Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Masyarakat Modern, Ciri, Sikap, Aspek, dan Perbedaannya dengan Masyarakat Tradisional

A. Pengertian Masyarakat Modern
Masyarakat modern menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah masyarakat yang perekonomiannya berdasarkan pasar secara luas, spesialisasi di bidang industri, dan pemakaian teknologi canggih. Masyarakat modern merupakan masyarakat yang telah mengalami perubahan baik itu dalam bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Masyarakat modern juga merupakan masyarakat yang mampu menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi zaman atau hidup sesuai dengan konstelasi zamannya.

Masyarakat modern merupakan hasil evolusi dari masyarakat tradisional yang mengalami proses perubahan dalam segala bidang, baik budaya, politik, ekonomi dan sosial, gaya hidup lebih kompleks dan maju secara teknologis serta cepat berubah. Masyarakat modern juga merupakan suatu tatanan sosial yang lebih mengedepankan rasionalitas, universalisme, equalitarianisme, spesialisasi fungsional, dan tidak ketinggalan juga tingkat pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Dalam masyarakat modern setiap individu atau kelompok mengalami proses perubahan yang lebih maju, yang didukung dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sebelumnya belum pernah dicapai dalam pengetahuan manusia. Terutama dalam bidang ekonomi, model-model pertumbuhan ditandai dengan tingkat konsumsi dan standar hidup, revolusi teknologi serta intensitas modal. Pada umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat kota. Pengertian kota secara sosiologi terletak pada sifat dan ciri kehidupannya dan bukan ditentukan oleh menetapnya sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan.

B. Ciri-Ciri Masyarakat Modern
Kata Modern berasal dari bahasa latin Modo yang berarti cara dan Ernus yang memiliki pengertian masa kini. Menurut Talcott Parsons terdapat beberapa ciri masyarakat modern di antaranya:
1) Netralitas efektif yaitu bersikap netral
2) Orientasi diri yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi
3) Universalisme adalah untuk menerima setiap hal secara objektif
4) Prestasi masyarakatnya selalu mencari prestasi
5) Kekhususan adalah terus terang dalam mengungkap segalanya

Menurut Alex Inkeles manusia modern memiliki ciri-ciri berikut:
1) Menerima isu-isu baru
2) Menyatakan pendapat baik tentang lingkungannya sendiri maupun luar
3) Menghargai waktu
4) Memiliki perencanaan dan pengorganisasian
5) Percaya diri
6) Perhitungan
7) Menghargai harkat hidup orang lain
8) Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi
9) Menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan sesuai dengan prestasi yang diberikan

Ciri-ciri Masyarakat Modern Perbandingannya dengan Masyarakat Tradisional
1) Heterogen, dengan kondisi masyarakat yang lebih terbuka dengan segala hal yang baru menyebabkan segala sesuatu menjadi lebih heterogen atau beragam dan juga mata pencaharian masyarakat lebih beragam dan tidak lagi tergantung pada kondisi alam
2) Penggunaan Teknologi Tinggi, masyarakat modern kepercayaan mereka terhadap teknologi sangat besar. Hampir semua aktivitas yang dilakukan menggunakan teknologi modern dan serba cepat. Masyarakat modern umumnya berpandangan bahwa menjaga, memelihara, dan melaksanakan nilai-nilai merupakan satu upaya agar keharmonisan kehidupan tetap terjalin
3) Mobilitas Tinggi, peristiwa perpindahan dan perubahan masyarakat modern yang tinggi. Pikiran yang semakin terbuka, menjadikan mereka selalu ingin mencari sesuatu yang baru. Teknologi transportasi dan komunikasi yang semakin canggih memudahkan seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dengan waktu yang singkat
4) Individualistis, masyarakat modern kebanyakan bersifat individualistis. Maksudnya mereka menempatkan segala sesuatu tidak lagi mengutamakan kepentingan kelompok
5) Objektif, masyarakat modern dapat mempertimbangkan segala seuatu dengan lebih objektif. Membuat keputusan dengan berbagai pertimbangan. Tidak lagi hanya melestarikan nilai-nilai luhur

C. Sikap Masyarakat Modern
1) Praktis, kehidupan masyarakat modern berpegang teguh pada hal-hal yang menunjang kecepatan beraktifitas. Segalanya harus sesuai pada porsi dan waktu yang pas agar tidak ada waktu yang terbuang percuma. Masyarakat modern hidup dalam dunia yang serba praktis, efektif, dan efisien
2) Rasional, bagi masyarakat modern, setiap permasalahan memiliki jalan pemecahan yang logis, ilmiah, dan rasional
3) Skeptis dan Peka pada Lingkungan, masyarakat dengan pemikiran yang modern akan memiliki sikap skeptis atau selalu ingin tahu dan mempertanyakan segala hal, serta memiliki kemampuan senstifitas atau peka terhadap lingkungan
4) Menghormati HAM, masyarakat modern memiliki karakter yang sangat menghormati hak asasi manusia. Dengan tidak ikut turut campur dalam kehidupan, permasalahan, atau pilihan orang lain, menjadi cara paling sederhana yang dilakukan oleh masyarakat modern
5) Mengandalkan Iptek, ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pondasi kokoh yang membentuk masyarakat modern pada saat ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menciptakan perdaban baru yang mempermudah manusia melakukan segala halnya
6) Berorientasi Jangka Panjang, masyarakat modern cenderung berorientasi pada jangka panjang. Mata pencaharian, hubungan relasi, rentang pendidikan, semua pilihan yang dirasa positif dan memberikan dampak serta nilai baik untuk skala waktu yang lama atau dalam jangka yang panjang dan bekelanjutan
7) Berpikiran Strategis, sifat masyarakat modern lainnya yang turut menjadi karakter kuat adalah bagaimana segala halnya telah mengalami proses perencanaan yang matang. Melalui prosos perencanaan tersebut masyarakat modern tumbuh menjadi masyarakat yang berpikiran strategis. Masyarakat modern akan menyiapkan banyak rencana dari setiap kemungkinan yang bisa saja terjadi
8) Tidak Mudah Menyerah pada Nasib, masyarakat modern adalah masyarakat yang tidak mengenal kata menyerah di dalam kamusnya. Di tengah beragam kemudahan dan kesempatan yang tersedia dan bisa didapatkan dimana saja, masyarakat modern percaya yang harus dilakukan tanpa henti adalah berusaha maksimal. Masyarakat modern tidak akan kalah oleh hal-hal yang disebut sebagai nasib
9) Menerima Proses Globalisasi, dari sekian banyak karakter masyarakat modern, berpikiran terbuka pada segala hal menjadi kunci utamanya. Masyarakat modern mau membuka pintu dan menerima proses globalisasi secara umum dengan senang hati, sehingga dalam menjalani kehidupannya penuh dengan kamajuan akan kemauan (cita-cita)
10) Netralitas Afektif, masyarakat modern cenderung memiliki sikap netral dan acuh terhadap semua permasalahan asalkan tidak menyinggung hal-hal pribadi seseorang. Selain bersikap netral, kelebihan masyarakat modern lainnya ialah terbuka akan setiap kritik dan saran dari pihak manapun
11) Orientasi Diri, karakter masyarakat modern lainnya ialah memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menonjolkan diri demi tercapainya kepentingan yang dalam hal ini bersifat pribadi maupun kelompok, masyarakat modern tidak segan-segan menolak atau menentang sesuatu hal yang dirasa mengusik kepentingannya
12) Universalisme, karakter universalisme ini cenderung membuat masyarakat modern apabila melihat sesuatu yang tabu atau baru di masyarakat sebagai sesuatu yang biasa saja. Tidak dilihat secara berlebihan. Hal tersebut disebabkan oleh daya nalar yang dipadukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga sesuatu dipandang secara realistis dan objektif
13) Prestasi, karakter masyarakat modern yang menjadikan masyarakat ini kuat adalah penuh ambisi akan prestasi. Masyarakat modern  akan berkompetisi di berbagai bidang, terutama dalam bidang karya cipta. Semakin banyak prestasi yang diraih maka karya-karya akan terus menerus diciptakan. Masyarakat modern sangat menghargai seseorang yang haus akan prestasi, terampil, dan mempunyai keahlian profesi di bidangnya
14) Spesifitas, adalah karakter yang muncul dari masyarakat modern yang memiliki pola pikir yang kritis, objektif, dan rasional. Spesifikasi dalam segala bidang membuat masyarakat modern lebih memilih untuk membentuk ikatan sosial yang  mengutamakan kepentingan pribadi
15) Kritis dan Kreatif, masyarakat modern cenderung lebih kritis pada berbagai hal, sekalipun pada hal-hal yang tidak memiliki pengaruh besar pada kepentingan pribadi. Masyarakat modern memandang isu-isu negara, lingkungan sosial, gaya hidup, dan mampu mengekspresikan pemikirannya dengan cara-cara kreatif dan berani

D. Aspek-aspek Modern
1) Bidang Ekonomi, model-model pertumbuhan ditandai dengan tingkat konsumsi dan standar hidup, revolusi teknologi serta intensitas modal
2) Bidang Sosial, mencakup transisi multilinear ditandai dengan perubahan dalam atribut-atribut sistemik, pola-pola kelembagaan dan peranan-peranan status dalam struktur sosial masyarakat. Secara sosiologis, masyarakat modern lebih menekankan peran nilai dalam pembangunan sosio ekonomi yang didasarkan pada budaya materi
3) Sistem Stratifikasi, sistem stratifikasi pada masyarakat modern cenderung menjadi terbuka dan fleksibel, kesempatan atau lapangan kerja modern, pola pola hubungan sosial didasarkan pada skill
4) Bidang Pendidikan, pendidikan pada masyarakat modern merupakan simbol kemajuan dan kebanggaan nasional
5) Bidang Politik, bentuk pemerintahan dalam masyarakat modern berperan secara berlebihan dalam ruang lingkupnya yang menyentuh pada setiap segi kegiatan sosio ekonomi dan bahkan pada aspek kehidupan pribadi. Fungsi negara bangsa modern tidak lagi dibatasi dengan ketahanan dan pemeliharaan undang undang dan tatanan, melainkan pembangunan yang telah menjadi tujuan utama.
6) Bidang Budaya, masyarakat modern melakukan perubahan-perubahan dalam struktur normatif masyarakat, khususnya seperangkat nilai yang menghambat tingkat kemajuan peradaban. Suatu perubahan pada nilai nilai merupakan suatu akibat yang tidak menghambat pada perkembangan ekonomi menurut kaum modernis dianggap sebagai konsekuensi logis dari modernisasi, dan perubahan ini akan menyelamatkan dan membahagiakan rakyat menuju suatu kemakmuran

E. Perbedaan Masyarakat Modern dan Tradisional
1) Daerah tempat tinggal atau wilayah yang didiami, berdasarkan wilayah, masyarakat modern tinggal secara menetap pada suatu wilayah. Sementara masyarakat tradisional dapat tinggal secara berpindah-pindah sesuai dengan persediaan sandang&pangan
2) Rumah tempat tinggal, rumah masyarakat modern cenderung lebih bervariasi sesuai dengan selera mereka. Sementara masyarakat tradisional cenderung sama dan bahan yang digunakan pun sama
3) Peralatan yang digunakan, peralatan yang dipakai oleh masyarakat modern merupakan alat yang sudah canggih dan biasanya dibuat orang lain. Sementara peralatan yang digunakan oleh masyarakat tradisional masih sangat sederhana dan biasanya hasil buatan sendiri
4) Bahasa, masyarakat modern mengunakan bahasa yang cenderung bervariasi dapat berupa bahasa suku, bahasa resmi dan bahasa internasional. Sementara masyarakat tradisional cenderung menggunakan bahasa suku
5) Kepercayaan/Keyakinan, kepercayaan/keyakinan yang dianut oleh masyarakat modern berbagai macam kepercayaan, agama sebagai kepercayaan pun bermacam-macam. Sementara masyarakat tradisional kepercayaan bersifat sama satu dengan yang lainnya
6) Pakaian, pakaian yang digunakan masyarakat modern mengikuti perkembangan yang dipakai secara umum. Sementara masyarakat tradisional memakai pakaian yang apa adanya bahkan daun atau kulit kayu jadi bahan pakaian
7) Makanan/konsumsi, adapun makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat modern bervariasi mulai dari makanan tradisional hingga makanan modern (instan). Sementara masyarakat tradisional makanan yang dikonsumsi bersifat monoton


Dari berbagai sumber

Ket. klik warna biru untuk link

Download

Lihat Juga 
1. Pembaruan (inovasi)
2. Birokrasi 

3. Konsumerisme
4. Sekularisme

5. Westernisasi 
6. Masyarakat sebagai sebuah sistem sosial
7. Sistem sosial
8. Konservatisme
9. Liberalisme
10. Feminisme
11. Perbudakan
12. Peradaban
13. Komunisme
14. Fasisme
15. Revolusi
16. Kolonialisme

17. Daerah budaya (culture area)
18. Evolusi
19. Urbanisasi
20. Tradisi
21. Tabu
 
22. Konsep sosiologi. Patronase 
23. Konsep sosiologi. Patriarki
24. Gerak kebudayaan
25. Etnosentrisme
26. Enkulturasi

27. Difusi
28. Dampak perubahan sosial. Gerakan sosial
 
29. Corak kesadaran modern 
30. Konteks sosial yang melahirkan penyimpangan modernisme
31. Tradisi, autoritas, dan pseduo-komunikasi
32. Elemen-elemen modernitas
33. Demonstrasi
34. Hak asasi manusia
35. Oposisi
36. Dinamika kependudukan
37. Transmigrasi
38. Demografi
39. Mortalitas 

40. Kota
41. Lingkungan
42. Sensus penduduk
43. Iklim  

44. Pengertian Masyarakat Tradisional, Ciri, Aspek, Faktor Penghambat Perubahan dan Perbedaannya dengan Masyarakat Modern
45. Definisi Masyarakat Primitif dan Ciri-cirinya
46. Pengertian Gerakan Sosial, Karakteristik, Penyebab, Komponen, Tahapan, Jenis, dan Contohnya
47. Pengertian Keluarga, Ciri, Fungsi, Peran, Tugas, Elemen, dan Jenisnya
48. Definisi Budaya Massa (Mass Culture), Dasar Pembentukan, Ciri, dan Manifestasinya
49. Definisi Budaya Populer, Proses, Ciri, Jenis, Contoh, Dampak dan Perkembangannya di Indonesia
50. Definisi Negara Berkembang, Klasifikasi, Indikator, Ciri, Daftarnya
51. Definisi Negara Terbelakang, Kriteria, Ciri, dan Daftarnya
52. Definisi Negara Maju, Ciri, Klasifikasi, Faktor yang Mempengaruhi, dan Daftarnya
53. Definisi Reformasi, Syarat, Faktor Pendorong, Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia
54. Definisi Radikal dan Radikalisme, Ciri, Faktor Penyebab, Kelebihan Kekurangan, dan Solusinya 
55. Definisi Industrialisasi, Proses, Cabang, Jenis, Dampak Sosial dan Lingkungan   
56. Definisi Rekayasa Sosial (Social Engineering), Proses, dan Fungsinya
57. Definisi Discovery, Invention dan Innovation serta Contohnya
58. Definisi Apatis, Penyebab, Ciri, Dampak Negatif dan Manfaat Positifnya
59. Definisi Teknologi, Sejarah Perkembangan, Jenis dan Manfaatnya
60. Definisi Efektif Efektivitas, Tingkatan, Kriteria, Aspek, Unsur, Pengukuran dan Contohnya
61. Definisi Efisien dan Efisiensi, Perbandingan, Cara dan Contohnya
62. Definisi Apriori dan Aposteriori, Penjelasan, Cara Kerja, Perbedaan, dan Kesimpulannya
63. Definisi Toleransi, Tokoh, Jenis, Manfaat, dan Contohnya
64. Definisi Ekstremisme, Ciri, Penyebab, dan Contohnya
65. Definisi Bangsa, Ciri, Unsur, Faktor Pembentuk, dan Kebangsaan Indonesia
66. Definisi Supremasi Hukum, Tujuan, dan Fungsinya

Tokoh, biografi, pemikiran, teori, dan karya terkait materi
1. Teori-teori Modernitas dan Postmodernitas

2. Kingsley Davis 
3. Arnold Toynbee
4. Ibn Khaldun 

5. Giambattista Vico
6. Oswald Spengler

7. Pitirim A. Sorokin
8. Auguste Comte
9. Herbert Spencer 

10. Emile Durkheim
11. Max Weber
12. Karl Marx
13. Amitai Etzioni
14. Esworth Huntington
15. Charles Darwin
16. Vilfredo Pareto
17. William F. Ogburn
18. Soerjono Soekanto
19. Robert Morrison MacIver
20. George Ritzer
21. Peter L. Berger
22. Selo Soemardjan
 

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Masyarakat Modern, Ciri, Sikap, Aspek, dan Perbedaannya dengan Masyarakat Tradisional"