Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Industri dan Organisasi (Industrial and Organizational Psychology)

Merupakan penerapan dari prinsip-prinsip psikologi industri dan perdagangan. Psikologi tersebut didefinisikan menurut kapan dan di mana ia dipraktikkan, bukan menurut pernyataan atau prinsip-prinsip tertentu. Dalam kajian ini, terdapat tiga bidang kajian psikologi industri dan organisasi, yakni psikologi personalia, psikologi industrial/sosial atau psikologi industrial/klinis, dan psikologi sumber daya manusia atau rekayasa manusia (Landy, 2000: 479).
a. Psikologi Personalia
Menekankan pembuatan keputusan mengenai seleksi personalia, pelatihan, promosi, transfer pekerjaan, cuti, pemutusan hubungan kerja, kompensasi, dan sebagainya (Atkinson, 1996: 23; Landy, 2000: 479). Sedangkan alat yang digunakan dalam psikologi personalia yang paling umum adalah analisis pekerjaan dan tes kemampuan. Analisis pekerjaan berguna untuk memudahkan dalam penentuan tugas-tugas yang paling penting maupun yang paling sering dilaksanakan dalam mengukur keahlian dan kecakapan, melalui survei, observasi, dan interview (Anastasi, 1989: 34; Landy, 2000: 480).

b. Psikologi Industri atau Sosial Klinis
Berurusan dengan penyesuaian timbal balik antara orang-orang dan lingkungannya. Dalam hal ini, setiap pekerja diteliti tentang kemampuan menyesuaikan diri, motivasi, kepuasan, kinerja, kecenderungan untuk tetap bekerja di perusahaan, dan tingkat absensi (landy, 2000:480). Psikologi industri atau klinis berurusan dengan kesejahteraan psikologis para pekerja.

c. Psikologi Sumber Daya Manusia atau Rekayasa Manusia
Psikologi ini menggunakan asumsi berkebalikan dari psikologi personalia, walaupun masalahnya, yakni bagaimana mencocokkan individu dengan pekerjaannya. Akan tetapi, psikologi sumber daya manusia, bahwa orang sebagai konstanta atau faktor tetap, sedangkan lingkungan sebagai variabel atau faktor yang berubah. Kemudian, para psikolog berupaya mengatur atau merancang lingkungan kerja agar cocok dengan kapasitas dan keterbatasan manusia, yakni dengan memodifikasi standar operasi peralatan sesuai kapasitas operator. Dalam hal ini, kapasitas tersebut dapat sensorik, seperti keterampilan dan kecepatan bekerja, ketepatan melihat; kognisi; seperti kecepatan menguasai tahapan produksi, pemberian informasi, dan sebagainya (Landy, 2000: 480).


Ket. klik warna biru untuk link


Sumber
Supardan, Dadang. 2008. Pengantar Ilmu Sosial; Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Bumi Aksara. Jakarta


Download

Baca Juga 
1. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Sosial (Social Psychology)
2. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Klinis dan Psikologi Penyuluhan (Clinical Psychology and Conselling)
3. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Konstitusional (Constitutional Psychology)
4. Ruang Lingkup Psikologi. Psikofarmakologi
5. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Okupasional (Accupational Psychology)
6. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Politik (Political Psychology)
7. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Sekolah dan Pendidikan (Psychology for the Classroom and Educational Psychology)
8. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Perkembangan
9. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Kepribadian (Psychology of Personality)
10. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Lintas Budaya (Cross-Cultural Psychology)
11. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Rekayasa (Engineering Psychology)
12. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Lingkungan
13. Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Konsumen
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Ruang Lingkup Psikologi. Psikologi Industri dan Organisasi (Industrial and Organizational Psychology)"