Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Ujian Nasional Kompetensi Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial
Mobilitas Sosial
F. Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial merupakan gerak perpindahan seseorang atau sekelompok orang dari status sosial satu menuju status sosial lain. Dalam mobilitas sosial terdapat tiga ciri pokok yaitu terjadinya perubahan kelas sosial, dialami oleh individu atau kelompok, dan memiliki dampak sosial

1. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut.
a. Berdasarkan tipenya
Mobilitas sosial berdasarkan tipenya dibedakan sebagai berikut.
1) Mobilitas vertikal, merupakan perpindahan status individu dari satu kedudukan sosial menuju kedudukan lain yang tidak sederajat. Bentuk mobilitas sosial vertikal dibedakan sebagai berikut.
a) Mobilitas sosial vertikal naik (social climbing), yaitu perpindahan status individu dari kedudukan rendah menuju kedudukan yang lebih tinggi
b) Mobilitas sosial vertikal turun (social sinking), yaitu perpindahan status individu dari kedudukan tinggi menuju kedudukan yang lebih rendah

2) Mobilitas sosial horizontal, merupakan perpindahan status individu dari kelompok sosial satu menuju kelompok sosial lain yang sederajat

3) Mobilitas sosial lateral, merupakan perpindahan status individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain, namun tidak mengubah status sosial seseorang secara langsung. Mobilitas lateral dibedakan menjadi dua yaitu mobilitas sosial permanen dan tidak permanen

b. Berdasarkan Ruang Lingkup
Mobilitas sosial berdasarkan ruang lingkup dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut
1) Mobilitas intragenerasi, yaitu perpindahan status sosial dalam satu generasi yang sama
2) Mobilitas antargenerasi, yaitu perpindahan status sosial di antara beberapa generasi. Mobilitas antargenerasi terdiri atas dua bentuk yaitu mobilitas antargenerasi naik dan mobilitas antargenerasi turun.

2. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial
Berikut faktor-faktor pendorong mobilitas sosial dalam masyarakat
a. Faktor individu
Faktor ini berkaitan dengan tingkat kualitas seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan, kecakapan, serta keterampilan seseorang, semakin besar kemungkinannya dapat menjangkau posisi tertentu.

b. Faktor ekonomi
Realitas hidup yang serba kekurangan dapat mendorong seseorang giat bekerja, misalnya dengan merantau ke berbagai daerah sehingga mendorong terjadinya mobilitas sosial.

c. Faktor pendidikan
Akses pendidikan yang diperoleh individu mempermudah melakukan mobilitas sosial vertikal naik.

d. Faktor struktural
Ketika status sosial yang dituju individu memang ada atau terdapat posisi untuk diisi, kondisi tersebut dapat mendorong terciptanya mobilitas sosial. Misalnya mobilitas sosial akibat terbukanya kesempatan kerja.

e. Faktor perubahan kondisi sosial
Perubahan kondisi sosial dalam masyarakat sering memunculkan semangat untuk melakukan mobilitas sosial. Sebagai contoh, program transmigrasi yang diterapkan pemerintah.

f. Faktor situasi politik
Keadaan negara yang tidak menentu dapat mempengaruhi situasi keamanan dan menyebabkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman.

3. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial individu/kelompok dapat terhambat karena beberapa faktor berikut
a. Sistem pelapisan sosial
Sistem pelapisan sosial tertutup akan menghambat kemungkinan seseorang melakukan mobilitas sosial vertikal

b. Kebudayaan masyarakat
Masih terdapat kebudayaan masyarakat yang bersifat tertutup terhadap pengaruh budaya luar. Padahal budaya luar dapat membawa kemajuan

c. Kemiskinan
Kemiskinan membatasi mobilitas sosial untuk mencapai prestise atau kedudukan tertentu karena keterbatasan pendapatan ekonomi

d. Perbedaan kepentingan
Perbedaan kepentingan antarindividu dalam suatu struktur organisasi memotivasi setiap individu saling bersaing. Akibatnya, timbul sikap saling menghambat satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

4. Saluran Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial (vertikal) mempunyai saluran-saluran yang disebut social circulation. Saluran-saluran mobilitas sosial sebagai berikut
a. Lembaga pendidikan
Sekolah dianggap sebagai social elevator. Dengan demikian, sekolah merupakan saluran untuk melakukan mobilitas sosial yang bergerak dari kedudukan rendah menuju kedudukan lebih tinggi

b. Organisasi ekonomi
Organisasi ekonomi memegang peranan penting sebagai saluran mobilitas sosial vertikal. Selain itu, faktor ekonomi sering menjadi simbol status pada kedudukan seseorang

c. Lembaga keluarga
Lembaga keluarga dapat menjadi saluran mobilitas sosial. Cara yang biasanya digunakan oleh masyarakat adalah dengan pernikahan atau mengasuh anak angkat

d. Lembaga keagamaan
Seseorang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman agama lebih baik akan dihormati masyarakat. Pada umumnya ia akan diangkat sebagai pemuka agama dan menjadi panutan masyarakat

e. Angkatan bersenjata/militer
Seseorang yang tergabung sebagai angkatan bersenjata ikut berjasa membela nusa, bangsa, dan negara. Dengan jasa tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat dalam angkatan bersenjata menunjukkan terjadinya mobilitas sosial vertikal naik

f. Organisasi politik
Organisasi politik dapat memberikan peluang besar bagi setiap anggotanya untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi, misalnya pada saat berlangsungnya pemilihan umum

5. Akibat Mobilitas Sosial
Akibat mobilitas sosial dalam masyarakat sebagai berikut
a. Mempercepat tingkat perubahan sosial
b. Mendorong seseorang untuk maju
c. Meningkatkan integrasi sosial
d. Menimbulkan pertentangan atau konflik
e. Mengurangi solidaritas antaranggota kelompok

6. Mobilitas Sosial dan Dinamika Kelompok Sosial
Dinamika dapat diartikan sebagai perubahan besar ataupun kecil. Dengan demikian, dinamika kelompok sosial merupakan perubahan baik kecil maupun besar yang berpengaruh pada suatu kelompok sosial. Perubahan ini dapat berupa perubahan progres (maju) ataupun perubahan regres (mundur) akibat proses mobilitas sosial.
a. Indikator dinamika kelompok sosial
Indikator kelompok sosial yang mengalami dinamika sosial sebagai berikut
1) Adaptasi
Adaptasi diperlukan untuk menyesuaikan kelompok dengan perkembangan zaman

2) Pencapaian tujuan
Kelompok sosial yang berupaya mencapai tujuan tertentu akan mengalami perubahan dan perkembangan

3) Integrasi
Integrasi menandakan upaya tetap bersatu dalam kelompok untuk mendukung dan mewujudkan tujuan

4) Pola pemeliharaan dan perluasan
Kelompok sosial yang melakukan perubahan membuat pola-pola pemeliharaan agar tidak terjadi disintegrasi. Kelompok sosial juga melakukan perluasan dengan menerima anggota baru dan memperkenalkan anggota tersebut dengan budaya kelompok

b. Faktor pendorong dan penghambat dinamika kelompok sosial
Faktor pendorong dinamika kelompok sosial sebagai berikut
1) Terdapat keinginan anggota kelompok untuk melakukan perubahan
2) Terjadi pergantian anggota kelompok
3) Terjadi konflik antaranggota kelompok
4) Terjadi perubahan lingkungan sosial
5) Terjadi modernisasi

Faktor penghambat dinamika kelompok sosial sebagai berikut
1) Terjadi isolasi
2) Terdapat keinginan untuk mempertahankan keadaan
3) Terdapat tradisi yang mengikat


Ket. klik warna biru untuk link

1. Download di Sini 
2. PPT Materi Ujian Nasional Kompetensi Mobilitas Sosial Klik di Sini
3. Video Materi Ujian Nasional Kompetensi Mobilitas Sosial Klik di Sini
4. Soal-Soal Klik di Sini
5. Soal-Soal Standar Ujian Nasional. Mobilitas Sosial Klik di Sini
6. PPT Soal Standar Ujian Nasional dan Pembahasan Kompetensi Mobilitas Sosial Klik di Sini
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani "Sejarah adalah kejadian yang berulang. Pertama, merupakan tragedi, dan yang kedua sebagai sebuah peristiwa yang absurd." __Karl Marx

Post a Comment for "Materi Ujian Nasional Kompetensi Mobilitas Sosial"