Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lahirnya Teori Pertukaran

Perkembangan teoretis lainnya yang penting pada 1950-an ialah munculnya teori pertukaran (Molm, 2001). Tokoh utama di dalam perkembangan tersebut adalah George Homans, persis saat ia sedang tertarik behaviorisme psikologis B.F. Skinner. Behaviorisme Skinner adalah sumber utama teori pertukaran yang diajukan Homans dan teori pertukaran di dalam sosiologi.

Mula-mula, Homans tidak melihat bagaimana proposisi-proposisi Skinner, yang dikembangkan untuk membantu menjelaskan perilaku burung dara, dapat bermanfaat untuk memahami perilaku sosial manusia. Akan tetapi, ketika Homans memerhatikan lebih lanjut data yang berasal dari studi-studi sosiologis atas kelompok-kelompok kecil dan studi-studi antropologis atas masyarakat-masyarakat primitif, dia mulai melihat bahwa behaviorisme Skinner dapat diterapkan dan memberi alternatif teoretis bagi fungsionalisme struktural bergaya Parsonsian. Kesadaran itu menghasilkan buku Homans pada 1961 Social Behavior: Its Elementary Forms. Karya tersebut menggambarkan lahirnya teori pertukaran sebagai suatu perspektif penting di dalam sosiologi.

Pandangan dasar Homans adalah bahwa jantung sosiologi terletak di dalam studi perilaku dan interaksi individu. Dia tidak banyak tertarik kepada kesadaran atau kepada berbagai jenis struktur dan lembaga berskala besar yang diperhatikan oleh sebagian besar sosiolog. Minatnya yang utama malah pada pola-pola penguatan, sejarah ganjaran dan kerugian, yang membuat orang melakukan hal yang mereka lakukan. Pada dasarnya, Homans berargumen bahwa orang-orang terus melakukan apa yang mereka rasakan mendapat penghargaan di masa silam. Sebaliknya, mereka berhenti melakukan apa yang terbukti merugikan di masa silam. Untuk memahami perilaku itu, kita perlu mengerti sejarah individu dalam hal penghargaan dan kerugian. Oleh karena itu, fokus sosiologi bukan pada kesadaran atau pada struktur-struktur sosial dan lembaga-lembaga tetapi lebih tepatnya pada pola-pola penguatan.

Seperti dikesankan oleh namanya, teori pertukaran memerhatikan bukan hanya perilaku individu tetapi juga interaksi di antara orang-orang yang terlibat di dalam pertukaran penghargaan dan kerugian. Premisnya ialah bahwa interaksi-interaksi mungkin berlanjut bila ada pertukaran penghargaan. Sebaliknya, interaksi-interaksi yang merugikan bagi salah satu atau kedua belah pihak kecil kemungkinan untuk berlanjut. Pernyataan utama lainnya di dalam teori pertukaran terdapat pada karya Peter Blau Exchange and Power in Social Life, yang terbit pada 1964. Blau pada dasarnya menganut perspektif Homans, tetapi ada suatu perbedaan penting. Sementara Homans puas berurusan terutama dengan bentuk-bentuk elementer perilaku sosial, Blau ingin menggabungkan hal itu dengan pertukaran pada tingkat-tingkat struktural dan budaya, mulai dengan pertukaran-pertukaran di antara para aktor, tetapi segera berpindah kepada struktur-struktur yang lebih besar yang muncul dari pertukaran tersebut. Dia berakhir dengan membahas pertukaran-pertukaran antara struktur-struktur berskala besar.

Meskipun selama bertahun-tahun dipudarkan oleh Homans dan Blau, Richard Emerson (1981) muncul sebagai tokoh sentral di dalam teori pertukaran (Cook dan Withmeyer, 2000). Dia patut diperhatikan khususnya karena usahanya mengembangkan suatu pendekatan mikro-makro kepada teori pertukaran. Teori pertukaran kini berkembang menjadi suatu untaian teori sosiologis yang signifikan, dan terus menarik para pengikut baru dan mengambil arah-arah yang baru (Cook, O’Brian, dan Kollock, 1990; Szmatka dan Mazur, 1996).


Ket. klik warna biru untuk link

Biografi, Pemikiran, dan Karya Tokoh Terkait
1. George Caspar Homans
2. B.F. Skinner
3. Peter M. Blau
4. Richard Emerson

Sumber.
Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi; Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.


Download
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Lahirnya Teori Pertukaran"