Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kamus Sosiologi, Abjad I

Ib-
Ibadah: 1. Perbuatan atau pernyataan bakti terhadap Tuhan yang didasari oleh peraturan agama. 2. Segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya. 3. Upacara yang berhubungan dengan agama.

Id-
Id: Pusat nafsu dan dorongan-dorongan yang bersifat naluriah, antisosial, dan rakus.

Identifikasi: 1. Proses untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain. 2. Peran interviewer sebagai motivator dalam proses interview yang dilakukan dengan cara memperkenalkan diri sebagai “orang dalam” dan meyakinkan narasumber bahwa ia adalah sahabat, atau bagian dari mereka dan bekerja untuk membantu mereka.

Identitas: Sesuatu yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ciri khusus yang melekat dan mendapat pengakuan dari masyarakat luas.

Ideologi: Kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

Idiolek: Keseluruhan ciri-ciri dalam ujaran perseorangan; ragam bahasa yang digunakan oleh seseorang yang berbeda ragam bahasanya dengan orang lain yang disebut idiolek. Misalnya, ragam bahasa yang digunakan oleh orang dari suku Sunda akan berbeda dengan bahasa serta dialek yang digunakan seseorang dari suku Ambon.

Ig-
Igloo: Rumah atau tempat tinggal sementara, berbentuk kubah dan dibangun dari balok-balok salju. Walaupun igloo identik dengan tempat tinggal orang Inuit, igloo banyak dibangun orang Kanada yang tinggal di Artik Tengah dan wilayah Thlue di Greenland. Salju juga digunakan sebagian orang Inuit untuk melapisi rumah yang dibangun dari tulang ikan paus dan kulit hewan.

Ik-
Ikhtisar: Ringkasan; abstrak; pemandangan secara ringkas (yang penting-penting saja).

Il-
Ilmiah: Bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat ilmu pengetahuan.

Ilmu: Pengetahuan (knowledge) yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan cara berpikir ilmiah merupakan kegiatan berpikir yang memenuhi persyaratan tertentu.

Ilmu murni (pure science): Suatu ilmu yang bertujuan mendalami teori untuk memajukan atau memperkaya khazanah ilmu tersebut.

Ilmu pengetahuan: Himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis.

Ilmu pengetahuan alam (natural sciences): Ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam, baik hayati maupun non hayati. Yang termasuk dalam ilmu ini adalah biologi, fisika, kimia, dan lain-lain.

Ilmu pengetahuan budaya (humanistics study): Ilmu yang mempelajari manifestasi atau perwujudan spiritual dari kehidupan bersama manusia.

Ilmu pengetahuan sosial (social sciences): Ilmu yang mengkaji kehidupan bersama manusia dengan sesamanya seperti, antropologi, sosiologi, ekonomi, dan lain-lain.

Ilmu terapan (applied sciences): Ilmu pengetahuan yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis, sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Ilmuwan: Orang yang menguasai ilmu pengetahuan atau salah satu bidang ilmu pengetahuan.

Im-
Imajinasi: Tindakan membentuk atau menyusun ide atau bayangan; kemampuan pikiran untuk menjadi kreatif dan penuh ide.

Imajinatif: Memiliki atau menunjukkan kreativitas.

Iman: Kekuatan batin manusia untuk menanggapi sesuatu yang bermakna seperti kekuatan gaib, Roh Tertinggi (Tuhan).

Imanen: Segala hal yang berkaitan dengan keadaan di dunia ini.

Imigran: Orang yang berpindah dari satu negara ke negara lain.

Imigrasi: Perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.

Imitasi: Proses peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain (luar).

Imitation stage: Tahap ini merupakan tahap permulaan di mana seorang bayi menanggapi orang lain hanya sebagai bentuk imitasi atau peniruan. Mereka mengikuti perilaku-perilaku tertentu tanpa mengetahui maksud perilaku tersebut.

Imperialisme: Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapat kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.

Impersonal: Kurang saling mengenal dan sekadar berorientasi asas guna.

Impersonal competition: Persaingan yang tidak melibatkan satu per satu individu, seperti persaingan antara satu sekolah dengan sekolah lain dalam menarik minat masyarakat untuk masuk ke sekolah tersebut.

Implementasi: Penerapan suatu hal dalam keadaan nyata di lapangan.

Implikasi: Penerapan dari kesimpulan dan saran yang diajukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai penguat untuk mencegah terjadinya masalah sejenis di kemudian hari.

Implikasi negatif: Dampak buruk.

Implikasi penelitian: Alternatif kemungkinan yang dapat diambil oleh siapa pun dalam rangka memanfaatkan atau melaksanakan tindak lanjut dari hasil penelitian yang bersangkutan.

Implisit: Terindikasi atau dapat diketahui secara jelas.

Impressionisme: Aliran lukisan yang fokus kepada pantulan cahaya dari setiap bagian benda. Setiap bagian terkecil akan memantulkan cahaya yang berbeda, dan cahaya ini akan ditangkap mata kemudian diinterpretasikan otak sebagai bentuk-bentuk tertentu.

Inc-
Incest: Perkawinan sedarah antara kakak beradik, atau orang tua dengan anaknya.

Inconvenient aggregations: Kumpulan yang kurang menyenangkan. Dalam kerumunan tersebut kehadiran orang lain merupakan penghalang terhadap tercapainya maksud atau tujuan seseorang. Contohnya, orang-orang yang antre untuk membeli karcis, orang-orang yang menunggu bus, dan sebagainya.

Ind-
Indeks: Bagian dalam laporan penelitian sosiologi di mana terdapat susunan peristilahan yang digunakan dalam laporan penelitian. Penyusunan dilakukan menurut urutan abjad. Selain indeks, kadang-kadang juga disusun istilah-istilah dan pengertiannya agar pembaca mudah memahami istilah yang dipakai.

Indentifikasi: Kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi mengakibatkan terjadinya pengaruh yang lebih dalam dari sugesti dan imitasi.

Independen: 1. Mandiri; tidak tergantung dengan pihak lain/instansi lain. 2. Sifat lembaga yudikatif di mana kekuasaan tidak dibatasi, baik oleh lembaga eksekutif maupun lembaga legislatif, tetapi dibatasi oleh Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara yang merupakan sumber dari semua norma-norma hukum yang berlaku di masyarakat/ negara Indonesia.

Indian Mongoloid: Ras yang menurunkan bangsa Indian yang dianggap sebagai bangsa asli di benua Amerika.

Individu: Organisasi yang hidupnya berdiri sendiri secara fisiologis ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya).

Individual deviation: Lihat penyimpangan individu.

Individual process: Serangkaian perubahan dan penyesuaian sosial seseorang terhadap penemuan/nilai baru.

Individualisme: Suatu filsafat yang memiliki pandangan moral, politik atau sosial yang menekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggung jawab dan kebebasan sendiri. Seorang individualis akan melanjutkan pencapaian dan kehendak pribadi. Mereka menentang intervensi dari masyarakat, negara dan setiap badan atau kelompok atas pilihan pribadi mereka. Oleh itu, individualisme melawan segala pendapat yang menempatkan tujuan suatu kelompok sebagai lebih penting dari tujuan seseorang individu yang dengan sendiri adalah dasar kepada setiap badan masyarakat. Pendapat-pendapat yang ditentang antara lain termasuk holisme, kolektivisme dan statisme. Filsafat ini juga kurang senang dengan segala standar moral yang berlaku atas seseorang karena peraturan-peraturan itu menghalangi kebebasan seseorang.

Individualistis: Sikap yang mementingkan diri sendiri.

Induktif: Proses berpikir dengan menggunakan premis-premis khusus, kemudian bergerak menuju ke premis umum; proses berpikir dari hal-hal yang khusus menuju ke yang umum.

Industri: 1. Bagian dari proses produksi yang tidak mengambil bahan yang langsung dari alam, tetapi barang itu diolah dahulu hingga akhirnya menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat. 2. Tipe masyarakat yang bercirikan suatu tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, yang tidak lagi dikendalikan oleh kekuasaan negara. Sebagai penggantinya masyarakat mengendalikan diri sendiri, seperti hak menentukan diri sendiri, kerja sama sukarela, dan keseimbangan berbagai kepentingan. Kondisi ini mengakibatkan individualisasi yang ditandai dengan berkurangnya campur tangan pemerintah daerah.

Industrialisasi: Usaha untuk mengubah struktur negara dari negara pertanian menjadi negara industri, contoh perubahan akibat industrialisasi, misalnya di Indonesia dengan diterapkannya revolusi hijau di bidang pertanian, yang mampu mengubah cara-cara pertanian tradisional ke cara-cara modern, yang bersifat mekanik.

Inf-
Infaq: Mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat.

Inflasi: Suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadang kala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Informan: Orang yang memberi informasi atau orang yang menjadi sumber data dalam penelitian.

Informasi: Keterangan, pemberitahuan.

Infrastruktur: Sarana dan prasarana.

Ing-
In-group: Kelompok sosial di mana individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut. Sifat in-group biasanya didasarkan pada faktor simpati dan kedekatan dengan anggota kelompok. Misalnya, Ani adalah siswi kelas 1 B SMAN 1 Cibeber maka yang menjadi in-group Ani adalah kelas 1 B.

In-group feeling: Suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. Misalnya, minoritas Arab dan Tionghoa di Indonesia yang memperlihatkan perbedaan-perbedaan yang tajam dengan orang Indonesia asli.

Ink-
Inkorporasi: Penyatuan kembali seseorang ke dalam masyarakat menurut statusnya yang baru.

Ino-
Inovasi: Cara di mana perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang oleh masyarakat. Contoh: seorang otodidak komputer berhasil menembus sistem komputer suatu bank. Ia menjadi kaya dengan cara yang baru dan kreatif, namun melanggar hukum.

Inovator: Orang yang berhasil melakukan inovasi. Lihat juga inovasi.

Ins-
Insidental: Terjadi atau dilakukan pada kesempatan atau waktu tertentu saja.

Insidental sampling: Lihat accidental sampling.

Instingtif: Berdasarkan naluri.

Institusi: Sistem norma atau aturan yang ada, sedangkan institut adalah wujud nyata/konkret dari norma-norma tersebut. Misalnya sebuah keluarga yang dibangun oleh sepasang suami istri tentu mempunyai aturan dan norma tertentu. Masyarakat mempunyai aturan tersendiri bagaimana seorang lelaki meminang sampai dengan mengadakan pesta pernikahan. Semua aturan dan norma itulah yang dinamakan dengan pranata, sedangkan keluarga yang terbentuk itu dinamakan dengan lembaga. Lembaga disebut juga dengan asosiasi.

Institusi sosial (social institution): Suatu sistem yang menunjukkan bahwa peranan sosial dan norma-norma saling berkaitan dan telah disusun guna memuaskan suatu kehendak atau fungsi sosial.

Institusi total (total institution): Pranata sosial yang ditandai dengan bekerja, tidur, dan berkreasinya orang-orang tertentu di tempat yang sama dan bersama dengan orang yang sama, terpisah dari kehidupan bermasyarakat pada umumnya. Contoh institusi total adalah rumah tahanan, rumah sakit jiwa, dan lembaga pendidikan militer.

Institusionalisasi (institutionalization): Proses pelembagaan norma atau kaidah-kaidah sosial dalam masyarakat atau suatu proses berjalan dan terujinya sebuah kebiasaan dalam masyarakat menjadi institusi/pranata yang akhirnya harus menjadi patokan dalam kehidupan bersama. Proses institusionalisasi itu memakan waktu yang lama dan harus melalui proses internalisasi atau pembudayaan, yaitu penghayatan kebiasaan dalam kehidupan bersama sehingga menjadi milik diri setiap anggota masyarakat. Sesudah menjadi bagian pranata maka suatu norma mempunyai kekuatan memaksa agar ditaati masyarakat.

Institution: Lihat Institusi

Institutionalization: Pelembagaan. Lihat institusionalisasi.

Institutionalized: Melembaga.

Instrumen: Alat bantu penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Int-
Integrasi: Pembaruan hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat seni. Kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi.

Integrasi bangsa: Penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam suatu wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional.

Integrasi nasional: Suatu tindakan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa guna mencapai keadaan yang aman dan nyaman, damai sentosa.

Integrasi sosial: Proses penyesuaian di antara unsur-unsur sosial yang berbeda-beda sehingga membentuk suatu kesatuan masyarakat yang serasi.

Integritas: Keutuhan atau kebulatan.

Inteligensi (Intelligence Quetient-IQ): Tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Sesuatu yang termasuk dalam inteligensi adalah IQ, memori-memori pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman yang diperoleh seseorang selama melalukan sosialisasi.

Intended change: Perubahan yang berlangsung karena dikehendaki.

Intensif: Secara sungguh-sungguh dan terus menerus dalam mengerjakan sesuatu sehingga memperoleh hasil yang optimal.

Interaksi: Suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek memengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Ide efek dua arah ini penting dalam konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab akibat.

Interaksi asosiatif: Interaksi sosial yang mengarah ke bentuk kerja sama.

Interaksi disosiatif: Interaksi sosial yang mengarah ke bentuk perlawanan.

Interaksi sosial: Hubungan timbal balik yang dinamis antara individu-individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok baik dalam kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian. Interaksi sosial melibatkan proses-proses sosial yang bermacam-macam, yang menyusun unsur-unsur dinamis dari masyarakat, yaitu proses-proses tingkah laku yang dikaitkan dengan struktur sosial. Interaksi sosial ini dapat terjadi di pasar, di ladang, dalam rapat, atau di mana saja karena memang di dalam interaksi sosial, lokasi terjadinya tidak penting. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan suatu proses fundamental dalam masyarakat. Tipe-tipe interaksi itu sangat mempengaruhi ciri-ciri masyarakat, tetapi interaksi itu juga dipengaruhi oleh norma-norma sosial yang ada di masyarakat.

Interaksionisme simbolik: Hubungan antara individu dengan masyarakat sebagai suatu proses komunikasi simbolik antara peran-peran sosial.

Interdepedensi: Saling tergantung.

Interelasi: Suatu jaringan gabungan antara dua orang atau lebih antara dua golongan atau lebih yang menjadi syarat penting bagi kehidupan masyarakat.

Interest stage: Tahapan proses adopsi di mana individu membangun ketertarikan terhadap inovasi dan mencari inovasi tambahan.

Intergenerasi: Lihat Mobilitas sosial intragenerasi.

Internalisasi (internalization): 1. Proses penyerapan nilai-nilai dan norma-norma oleh masyarakat; proses belajar untuk beradaptasi terhadap keadaan, kondisi, dan lingkungan. Dengan mempelajari hal-hal tersebut, maka pengalaman bertambah pula. 2. Proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal.

Internalized value: Nilai yang tercernakan atau mendarah daging. Nilai yang menjadi kepribadian bawah sadar atau dengan kata lain nilai yang dapat mendorong timbulnya tindakan tanpa berpikir panjang. Sebagai contohnya, seorang ayah dengan sangat berani dan penuh kerelaan menolong anaknya yang terperangkap api di rumahnya, meskipun risikonya sangat besar.

Internasional: Menyangkut bangsa atau negara seluruh dunia; antarbangsa.

Internet: Interconnection-networking. Sistem global dari sebuah jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

Interogasi: Pemeriksaan terhadap seseorang melalui pertanyaan lisan yang bersistem.

Interpretasi: Menafsirkan data-data menjadi suatu fakta dan menemukan makna di balik fakta.

Interseksi: Persilangan atau pertemuan keanggotaan dari dua suku bangsa atau dua kelompok sosial yang berbeda.

Intervensi: Campur tangan perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara, dsb).

Interview: Lihat Wawancara.

Interview guide: Daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber.

Interview study (studi wawancara): Studi di mana para informan (pemberi informasi) menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara.

Interviewee: Orang yang di wawancarai.

Interviewer: Pewawancara.

Intimate: Lihat Bahasa intimate.

Intimidasi: Suatu perbuatan mempengaruhi dengan cara kekerasan, ancaman, dan menyebarkan teror untuk tujuan tertentu.

Intragenerasi: Lihat Mobilitas sosial intragenerasi.

Introvent: Tertutup terhadap perubahan.

Intuisi: Istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran.

Intuitif: Berdasarkan perasaan, kata hati. Lihat juga intuisi.

Inv-
Invention (invensi): Suatu penemuan baru yang telah diakui, diterima, dan diterapkan/digunakan masyarakat; suatu penggabungan (kombinasi) baru atau kegunaan baru dari pengetahuan yang sudah ada.

Involutif: Jenis seni yang hanya menunjukkan kepedulian pada kepentingan sendiri dan hidup seni itu sendiri atau hanya menghibur diri sendiri.

Ipt-
Iptek: Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ira-
Irasional: Tidak berdasarkan akal (penalaran yang sehat).

Iri-
Irigasi: Sistem pengairan.

Isl-
Islam abangan: Lihat golongan abangan.

Islam kejawen: Lihat golongan kejawen.

Islam santri: Lihat golongan santri.

Islamisasi: Proses penyebaran agama Islam yaitu agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, berpedoman pada Kitab Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui Wahyu Allah SWT.

Iso-
Isolasi: Pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk mengucilkan manusia dari manusia lain, pengasingan atau keadaan terpencilnya suatu daerah karena jauh dari hubungan lalu lintas.


Ket. klik warna biru untuk link

Download Kamus Sosiologi di Sini

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Abjad A
Kamus Sosiologi, Abjad B
Kamus Sosiologi, Abjad C
Kamus Sosiologi, Abjad D
Kamus Sosiologi, Abjad E
Kamus Sosiologi, Abjad F
Kamus Sosiologi, Abjad G
Kamus Sosiologi, Abjad H
Kamus Sosiologi, Abjad I
Kamus Sosiologi, Abjad J
Kamus Sosiologi, Abjad K
Kamus Sosiologi, Abjad L
Kamus Sosiologi, Abjad M
Kamus Sosiologi, Abjad N
Kamus Sosiologi, Abjad O
Kamus Sosiologi, Abjad P
Kamus Sosiologi, Abjad Q
Kamus Sosiologi, Abjad R
Kamus Sosiologi, Abjad S
Kamus Sosiologi, Abjad T
Kamus Sosiologi, Abjad U
Kamus Sosiologi, Abjad V
Kamus Sosiologi, Abjad W
Kamus Sosiologi, Abjad X
Kamus Sosiologi, Abjad Y
Kamus Sosiologi, Abjad Z
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Kamus Sosiologi, Abjad I"