Analisis Sosio-Teknis Proses Translasi dalam Teori Jaringan-Aktor: Studi Domestikasi Kerang dan Nelayan Teluk St. Brieuc karya Michel Callon
Paradoks Sosiologi Sains dan Krisis Metodologis
Callon memulai narasinya dengan menyoroti situasi paradoks yang dihadapi oleh para sosiolog yang mencoba menganalisis konten ilmiah dan teknologi. Masalah utama yang diidentifikasi adalah gaya penulisan dan analisis sosiologis tradisional yang cenderung menyensor aktor-aktor yang dipelajarinya. Sosiolog konvensional sering kali bersikap liberal ketika membiarkan ilmuwan berbicara tentang alam, tetapi segera membatasi atau menyensor para aktor tersebut ketika mereka mulai berbicara tentang struktur sosial, aliansi, atau musuh-musuh mereka. Hal ini menciptakan asimetri di mana pengetahuan sosiologis dianggap sebagai otoritas yang tidak terbantahkan, sementara pengetahuan teknis para aktor diperlakukan sebagai objek yang murni bersifat alamiah.
Untuk mengatasi batasan ini, Callon mengusulkan pendekatan yang menuntut peneliti untuk mengikuti para aktor ke mana pun mereka pergi, tanpa memaksakan kategori sosial a priori. Pendekatan ini mengakui bahwa sains dan teknologi adalah "cerita dramatis" di mana identitas para aktor itu sendiri merupakan isu yang sedang dipertaruhkan dan dinegosiasikan. Jika sosiolog mengabaikan ketidakpastian ini, mereka berisiko menulis cerita yang miring dan gagal menangkap dinamika kekuasaan yang sebenarnya dalam pengembangan inovasi.
Tiga Prinsip Metodologis Utama dalam Sosiologi Translasi
Callon menetapkan tiga prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh seorang peneliti dalam melakukan analisis translasi. Prinsip-prinsip ini dirancang untuk memastikan bahwa peneliti tidak memberikan hak istimewa kepada satu jenis penjelasan (baik sosial maupun teknis) di atas yang lain.
Agnostisitas Tergeneralisasi
Prinsip pertama adalah agnostisitas tergeneralisasi, yang menuntut peneliti untuk bersikap imparsial terhadap semua aktor yang terlibat dalam kontroversi. Peneliti tidak boleh memihak pada satu sudut pandang atau menyensor interpretasi yang diberikan oleh para aktor mengenai diri mereka sendiri maupun lingkungan sosial mereka. Dalam konteks studi Teluk St. Brieuc, peneliti harus memperlakukan klaim para ilmuwan tentang biologi kerang dengan tingkat skeptisisme atau penerimaan yang sama dengan klaim para nelayan tentang pasar atau tradisi penangkapan ikan. Tidak ada interpretasi yang dianggap lebih unggul secara otomatis hanya karena berasal dari otoritas ilmiah tertentu.
Simetri Tergeneralisasi
Prinsip simetri tergeneralisasi merupakan komitmen untuk menjelaskan berbagai sudut pandang yang bertentangan dengan menggunakan istilah yang sama. Callon menolak dikotomi tradisional antara "sosial" dan "teknis". Peneliti harus menggunakan satu repertoar kosa kata untuk mendeskripsikan elemen alam (seperti kerang atau arus laut) dan elemen sosial (seperti nelayan atau institusi penelitian). Perbedaan antara manusia dan non-manusia tidak dianggap sebagai sesuatu yang sudah ada sejak awal, melainkan sebagai hasil dari hubungan-hubungan di dalam jaringan itu sendiri.
Asosiasi Bebas
Prinsip ketiga, asosiasi bebas, mengharuskan pengamat untuk meninggalkan semua pemisahan a priori antara alam dan sosial. Peneliti tidak boleh memaksakan kisi-kisi analisis yang sudah mapan—seperti kelas sosial, kepentingan ekonomi, atau hukum alam—sebelum mengamati bagaimana para aktor sendiri mengasosiasikan elemen-elemen ini. Tujuannya adalah untuk mengikuti para aktor dalam upaya mereka membangun dunia, di mana mereka secara bebas menghubungkan entitas biologis, perangkat teknis, dan struktur politik untuk mencapai tujuan mereka.
Konteks Sejarah: Krisis Kerang di Prancis Tahun 1970-an
Studi kasus Callon berpusat pada upaya tiga peneliti kelautan untuk menyelamatkan populasi kerang (Pecten maximus) di Teluk St. Brieuc, Brittany, Prancis. Selama dekade 1970-an, stok kerang di Prancis mengalami penurunan drastis, terutama di Teluk Brest. Penurunan ini disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia, yang dirangkum dalam perbandingan berikut:
Teknik Budidaya Jepang sebagai Model
Teknik yang diusulkan melibatkan pengumpulan larva kerang pada "kolektor" buatan yang ditenggelamkan di laut. Di dalam kolektor ini, larva terlindung dari predator saat mereka tumbuh. Setelah mencapai ukuran tertentu, kerang muda tersebut "disebar" kembali ke dasar laut untuk berkembang secara aman selama dua atau tiga tahun sebelum akhirnya dipanen. Masalah utamanya adalah apakah teknik yang berhasil untuk spesies Jepang ini dapat diterapkan pada spesies Pecten maximus di Teluk St. Brieuc yang memiliki karakteristik biologis berbeda.
Dinamika Aktor dan Proses Interdefinisi
Penelitian Callon menyoroti bagaimana para peneliti kelautan tersebut tidak hanya melakukan eksperimen biologis, tetapi juga secara aktif mendefinisikan identitas aktor-aktor lain di sekitar mereka. Dalam pandangan Callon, para peneliti ini bertindak sebagai "penggerak utama" (primum movens) yang mencoba membangun jaringan dengan mengikat kepentingan berbagai pihak.
Momentum Translasi I: Problematisasi dan Titik Lintasan Wajib
Fase pertama dalam proses translasi adalah problematisasi. Dalam fase ini, peneliti berusaha membuat diri mereka menjadi sangat diperlukan oleh aktor lain dengan cara mendefinisikan masalah sedemikian rupa sehingga solusi hanya bisa dicapai melalui mereka.
Para peneliti ini membangun argumen bahwa aliansi antara manusia dan non-manusia harus dibentuk untuk "menginduksi" kerang agar berkembang biak. Mereka menciptakan apa yang disebut Callon sebagai Obligatory Passage Point (OPP) atau Titik Lintasan Wajib. OPP adalah posisi strategis di mana semua aktor dalam jaringan harus melewati jalur yang ditentukan peneliti untuk mencapai tujuan masing-masing.
Momentum Translasi II: Interesemen (Interessement)
Fase kedua, interesemen, melibatkan serangkaian tindakan di mana aktor utama (peneliti) mencoba mengunci aktor-aktor lain ke dalam peran yang telah ditetapkan bagi mereka selama problematisasi. Inti dari fase ini adalah "memutuskan" atau melemahkan hubungan aktor-aktor tersebut dengan entitas lain yang mungkin menawarkan definisi identitas yang bersaing.
Untuk kerang, perangkat interesemen yang digunakan adalah tali derek (tow ropes) dan tas kolektor berjejaring. Perangkat fisik ini berfungsi untuk memisahkan larva kerang dari pengaruh arus laut, ancaman bintang laut, dan gangguan nelayan lain. Dengan menyediakan lingkungan yang terlindung, peneliti mencoba "menarik minat" larva agar tetap berada di dalam jaringan eksperimen mereka.
Untuk manusia, interesemen dilakukan melalui teks-teks ilmiah, percakapan, dan janji-janji kemakmuran ekonomi. Peneliti menggunakan data dari Jepang sebagai daya tarik untuk meyakinkan para nelayan dan kolega ilmiah bahwa jalur yang mereka tawarkan adalah yang terbaik. Interesemen berhasil jika aliansi yang dibangun cukup kuat untuk menghentikan aktor mencari alternatif lain di luar jaringan tersebut.
Momentum Translasi III: Pendaftaran (Enrolment)
Enrolment atau pendaftaran terjadi ketika upaya interesemen berhasil membuahkan hasil yang konkret, di mana aktor-aktor mulai menerima dan memainkan peran yang didefinisikan bagi mereka. Namun, Callon menegaskan bahwa pendaftaran bukanlah proses otomatis; ia melibatkan negosiasi, uji kekuatan (trials of strength), dan bahkan "trik" untuk memastikan kesetiaan aktor.
Dalam konteks non-manusia, pendaftaran larva kerang melibatkan perjuangan melawan kekuatan alam. Peneliti harus menegosiasikan desain tas kolektor agar sesuai dengan preferensi biologis larva, sambil menghadapi tantangan dari arus laut yang bisa menghanyutkan peralatan atau parasit yang bisa membunuh larva. Ketika beberapa larva akhirnya menempel pada kolektor, mereka dianggap telah "mendaftar" ke dalam jaringan dan menjadi bagian dari eksperimen.
Bagi manusia, pendaftaran terjadi melalui konsensus politik dan administratif. Perwakilan nelayan menandatangani kesepakatan untuk tidak memancing di area tertentu, dan kolega ilmiah memberikan dukungan terhadap metodologi yang digunakan. Callon mencatat bahwa pendaftaran ini sering kali rapuh karena aktor-aktor tersebut terus menerus ditarik oleh kepentingan lain di luar jaringan peneliti.
Momentum Translasi IV: Mobilisasi
Mobilisasi adalah tahap di mana para peneliti menjadi "juru bicara" yang sah bagi seluruh entitas dalam jaringan. Dalam fase ini, sekelompok kecil perwakilan (baik larva kerang maupun perwakilan nelayan) dianggap berbicara atas nama massa yang jauh lebih besar.
Melalui proses translasi, identitas kerang dan nelayan dipindahkan (displaced) ke dalam format yang lebih mudah dikelola: angka, tabel, peta, dan grafik di dalam laporan ilmiah. Beberapa ribu larva yang menempel pada kolektor dipandang sebagai representasi dari miliaran larva di Teluk St. Brieuc. Para peneliti kemudian berbicara atas nama larva-larva ini, mengklaim bahwa mereka telah memahami kebutuhan dan perilaku spesies tersebut.
Sama halnya dengan nelayan, kesepakatan dengan beberapa pemimpin komunitas nelayan dianggap mewakili kehendak seluruh komunitas. Pada tahap ini, peneliti telah berhasil membangun struktur kekuasaan di mana semua interaksi harus melewati mereka, dan suara mereka dianggap sebagai suara kolektif dari seluruh jaringan yang heterogen.
Kegagalan Translasi: Dissidensi dan Pengkhianatan
Karya Callon tidak berakhir dengan keberhasilan budidaya, melainkan dengan keruntuhan jaringan yang dramatis. Stabilitas yang tampak kokoh selama fase mobilisasi ternyata bersifat menipu. Kegagalan ini muncul dari "pengkhianatan" para aktor yang sebelumnya telah terdaftar.
Pengkhianatan oleh Kerang (Ketidakterwakilan Biologis)
Meskipun pada awalnya tampak sukses, eksperimen tersebut tidak dapat direplikasi secara konsisten pada tahun-tahun berikutnya. Larva kerang mulai menunjukkan perilaku yang disebut Callon sebagai "dissiden" atau pembangkang. Mereka tidak menempel pada kolektor dalam jumlah yang diharapkan, atau mereka gagal bermetamorfosis menjadi kerang muda yang kuat. Kerang-kerang tersebut "menolak" peran yang telah dituliskan untuk mereka dalam skenario ilmuwan. Hal ini meruntuhkan kredibilitas para peneliti sebagai juru bicara bagi alam; ternyata mereka belum benar-benar menguasai bahasa atau keinginan kerang.
Pemberontakan Malam Natal (Ketidakterwakilan Sosial)
Pengkhianatan yang paling nyata datang dari pihak manusia. Meskipun perwakilan nelayan telah berjanji untuk melindungi area eksperimen, komitmen tersebut hancur di bawah tekanan ekonomi sesaat. Pada suatu Malam Natal, sekelompok nelayan melakukan "mutiny" (pemberontakan). Mereka nekat masuk ke area terlarang dan memanen kerang-kerang muda yang sedang dalam masa penelitian.
Tindakan ini dipicu oleh tradisi Reveillon di Prancis, di mana permintaan dan harga kerang melonjak tajam untuk pesta Natal. Para nelayan lebih memilih keuntungan besar dalam semalam daripada janji keberlanjutan stok di masa depan yang tidak pasti. Kejadian ini membuktikan bahwa para pemimpin nelayan yang diajak bernegosiasi oleh ilmuwan tidak benar-benar mampu mewakili atau mengendalikan massa nelayan di lapangan.
Implikasi Teoretis: Kekuasaan, Representasi, dan Materialitas
Studi Callon memberikan kontribusi mendalam bagi pemahaman kita tentang bagaimana kekuasaan bekerja dalam masyarakat modern. Ia menunjukkan bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang dimiliki secara absolut, melainkan efek dari jaringan yang harus terus-menerus dipertahankan.
Representasi sebagai Alat Pembungkaman
Callon berargumen bahwa proses representasi dalam sains sering kali berfungsi untuk "membungkam" mayoritas. Dengan mengklaim berbicara atas nama nelayan atau kerang, para peneliti sebenarnya menyederhanakan identitas mereka yang kompleks menjadi poin-poin data yang menguntungkan narasi peneliti. Ketika aktor-aktor tersebut bertindak di luar skenario, mereka membuktikan bahwa representasi tersebut cacat.
Agensi Non-Manusia dan Simetri
Salah satu warisan terpenting dari karya ini adalah pengakuan terhadap agensi non-manusia. Callon menunjukkan bahwa arus laut, bintang laut, dan larva kerang memiliki kemampuan untuk menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek sosial-ekonomi. Tanpa kerja sama dari elemen-elemen alam ini, struktur sosial yang dibangun oleh manusia akan goyah.
Warisan dan Relevansi Kontemporer
Meskipun kasus kerang di St. Brieuc berakhir dengan kegagalan teknis, secara teoretis ia merupakan kesuksesan besar bagi sosiologi translasi. Karya ini telah memengaruhi berbagai disiplin ilmu, mulai dari sistem informasi hingga studi hubungan internasional.
Karya Michel Callon ini menantang kita untuk melihat inovasi bukan sebagai proses linier dari penemuan ilmiah menuju aplikasi sosial, melainkan sebagai proses negosiasi yang berisiko dan penuh dengan ketidakpastian. Ia mengingatkan para ilmuwan dan perencana kebijakan bahwa keberhasilan mereka bergantung pada aliansi yang rapuh dengan dunia alam dan sosial yang mereka coba kendalikan.
Analisis mendalam Callon mengajarkan bahwa sains tidak pernah murni bersifat teknis, dan masyarakat tidak pernah murni bersifat sosial; keduanya selalu terjerat dalam jaringan material-semiotik yang kompleks. Kegagalan di Teluk St. Brieuc tetap menjadi monumen pengingat akan pentingnya kerendahan hati ilmiah dalam menghadapi resistensi dari entitas-entitas yang kita coba domestikasi.
Referensi:
Callon, M. (1986). Some elements of a sociology of translation: Domestication of the scallops and the fishermen of St. Brieuc Bay. In J. Law (Ed.), Power, action and belief: A new sociology of knowledge? (pp. 196–233). Routledge & Kegan Paul.
Callon, M. (1999). Some elements of a sociology of translation: Domestication of scallops and fishermen [PDF]. Scribd. https://www.scribd.com/doc/298711671
Callon, M. (n.d.). Some elements of a sociology of translation [PDF]. WordPress. Diakses 24 Desember 2025, dari https://scienceandsexuality.files.wordpress.com/2015/11/callon-some-elements.pdf
Callon, M. (n.d.). Some elements of a sociology of translation: Domestication of the scallops and the fishermen of St Brieuc Bay [PDF]. Scribd. Diakses 24 Desember 2025, dari https://www.scribd.com/document/909931014
Callon, M. (n.d.). Some elements of a sociology of translation: Domestication of the scallops and the fishermen of St Brieuc Bay [PDF]. University of Athens. Diakses 24 Desember 2025, dari http://users.uoa.gr/~mpatin/Historiography%20of%20Science/Callon-scallops.pdf
Callon, M. (n.d.). Some elements of a sociology of translation: Domestication of the scallops and the fishermen of St Brieuc Bay. SciSpace. Diakses 24 Desember 2025, dari https://scispace.com/papers/some-elements-of-a-sociology-of-translation-domestication-of-26e92jufue
Clarke, J. (2002). A new kind of symmetry: Actor-network theories and the new literacy studies [PDF]. Diakses 24 Desember 2025, dari http://ewasteschools.pbworks.com/f/Clarke_J2002Actor-networktheories_and_new%2Bliteracy.PDF
Latour, B. (n.d.). Actor-network theory. Simply Psychology. Diakses 24 Desember 2025, dari https://www.simplypsychology.org/actor-network-theory.html
Latour, B. (n.d.). Actor-network theory (ANT). STSWiki. Diakses 24 Desember 2025, dari https://stswiki.org/actor-network-theory-ant/
Law, J. (n.d.). 11. Actor-network theory (ANT) [PDF]. New York University. Diakses 24 Desember 2025, dari https://research.engineering.nyu.edu/~jbain/philsci/lectures/11.ANT.pdf
Law, J. (n.d.). Actor-network theory [PDF]. New York University. Diakses 24 Desember 2025, dari https://research.engineering.nyu.edu/~jbain/scitechsoc/lectures/11.ANT.pdf
Michel Callon and the scallop fishermen. (2014). Cat’s Eyes. Diakses 24 Desember 2025, dari https://catrionao.wordpress.com/2014/01/29/michel-callon-and-the-scallop-fisherman/
Narrating non-human agency. (n.d.). ResearchGate. Diakses 24 Desember 2025, dari https://www.researchgate.net/publication/377427413_Narrating_Non-Human_Agency
Normalizing Callon’s theory of translation. (n.d.). ResearchGate. Diakses 24 Desember 2025, dari https://www.researchgate.net/publication/324106844_Normalizing_Callon's_Theory_of_Translation
Obligatory passage point. (n.d.). Wikipedia. Diakses 24 Desember 2025, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Obligatory_passage_point
Sociology of translation and the politics of sustainability: Explorations across cultures and natures. (n.d.). OAPEN Library. Diakses 24 Desember 2025, dari https://library.oapen.org/bitstream/id/c4bd845e-5cf2-470a-9121-2a123e763f00/9781003859468.pdf
Translation (sociology). (n.d.). Wikipedia. Diakses 24 Desember 2025, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Translation_(sociology)
Translating the sociology of translation. (n.d.). ResearchGate. Diakses 24 Desember 2025, dari https://www.researchgate.net/publication/264320558_Translating_the_Sociology_of_Translation





Post a Comment