Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)

Teori-Teori Perubahan Sosial
1. Teori Siklus
Teori siklus melihat perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang. Apa yang terjadi sekarang pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Perubahan siklus merupakan perubahan yang menyerupai spiral. Oswald Spengler (1880-1936), seorang ahli filsafat Jerman, berpandangan bahwa setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan. Proses perputaran itu memakan waktu sekitar seribu tahun.

Arnold Toynbee melihat bahwa peradaban muncul dari masyarakat primitif melalui proses perlawanan dan respons masyarakat terhadap kondisi yang merugikan mereka. Peradaban tersebut meliputi kelahiran, pertumbuhan, kemandegan, dan disintegrasi karena pertempuran antara kelompok-kelompok dalam memperebutkan kekuasaan.

Sedangkan Pitirim A. Sorokin, seorang sosiolog Rusia, berpandangan bahwa semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir. Ketiga sistem kebudayaan tersebut adalah sebagai berikut
1) Kebudayaan ideasional (ideational culture), kebudayaan ini didasari oleh nilai atau perasaan dan kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supernatural)
2) Kebudayaan idealistis (idealistic culture), kebudayaan ini berisi kepercayaan terhadap unsur adikodrati dan rasionalitas berdasarkan fakta saling bergabung dalam rangka menciptakan masyarakat yang ideal
3) Kebudayaan indriawi (sensational culture), dalam kebudayaan ini, hal yang dapat dilihat merupakan tolak ukur dari kenyataan dan tujuan hidup

Sorokin menilai bahwa peradaban Barat modern merupakan peradaban rapuh yang tidak akan lama lagi akan runtuh dan berubah menjadi kebudayaan ideasional yang baru.

2. Teori Perkembangan
Penganut teori ini percaya bahwa perubahan dapat diarahkan ke titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kompleks. Teori ini dikenal dengan teori perkembangan atau linier. Teori perkembangan dibagi menjadi dua, yaitu teori evolusi dan teori revolusi. Penganut teori evolusi berpandangan bahwa masyarakat secara bertahap berkembang dari primitif, tradisional, menuju masyarakat modern yang kompleks dan maju. Tokoh teori ini adalah Auguste Comte, seorang sarjana Prancis yang melihat bahwa masyarakat bergerak dalam tiga tahap perkembangan, yaitu
1) Tahap teologis (theological stage), di mana masyarakat diarahkan oleh nilai-nilai supernatural
2) Tahap metafisik (methaphysical stage), merupakan tahap peralihan dari kepercayaan terhadap unsur supernatural menuju prinsip-prinsip abstrak yang berperan sebagai dasar perkembangan budaya
3) Tahap positivis atau alamiah (positive stage), di mana masyarakat diarahkan oleh kenyataan yang didukung oleh prinsip-prinsip ilmu pengetahuan 

Herbert Spencer, seorang sosiolog dari Inggris, berpendapat bahwa setiap masyarakat berkembang melalui tahapan yang pasti. Menurut Spencer orang-orang yang cakap atau terampil saja lah yang dapat memenangkan perjuangan hidup, sedangkan orang yang lemah dan malas akan tersisih. Tahapan perkembangan masyarakat menurut Spencer adalah sebagai berikut.
1) Masyarakat sederhana
2) Masyarakat kompleks
3) Masyarakat lebih kompleks
4) Peradaban

Emile Durkheim mengatakan bahwa masyarakat berkembang dari solidaritas mekanik ke solidaritas organik. Solidaritas mekanik merupakan cara hidup masyarakat tradisional yang cenderung mengedepankan keseragaman sosial yang diikat oleh ide bersama. Solidaritas organik merupakan cara hidup masyarakat lebih maju yang berakar pada perbedaan daripada persamaan. Solidaritas mekanis bersifat informal, sedangkan solidaritas organis bersifat formal.

Max Weber melalui teori evolusinya berpandangan bahwa masyarakat berubah secara linier dari masyarakat yang diliputi pemikiran mistik dan takhayul menuju masyarakat yang rasional. Penganut teori revolusi, seperti Karl Marx berpandangan bahwa masyarakat berubah secara linier namun bersifat revolusioner. Marx berpendapat bahwa masyarakat feodal akan berubah secara revolusioner menjadi masyarakat kapitalis, kemudian masyarakat komunis.

3. Teori Gerakan Sosial
Berdasarkan teori ini, ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada dalam masyarakat adakalanya menimbulkan gerakan sosial, di mana sejumlah besar orang mengorganisasikan diri untuk memperjuangkan perubahan (Sztompka, 2009). Berikut karakteristik gerakan sosial, klik di sini. Menurut Sztompka, gerakan sosial ini mempunyai beberapa komponen, yaitu sebagai berikut.
1) Adanya kolektivitas orang yang bertindak bersama
2) Kolektivitasnya tersebar, tetapi derajatnya lebih rendah dibanding organisasi formal
3) Adanya tujuan bersama yaitu perubahan dalam masyarakat
4) Tindakannya mempunyai derajat spontanitas yang tinggi, tidak melembaga, dan bentuknya tidak konvensional

Menurut Sztompka, keterkaitan perubahan sosial dan gerakan sosial dapat dilihat dari tiga komponen berikut.
1) Gerakan sosial memiliki tujuan dalam perubahan
2) Gerakan sosial dalam hubungan yang timbal balik
3) Gerakan sosial dalam berbagai status

Selain itu teori ini juga menyatakan bahwa perubahan suatu peradaban ke peradaban lain tidaklah selalu melalui jalan damai, bahkan sejarah membuktikan perubahan peradaban masyarakat kerap terjadi melalui gerakan-gerakan kolektif atau gerakan sosial (Situmorang, 2007). Berikut jenis-jenis gerakan sosial yang diklasifikasikan oleh David Aberle (Sunarto, 2004). Klik di Sini

Adapun menurut Wood dan Jackson (Sztompka, 2010) keterkaitan gerakan sosial dengan perubahan sosial yaitu perubahan sosial adalah basis yang menentukan ciri-ciri gerakan sosial. Jadi gerakan sosial ini mempunyai kaitan yang sangat erat sekali dengan perubahan sosial. Mereka mengklasifikasikan tipe gerakan sosial sebagai berikut.
a. Gerakan sosial menurut lingkup atau bidang perubahan yang diinginkan
1) Gerakan reformasi. Tujuannya adalah untuk mengubah aspek kehidupan masyarakat dan menginginkan perubahan di dalam ketimbang perubahan masyarakat secara keseluruhan
2) Gerakan radikal. Gerakan yang mengupayakan perubahan yang lebih mendalam yang menyentuh landasan sosial masyarakat
3) Gerakan revolusi (transformative social movement). Gerakan yang menginginkan perubahan secara menyeluruh di segala aspek inti struktur (politik, sosial, ekonomi, maupun budaya) yang tujuannya pada transformasi total

b. Gerakan sosial berdasar kualitas perubahan yang diinginkan
1) Gerakan progressive (sayap kiri). Gerakan ini menekankan pada inovasi dalam hal ini untuk memperkenalkan suatu institusi baru, hukum baru, sampai pada kehidupan baru. Perubahan di arahkan untuk masa depan
2) Gerakan conservative (sayap kanan). Gerakan ini mengarah pada masa lalu, dengan adanya sistem yang sudah mapan sejak dahulu, tetapi mengalami erosi dan cenderung dipertahankan

c. Gerakan sosial berdasar target perubahan yang diinginkan
1) Gerakan yang memusatkan perhatian pada perubahan struktur sosial
2) Gerakan yang memusatkan perhatian pada perubahan yang menyeluruh pada perilaku seseorang

4. Teori Modernisasi
Teori modernisasi melihat bahwa perubahan negara-negara terbelakang akan mengikuti jalan yang sama dengan negara industri di Barat. Cara tersebut adalah melalui proses modernisasi sehingga negara terbelakang menjadi negara berkembang. Teori ini melihat bahwa negara terbelakang memiliki banyak kekurangan sehingga harus menanggulangi kekurangan yang dimiliki untuk mencapai tahap tinggal landas (take off).

Eva Etzioni-Havely dan Amitai Etzioni melihat bahwa dalam masa perubahan atau transisi, sebuah negara akan mengalami revolusi demografi dengan ciri-ciri sebagai berikut.
1) Menurunnya angka kematian dan kelahiran
2) Menurunnya ukuran dan pengaruh keluarga
3) Terbukanya sistem stratifikasi
4) Peralihan dari struktur feodal ke suatu birokrasi
5) Menurunnya pengaruh agama
6) Beralihnya fungsi pendidikan dari keluarga dan komunitas ke sistem pendidikan formal
7) Munculnya kebudayaan massa, serta
8) Munculnya perekonomian pasar dan industrialisasi

Davis Lerner berpendapat bahwa modernisasi diperlukan dalam proses perubahan sosial sehingga negara yang kurang berkembang perlu meminjam dan menerapkan karakteristik dari negara yang sudah maju untuk berubah menjadi negara berkembang ataupun mencapai tahap sebagai negara maju. Halnya menurut Hutington dalam tulisannya, The Change to Change; Modernization, Development and Politics, menyatakan bahwa modernisasi mempunyai ciri-ciri yaitu prosesnya bertahap, prosesnya homogenisasi, wujudnya berupa proses eropanisasi, amerikanisasi ataupun westernisasi, jalannya selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur, progresif, serta jangka waktunya panjang.


Ket. klik warna biru untuk link

Berikutnya. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Sumber
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XII. Esis Erlangga. Jakarta


Download

Lihat Juga 
1. Materi Pertemuan I Perubahan Sosial dan Dampaknya di Masyarakat Bag. 1 Kelas XII IPS [With Voice] Youtube Link. https://youtu.be/eBnZwAr5IHI
2. Video Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Revisi) (Youtube Channel. https://youtu.be/HjRt7xl96UY ) Jangan lupa like, komen, dan subscribe yah... 
3. Video Perubahan Sosial dan Dampaknya (Youtube Chanel. https://youtu.be/_Lnx_Rw9Uvs ) Jangan lupa like, komen, dan subscribe yah...
4. [Video] Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat Bagian (2) (Youtube Chanel. https://youtu.be/Ud1gXhFTPxM )

Soal-Soal
1. Soal Pilihan Ganda
2. Soal Esai
3. Soal Pilihan Ganda. Evaluasi Semester 1
4. Soal Esai. Evaluasi Semester 1
5. Soal Uji Kompetensi Pilihan Ganda
6. Soal Uji Kompetensi Uraian
7. Soal Uji Kompetensi Pilihan Ganda Evaluasi Semester

Soal-Soal Lain
1. Soal-soal Standar Ujian Nasional. Perubahan Sosial Klik di Sini
2. Soal-soal Simulasi Ujian Nasional Sosiologi Kategori C4 dan C5 (HOTS). Materi Perubahan Sosial Klik di Sini
3. Soal-Soal Sosiologi Kelas XII. Kompetensi Perubahan Sosial Klik di Sini
4. Soal-Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) Sosiologi Materi Kelas XII Bab 1. Perubahan Sosial, Modernisasi dan Globalisasi Klik di Sini
5. Soal Ujian Nasional Sosiologi 2012-2017 Kompetensi Perubahan Sosial Klik di Sini 

Media
1. Power Point Bag. 1
2. Power Point Bag. 2
3. Power Point Bag. 3
4. Power Point Bag. 4
5. Power Point Bag. 5
6. Power Point Bag. 6 
7. PowerPoint PR Sosiologi 12 Ed. 2019
8. Video Penunjang
9. Materi Pengayaan Sosiologi. Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat 

Kamus 
1. Kamus Sosiologi
2. Glosarium Sosiologi. Materi Kelas XII
3. Kamus Istilah Sosiologi. Materi Perubahan Sosial 
4. Glosarium Materi Sosiologi Kelas XII (Kurikulum Revisi 2016) 

Perangkat Pembelajaran
1. Perangkat Pembelajaran Buku Kerja I Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
2. Perangkat Pembelajaran Buku Kerja II Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
3. Alokasi Waktu Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
4. Program Tahunan Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
5. Program Semester Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
6. Silabus Sosiologi Kelas XII Semester ganjil
7. Rekapitulasi Metode Pembelajaran Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
8. Penentuan KKM-KBM Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
9. Jurnal Guru Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
10. RPP-1 Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil
11. RPP-2 Sosiologi Kelas XII Semester Ganjil 


Teori-Teori Sosiologi Relevan Materi
1. Biografi dan Autobiografi Tokoh-Tokoh Sosiologi
2. Konstruksi Teoretis Teori-Teori Sosiologi
3. Polemik Internal Teori-Teori Sosiologi
4. Teori-Teori Sosiologi dari Klasik, Kontemporer, dan Postmodern

Teori-Teori Filsafat Relevan Materi
1. Biografi Filsuf
2. Aliran-Aliran Filsafat
3. Teori-Teori Filsafat dari Yunani, Modern, dan Postmodern
4. Teori-Teori Cultural Studies

Artikel Terkait Lainnya
1. Artikel Sosiologi Terkait Materi
2. Pengetahuan Umum Terkait Materi
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)"