Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Transformasi Konflik, Prinsip, Dimensi dan Tujuannya

A. Pengertian Transformasi Konflik
Transformasi konflik adalah konsep yang dirancang untuk membingkai ulang cara di mana inisiatif pembangunan perdamaian dibahas dan diupayakan. Transformasi konflik memberikan penekanan pada resolusi konflik dan metode manajemen konflik dengan memfokuskan diri pada mengurangi atau meredakan wabah permusuhan, menangani kondisi-kondisi mendasar yang memunculkan konflik dan memastikan perdamaian yang berkelanjutan.

Konsep transformasi konflik dalam hal ini mencoba untuk membuat konflik lebih eksplisit untuk kemudian membentuk kembali struktur sosial dan dinamika di balik konflik, dengan melibatkan proses mengubah hubungan, kepentingan, wacana dan, konstitusi masyarakat yang mendukung kelanjutan konflik dan kekerasan.

Teori dan praktik transformasi konflik sering dikaitkan dengan akademisi dan praktisi Johan Galtung dan John Paul Lederach. John Paul Lederach menggunakan terminologi  transformasi konflik pada tahun 1980 an, setelah mengalami pengalaman intensif  selama berada di Amerika tengah. Konsep ini muncul dari kekhawatiran dengan beberapa konsep sebelumnya yang menurutnya belum bisa menjawab permasalahan penyelesaian konflik secara paradigmatik.Transformasi konflik lebih daripada sekedar tekhnik-tekhnik yang spesifik. Menurut lederach tranformasi konflik  adalah suatu cara untuk melihat konflik secara utuh dengan sebaik menyimak. Yang dimaksud Lederach dengan melihat konflik secara utuh adalah dengan melihat konflik tidak hanya sebatas pada kasus-kasus konflik yang terjadi dipermukaan tetapi juga akar-akar konflik yang menjadi pola yang berkelanjutan, di mana jika tidak diselesaikan akan terjadi kembali.

Lederach menawarkan alat untuk menganalisa konflik yang terjadi  yaitu dengan platform transformasi.


Pengertian transformasi konflik menurut ahli
1) Lederach, transformasi konflik adalah suatu  pemimpian (envision) dan merespon terhadap pasang surut (ebb) dan gelombang dari konflik sosial sebagai kesempatan yang diberikan oleh kehidupan untuk menciptakan perubahan proses sosial yang konstruktif di mana dapat mengurangi kekerasan, meningkatkan keadilan, dalam interaksi langsung dan struktur sosial, dan merespon masalah manusia dalam hubungan kemanusiaan.
2) Berghof Foundation, transformasi konflik merupakan istilah generik, komprehensif yang merujuk pada tindakan dan proses yang berusaha mengubah berbagai karakteristik dan manifestasi konflik kekerasan dengan mengatasi akar penyebab konflik tertentu dalam jangka panjang. Ini bertujuan untuk mengubah konflik destruktif negatif menjadi konflik konstruktif positif dan menangani aspek konflik struktural, perilaku dan sikap. Istilah ini mengacu pada proses dan penyelesaian proses. Dengan demikian, ia memasukkan kegiatan proses seperti pencegahan konflik dan penyelesaian konflik dan lebih jauh dari penyelesaian konflik atau manajemen konflik. 
3) Institute for Conflict Transformation and Peacebuilding (ICP), transformasi konflik berbeda dengan penyelesaian konflik, tidak hanya berupaya menyelesaikan kontradiksi dalam situasi konflik. Ini juga bertujuan mengatasi akar penyebab struktural dan sosial dengan menantang ketidakadilan dan memulihkan hubungan manusia dan berurusan dengan dimensi etnis dan berbasis nilai. Transformasi konflik bukan hanya sebuah pendekatan atau alat tetapi terutama pola pikir. Transformasi konflik, menurut pendekatan 3 C, harus komprehensif, penuh kasih sayang dan kreatif.
4) Search for Common Ground, inisiatif transformasi konflik sering kali ditandai oleh cakrawala dan intervensi jangka panjang di berbagai tingkatan, yang bertujuan untuk mengubah persepsi dan meningkatkan keterampilan komunikasi dalam mengatasi akar konflik, termasuk ketidaksetaraan dan ketidakadilan sosial.

B. Prinsip-prinsip Transformasi Konflik
1) Konflik tidak boleh dianggap sebagai peristiwa terisolasi yang dapat diselesaikan atau dikelola, tetapi sebagai bagian integral dari evolusi dan perkembangan masyarakat yang sedang berlangsung
2) Konflik tidak boleh dipahami semata-mata sebagai kejadian yang secara inheren negatif dan destruktif, tetapi lebih sebagai kekuatan yang berpotensi positif dan produktif untuk perubahan jika dimanfaatkan secara konstruktif
3) Transformasi konflik lebih dari sekadar mencari cara untuk mengendalikan dan mengelola konflik, alih-alih berusaha untuk mengubah akar penyebab konflik tertentu
4) Transformasi konflik adalah proses jangka panjang, bertahap dan kompleks, yang membutuhkan keterlibatan dan interaksi yang berkelanjutan
5) Transformasi konflik bukan hanya pendekatan dan serangkaian teknik, tetapi cara berpikir dan memahami konflik itu sendiri
6) Transformasi konflik terutama ditujukan untuk konflik yang tidak dapat diselesaikan, di mana isu-isu yang mengakar memicu kekerasan berkepanjangan

C. Dimensi Transformasi Konflik
Dalam pandangan transformasi konflik, konflik adalah sesuatu yang normal dan selalu ada dalam relasi sosial manusia. Berkaitan dengan hal itu, relasi sosial tidaklah bersifat statis, tetapi selalu akan bersifat dinamik dan adaptif. Dengan demikian konflik akan memberikan dampak situasi kondisi dan dapat merubah sesuatu menjadi sesuatu yang lain dalam berbagi bentuk dan dalam cara yang berbeda. John Paul Lederach menawarkan untuk melihat dan menganalisa perubahan tersebut dalam 4  dimensi level yang berbeda. Empat dimensi perubahan tersebut yaitu perubahan di tingkat personal, relasional, struktural, dan kultural (budaya).
1) Personal, perubahan yang diakibatkan konflik dalam tingkat individu; baik mempengaruhi secara emosional, pengetahuan, perilaku, dan spiritual.
2) Relasional, dalam dimensi ini, konflik mempengaruhi relasi sosial di mana di dalamnya terdapat hubungan antarelemen kekuasaan, kekuatan, saling ketergantungan, dan cara komunikasi.
3) Struktural, dalam dimensi ini perubahan karena dampak konflik dapat dilihat berkaitan dengan akar-akar (root causes) konflik di mana akan banyak berhubungan pula dengan struktur ekonomi, politik, dan sosial.
4) Budaya, dalam dimensi perubahan akan dilihat dalam prespektif normatif, dalam artian berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat. Konflik dalam level ini dianggap mempunyai pengaruh yang kuat dalam mempengaruhi nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat dalam memandang konflik, dan cara-cara penyelesaiannya.

D. Tujuan Transformasi Konflik
Suatu program tranformasi konflik sebaiknya mempunyai arah pencapaian tujuan besar dalam level dimensi yang berbeda, di antaranya:
1) Perubahan Personal, meminimalkan dampak destruktif yang ditimbulkan oleh konflik sosial ditingkat individual dan memaksimalkan potensi berkembang yang ada ditingkat individual  untuk menjadi lebih baik; baik secara fisik, emosional, intelektual, maupun secara spiritual.
2) Perubahan Relasional, mencoba untuk mengurai, memperbaiki, dan mempererat alur-alur komunikasi antarindividu yang tadinya terhenti atau belum berjalan dengan baik, baik secara  individu maupun kelompok sehingga muncul pemahaman yang baik dan benar atas individu yang lain. Mencoba membangun hubungan antarindividu tanpa rasa takut dan prasangka yang berlebihan, di mana di dalamnya didasarkan atas hubungan keterikatan saling membutuhkan (interdependensi) dan saling membawa harapan antara satu dan lainnya.
3) Perubahan Struktural, memahami dan mencoba menjawab permasalahan konflik yang menjadi akar konflik dan mempengaruhi kondisi sosial yang memberikan ruang lebih besar munculnya konflik yang mengarah kepada kekerasan. Mempromosikan mekanisme penyelesaian konflik yang berprinsip pada anti kekerasan (non-violence), berkesinambungan, dan bersifat partisipatif. Mengembangkan suatu struktur yang sejalan dengan kebutuhan manusia akan keadilan dan memaksimalkan partisipasi dari masyarakat dalam pengambilan keputusan yang membawa dampak terhadap kehidupan mereka (keadilan secara prosedural).
4) Perubahan Kultural (Budaya), mengidentifikasi/mengenali dan memahami pola budaya yang ada dalam masyarakat yang memberikan kontribusi besar pada ekpresi kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Mengenali dan mengembangkan  sumber daya dan mekanisme peace building dalam menyelesaikan permasalahan konflik yang ada, di mana di dalamnya merupakan sebuah dasar budaya untuk merespon dan menangani konflik secara konstruktif.


Dari berbagai sumber

Ket. klik warna biru untuk link

Download

Lihat Juga 
1. Massa
2. Perilaku kerumunan
3. Perilaku kolektif
4. Revolusi
5. Upaya-upaya penanggulangan konflik sosial
6. Tahap-tahap resolusi konflik
7. Stereotip
8. Proses sosial dan interaksi sosial
9. Konsep sosiologi. Patronase
10. Jenis konflik berdasarkan speed of reaction
11. Etnosentrisme
12. Disorganisasi (disintegrasi) dan reorganisasi (reintegrasi)
13. Dampak perubahan sosial. Gerakan sosial
14. Crowding (kerumunan)
 

15. Bentuk-bentuk kontravensi
16. Bentuk-bentuk konflik menurut para sosiolog
17. Ekspansi pasar global dan krisis solidaritas
18. Tradisi, autoritas, dan pseduo komunikasi
19. Globalisasi, partikularisasi, dan pengalaman kolonialisme
20. Multikulturalisme dan problem minoritas di Indonesia
21. Teori konflik sosial
22. Demonstrasi
23. Persamaan
24. Frustrasi
25. Oposisi
26. Kontrak sosial

27. Definisi Intimidasi dan Mengintimidasi
28. Definisi Konsolidasi dalam Sosiologi
29. Politik Aliran (Sektarian)
30. Pengertian Primordialisme, Sebab, Ciri, Jenis, dan Dampaknya 
31. Definisi Kerusuhan (Riot), Sebab dan Contohnya
32. Definisi Kelainan atau Gangguan Jiwa 
33. Pengertian Damai, Perdamaian, dan Konsep Perdamaian
34. Pengertian Teror, Terorisme dan Tujuannya  
35. Pengertian Mediasi, Unsur, Tujuan, Tahap dan Jenisnya 
36. Pengertian Konsiliasi, Karakteristik, Tujuan, Tahapan, Keuntungan dan Contohnya
37. Pengertian Arbitrase, Syarat Arbiter, Manfaat, Keuntungan dan Lembaga Arbitrase
38. Definisi Kompromi dalam Konflik Sosial dan Contohnya
39. Definsi Rekonsiliasi dalam Konflik Sosial

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.1 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.2 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.3 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 4. Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Konflik dan Integrasi Sosial (KTSP)
6. Materi Ujian Nasional Kompetensi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial 
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Transformasi Konflik, Prinsip, Dimensi dan Tujuannya"