Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jacques Derrida

Biografi Jacques Derrida
Jacques Derrida
Riwayat hidup dan karya
Jacques Derrida dilahirkan tahun 1930. Ia belajar di Ecole normale superieure dan sekarang mengajar di sana sebagai maitre-assistent, dosen tetap bidang filsafat. Setiap tahun ia mengajar juga untuk beberapa waktu sebagai dosen tamu di Yale University, Amerika Serikat. Pada masa mudanya pernah ia menjadi anggota Partai Komunis Prancis. Tahun 1962 ia menerbitkan terjemahan karya Husserl Asal-usul Ilmu Ukur bersama suatu pendahuluan. Tahun 1967 terbit tiga buku sekaligus.

L’ecriture et la difference (Tulisan dan perbedaan) dan De la gramatologie (Tentang gramatologi) mengumpulkan karangan-karangan yang sebagian terbesar sudah pernah terbit dalam berbagai majalah, namun demikian kesatuan tema dalam buku-buku ini (teristimewa dalam buku kedua) cukup mencolok. Buku ketiga yang berjudul, La voix et le phenomene. Introduction au probleme dua signe dans la phenomenologie de Husserl (Suara dan fenomena. Pengantar pada masalah tanda dalam fenomenologi Husserl) memberi komentar panjang lebar atas uraian Husserl tentang tanda dalam buku Penelitian-penelitian logika, Bab I, pasal 1 s/d 9.

Tahun 1972 sekali lagi terbit tiga buku pada tahun yang sama. Marges de la philosophie (Pinggiran-pinggiran filsafat) menyajikan serangkaian studi tentang Heidegger, Hegel, Husserl, Valery (penyair Prancis), Aristoteles, Austin, dan lain-lain. La dissemination (Penyebaran) memuat studi-studi tentang antara lain Plato dan Mallarme (sastrawan Prancis). Dan Positions (Posisi-posisi) mengumpulkan tiga wawancara yang pernah diberikan Derrida tentang pemikiran dan karyanya.

Pada tahun 1973 ia menerbitkan suatu pendahuluan panjang bagi edisi baru buku Essai sur I’origine des connaissances humaines (Usaha untuk menjelaskan asal-usul pengetahuan manusiawi) karangan E. de Condillac, filsuf Prancis abad ke-18. Pendahuluan ini terbit juga sebagai buku tersendiri berjudul L’archeologie du frivole (1976) (Arkeologi tentang Yang Sembrono). Suatu buku yang cukup mencolok mata karena bentuknya adalah Glas (1974): setiap halaman terdiri atas dua kolom: yang di sebelah kiri memberikan komentar atas suatu teks Hegel tentang keluarga, sedangkan yang di sebelah kanan menganalisis suatu teks Jean Genet, sastrawan Prancis; tetapi bukunya dicetak demikian sehingga juga dapat dibaca dari kiri ke kanan dengan menggabungkan teks Hegel dengan teks Genet. Suatu buku lain yang menarik perhatian karena bentuknya adalah Eperons, yang terbit di Venesia, 1976. 


Buku ini memberi teks yang sama dalam empat bahasa: Inggris, Italia, Jerman dan Prancis; teks ini sebagian besar sama dengan ceramah yang pernah diberikannya tentang Nietzsche. Teks yang sama terbit lagi hanya dalam bahasa Prancis, dalam edisi buku saku berjudul Eperons. Les styles de Nietzsche (1978). Sebuah kumpulan karangan berjudul La verite en peinture (1978) (Kebenaran dalam seni lukis) membahas baik tentang pendapat-pendapat beberapa filsuf mengenai seni lukis maupun tentang beberapa pelukis. Tahun 1980 terbit La carte potale de Socrate a Freud et au-dela (Kartu Post dari Sokrates kepada Freud dan si seberangnya). Di antara buku-buku yang diterbitkan kemudian boleh disebut: De I’esprit. Heidegger et la question (1987) Tentang Spirit. Heidegger dan pertanyaan), Spectres de Marx (1993) (Spectre berarti: baik momok maupun spektrum), Politique de I’amitie (1994) (Politik persahabatan).

Sejak tahun 1974 Derrida ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan himpunan dosen filsafat yang memperjuangkan tempat yang wajar untuk filsafat pada taraf sekolah menengah: Greph (Groupe de recherche sur I’enseignement philosophique) (Kelompok penelitian tentang pengajaran filsafat). Kelompok ini didirikan ketika dalam rangka rencana pembaruan pendidikan peranan filsafat pada sekolah menengah mulai dipersoalkan. Ia menulis artikel-artikel dalam terbitan-terbitan himpunan ini, misalnya dalam Qui a peur de la philosophie? (1977) (Siapa takut pada filsafat?) Beberapa di antara artikel itu, ditambah dengan karangan-karangan baru, dikumpulkan dalam buku Du droit a la philosophie (1990) (Tentang hak atas filsafat).

Sepintas lalu memandang karya-karya Derrida kiranya sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa hampir semua karangan yang ditulisnya sampai sekarang merupakan komentar atas pengarang-pengarang lain: filsuf-filsuf, ilmuwan-ilmuwan (misalnya, S. Freud, F. de Saussure, dan Cl. Levi-Strauss), dan sastrawan-sastrawan. Tetapi komentar dalam bentuk yang khusus, sebab dengan cara itu pemikirannya sendiri berkembang selangkah demi selangkah. Ia tidak memberi penafsiran begitu saja. Ia juga tidak membatasi diri pada suatu penelitian mengenai praandaian-praandaian dan implikasi-implikasi dalam teks-teks yang dibicarakan. Dengan mengomentari teks-teks itu ia menyajikan suatu teks baru. Ia menyusun teksnya sendiri dengan membongkar teks-teks lain dan dengan demikian ia berusaha melebihi teks-teks itu dengan mengatakan sesuatu yang tidak dikatakan dalam teks-teks itu sendiri. Prosedur ini oleh Derrida disebut deconstruction, pembongkaran.


Ket. klik warna biru untuk link


Sumber
Bertens. K. 2001. Filsafat Barat Kontemporer; Prancis. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta


Download

Baca Juga
1. Jacques Derrida. Pemikiran Filosofis
2. Derrida dan Dekonstruksi
3. Aliran Filsafat. Dekonstruksi
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Jacques Derrida"