Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)

Tujuan Pembelajaran
Dengan mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
- Menjelaskan pemberdayaan komunitas berbasis kepemilikan lokal dan partisipasi warga masyarakat
- Mengidentifikasi partisipasi masyarakat lokal atau warga masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat atau perbaikan kehidupan sosial atau publik
- Menjelaskan aktivitas pemberdayaan komunitas
- Menjelaskan evaluasi dan hikmah pembelajaran dari aktivitas pemberdayaan komunitas

A. Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kepemilikan Lokal dan Partisipasi Warga Masyarakat
Hakikat Kearifan Lokal
Kearifan lokal masyarakat merupakan hasil dari proses adaptasi turun-temurun dalam periode waktu yang sangat lama terhadap suatu lingkungan alam tempat mereka tinggal. Kearifan lokal menjadi tata nilai kehidupan yang terwarisi antargenerasi.

Memahami Makna Kearifan Lokal
Menurut asal kata, kearifan lokal terbentuk dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Dalam kamus Inggris Indonesia John M. Echols dan Hasan Shadily, local berarti setempat, sedangkan wisdom adalah kebijaksanaan. Jadi local wisdom (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.

Pada dasarnya kearifan lokal mengacu kepada nilai-nilai dalam masyarakat dan keseimbangan alam. Berikut beberapa pengertian kearifan lokal, Klik di sini.

Berdasarkan pengertian yang diberikan oleh beberapa ahli tersebut, dapatlah kiranya diambil sebuah kesimpulan bahwa kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan komunitas tersebut.

Dalam istilah asing, kearifan lokal juga sering dikonsepsikan sebagai kebijakan masyarakat setempat. Hal ini terlihat dalam muatan katanya, yaitu local wisdom (kearifan lokal), local knowledge (pengetahuan lokal), atau local genius (kecerdasan setempat). Istilah kearifan lokal atau local genius ini diperkenalkan pertama kali oleh H. Quaritch Wales pada tahun 1951 (Kahn, 1998). Di mana kearifan lokal ini sangat berkaitan erat dengan kondisi geografis atau lingkungan alam.

Ciri-Ciri dan Fungsi Kearifan Lokal
a. Ciri-Ciri Kearifan Lokal
Ciri-ciri kearifan lokal tersebut adalah sebagai berikut (Saragih,2013)
1) Mampu bertahan terhadap budaya luar
2) Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
3) Mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli
4) Mempunyai kemampuan mengendalikan
5) Mampu memberi arah pada perkembangan budaya

Adapun karakteristik kearifan lokal menurut Phongphit dan Nantasuwan adalah sebagai berikut (Affandy dan Wulandari, 2012)
1) Memasukkan nilai-nilai yang mengajari masyarakat mengenai etika dan nilai moral
2) Mengajarkan masyarakat untuk mencintai alam, tidak merusak alam, dan
3) Berasal dari anggota-anggota tua masyarakat

b. Fungsi Kearifan Lokal
Menurut Sirtha, kearifan lokal memiliki berbagai fungsi dan makna sebagai berikut (Mariane, 2014)
1) Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam
2) Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia, misalnya berkaitan dengan upacara daur hidup, konsep kanda pat rare
3) Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
4) Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan
5) Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat serta upacara daur pertanian
6) Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara ngaben dan penyucian roh leluhur, dan
7) Bermakna politik, misalnya dalam upacara ngangkuk merana dan kekuasaan patron client

Bentuk Kearifan Lokal di Indonesia
Nyoman Sirtha menjelaskan bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada dalam masyarakat dapat berupa nilai, norma, kepercayaan, dan aturan-aturan khusus. Kearifan lokal berasal dari warisan nenek moyang yang menyatu dalam kehidupan manusia yang diturunkan dari generasi ke generasi. Adapun menurut Teezi, Marchettini, dan Rarosini (Mariane, 2014) hasil akhir dari sedimentasi kearifan lokal adalah berbentuk tradisi atau agama. Terdapat pendapat lain yang mengklasifikasikan bentuk kearifan lokal ke dalam dua aspek. Bentuk kearifan lokal yaitu berwujud nyata (tangible) dan yang tidak berwujud (intangible) (Azan, 2013). Berikut uraiannya.
a. Berwujud Nyata (Tangible)
Meliputi beberapa aspek berikut
1) Tekstual, beberapa jenis kearifan lokal contohnya sistem nilai, tata cara, dan aturan yang dituangkan dalam bentuk catatan tertulis.
2) Bangunan/Arsitektural, contohnya terdapat dalam seni arsitektur rumah adat suku-suku di Indonesia.
3) Benda Cagar Budaya/Tradisional (Karya Seni), contohnya patung, senjata, alat musik, dan tekstil.

b. Tidak Berwujud (Intangible), contohnya petuah yang disampaikan secara verbal dan seni suara berupa nyanyian, pantun, cerita yang sarat nilai-nilai ajaran tradisional.

Potensi Kearifan Lokal di Indonesia
Beberapa kearifan lokal yang terdapat dalam masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Kearifan lokal dalam karya-karya masyarakat, misalnya pada seni tekstil di Indonesia. Masyarakat Jawa memiliki batik yang menjadi ciri khas dan kebanggaan Indonesia. Tidak hanya motifnya yang indah, namun di balik motif tersebut tersimpan makna yang mendalam. Motif-motif batik tersebut berisi nasihat, harapan, dan doa kepada Tuhan.
b. Kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam, kearifan lokal mengajarkan kita untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan. Tentunya hal ini bukan tanpa maksud, melainkan agar keberlanjutan hidup dan diri kita sendiri terus terjaga.
c. Kearifan lokal dalam mitos masyarakat, mitos terhadap pohon-pohon keramat banyak dijumpai di berbagai wilayah Indonesia. Disadari atau tidak, mitos ini sangat membantu keseimbangan alam. Pohon besar secara ilmiah memang menyimpan cadangan air tanah dan penyedia oksigen. Begitu pun mitos terhadap hewan yang dianggap keramat turut menyumbang pelestarian hewan dari kepunahan.
d. Kearifan lokal dalam bidang pertanian, nenek moyang kita telah mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, contohnya sistem pertanian Nyabuk Gunung di Jawa Tengah dan Mitracai di Jawa Barat.
e. Kearifan lokal dalam cerita budaya, petuah, dan sastra, contohnya suku Melayu terkenal dengan seni sastranya. Lewat seni sastra suku Melayu menggambarkan kearifan lokal yang wajib dijunjung tinggi.


Ket. klik warna biru untuk link

Berikutnya. Pemberdayaan Komunitas

Sumber
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XII. Esis Erlangga. Jakarta


Download

Lihat Juga
1. Materi Sosiologi tentang Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas bag. 1 Kelas XII IPS [With Voice] Youtube Channel. https://youtu.be/IFsaGCoO5Fk

2. Video Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Revisi) (Youtube Channel. https://youtu.be/CjG4wMye7z8 ) Jangan lupa like, komen, dan subscribe yah...
3. [Video] Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas Bagian (1) (Youtube Chanel. https://youtu.be/JdRJWTNfng0 )
4. Video Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Youtube Chanel. https://youtu.be/xk0-bS8ATCs ) Jangan lupa like, komen, dan subscribe yah..

Soal-Soal
1. Soal Pilihan Ganda
2. Soal Esai
3. Soal Pilihan Ganda. Evaluasi Semester 2
4. Soal Esai. Evaluasi Semester 2
5. Soal Uji Kompetensi Pilihan Ganda
6. Soal Uji Kompetensi Uraian
7. Soal Uji Kompetensi Pilihan Ganda Evaluasi Semester

Perangkat Pembelajaran
1. Perangkat Pembelajaran Buku Kerja I Kelas XII Semester Genap
2. Perangkat Pembelajaran Buku Kerja II Kelas XII Semester Genap
3. Alokasi Waktu Sosiologi Kelas XII Semester Genap
4. Program Tahunan Sosiologi Kelas XII Semester Genap
5. Program Semester Sosiologi Kelas XII Semester Genap
6. Silabus Sosiologi Kelas XII Semester Genap
7. Rekapitulasi Metode Pembelajaran Sosiologi Kelas XII Semester Genap
8. Penentuan KKM-KBM Sosiologi Kelas XII Semester Genap
9. Jurnal Guru Sosiologi Kelas XII Semester Genap
10. RPP-1 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Format Lama)
11. RPP-01 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
12. RPP-02 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
13. RPP-03 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
14. RPP-04 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
15. RPP-05 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
16. RPP-06 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
17. RPP-07 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
18. RPP-08 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
19. RPP-09 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
20. RPP-10 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
21. RPP-11 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
22. RPP-12 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
23. RPP-13 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
24. RPP-14 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)
25. RPP-15 Sosiologi Kelas XII Semester Genap (Satu Lembar)


Media
1. Power Point Bag. 1
2. Power Point Bag. 2
3. Power Point Bag. 3
4. Power Point Bag. 4
5. PowerPoint PR Sosiologi 12 Ed. 2019
6. Video Penunjang
7. Materi Pengayaan Sosiologi. Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas

Kamus 
1. Kamus Sosiologi
2. Glosarium Materi Sosiologi Kelas XII (Kurikulum Revisi 2016)

Teori-Teori Sosiologi Relevan Materi
1. Biografi dan Autobiografi Tokoh-Tokoh Sosiologi
2. Konstruksi Teoretis Teori-Teori Sosiologi
3. Polemik Internal Teori-Teori Sosiologi
4. Teori-Teori Sosiologi dari Klasik, Kontemporer, dan Postmodern

Teori-Teori Filsafat Relevan Materi
1. Biografi Filsuf
2. Aliran-Aliran Filsafat
3. Teori-Teori Filsafat dari Yunani, Modern, dan Postmodern
4. Teori-Teori Cultural Studies

Artikel Terkait Lainnya
1. Artikel Sosiologi Terkait Materi
2. Pengetahuan Umum Terkait Materi

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)"