Presentasi Teori Interaksionisme Simbolik: Analisis Mikro dalam Membentuk Realitas Sosial

Table of Contents

Interaksionisme Simbolik menekankan bahwa realitas sosial dibentuk melalui interaksi sehari-hari. Manusia bertindak berdasarkan makna yang mereka ciptakan, dan makna itu muncul dari proses komunikasi simbolik.

Teori ini berakar pada George Herbert Mead dan dikembangkan oleh Herbert Blumer dengan tiga premis utama:

  1. Makna → manusia bertindak sesuai makna yang mereka berikan.

  2. Bahasa → makna muncul melalui interaksi sosial.

  3. Pikiran → individu menafsirkan simbol sebelum bertindak.

Konsep pentingnya meliputi simbol, diri (“I” & “Me”), pikiran, dan masyarakat sebagai jaringan interaksi.

Penerapannya tampak pada kasus stigma sosial (misal “Begal Lampung”), ketimpangan pendidikan melalui modal simbolik (ijazah, koneksi), serta interaksi digital seperti emoji dan video call yang membentuk makna baru.

Teori ini dikritik karena terlalu fokus pada level mikro, abstrak, dan kurang menjelaskan struktur sosial atau perilaku jangka panjang.

Berikut Video Youtubenya: 

Berikut Power Pointnya:

Download Klik di SINI

Lihat Juga:

Presentasi Teori Konflik: Konsep, Tokoh, dan Aplikasi dalam Masyarakat 

Presentasi Teori Struktural Fungsional: Konsep, Tokoh, dan Penerapannya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment