Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kewirausahaan

Konsep kewirausahaan atau entrepreneurship merujuk kepada suatu sifat keberanian dan keutamaan mengambil risiko dalam kegiatan inovasi (Samuelson dan Nordhaus, 1990: 518; Casson, 2000: 297; Abdullah, 1992:128). Dari kata entrepreneur tersebut, muncullah tafsiran yang beragam, seperti merchant (pedagang), pemilik usaha, sampai petualang. Orang yang mempopulerkan istilah atau konsep tersebut adalah John Stuart Mill (1948) dari Inggris.

Menurut Schumpeter, para wirausaha adalah penggerak atau motor ekonomi karena fungsi inovasi yang mereka jalankan menduduki tempat sentral. Terdapat lima tipe inovasi yang menonjol:
a. Pengenalan barang baru atau barang lama dengan mutu lebih baik
b. Penemuan metode produksi yang baru
c. Pembukaan pasar yang baru, khususnya untuk ekspor
d. Perolehan sumber pasokan bahan baku yang baru
e. Penciptaan organisasi industri yang baru, misalnya pembentukan jaringan usaha terpadu yang dapat beroperasi monopoli (Casson, 2000:297)

Namun demikian, wirausahawan bukan penemu murni, ia hanya yang pertama kali memanfaatkan penemuan tersebut dan mempertaruhkan sumber dayanya sendiri untuk mencapai suatu usaha yang tidak terbayangkan oleh orang lain. Akan tetapi, bukan pula seorang wirausahawan menjadi penjudi risiko minimal karena keputusan-keputusan yang diambilnya pun penuh perhitungan melalui proses-proses manajerial yang teruji. Oleh karena itu, seorang wirausaha menurut Casson adalah orang yang memiliki spesialisasi dalam membuat keputusan karena ia memiliki akses khusus dalam memperoleh informasi (1982).


Ket. klik warna biru untuk link

Download


Sumber
Supardan, Dadang. 2008. Pengantar Ilmu Sosial; Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Bumi Aksara. Jakarta
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Kewirausahaan"