Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal-Soal Ujian Nasional (UN) Materi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

A. Pengetahuan dan Pemahaman (C1 dan C2)
1. Orang yang suka mendengarkan musik dengan keras atau lirih dan menjadi kebiasaan yang lama dapat menjadi budaya seseorang. Seorang pegawai mendengar musik dengan volume yang cukup keras ketika sedang bekerja, tanpa memedulikan teman atau orang-orang di sekitarnya yang juga sedang bekerja dan tidak menyukai suara yang keras. Akibatnya, antara ia dan teman-temannya sering terjadi konflik. Konflik demikian disebabkan karena adanya perbedaan kebudayaan.
Jawaban: B. Kebudayaan

2. Faktor-faktor pendorong integrasi sosial sebagai berikut:
a. Faktor internal
- Kesadaran diri sebagai makhluk sosial
- Tuntutan kebutuhan
- Jiwa dan semangat gotong royong
b. Faktor eksternal
- Tuntutan perkembangan zaman
- Persamaan kebudayaan
- Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
- Persamaan visi,misi, dan tujuan
- Sikap toleransi
- Adanya konsensus nilai
- Adanya tantangan dari luar
Kebijakan pemerintah pada soal merupakan salah satu faktor pendorong integrasi karena adanya persamaan dalam persaingan.
Jawaban: C. Persamaan dalam persaingan

3. Perhatikan beberapa bentuk penyelesaian konflik berikut:
a. Ajudikasi (ajudication), yaitu penyelesaian konflik di pengadilan
b. Arbitrase (arbitration), yaitu cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga yang bersifat formal karena pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri. Pihak ketiga dalam arbitrase berupa majelis arbitrase
c. Mediasi (mediation), yaitu akomodasi yang melibatkan pihak ketiga. Pihak ketiga ini bersifat netral dan tidak berwenang mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah
d. Konsiliasi (conciliation), yaitu usaha untuk mempertemukan pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan. Konsiliasi merupakan mediasi yang bersifat lebih formal. Keputusan pihak ketiga dalam konsiliasi bersifat tidak mengikat
e. Kompromi (compromise), yaitu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik saling mengurangi tuntutan untuk mencapai suatu penyelesaian
Dari bentuk-bentuk di atas maka perselisihan antara mantan suami dan istri yang memperebutkan hak asuh anak tidak kunjung selesai dengan rembuk keluarga sehingga mereka sepakat membawa masalah tersebut ke pengadilan agama adalah termasuk menyelesaikan konflik secara ajudikasi karena melibatkan pengadilan.
Jawaban: A. Ajudikasi


4. Integrasi sosial adalah sebuah sistem yang mengalami pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh. Integrasi sering disebut juga dengan proses penyesuaian antarelemen masyarakat yang berbeda untuk menjadi satu dan saling berinteraksi dengan harmonis.
Untuk mendorong terwujudnya integrasi sosial dapat dilakukan asimilasi budaya. Asimilasi kebudayaan adalah bercampurnya kedua unsur kebudayaan berbeda menjadi satu dengan kebudayaan yang lebih dominan.
Jawaban: E. Asimilasi budaya

B. Aplikasi (C3)
5. Acara pelantikan pejabat baru sering kali menimbulkan sikap pro dan kontra dalam organisasi. Dampak dari konflik tersebut di antaranya adalah merusak integrasi sosial.
Jawaban: C. Merusak integrasi sosial

6. Demi terwujudnya integrasi atau persatuan di dalam masyarakat Indonesia maka diperlukan penerapan nilai-nilai Pancasila karena di dalam nilai-nilai luhur Pancasila terdapat pasal tentang persatuan dan kesatuan Indonesia. Persatuan dan kesatuan sangat diperlukan karena masyarakat Indonesia yang majemuk dan multikulturalisme.
Jawaban: E. Pancasila

7. Bentuk-bentuk penyelesaian konflik secara akomodasi bermacam-macam, salah satunya adalah konsiliasi yang berusaha mempertemukan pihak yang berselisih untuk mencapai kesepakatan.
Jawaban: A. Konsiliasi

8. Faktor yang mengakibatkan konflik pada penyelenggaraan pilkada adalah perbedaan kepentingan, tujuan, dan pendapat sehingga terjadi benturan antarkelompok pendukung calon pemimpin daerah.
Jawaban: D. Benturan kepentingan politik

9. Dampak positif konflik sosial, antara lain:
a. Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaah.
b. Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok
c. Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group solidarity) yang sedang berkonflik dengan kelompok lain.
d. Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok
e. Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma baru
f. Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat
g. Konflik memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang
Berdasarkan ilustrasi pada soal, dampak positif konflik tersebut adalah sebagai alat perekat hubungan keluarga.
Jawaban: A. Sebagai alat perekat hubungan keluarga

10. Upaya penyelesaian konflik antara lain:
a. Ajudikasi (ajudication), yaitu penyelesaian konflik di pengadilan
b. Arbitrase (arbitration), yaitu cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga yang bersifat formal karena pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri. Pihak ketiga dalam arbitrase berupa majelis arbitrase
c. Mediasi (mediation), yaitu akomodasi yang melibatkan pihak ketiga. Pihak ketiga ini bersifat netral dan tidak berwenang mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah
d. Konsiliasi (conciliation), yaitu usaha untuk mempertemukan pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan. Konsiliasi merupakan mediasi yang bersifat lebih formal. Keputusan pihak ketiga dalam konsiliasi bersifat tidak mengikat
e. Kompromi (compromise), yaitu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik saling mengurangi tuntutan untuk mencapai suatu penyelesaian
Jadi, upaya penyelesaian konflik tuntutan Amir terhadap Hasan karena mencemarkan nama baik merupakan bentuk ajudikasi.
Jawaban: C. Ajudikasi

11. Bentuk-bentuk integrasi sosial di antaranya adalah:
a. Integrasi normatif, yaitu integrasi yang terbentuk karena adanya kesepakatan nilai, norma, cita-cita bersama, dan rasa solidaritas antaranggota masyarakat. Integrasi normatif biasanya terjadi pada masyarakat yang memiliki solidaritas mekanik (masyarakat sederhana). Integrasi ini berkaitan dengan unsur-unsur budaya sehingga sering disebut integrasi budaya.
b. Integrasi fungsional, yaitu integrasi yang terbentuk berdasarkan kerangka perspektif fungsional, yaitu melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang terintegrasi. Integrasi fungsional biasanya berkembang dalam masyarakat yang memiliki tingkat spesialisasi kerja tinggi. Jadi, integrasi fungsional memperlihatkan bentuk integrasi yang dipersatukan oleh kebutuhan tertentu (ketergantungan fungsional)
c. Integrasi koersif, yaitu integrasi yang terjadi tidak berasal dari kesepakatan normatif ataupun ketergantungan fungsional. Integrasi koersif merupakan hasil kekuatan yang mengikat masyarakat secara paksa. Integrasi koersif terbentuk berdasarkan paksaan dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan dengan menggunakan lembaga sosial.
Jadi, bentuk integrasi yang terjadi pada masyarakat di Sumatera Utara adalah bentuk integrasi normatif.
Jawaban: A. Normatif

C. Penalaran (HOTS)
12. Konflik yang terjadi antara manajer klub sepak bola dengan para pemain disebabkan sudah 6 bulan gajinya belum dibayarkan. Kedua pihak meminta KONI setempat untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut. Pihak KONI bersedia dengan syarat keputusan yang diambil harus dipatuhi oleh pemain maupun manajer. Penyelesaian kasus tersebut dapat dilakukan dengan cara arbitrasi, yaitu pengendalian konflik yang dilakukan apabila kedua pihak sepakat menerima keputusan pihak ketiga.
Jawaban: D. Arbitrasi

13. Salah satu faktor pendorong terjadinya konflik adalah perubahan sosial yang terlalu cepat. Perubahan yang berlangsung secara cepat untuk sementara waktu akan mengubah nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Hal tersebut menyebabkan golongan-golongan yang berbeda pendiriannya mendorong terjadinya konflik.
Jadi, munculnya kelompok yang pro dan kontra atau konflik pada masyarakat perkotaan tersebut disebabkan oleh faktor proses perubahan yang terlalu cepat.
Jawaban: A. Proses perubahan yang terlalu cepat

14. Akomodasi adalah upaya penyelesaian konflik, di antaranya adalah koersi yang merupakan upaya dengan jalan kekerasan digunakan oleh salah satu pihak karena tidak tercapainya suatu kesepakatan di mana masing-masing pihak saling bertahan pada tuntutan masing-masing.
Jawaban: B. Semua pihak yang berkonflik tidak ada yang mau mengurangi tuntutan

15. Integrasi secara umum adalah suatu proses penyatuan antara dua unsur atau lebih yang mengakibatkan terciptanya suatu keinginan yang berjalan dengan baik dan benar. Terkait dengan ilustrasi mengenai hubungan pemerintah dengan para investor maka faktor pendorong integrasi tersebut adalah komunikasi lebih efektif karena prosedur perizinan lebih diutamakan.
Jawaban: B. Komunikasi lebih efektif karena prosedur perizinan lebih disederhanakan


Ket. klik warna biru untuk link

Soal klik di Sini
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal-Soal Ujian Nasional (UN) Materi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial"