Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Max Wertheimer. Hukum Dasar

Psikologi Gestalt memiliki satu kaidah pokok, yaitu hukum Pragnanz. Selain itu, terdapat pula empat kaidah tambahan (subsider) yang tunduk pada hukum Pragnanz, yaitu hukum keterdekatan, ketertutupan, kesamaan, serta kontinuitas. Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian berikut ini.
a. Hukum pragnanz (law of pragnanz)
Hukum ini menyatakan bahwa suatu keadaan yang seimbang (pragnanz) cenderung membentuk Gestalt (keseluruhan). Setiap hal yang dihadapi oleh individu mempunyai sifat dinamis, yaitu cenderung menuju keadaan seimbang tersebut. Keadaan problematik adalah kondisi berlawanan dari hal-hal seperti teratur, sederhana, stabil, serta seimbang. Faktor inilah yang menyebabkan seseorang kerap merasakan keteraturan dari pola-pola yang sebenarnya acak. Misalnya, saat seseorang melihat awan, ia dapat dengan mudah menemukan bentuk wajah seseorang. Hal inilah yang disebut pragnanz.

b. Hukum keterdekatan (law of proximity)
Hukum ini mengatakan bahwa hal-hal yang berdekatan cenderung membentuk Gestalt. Hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai totalitas. Sebagai contoh, seseorang lebih melihat bentuk barisan meja daripada satu meja secara terpisah. Hal ini seperti pada contoh prinsip kedekatan.

c. Prinsip ketertutupan (law of closure)
Hukum ini menyatakan bahwa hal-hal yang tertutup cenderung membentuk Gestalt. Hal-hal yang cenderung tertutup akan membentuk kesan totalitas tersendiri. Contohnya, deretan meja ke arah samping terdiri dari tiga baris dan ke belakang dua baris. Namun seseorang biasanya lebih senang mempersepsikan sebagai bentuk persegi panjang.

d. Hukum kesamaan (law of similarity)
Hukum ini menyatakan bahwa hal-hal yang sama cenderung membentuk Gestalt. Hal-hal yang mirip satu sama lain cenderung dipersepsikan sebagai suatu kelompok atau totalitas. Perhatikan contoh berikut.
o o o o o o o o o o o o
x x x x x x x x x x x x
o o o o o o o o o o o o
Deretan bentuk tersebut akan cenderung dilihat secara mendatar dengan bentuk o dan x berselang-seling, bukan sebagai deretan-deretan tegak.

e. Hukum kontinuitas (law of continuity)
Seseorang akan cenderung mengasumsikan pola kontinuitas pada objek-objek yang ada. Contohnya adalah bentuk ›‹. Pada bentuk tersebut, seseorang akan cenderung mempersepsikan gambar sebagai dua garis lurus berpotongan, bukan dua garis menyudut yang saling membelakangi.


Ket. klik warna biru untuk link


Sumber
Irawan, Eka Nova. 2015. Pemikiran Tokoh-tokoh Psikologi; dari Klasik sampai Modern. IrcisoD. Yogyakarta


Download

Baca Juga
1. Max Wertheimer. Biografi Psikolog
2. Max Wertheimer. Psikologi Gestalt
3. Max Wertheimer. Phi Phenomena
4. Max Wertheimer. Prinsip Dasar
5. Max Wertheimer. Teori Belajar 
6. Max Wertheimer. Berpikir Produktif
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Max Wertheimer. Hukum Dasar"