindak sebagai penjelas yang menghubungkan pengamatan langit dengan pengalaman manusia di bumi.Analisis Mendalam Isi Karya: Kronologi, Geodesi, dan Kosmografi
Kronologi dan Sinkronisasi Kalender (Bab 1)
Al-Farghānī memulai karyanya dengan Bab 1 yang membahas kronologi, sebuah topik yang tidak ditemukan dalam Almagest Ptolemaeus. Bagian ini sangat penting karena fungsi praktis astronomi saat itu berkaitan erat dengan administrasi negara dan ibadah keagamaan. Ia merinci perbedaan antara tahun lunar yang digunakan orang Arab dengan tahun solar yang digunakan oleh bangsa Suriah, Romawi, Persia, dan Mesir. Kemampuannya untuk mensinkronkan berbagai sistem kalender ini menunjukkan kecanggihan administrasi intelektual Abbasiyah yang harus mengelola wilayah yang sangat luas dengan beragam tradisi penanggalan. Penjelasan Al-Farghānī tentang nama-nama bulan dan perbedaan hari dalam setahun memberikan konteks sejarah yang kaya bagi pembacanya.
Geodesi Matematis: Mengukur Keliling Bumi (Bab 6–9)
Salah satu bagian yang paling sering dikutip dalam sejarah sains adalah deskripsi Al-Farghānī mengenai ukuran bumi dalam Bab 8. Di sini, ia menyajikan hasil dari salah satu eksperimen ilmiah yang paling ambisius pada masa itu: pengukuran busur meridian yang diperintahkan oleh Khalifah al-Ma'mūn. Tim ilmuwan, termasuk Al-Farghānī, pergi ke dataran Sinjar dan Kufah untuk mengukur jarak fisik yang diperlukan agar ketinggian bintang kutub berubah tepat satu derajat.
Berdasarkan pengamatan ini, Al-Farghānī menetapkan bahwa satu derajat busur meridian bumi setara dengan 56 2/3 mil Arab. Jika nilai ini dikalikan dengan 360 derajat, maka didapatkan keliling bumi sebesar 20.400 mil Arab, dengan diameter bumi sekitar 6.500 mil.
Untuk memahami signifikansi data ini, kita dapat membandingkannya dengan nilai modern dalam tabel berikut:
Struktur Fisik Alam Semesta: Nest of Spheres (Bab 12–17)
Al-Farghānī mengikuti model geosentris di mana bumi berada di pusat alam semesta yang statis, dikelilingi oleh serangkaian bola kristal konsentris yang membawa planet-planet. Namun, inovasi penting dalam Bab 12 hingga 17 adalah upayanya untuk memberikan dimensi fisik pada model geometris Ptolemaeus. Al-Farghānī berpegang pada prinsip Aristotelian bahwa alam semesta tidak memiliki ruang kosong (vakum). Oleh karena itu, ia menyusun jarak-jarak planet sedemikian rupa sehingga jarak terjauh satu planet menjadi jarak terdekat bagi planet berikutnya, menciptakan sistem "bola yang bersarang" (nest of spheres) yang padat.
Penjelasannya tentang gerakan bujur (longitude) bintang tetap dalam Bab 13 dan 14 juga memperkenalkan koreksi terhadap Ptolemaeus. Al-Farghānī menegaskan bahwa gerakan presesi—pergeseran lambat bintang-bintang tetap ke arah timur sebesar satu derajat setiap 100 tahun (menurut nilai Ptolemaic)—tidak hanya dialami oleh bintang, tetapi juga oleh titik apogee (jarak terjauh) matahari dan planet-planet lainnya. Ini merupakan langkah maju dalam memahami dinamika orbit yang tidak dianggap konstan oleh para astronom Muslim.
Ukuran dan Jarak Benda Langit: Kontribusi Terukur Al-Farghānī
Salah satu bagian yang membuat Jawāmi‘ sangat dihargai oleh para ilmuwan kemudian, termasuk Dante dan Columbus, adalah tabel jarak dan ukuran planet dalam Bab 21 dan 22. Ptolemaeus hanya memberikan jarak eksplisit untuk Matahari dan Bulan, namun Al-Farghānī melengkapinya untuk seluruh sistem tata surya yang dikenal saat itu.
Tabel Jarak dan Ukuran Planet Menurut Al-Farghānī
Berikut adalah ringkasan data teknis yang disajikan dalam Bab 21 dan 22, dinyatakan dalam satuan jari-jari bumi (Re):
Katalog Bintang dan Manzil al-Qamar (Bab 19–20)
Dalam Bab 19, Al-Farghānī menyajikan klasifikasi bintang tetap berdasarkan kecerahannya (magnitudo). Ia mengadopsi sistem enam magnitudo dari tradisi Yunani, namun ia memberikan identitas Arab pada bintang-bintang tersebut yang kemudian akan diserap ke dalam terminologi astronomi global. Ia secara khusus menyebutkan lima belas bintang paling terang di langit sebagai bintang magnitudo pertama.
Bab 20 dikhususkan untuk Manāzil al-Qamar atau 28 Rumah Bulan, sebuah sistem yang sangat krusial bagi navigasi dan tradisi agraris masyarakat Muslim. Sistem ini membagi ekliptika menjadi 28 bagian yang masing-masing ditempati bulan selama satu malam dalam siklus orbitnya.
Beberapa Manzil al-Qamar Penting dalam Teks
- Al-Sharatain (Dua Tanda): Bintang Beta dan Gamma Arietis, menandai awal dari zodiak Aries.
- Al-Thurayya (Pleiades): Gugus bintang yang digunakan secara luas sebagai indikator musim.
- Al-Dabaran (Pengikut): Bintang merah terang Alpha Tauri yang "mengikuti" Pleiades.
- Al-Simak (Spica): Bintang Alpha Virginis yang menjadi salah satu titik referensi utama di langit selatan.
- Al-Qalb (Antares): "Jantung" rasi Scorpio, digunakan untuk menentukan puncak musim panas.
Penyertaan sistem Manāzil ini menunjukkan bagaimana Al-Farghānī mengintegrasikan astronomi formal Ptolemaic dengan kearifan lokal Arab (Anwā'), menjadikannya karya yang sangat relevan secara budaya bagi audiens Muslim.
Teori Eclipsologi dan Paralaks (Bab 27–30)
Bagian penutup dari Jawāmi‘ membahas fenomena yang paling menakutkan sekaligus menakjubkan bagi masyarakat kuno: gerhana. Al-Farghānī menjelaskan mekanisme gerhana matahari dan bulan dengan kejernihan fisik yang tinggi. Gerhana bulan dijelaskan sebagai masuknya bulan ke dalam kerucut bayangan bumi, sebuah fenomena yang hanya terjadi saat konjungsi (bulan purnama) di dekat titik simpul orbit.
Dalam Bab 27, ia membahas paralaks—perbedaan posisi benda langit saat dilihat dari permukaan bumi dibandingkan dari pusat bumi. Ia menjelaskan bahwa paralaks bulan sangat signifikan karena jaraknya yang dekat, sementara paralaks matahari hampir tidak terdeteksi oleh instrumen masa itu. Pengetahuan ini digunakan dalam Bab 28 dan 29 untuk memprediksi durasi dan jenis gerhana (total, parsial, atau cincin). Bab 30 menyimpulkan dengan pembahasan tentang interval waktu antar gerhana, memberikan pembaca kemampuan untuk memahami ritme jangka panjang dari tarian kosmis ini.
Koreksi dan Inovasi: Melampaui Almagest
Meskipun sering disebut sebagai "ringkasan," Jawāmi‘ melakukan banyak revisi kritis terhadap data Ptolemaeus berdasarkan pengamatan yang dilakukan di observatorium Syammasiyah di Baghdad dan Qasiyun di Damaskus.
1. Kemiringan Ekliptika: Ptolemaeus mencatat kemiringan sebesar 23° 51'. Al-Farghānī melaporkan nilai Ma'mūnic yang jauh lebih akurat, yaitu 23° 35' atau bahkan 23° 33' dalam beberapa catatan.
2. Eksentrisitas Orbit: Ia memberikan nilai yang direvisi untuk eksentrisitas orbit planet dan ukuran epicycle, memastikan bahwa prediksi posisi planet lebih sesuai dengan kenyataan langit abad ke-9.
3. Gerakan Apogee Matahari: Penemuan bahwa titik terjauh matahari tidak statis tetapi bergerak mengikuti presesi adalah kontribusi revolusioner yang menantang dogma astronomi kuno.
4. Sederhana Namun Akurat: Al-Farghānī secara sadar membuang "beban" matematis yang tidak perlu bagi pemula, namun tetap mempertahankan akurasi data eksperimental, sebuah pendekatan pedagogis yang mendahului metode modern.
Dampak Global dan Transmisi Pengetahuan
Pengaruh Jawāmi‘ ‘Ilm al-Nujūm melampaui batas-batas dunia Islam melalui serangkaian terjemahan yang mengubah lanskap intelektual Eropa. Terjemahan Latin pertama oleh John of Seville pada tahun 1135, berjudul Differentia Scientie Astrorum, diikuti oleh terjemahan yang lebih terkenal dari Gerard dari Cremona sebelum tahun 1175.
Karya ini menjadi teks standar di universitas-universitas Eropa hingga abad ke-16, menggeser dominasi teks-teks spekulatif sebelumnya dengan data observasi yang valid. Johannes Sacrobosco, dalam karyanya yang sangat populer De Sphaera, sangat berhutang budi pada deskripsi Al-Farghānī tentang struktur sferis alam semesta. Bahkan setelah revolusi Copernicus, pengaruh Al-Farghānī tetap terasa melalui karya-karya Regiomontanus dan Jacob Golius yang mempublikasikan edisi teks Arab dan Latin pada abad ke-17.
Studi Kasus: Al-Farghānī dalam Visi Puitis Dante Alighieri
Bagi penikmat sastra dunia, pengaruh Al-Farghānī yang paling indah ditemukan dalam karya Dante Alighieri, terutama dalam La Divina Commedia dan Il Convivio. Dante, yang mempelajari astronomi melalui terjemahan Latin Alfraganus, membangun seluruh arsitektur kosmologis perjalanannya ke akhirat berdasarkan data dari Jawāmi‘.
Dalam Paradiso, sembilan bola langit yang dilalui Dante sesuai persis dengan urutan dan deskripsi fisik yang diberikan oleh Al-Farghānī: mulai dari Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, hingga bola bintang tetap dan Primum Mobile. Deskripsi Dante tentang "bercak-bercak pada bulan" dalam Canto II Paradiso mencerminkan perdebatan ilmiah tentang sifat fisik bulan yang juga disinggung dalam tradisi yang dibawa Al-Farghānī. Bagi Dante, Al-Farghānī bukan sekadar penyedia data, melainkan pemandu intelektual yang memungkinkannya untuk memetakan realitas spiritual ke dalam struktur fisik alam semesta yang teratur.
Studi Kasus: Kesalahan Unit yang Mengubah Geografi Dunia
Salah satu fakta sejarah yang paling menarik terkait karya Al-Farghānī adalah perannya dalam pelayaran Christopher Columbus pada tahun 1492. Columbus, dalam upayanya mencari rute barat ke Asia, sangat bergantung pada perhitungan Al-Farghānī tentang ukuran bumi. Columbus mencatat dalam margin bukunya, Imago Mundi, bahwa ia setuju dengan pendapat Al-Farghānī bahwa satu derajat meridian setara dengan 56 2/3 mil.
Namun, terjadilah sebuah "kesalahan unit" yang monumental. Columbus menginterpretasikan mil yang dimaksud Al-Farghānī sebagai "mil Romawi" (yang berukuran sekitar 1.480 meter), padahal Al-Farghānī menggunakan "mil Arab" (yang berukuran sekitar 1.973 meter). Kesalahan ini menyebabkan Columbus meremehkan keliling bumi hingga sekitar 25% lebih kecil dari ukuran sebenarnya.
Sintesis dan Signifikansi Historis
Jawāmi‘ ‘Ilm al-Nujūm wa Uṣūl al-Ḥarakāt al-Samāwiyyah berdiri sebagai bukti kecemerlangan metodologi ilmiah Islam yang mengutamakan verifikasi empiris terhadap otoritas kuno. Al-Farghānī berhasil mengubah astronomi dari sebuah disiplin yang abstrak dan esoteris menjadi sebuah tubuh pengetahuan yang sistematis, dapat diukur, dan dapat diajarkan.
Karya ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi bagi astronomi modern. Namanya diabadikan dalam kawah "Alfraganus" di bulan, sebuah penghormatan abadi bagi seorang ilmuwan yang menghabiskan hidupnya untuk mengukur langit agar manusia dapat lebih memahami tempatnya di bumi. Dari pengukuran meridian yang presisi hingga pengaruhnya pada visi puitis Dante dan ambisi maritim Columbus, karya Al-Farghānī adalah jembatan yang menghubungkan kejayaan Baghdad dengan fajar Renaisans Eropa, menjadikannya salah satu teks paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia.
Sitasi:
Al-Biruni and the mathematical geography. (n.d.). ResearchGate. Retrieved February 10, 2026, from https://www.researchgate.net/publication/335060657_Al-Biruni_and_the_Mathematical_Geography
Al-Fargh?n. (n.d.). Encyclopedia.com. Retrieved February 10, 2026, from https://www.encyclopedia.com/science/dictionaries-thesauruses-pictures-and-press-releases/al-farghan
Al-Farghānī, A. b. M. b. K. (1997). Jawāmi‘ ‘ilm al-nujūm wa uṣūl al-ḥarakāt al-samāwiyyah. Institute for the History of Arabic-Islamic Science.
Al-Farghani. (n.d.). Central Asia Guide. Retrieved February 10, 2026, from https://central-asia.guide/uzbekistan/uzbek-culture/uzbek-people/al-farghani/
Al-Farghani. (n.d.). Wikipedia. Retrieved February 10, 2026, from https://en.wikipedia.org/wiki/Al-Farghani
Al-Fargani. (n.d.). Scribd. Retrieved February 10, 2026, from https://www.scribd.com/document/151678043/AlFargani
Al-Futuhat. (n.d.). Islamic Civilization – Astronomy & Observations. Retrieved February 10, 2026, from http://www.alfutuhat.com/islamiccivilization/Astronomy%20&%20Observation/Accomplishments.html
Al-Maʾmūn. (n.d.). EBSCO Research Starters. Retrieved February 10, 2026, from https://www.ebsco.com/research-starters/biography/al-mamun
Almagest – Book I: Introduction. (2018). Following Kepler. Retrieved February 10, 2026, from https://jonvoisey.net/blog/2018/05/the-almagest-book-i-introduction/
Alfraganus and the elements of astronomy. (n.d.). Muslim Heritage. Retrieved February 10, 2026, from https://muslimheritage.com/alfraganus-and-the-elements-of-astronomy/
Alfraganus and the elements of astronomy. (n.d.). Muslim Heritage. Retrieved February 10, 2026, from https://muslimheritage.com/uploads/Alfraganus1.pdf
Astronomy in the medieval Islamic world. (n.d.). Wikipedia. Retrieved February 10, 2026, from https://en.wikipedia.org/wiki/Astronomy_in_the_medieval_Islamic_world
Astronomy in the medieval Islamic world. (n.d.). Facts for Kids. Retrieved February 10, 2026, from https://kids.kiddle.co/Astronomy_in_the_medieval_Islamic_world
Cosmology in the Muslim world. (n.d.). Wikipedia. Retrieved February 10, 2026, from https://en.wikipedia.org/wiki/Cosmology_in_the_Muslim_world
Dante and the stars: Astronomy in the Divine Comedy. (n.d.). Leonardo Frigo. Retrieved February 10, 2026, from https://www.leonardofrigo.com/blog/dante-astronomy-divine-comedy
Diagramming Dante. (n.d.). Digital Dante – Columbia University. Retrieved February 10, 2026, from https://digitaldante.columbia.edu/image/moffa-astronomy/
Error calculation of the selected maps used in the Great Voyage of Christopher Columbus. (n.d.). ResearchGate. Retrieved February 10, 2026, from https://www.researchgate.net/publication/348442261_Error_calculation_of_the_selected_maps_used_in_the_Great_Voyage_of_Christopher_Columbus
FARGHANI, Ahmad Ibn Muhammad al- (c.800–870) [ALFRAGANUS], Rudimenta astronomica. (1537). Johann Petreius. Retrieved February 10, 2026, from https://www.christies.com/en/lot/lot-6406954
Famous unit conversion errors math assignments example. (n.d.). Wow Essays. Retrieved February 10, 2026, from https://www.wowessays.com/free-samples/famous-unit-conversion-errors-math-assignments-example/index.html
House of Wisdom. (n.d.). Retrieved February 10, 2026, from https://www.du.ac.in/du/uploads/departments/arabic/MA-Arabic-2nd-4th-Sem/IDC%20404%20A%20House%20of%20Wisdom.pdf
Islamway. (n.d.). The solar and lunar eclipse. Retrieved February 10, 2026, from https://en.islamway.net/article/12115/the-solar-and-lunar-eclipse
Kharaqī's star catalogue: A star table from medieval Arabic astronomy. (n.d.). Retrieved February 10, 2026, from https://jihs.ut.ac.ir/article_88985_97b49aa6d76feb02bf4cde1072f072f4.pdf
Lunar mansions. (n.d.). Seeing With Stars. Retrieved February 10, 2026, from https://www.seeingwithstars.net/wp-content/uploads/2015/01/MansionsA4.pdf
Lunar station. (n.d.). Wikipedia. Retrieved February 10, 2026, from https://en.wikipedia.org/wiki/Lunar_station
Mansion of the moons transliteration lists chart. (n.d.). The Voynich Ninja. Retrieved February 10, 2026, from https://www.voynich.ninja/thread-3997.html
Muḥammad al-Farghānī's elements of chronology and astronomy. (n.d.). Library of Congress. Retrieved February 10, 2026, from https://www.loc.gov/item/2021666858/
Physics and optics in Dante's Divine Comedy. (n.d.). ResearchGate. Retrieved February 10, 2026, from https://www.researchgate.net/publication/291339871_Physics_and_Optics_in_Dante's_Divine_Comedy
Some samples of the scientific activities in the first half of the ninth century. (n.d.). Erdem. Retrieved February 10, 2026, from https://erdem.gov.tr/tam-metin-pdf/382/eng
Stars and moonspots: Dante's astronomy. (n.d.). Brown University Library. Retrieved February 10, 2026, from https://library.brown.edu/create/poetryofscience/stars-and-moonspots-dantes-astronomy/
Taglo. (n.d.). Why bother with units? Retrieved February 10, 2026, from https://www.taglo.io/blog/why-you-should-care-about-units
The Arab mansions of the moon. (n.d.). Yeats’s Vision. Retrieved February 10, 2026, from https://www.yeatsvision.com/Mansions.html
The Arabs – Great astronomers. (n.d.). Keighley Astronomical Society. Retrieved February 10, 2026, from https://keighleyastronomicalsociety.co.uk/the-arabs-great-astronomers-by-mr-martin-lunn-mbe-fras/
The House of Wisdom: Baghdad's intellectual powerhouse. (n.d.). 1001 Inventions. Retrieved February 10, 2026, from https://www.1001inventions.com/house-of-wisdom/
The mansions of the moon in astrology & magic. (n.d.). Renaissance Astrology. Retrieved February 10, 2026, from https://www.renaissanceastrology.com/mansionsmoon.html
The source of classical astronomy in the West. (n.d.). Library of Congress. Retrieved February 10, 2026, from https://www.loc.gov/static/collections/finding-our-place-in-the-cosmos-with-carl-sagan/articles-and-essays/modeling-the-cosmos/astronomical-innovation-in-the-islamic-world.html
Twenty-Eight Mansions. (n.d.). Wikipedia. Retrieved February 10, 2026, from https://en.wikipedia.org/wiki/Twenty-Eight_Mansions
View of the influence of the scientific heritage of Ahmad Al-Farghani on the followers. (n.d.). Zien Journals Publishing. Retrieved February 10, 2026, from https://zienjournals.com/index.php/tjm/article/view/5350/4388
Wzzz.tripod.com. (n.d.). Al-Farghani. Retrieved February 10, 2026, from https://wzzz.tripod.com/FARGHANI.html





Post a Comment