Conflict Sociology (1975) Randall Collins: Analisis Struktural, Konflik sebagai Ilmu Penjelas, dan Kontribusi Teoretis
I. Pengantar dan Kontekstualisasi Teoretis
I.A. Randall Collins: Biografi Singkat dan Posisi Intelektual
Randall Collins adalah seorang ahli sosiologi Amerika terkemuka yang karyanya, khususnya Conflict Sociology: Toward an Explanatory Science (1975), menandai titik balik penting dalam teori konflik sosial. Collins, yang kemudian diakui sebagai sosiolog Neo-Weberian terkemuka, diposisikan untuk mengembangkan perspektifnya yang realis tentang konflik sejak usia muda. Pengalaman yang sangat berkesan baginya di masa kecil terjadi ketika ayahnya bekerja untuk intelijen militer pada akhir Perang Dunia II. Collins tinggal di Berlin pada tahun 1945, di mana ia dan saudara perempuannya tidak dapat bermain bebas di halaman karena keberadaan banyak amunisi aktif. Collins bahkan menyaksikan tentara Rusia datang ke halaman rumahnya untuk menggali jenazah, sebuah pengalaman langsung dengan sisa-sisa konflik yang parah.
Latar belakang ini, yang melibatkan perjalanan tugas ayahnya ke Uni Soviet, Jerman (di bawah pendudukan militer Amerika), Spanyol, dan Amerika Selatan, kemungkinan besar menanamkan pandangan tentang konflik sebagai realitas sosial yang inheren dan mendasar, bukan sekadar anomali atau produk sampingan. Buku Conflict Sociology (1975) segera diakui sebagai pernyataan teori konflik yang paling kuat dan komprehensif pada masanya. Tujuan utamanya adalah untuk membangun sosiologi konflik sebagai explanatory science (ilmu penjelasan), menjauhkannya dari kecenderungan ideologis dan deskriptif.
I.B. Kritik Terhadap Fungsionalisme Struktural dan Reduksionisme Marxis
Teori Konflik Sosial Collins bertolak dari asumsi bahwa orang dipandang memiliki karakteristik sosial (sociable), tetapi pada saat yang sama, mereka juga rentan terhadap konflik dalam hubungan sosialnya. Collins mengambil teori konflik Marxian sebagai titik tolak utama, tetapi ia secara eksplisit berusaha menghindarinya. Terdapat dua masalah utama yang ia lihat dalam orientasi Marxis: Pertama, teori Marxian mengandung ciri ideologis yang ingin dihindarinya demi pendekatan yang lebih ilmiah dan realistik; Kedua, teori tersebut cenderung mereduksi seluruh analisis sosial hanya ke bidang ekonomi.
Collins percaya bahwa konflik adalah proses sentral dalam kehidupan sosial, dan oleh karena itu, harus dipilih sebagai fokus berdasarkan landasan yang realistik. Untuk mencapai tujuan ilmu penjelasan ini, diperlukan kerangka yang dapat menjelaskan konflik dalam berbagai arena sosial, bukan hanya arena produksi.
I.C. Pilihan Neo-Weberian: Kekuasaan, Status, dan Landasan Konflik Multiplex
Untuk mengatasi keterbatasan reduksionisme ekonomi Marxis, Collins secara ekstensif memanfaatkan kerangka yang dikembangkan oleh Max Weber. Weber telah memformulasikan respons terhadap Marx dengan menunjukkan bahwa konflik tidak hanya melibatkan ekonomi secara berlebihan, tetapi juga negara dan ekonomi bersama-sama menetapkan kondisi untuk konflik. Weber menekankan bahwa legitimasi adalah isu kritis dalam ide konflik, karena semua sistem penindasan harus dilegitimasi agar dapat berfungsi.
Lebih lanjut, Weber melihat bahwa kelas jauh lebih kompleks daripada yang dihipotesiskan oleh Marx, menambahkan faktor-faktor penting seperti status (prestise) dan partai (kekuasaan politik) sebagai kontributor ketidaksetaraan sosial. Collins memanfaatkan model Weberian yang bersifat multiperspektif ini. Jika konflik hanya dilihat berasal dari faktor ekonomi (seperti dalam pandangan Marx), penjelasannya terbatas. Dengan Weber, Collins dapat melihat bahwa konflik muncul dari kontrol atas berbagai jenis sumber daya, yaitu sumber daya materi, sumber daya koersif (kekerasan), dan sumber daya simbolik/emosional. Pendekatan ini memungkinkannya membangun kerangka teoretis yang jauh lebih realistis dan non-ideologis. Collins memilih memusatkan perhatian pada stratifikasi sosial karena institusi ini menyentuh begitu banyak ciri kehidupan, termasuk kekayaan, politik, karier, keluarga, dan gaya hidup.
I.D. Posisi Teoretis Collins dalam Peta Sosiologi Konflik
Untuk memperjelas posisi Collins, perbandingan kerangka teoretisnya dengan pendahulunya dapat dirangkum sebagai berikut:
Perbandingan Kerangka Teoretis Konflik: Marx, Weber, dan Collins
II. Pondasi Mikro-Sosiologis Konflik: Jembatan Mikro-Makro
II.A. Tesis Sentral: Landasan Mikro-Empiris Radikal
Kontribusi paling inovatif dari Conflict Sociology (1975) adalah upaya gigihnya untuk merekonstruksi makrososiologi dari landasan mikroempiris radikal. Collins secara eksplisit menambahkan analisis tingkat mikro ke teori konflik yang secara tradisional cenderung bertingkat makro. Collins menawarkan orientasi yang sangat reduksionistik terkait masalah kaitan mikro-makro, berargumen bahwa semua fenomena makro dapat diterjemahkan ke dalam kombinasi peristiwa mikro.
Fokus sosiologi mikro radikal Collins adalah apa yang ia sebut sebagai "mata rantai ritual interaksi" (interaction ritual chains), atau serangkaian "mata rantai pengalaman interaksional individu, yang saling silang satu sama lain bersamaan dengan alirannya". Sosiologi yang lebih jelas harus mampu menunjukkan bagaimana struktur sosial dapat diterjemahkan secara empiris menjadi "pola interaksi mikro yang berulang". Hal ini menyiratkan bahwa apa pun yang bersifat makro pada dasarnya terdiri dari agregasi hal-hal yang bersifat mikro.
II.B. Stratifikasi dan Interaksi Kehidupan Sehari-hari (The Experiential Foundation)
Collins menempatkan interaksi di pusat analisis. Argumennya menunjukkan bahwa stratifikasi dan organisasi sosial didasarkan atas interaksi kehidupan sehari-hari. Collins percaya bahwa individu secara inheren berusaha memaksimalkan status subjektif mereka. Kemampuan untuk mencapai status yang diinginkan ini bergantung pada kontrol atas sumber daya yang dimiliki oleh orang lain yang berinteraksi dengan mereka.
Sasaran utama Collins dalam studi stratifikasi sosial adalah skala kecil, karena stratifikasi sosial, seperti semua struktur sosial, dapat direduksi ke tingkat individual dalam kehidupan sehari-hari yang saling berinteraksi menurut cara yang berpola. Struktur makro di sini dilihat bukan sebagai entitas yang memaksa secara independen, melainkan sebagai agregasi dari miliaran tindakan mikro sehari-hari. Artinya, struktur sosial bukanlah konsep abstrak yang direifikasi, melainkan hasil yang dapat diamati dari pengulangan interaksi antar individu.
II.C. Akar Fenomenologi dan Etnometodologi
Pendekatan Collins terhadap konflik dimulai dari sudut pandang individu, karena akar teoritisnya terletak dalam tradisi fenomenologi dan etnometodologi. Collins sangat menekankan upaya fenomenologi untuk melandasi semua konsep sosiologis pada pengamatan kehidupan sehari-hari. Tuntutan ini penting karena memungkinkan teori konflik untuk melepaskan diri dari determinasi historis (seperti pada Marxisme) dan berfokus pada dinamika yang dapat diuji secara empiris dalam situasi interaksional yang nyata.
Dengan menuntut bahwa struktur makro dapat direduksi menjadi pola interaksi yang berulang, Collins memimpin agenda penelitian yang menantang sosiolog untuk mencari data yang dapat membawa mereka sedekat mungkin ke dalam dinamika situasi, yang sangat relevan untuk menjelaskan ketidaksetaraan dan konflik.
II.D. Deferensi dan Tingkah Laku (Deference and Demeanor)
Pentingnya interaksi mikro diilustrasikan dalam Bab 4, A Short History of Deference and Demeanor (yang ditulis bersama Joan Annett). Bab ini secara mikrososiologis menganalisis bagaimana status dan prestise dipertahankan atau ditantang. Konsep deference (penghormatan/ketundukan) dan demeanor (tingkah laku) adalah mekanisme ritual interaksi sehari-hari yang memelihara hierarki status. Jika seseorang berhasil menampilkan tingkah laku yang sesuai dan menerima deferensi dari orang lain, statusnya diperkuat; jika gagal, konflik status dapat muncul.
III. Teori Stratifikasi Konflik Collins dan Struktur Buku
Conflict Sociology (1975) adalah monograf yang sistematis, meskipun edisi yang lebih baru sering berupa ringkasan dan pembaruan substansial. Edisi pertama pada 1975 mencakup spektrum topik yang luas, sementara edisi pembaruan (misalnya 2009, yang diedit oleh Stephen K. Sanderson) mempertahankan bab-bab inti dan menambahkan diskusi tentang perkembangan teori konflik terbaru.
III.A. Struktur Argumentasi Inti
Struktur buku edisi abridged yang berfokus pada argumen inti Collins menunjukkan perkembangan logis dari fondasi ilmiah ke analisis makro berbasis konflik:
Struktur Bab Inti Conflict Sociology (Edisi Diperbarui)
III.B. Stratifikasi: Kontrol Sumber Daya dan Budaya Kelas
Collins memandang stratifikasi sosial sebagai inti dari banyak konflik karena ia didasarkan pada perjuangan untuk menguasai sumber daya. Konflik ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup kontrol atas "alat produksi emosional" (cara untuk menghasilkan solidaritas dan status).
Teori Collins mengenai stratifikasi konflik bertolak dari pandangan bahwa individu secara berkelanjutan berjuang untuk meningkatkan atau mempertahankan status subjektif mereka dalam setiap momen interaksi. Perjuangan ini menghasilkan budaya kelas yang berbeda. Budaya kelas ini terbentuk, sebagian besar, berdasarkan pengaruh pekerjaan (Occupational Influences on Class Cultures). Dengan mendasarkan stratifikasi pada interaksi yang terulang (mikro), Collins menunjukkan bahwa budaya kelas tidak diwariskan atau dipaksakan oleh 'sistem' yang abstrak. Sebaliknya, budaya kelas secara aktif dibentuk dan dihidupkan kembali setiap hari melalui pola interaksi di lingkungan kerja dan sosial, di mana individu secara berulang menegosiasikan status dan menghadapi pihak yang mengontrol sumber daya.
IV. Aplikasi Institusional: Negara, Kekerasan, dan Legitimasi
Collins menerapkan kerangka konflik mikro-makro ini pada domain institusional utama, yaitu Negara, Ekonomi, dan Ideologi (Bab 5).
IV.A. Negara sebagai Organisasi Kekerasan
Mengikuti tradisi Weberian, Collins menekankan peran negara. Ia berpendapat bahwa kekerasan koersif negara secara analitis lebih dulu ada daripada ekonomi, dan bahwa kontrol terhadap alat material kekerasan adalah pusat perhatian utama dalam perjuangan kekuasaan. Negara dilihat sebagai organisasi yang secara primer melibatkan kontrol terpusat terhadap kekerasan, didukung oleh teknologi dan organisasi militer. Collins secara implisit memperluas konsep kontrol sumber daya Weberian. Selain sumber daya ekonomi dan status, kontrol atas alat paksaan (kekerasan) adalah sumber daya paling fundamental karena ia mendasari semua bentuk kontrol lainnya.
IV.B. Dinamika Situasional Kekerasan: Menjembatani Koersi Makro dan Mikro
Collins kemudian mengembangkan tesis bahwa kekerasan interpersonal sebenarnya merupakan penyimpangan dari kecenderungan fisiologis manusia, yaitu kesulitan dan keengganan untuk melakukan konfrontasi fisik. Ia berpendapat bahwa kekerasan adalah pengecualian, bukan aturan, terlepas dari motivasi atau kondisi yang mendasarinya (seperti kemiskinan atau kebencian ideologis). Teori ini bertentangan dengan penjelasan sosiolog yang menganggap kekerasan mudah terjadi dalam kondisi sosial tertentu.
Penerapan perspektif mikrososiologis ini terhadap kekerasan (yang kemudian ia kembangkan dalam Violence: A Microsociological Theory, 2008) memungkinkan Collins untuk menjelaskan bagaimana kekerasan makro negara beroperasi. Kekerasan yang masif dan terorganisir—seperti perang atau "administrasi birokratis kamar gas" yang digambarkan sebagai "tanpa perasaan dan impersonal" —bukanlah luapan emosi alami. Sebaliknya, kekerasan makro adalah struktur yang dirancang untuk mengatasi hambatan interaksional dan fisiologis terhadap kekerasan interpersonal. Dengan kata lain, struktur birokrasi dan organisasi negara adalah sarana untuk menjadikan kekerasan efisien, terpusat, dan impersonal, dengan memutus mata rantai emosional yang menghambat kekerasan di tingkat mikro.
IV.C. Ideologi, Ritual, dan Kontrol
Legitimasi merupakan elemen kunci Weberian yang diadopsi Collins. Legitimasi adalah syarat bagi berfungsinya sistem penindasan. Collins berpendapat bahwa ideologi bukanlah sekadar seperangkat kepercayaan abstrak, tetapi lebih merupakan hasil sampingan dari ritual interaksi yang berhasil yang bertujuan untuk melegitimasi dominasi. Ritual interaksi yang berulang menciptakan sentimen kolektif dan solidaritas yang mendukung struktur kekuasaan, yang pada gilirannya memperkuat legitimasi dan kontrol.
IV.D. Cakupan Institusional Edisi Asli
Penting untuk dicatat bahwa Conflict Sociology edisi asli 1975 memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada edisi ringkasan. Bab-bab yang dihilangkan dalam edisi yang diperbarui (yang hanya menyisakan bab inti stratifikasi dan negara) mencakup analisis mendalam tentang Organisasi, Kehidupan Intelektual, Pendidikan, Keluarga, dan Gender. Dalam bab-bab ini, Collins menerapkan kerangka konflik (perjuangan sumber daya, status, kekuasaan) pada domain institusional spesifik, termasuk menganalisis perjuangan struktural dan hambatan rutin yang dihadapi oleh wanita dalam pendidikan tinggi.
V. Warisan dan Pengembangan Lanjutan Teori Konflik
V.A. Relevansi dan Dampak Conflict Sociology (1975)
Conflict Sociology (1975) telah meninggalkan warisan yang bertahan lama. Buku ini diakui sebagai salah satu pernyataan yang paling komprehensif dan berdampak dari teori konflik dalam sejarah sosiologi modern. Kontribusi terbesarnya adalah berhasil merumuskan kembali teori konflik menjadi kerangka yang eksplisit dan sistematis yang menghubungkan analisis makro (Neo-Weberian) dengan analisis mikro (Fenomenologis), membebaskan bidang tersebut dari reduksionisme dan perdebatan ideologis yang didominasi oleh Marxisme. Hal ini menjadikannya "klasik sosiologi".
V.B. Perbandingan Spesifik: Collins vs. Ralf Dahrendorf
Collins sering dikelompokkan bersama Ralf Dahrendorf sebagai tokoh kunci teori konflik pasca-Marxis, tetapi terdapat perbedaan fokus yang signifikan.
Ralf Dahrendorf berfokus pada konflik yang timbul dari struktur otoritas formal di dalam Asosiasi yang Dikoordinasikan secara Imperatif (Imperatively Coordinated Associations - ICAs).15 Dahrendorf berargumen bahwa otoritas terletak pada posisi, bukan pada diri orangnya, dan bahwa seseorang yang memiliki wewenang dalam satu lingkungan mungkin subordinat di lingkungan lain. Konflik Dahrendorf adalah konflik struktural yang timbul dari perbedaan kepentingan yang melekat pada posisi dominan dan subordinat dalam struktur otoritas. Randall Collins mengambil langkah lebih jauh dengan menyediakan mekanisme mikro untuk menjelaskan bagaimana struktur otoritas Dahrendorf dipertahankan atau ditantang. Sementara Dahrendorf fokus pada otoritas formal, Collins fokus pada status subjektif dan perjuangan sumber daya dalam interaksi sehari-hari.
Collins berfokus pada Kelas, Prestise, dan Kekuasaan, sedangkan Dahrendorf berfokus pada Otoritas dan Perubahan Struktur. Dengan berpegangan pada landasan fenomenologis, Collins menawarkan penjelasan yang lebih reduksionistik dan empiris tentang mengapa struktur otoritas itu ada: karena pola interaksi mikro yang berulang berhasil menegakkan deferensi dan dominasi.
V.C. Evolusi Teoritis: Keterkaitan Makro 1975 dengan Mikro Selanjutnya
Komitmen Collins terhadap landasan mikro sosiologi berlanjut setelah 1975. Ia mengembangkan ide "mata rantai ritual interaksi" (Interaction Ritual Chains) dalam karya Interaction Ritual Chains (2004) dan menganalisis kekerasan secara rinci dalam Violence: A Microsociological Theory (2008).Editor edisi terbaru, Stephen K. Sanderson, secara eksplisit menunjukkan bagaimana mikrososiologi baru Collins, yang terinspirasi oleh Durkheim dan Goffman, terhubung erat dengan ide-ide makro yang lebih tua dan terinspirasi oleh Weber dalam buku 1975.
Karya Interaction Ritual Chains menjelaskan mekanisme emosional yang menghasilkan solidaritas (dan sebaliknya, konflik), memberikan fondasi situasional yang diperlukan untuk pemeliharaan deferensi dan kontrol ideologis yang dibahas dalam Conflict Sociology. Demikian pula, teori kekerasan yang situasional memperkuat argumen bahwa koersi terpusat (Negara) memerlukan kondisi interaksional yang terorganisir, sebuah langkah yang menuntut sosiolog untuk mencari data yang dapat membawa mereka ke dinamika situasi sesungguhnya.
Collins mewakili gerakan yang menuntut sosiologi yang empiris dan eksplanatif, menantang para sarjana untuk melihat struktur makro bukan sebagai entitas statis, tetapi sebagai hasil dinamis dan berkelanjutan dari pola interaksi mikro yang dapat diobservasi.
VI. Kesimpulan: Sintesis Konflik Collins sebagai Ilmu Penjelasan
Conflict Sociology: Toward an Explanatory Science (1975) karya Randall Collins bukan sekadar tambahan pada teori konflik; ia adalah upaya sistematis untuk merevolusi bidang ini dengan menyediakannya fondasi ilmiah yang eksplisit. Collins mencapai hal ini melalui sintesis jenius antara tradisi Neo-Weberian makro (mengenai stratifikasi berdasarkan kekuasaan, status, dan kelas) dengan landasan mikro-sosiologis radikal yang berasal dari fenomenologi dan etnometodologi.
Tesis sentralnya adalah bahwa semua struktur sosial—termasuk stratifikasi, birokrasi, dan negara—pada dasarnya adalah pola interaksi mikro yang berulang, didorong oleh perjuangan individu yang terus-menerus untuk memaksimalkan status subjektif mereka dalam kondisi sumber daya yang langka dan dikendalikan orang lain. Collins secara efektif menerjemahkan abstraksi sosiologis menjadi dinamika interaksional yang dapat diamati dan dijelaskan. Dengan menolak reduksionisme ekonomi dan ideologi, Conflict Sociology menyediakan kerangka kerja yang kuat dan berkelanjutan bagi penelitian tentang konflik dalam berbagai institusi, dari politik makro hingga dinamika interpersonal. Kontribusi ini memastikan posisi buku tersebut sebagai salah satu karya klasik yang mendefinisikan sosiologi modern.
Karya yang dikutip
AAU. (n.d.). Social conflict theories of the family. https://me.aau.at/~uisop/wordpress/wp-content/social-conflict-theories-of-family.pdf
Collins, R., & Sanderson, S. K. (2009). Conflict sociology: A sociological classic updated. Abingdon, UK: Routledge.
Google Books. (2025, September 27). Conflict sociology: A sociological classic updated (R. Collins & S. K. Sanderson, Authors). Google Books. https://books.google.com/books/about/Conflict_Sociology.html?id=7DkeCwAAQBAJ
Goodreads. (2025, September 27). Conflict sociology: A sociological classic updated by Randall Collins. Goodreads. https://www.goodreads.com/book/show/6508701-conflict-sociology
Kompasiana. (2025, September 27). Randall Collins: Teori konflik halaman 1. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/ncangyogi/639ae01d08a8b51182379142/randall-collins-teori-konflik
Princeton University Press. (n.d.). The micro-sociology of violent confrontations. Princeton University. http://assets.press.princeton.edu/chapters/s8547.pdf
Routledge. (n.d.). Conflict sociology: A sociological classic updated (1st ed., R. Collins & S. K. Sanderson, Authors). Routledge. https://www.routledge.com/Conflict-Sociology-A-Sociological-Classic-Updated/Collins-Sanderson/p/book/9781594516016
Sage Publishing. (n.d.). Chapter 7 - Conflict and critical theories. Sage. https://us.sagepub.com/sites/default/files/upm-binaries/13636_Chapter7.pdf
Sanderson, S. K. (n.d.). Conflict sociology. http://stephenksanderson.com/documents/Conflict-Sociology-TOC-Prefaces_001.pdf
Scribd. (2025, September 27). Teori konflik | Politik | Ilmu sosial. Scribd. https://id.scribd.com/doc/309706237/Teori-Konflik
Scribd. (2025, September 27). Teori Ralf Dahrendorf. Scribd. https://id.scribd.com/doc/294157809/Teori-Ralf-Dahrendorf
Taylor & Francis. (n.d.). Conflict sociology (R. Collins & S. K. Sanderson, Authors). Taylor & Francis eBooks. https://www.taylorfrancis.com/books/edit/10.4324/9781315635484/conflict-sociology-randall-collins-stephen-sanderson
University of Minnesota Duluth. (n.d.). Conflict theory. https://www.d.umn.edu/cla/faculty/jhamlin/4111/Conflict_Theory/Conflict%20Theory.htm
Wikipedia. (2025, September 27). Randall Collins. Dalam Wikipedia bahasa Indonesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Randall_Collins
Wikipedia. (2025, September 27). Randall Collins. Dalam Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Randall_Collins
William Woods University. (n.d.). Conflict sociology: A sociological classic updated. William Woods University eCampus. https://williamwoods.ecampus.com/conflict-sociology-sociological-classic/bk/9781594516009
YouTube. (2025, September 27). Randall Collins: Teori konflik dalam struktur sosial: Kelas, prestise dan kekuasaan [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=uQOdfVM8WnE
.png)


Post a Comment