Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemerintah

Mengikuti rumusan Finer (1974), istilah pemerintah dapat kita bagi dalam empat pengertian.
a. Pemerintah mengacu pada proses memerintah, yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang

b. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri, kepada kondisi adanya tata aturan

c. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga, artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan


d. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk, metode, atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat, yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah

Beberapa kecenderungan dalam pemerintah yang berdaulat pada masyarakat maju sekarang ini, paling tidak memiliki tiga perangkat dinas yang terpisah, yakni
a. Peran legislatif untuk membuat peraturan-peraturan

b. Peran eksekutif yang kadang-kadang dicampuradukkan dengan pemerintah, bertanggung jawab menjalankan hukum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominan dalam usulan-usulan peraturan baru

c. Peran yudikatif yang bertanggung jawab untuk menafsirkan hukum dan menerapkannya dalam masing-masing kasus

Begitu pun dalam kajian tentang pemerintah kini mengalami perubahan, terutama sejak Perang Dunia II. Jika saja pada mulanya yang difokuskan adalah aspek-aspek formal termasuk konstitusinya pada setiap negara secara terpisah. Akan tetapi, sejalan dengan pengaruh behaviorisme, kini fokusnya bergeser ke bagaimana sebuah pemerintah beroperasi, baik lembaga-lembaga formal maupun nonformalnya, termasuk partai-partai politik, kelompok kepentingan dalam suatu kerangka komparatif (Curtice, 2000: 419).


Ket. klik warna biru untuk link

Download


Sumber
Supardan, Dadang. 2008. Pengantar Ilmu Sosial; Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Bumi Aksara. Jakarta
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pemerintah"