Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Sistem Sosialisme, Sejarah dan Cirinya

A. Sosialisme
Sosialisme dapat diartikan sebagai serangkaian sistem ekonomi dan sosial yang ditandai dengan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan manajemen mandiri pekerja, serta teori-teori dan gerakan politik yang terkait dengannya. Kepemilikan sosial dapat berupa kepemilikan negara, kolektif, koperasi, atau kepemilikan sosial atas ekuitas. Berikut beberapa pengertian sosialisme menurut para ahli:
1) Gerald Braunthal, pengertian sosialisme merupakan suatu teori ekonomi dan politik yang memfokuskan pentingnya peranan komunal dan pemerintah dalam menguasai alat-alat produksi dan distribusi barang.
2) Sutan Syahrir, sosialisme merupakan suatu gerakan yang digunakan untuk mencari keadilan di dalam sebuah tatanan kemasyarakatan.
3) Teuku May Rudy, sosialisme adalah suatu paham yang mementingkan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi atau individu.

Sistem sosialis dibagi menjadi dua, dalam bentuk nonpasar dan pasar. Sosialisme nonpasar melibatkan penggantian pasar faktor dan uang dengan kriteria teknis berdasarkan perhitungan yang dilakukan dalam bentuk barang, dan dengan demikian menghasilkan mekanisme ekonomi yang berfungsi sesuai dengan hukum ekonomi yang berbeda dari kapitalisme. Sosialisme nonpasar bertujuan untuk menghindari ketidakefisienan dan krisis yang secara tradisional diasosiasikan dengan akumulasi kapital dan sistem profit. Sebaliknya, sosialisme pasar mempertahankan penggunaan harga moneter, pasar faktor; dan dalam beberapa kasus, motif profit, sehubungan dengan operasi perusahaan yang dimiliki secara sosial dan alokasi barang modal di antara mereka. Keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan ini akan dikelola secara langsung oleh tenaga kerja dari masing-masing perusahaan, atau diberikan ke masyarakat luas dalam bentuk dividen sosial.

Politik sosialis berorientasi baik internasionalis dan nasionalis; diorganisir melalui partai politik dan menentang politik partai; di satu waktu tumpang tindih dengan serikat pekerja, pada waktu lain independen dan kritis terhadap serikat; serta ada di negara terindustrialisasi dan berkembang. Berasal dari gerakan sosialis, demokrasi sosial telah merangkul ekonomi campuran dengan pasar yang mencakup intervensi negara yang substantif dalam bentuk redistribusi pendapatan, regulasi, dan negara kesejahteraan. Demokrasi ekonomi mengusulkan semacam sosialisme pasar di mana terdapat kontrol yang lebih terdesentralisasi atas perusahaan, mata uang, investasi, dan sumber daya alam.

B. Sejarah Terbentuknya Sosialisme
Ideologi sosial atau sosialisme ini muncul sebagai reaksi adanya paham liberalis ekonomis serta paham kapitalis modern yang sudah memuncak pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 masehi di Eropa. Sosialisme muncul setelah terjadinya revolusi industri di Inggris yang telah menjadi penyebab terjadinya ketimpangan antara golongan borjuis (majikan) dengan golongan proletar (buruh). Golongan borjuis (majikan) telah menguasai alat produksi karena penguasaan modal tertimbun kepada mereka. Golongan ini jugalah yang telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar menyebabkan mereka berada pada taraf kehidupan yang tinggi. Sedangkan di sisi lain terjadi ketimpangan di mana golongan buruh atau proletar memiliki gaji rendah yang menyebabkan mereka semakin miskin. Dengan kehidupan seperti itu dan berjalan dari tahun ke tahun, kesenjangan sosial semakin terlihat. Golongan borjuis semakin menumpuk harta kekayaan sedangkan kaum buruh mendapatkan kesengsaraan dan penindasan. Maka dari itulah muncul gerakan yang bernama Revolusi Sosial.

Paham sosialisme ini memiliki banyak tokoh yang memperjuangkan paham ini yaitu seperti Karl Marx (1818-1883) sebagai pelopor utama gagasan sosialisme ilmiah, Frederich Engels (1820-1895), C.H. Saint Simon (1760-1825), F.M. Charles Fourier (1772-1837), Etinne Cabet (1788-1856), Wilhelm Weiling (1808-1871) dan Louis Bland (1811-1882) serta tokoh lain yang tidak banyak dikenal.

Gerakan politik sosialis mencakup serangkaian filsafat politik yang berasal dari gerakan revolusioner pertengahan hingga akhir abad ke-18, dan karena adanya kepedulian terhadap masalah sosial yang terkait dengan kapitalisme. Pada akhir abad ke-19, setelah karya Karl Marx dan kolaboratornya Friedrich Engels, sosialisme telah menjadi oposisi terhadap kapitalisme dan menganjurkan sistem pascakapitalis yang didasarkan pada suatu bentuk kepemilikan sosial atas alat produksi. Pada 1920-an, demokrasi sosial dan komunisme menjadi dua kecenderungan politik dominan di gerakan sosialis internasional. Pada masa tersebut sosialisme muncul sebagai gerakan sekuler paling berpengaruh pada abad ke-20 di seluruh dunia. Sosialisme adalah ideologi politik (atau pandangan dunia), gerakan politik yang luas dan terpecah-pecah dan ketika kebangkitan Uni Soviet sebagai negara sosialis nominal pertama di dunia menyebabkan menyebarnya asosisasi sosialisme dengan model ekonomi Soviet, beberapa ekonom dan intelektual berpendapat bahwa dalam praktinya model tersebut berfungsi sebagai bentuk kapitalisme negara, administrasi tidak terencana atau ekonomi komando. Partai dan gagasan sosialis tetap menjadi kekuatan politik dengan berbagai tingkat kekuatan dan pengaruh di semua benua, serta memimpin pemerintahan nasional di banyak negara di dunia. Saat ini, beberapa sosialis juga mengadopsi prinsip dari gerakan sosial lain, seperti lingkungan, feminisme dan progresivisme.

Tidak hanya di benua Eropa, ideologi sosialis ternyata juga memberi pengaruh pada ranah internasional dengan contoh berkembangnya paham ini di negara-negara seperti Rusia, Cina, Cekoslovakia, Hongaria, Bulgaria, Polandia, Jerman Timur, Rumania, Yugoslavia, Albania dan Kuba serta banyak negara timur lainnya yang menggunakan paham ini. Namun setelah terjadinya perang dingin, paham ini banyak ditinggalkan dan mengalami modifikasi.

C. Ciri ciri Ideologi Sosialisme
1) Mementingkan kekuasaan dan kepentingan negara (bersama) di atas kepentingan pribadi.
2) Tidak ada kesenjangan antara kelas kaya dan miskin, atau pun kelas majikan dan buruh, karena semuanya sama.
3) Mewujudkan masyarakat yang dapat bekerja secara bersama dan memiliki hak dan kewajiban yang sama.
4) Hak milik pribadi atas alat-alat produksi mesin diakui secara terbatas.
5) Berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dan perbaikan nasib buruh dengan luwes secara bertahap.
6) Pemikiran politik sosialisme adalah bahwa negara sangat diperlukan dalam membina dan mengkoordinasikan kebersamaan.
7) Pemikiran keagamaan paham sosialisme dipengaruhi kuat oleh pemikiran yang berdasarkan ajaran agama bahwa manusia harus saling tolong menolong.


Dari berbagai sumber

Ket. klik warna biru untuk link

Download

Lihat Juga
1. Feodalisme
2. Bentuk-bentuk lapisan kekuasaan
3. Lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial)
4. Konsep lembaga sosial (social institutions)

5. Wewenang
6. Unsur-unsur, saluran, dan dimensi kekuasaan
7. Tipe-tipe lembaga sosial
8. Tipe-tipe kekuasaan
9. Legitimasi
10. Kekuasaan, wewenang, dan kepemimpinan
11. Kekuasaan (power)
12. Hakikat kekuasaan dan sumbernya
13. Birokrasi

14. Pranata dan lembaga sosial
15. Pranata sosial

16. Merkantilisme
17. Komunisme

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 3. Lembaga Sosial (KTSP)
3. Materi Ringkas Lembaga Sosial 
4. Materi Ujian Nasional Kompetensi Lembaga Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Sistem Sosialisme, Sejarah dan Cirinya"