Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teori Kritis Mazhab Frankfurt

Institute for Socialfoschrung (Lembaga untuk Penelitian Sosial/Mazhab Frankfurt) merupakan jurusan resmi dalam Universitas Frankfurt. Perintisnya adalah Felix Weil dan anggota dari institut tersebut yang paling menonjol adalah Fried Pollock, Carl Gunberg, Max Horkheimer, Karl Witfogel, Theodore Wisendrund Adorno, Leo Lowenthal, Walter Benjamin, Herbert Marcuse, Franz Neuman, Erich Fromm, Otto Kircheimer, Arkadij Gurland. Namun sejauh ini keberadaan mazhab ini dimengerti sebagai aliran yang sama, hanya dapat disebutkan beberapa tokoh yaitu Horkheimer, Adorno, Marcuse, di mana para komentator tentang keberadaan mazhab pemikiran ini menyebutnya sebagai Generasi Pertama Teori Kritis. Dan untuk generasi kedua setelahnya, para komentator banyak menyebut tokoh besar post modern Jurgen Habermas.

Inti dari pemikiran Frankfurt adalah seputar prospek-prospek pencerahan dan problem-problem kemanusiaan dalam masyarakat kapitalis pasca Marxis (kapitalisme lanjut). Sebagaimana dengan gerakan kiri baru lain, Mazhab Frankfurt hidup dalam masa perseteruan antara fasisme Hitler, Stalin, Mussolini, kapitalisme liberal Amerika Serikat dan sekutunya. Sebagaimana diuraikan oleh Bertens (2001:194-197) corak pemikiran Mazhab Frankfurt pun sangat dipengaruhi oleh keadaan sosial ketika itu, di samping mobilitas para anggotanya. Di mana mereka harus senantiasa berpindah tempat guna menghindari kekejaman rezim fasistis Hitler. Hal ini menurut Bertens lebih dikarenakan hampir mayoritas anggota Mazhab Frankfurt adalah keturunan Yahudi.

Namun, secara keseluruhan Bertens melihat ciri khas pemikiran Mazhab Frankfurt pada praktek filsafat kritis yang kemudian hari dikenal dengan sebutan Teori Kritis. Dengan demikian, Bertens menyebutkan bahwa kedudukan Teori Kritis dalam sejarah filsafat tidak dapat dilepaskan dari pengaruh tiga faktor dominan yakni, filsafat Hegel, Marx dan Freud. Teori Kritis secara umum lebih dikenal dengan nama Neo-Marxisme, dikarenakan dari ketiganya, pengaruh pemikiran Karl Marx dirasakan lebih menonjol. Tetapi Bertens menyebutkan bahwa pemikiran Karl Marx bagi Mazhab Frankfurt lebih dimengerti dalam hubunganya dengan pemikiran Hegel. Sehingga bagi mereka kedudukan Marx lebih dipandang sebagai wakil dari pemikiran-pemikiran Hegelian Kiri yang meletakkan konsep dialektika dalam kedudukan yang penting. Di mana konsep tersebut lebih diasalkan pada pemikiran-pemikiran Marx Muda yang dipandang mewakili konsep-konsep humanisme-eksistensialis. Sementara itu, dalam wilayah empiris, mereka banyak menggunakan konsep-konsep psikoanalisa Sigmund Freud, khususnya dalam meneliti keberadaan ideologi represif dalam masyarakat kapitalisme lanjut yang menurut mereka telah meninggalkan kekejaman fisik dan lebih ditandai kelimpahan.

Lain halnya dengan Hardiman (2003:46-47) yang mengatakan bahwa, kritik sebagai konsep kunci dalam memahami keberadaan Teori Kritis Mazhab Frankfurt tersebut, dapat diasalkan pada metode kritik yang dikembangkan pada masa-masa setelah Renaisance, yaitu masa Aufklarung (abad ke 17 dan 18) dan abad ke 19. Di mana ketika itu muncul tokoh-tokoh seperti: Kant, Hegel, Marx yang oleh Marzhab Frankfurt dipandang sebagai teoritisi-teoritisi kritis, dan pada akhir abad ke 19 muncul seorang pemikir yang kendatipun bukan filosof, namun bagi Mazhab Frankfurt ia dipandang sebagai pemikir kritis, yakni Sigmund Freud. Sehingga Hardiman menyatakan bahwa untuk memahami konsep Kritik dari Teori Kritis Mazhab Frankfurt, maka dengan sendirinya harus dipahami dalam arti Kantian, Hegelian, Marxian, dan Freudian. Pendapat Hardiman tersebut, sejalan dengan Michael Crozier (Beilharz, 2002:139), bahwa memasukan Imanuel Kant sebagai filusuf yang mempengaruhi pemikiran Mazhab Frankfurt adalah sangat penting, hal ini menurut Crozier lebih dikarenakan terdapat keterkaitan antara pemikiran Mazhab Frankfurt dengan tradisi filsafat Jerman, yang mana merupakan kesinambungan historis dari pemikiran kritis Imanuel Kant.

Secara keseluruhan, tema dari karya-karya Teori Kritis Mazhab Frankfurt adalah upaya menyarikan keempat pemikiran kritis tersebut. Crozier menyebutkan bahwa hal ini dapat dipahami dari upaya Horkheimer dalam menggariskan tugas-tugas dari apa yang dinamakan sebagai filsafat sosial, yakni minat terhadap teori mengenai masyarakat yang dikembangkan dari pertemuan dialektis antara problem-problem filsafat kontemporer dengan riset ilmiah.


Ket. klik warna biru untuk link

Download di Sini


Sumber.
Ramdani, Dani. 2005. Studi Komparasi antara Teori Karl Marx dan Teori Kritis Mazhab Frankfurt dalam Menganalisa Masyarakat Kapitalis. Skripsi. Universitas Lampung.
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Orang cerdas selalu punya cara untuk menang __Nasurudin Hoja

Post a Comment for "Teori Kritis Mazhab Frankfurt"