Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kamus Sosiologi, Abjad D

Dad-
Dadak merak: Topeng yang digunakan dalam tarian Reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2, 25 meter, lebar sekitar 2, 30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram. Dadak merak juga digunakan dalam pesta mantu Jawa. Dadak merak merupakan topeng yang digunakan pada Reog Ponorogo.

Daf-
Daftar gambar: Bagian dalam laporan penelitian sosiologi yang memuat keterangan atau judul gambar/ilustrasi/diagram/peta yang ada dalam laporan penelitian.

Daftar isi: bagian dalam laporan penelitian sosiologi yang menunjukkan bagian-bagian dari laporan dan hubungan antara satu bagian dan bagian yang lain. Daftar isi sangat penting bagi pembaca sebab dapat membantu untuk melihat secara analitis isi laporan secara keseluruhan. Melalui daftar isi, pembaca dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian mana yang ia anggap penting.

Das-
Das sein: Realita yang sebenarnya (sesuai kenyataan) terjadi.

Das sollen: Realita yang seharusnya (sesuai keinginan) terjadi.

Dat-
Data: Fakta-fakta atau keterangan-keterangan (informasi) yang digunakan sebagai sumber atau bahan untuk menemukan kesimpulan atau membuat keputusan-keputusan. Data berasal dari fakta-fakta yang telah dipilih untuk dijadikan bukti dalam rangka pembuktian atau penguatan alasan dalam pengambilan kesimpulan (konklusi).

Data diskrit: Data yang hanya mempunyai sejumlah nilai yang terbatas (bilangan asli) dan bila berupa angka selalu berupa bilangan utuh. Nilai diskrit yang tidak berupa angka, misalnya nilai benar dan salah.

Data eksternal: Data yang didapat dari orang lain atau hanya mengutip.

Data faktual: Data yang diperoleh dari subjek berdasarkan anggapan bahwa memang subjeklah yang lebih mengetahui keadaan sebenarnya dan peneliti berasumsi bahwa informasi yang diberikan oleh subjek adalah benar.

Data internal: Data yang asalnya diusahakan sendiri.

Data interval: Data yang memiliki jarak yang sama, namun tidak mempunyai nilai nol absolut (mutlak). Pada data ini, meskipun datanya nol, namun masih tetap memiliki nilai. Misalnya, nol derajat Celcius, ternyata masih ada niainya.

Data kontinu: Data yang mempunyai nilai berupa pecahan, misalnya pengukuran panjang, luas, isi, waktu, dan berat.

Data kualitatif: Data yang berbentuk kata-kata, bukan data yang berbentuk angka-angka.

Data kuantitatif: Data yang berbentuk angka-angka.

Data nonfaktual: Data mengenai subjek penelitian yang perlu digali secara tidak langsung lewat cara-cara pengukuran dikarenakan subjek penelitian biasanya tidak mengetahui faktanya.

Data ordinal: Data yang berjenjang atau data berbentuk peringkat. Misalnya, Pegawai Golongan I, II, III, dan IV.

Data primer: Data yang diperoleh secara langsung pada objek maupun responden.

Data rasio: Data yang memiliki jarak yang sama dan memiliki nilai nol absolut. Jadi nilai nol dalam data rasio berarti tidak ada nilainya sama sekali. Hasil pengukuran panjang (m), berat (Kg) adalah contoh data rasio. Bila nol meter, berarti tidak ada panjangnya, demikian pula nol Kg, artinya tidak ada beratnya. Data rasio dapat dikenakan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Data rasio, dengan demikian, merupakan data yang paling teliti. Data rasio dapat disusun pula menjadi data interval maupun data ordinal.

Data sekunder: Data yang diperoleh dari kepustakaan atau literatur.

Data sosiologis: Semua keterangan atau informasi mengenai objek sosiologi yang dibutuhkan untuk membuktikan sebuah teori yang dibuat peneliti. Data sosiologis sangat luas cakupannya. Semua objek pembicaraan sosiologi merupakan data. Data itu dapat berupa jumlah penduduk, umur dan jenis kelamin penduduk, sikap, tingkah laku, dan lain-lain. Semua data dan keterangan tersebut akan digunakan untuk merumuskan kesimpulan mengenai institusi sosial, interaksi sosial, norma dan nilai sosial, perubahan sosial, kebudayaan, stratifikasi sosial, serta status dan peran.

Day-
Dayak: Nama yang oleh penduduk pesisir pulau Borneo diberikan kepada penghuni pedalaman yang mendiami Pulau Kalimantan. Budaya masyarakat Dayak adalah budaya maritim atau bahari. Hampir semua nama sebutan orang Dayak mempunyai arti sebagai sesuatu yang berhubungan dengan “perhuluan” atau sungai, terutama pada nama-nama rumpun dan nama kekeluargaannya.

Dia-
Diakronis: Berkenaan dengan pendekatan terhadap bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu.

Dialek: Variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakaiannya; ragam bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat di suatu wilayah tertentu yang membedakannya dari bahasa yang dipakai oleh sekelompok anggota masyarakat di wilayah lainnya. Misalnya, bahasa Indonesia dialek Minang yang diucapkan oleh orang di daerah Padang akan berbeda dengan bahasa Indonesia dialek Jawa yang diucapkan oleh orang di daerah Solo.

Dialek regional: Dialek yang ciri-cirinya dibatasi oleh tempat, misalnya dialek Melayu Menado dan Banyumas.

Dialek sosial (sosiolecte): Dialek yang dipakai oleh kelompok tertentu sehingga mudah membedakannya dari kelompok masyarakat lainnya. Kelompok itu terdiri atas kelompok pekerjaan, usia, kegiatan, kelamin, pendidikan, dan sebagainya.

Dialek temporal: Dialek dari bahasa-bahasa yang berbeda-beda dari waktu ke waktu misalnya Melayu Kuno dan Melayu Klasik.

Dialek tinggi: Variasi sosial atau regional struktur bahasa yang diterima sebagai standar bahasa itu dan dianggap lebih tinggi.

Diatonik: Komponen dasar teori musik dunia Barat. Skala diatonik memiliki tujuh not yang berbeda dalam satu oktaf. Not-not ini adalah not-not putih pada piano. Dalam notasi solmisasi, not-not tersebut adalah “Do-Re-Mi-Fa-Sol-La-Si”. (kadang-kadang, ‘Si’ direpresentasikan dengan ‘Ti’ agar huruf pertama setiap not berbeda).

Did-
Didieh: Ruangan yang berfungsi sebagai ruang tamu, pada rumah gadang.

Didong: Bentuk kesenian tradisional orang Gayo di daerah bagian tengah provinsi Riau di Sumatera. Kata didong dipercaya berasal dari dendang yang berarti sama dengan denang dan donang dalam bahasa Gayo, berarti menghibur diri sendiri dengan menyanyi diiringi musik sambil bekerja. Didong meliputi seni sastra, suara, dan tari. Pemain menyanyikan syair atau sajak dengan mengikuti iringan musik khusus. Pertunjukan diperindah dengan gerakan lengan, kepala, dan badan.

Dif-
Diferensiasi: Proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Diferensiasi merupakan penggolongan secara horizontal.

Diferensiasi agama: Penggolongan masyarakat berdasarkan agama atau kepercayaan.

Diferensiasi asal daerah: Pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Berdasarkan penggolongan ini dikenal dua kelompok masyarakat yaitu masyarakat desa dan masyarakat kota. Masyarakat desa adalah kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa. Sedangkan masyarakat kota adalah kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota. Perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota tampak jelas dalam perilaku, tutur kata, cara berpakaian, cara menghias rumah, cara berinteraksi, dan lain-lain.

Diferensiasi clan: Penggolongan masyarakat berdasarkan klan atau kelompok kekerabatan.

Diferensiasi gender: Pembedaan manusia berdasarkan cara berperilaku bagi pria dan wanita yang sudah ditentukan oleh kebudayaan yang kemudian menjadi bagian dari kepribadiannya. Studi gender pada dasarnya memperhatikan konstruksi budaya dari dua makhluk hidup yaitu pria dan wanita. Studi ini menguji persamaan dan perbedaan pengalaman dan interpretasi keduanya dalam berbagai konteks mengambil artian fundamental atas persepsi terhadap berbagai jenis hubungan sosial.

Diferensiasi jenis kelamin (sex differentiation): Pembedaan manusia berdasarkan perbedaan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam masyarakat pembedaan ini cenderung pada pengertian gender, yaitu pembedaan antara laki-laki dan perempuan secara budaya. Pembedaan ini cenderung pada pembedaan peranan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya, dalam suatu keluarga, peranan seorang laki-laki sebagai kepala keluarga, sedangkan perempuan adalah sebagai ibu rumah tangga atau yang bertugas mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tangga.

Diferensiasi profesi: Penggolongan penduduk berdasarkan jenis profesi atau pekerjaan yang merupakan sumber penghasilan yang dimilikinya.

Diferensiasi ras: Penggolongan penduduk berdasarkan ras.

Diferensiasi struktural (structural diferentiation): Diferensiasi yang disebabkan oleh perbedaan kemampuan untuk mengakses sumber ekonomi dan politik antar etnik sehingga menyebabkan kesenjangan sosial antara etnik yang berbeda dalam masyarakat.

Diferensiasi suku bangsa: Penggolongan penduduk berdasarkan suku bangsa.

Differential association: Kelompok yang menerapkan nilai dan norma yang berbeda.

Diffuseness: Ketidakjelasan.

Difusi (diffusion): Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu kelompok ke kelompok lainnya atau dari suatu masyarakat ke masyarakat lainnya.

Difusi antarmasyarakat (intersociety diffusion): Difusi unsur kebudayaan antarindividu atau golongan dalam suatu masyarakat.

Dik-
Diktator proletariat: Negara sosialis di mana kaum proletar (kelas buruh) memegang kekuasaan politik. Istilah yang dicetuskan oleh Joseph Weydemeyer ini diadopsi oleh penggagas Marxisme, Karl Marx dan Friedrich Engels, pada abad ke-19. Penggunaan kata “diktator” menimbulkan kontroversi dan sebenarnya tidak mempunyai kaitan apa pun dengan konsep Romawi Kuno, dictatura, yaitu negara yang dipimpin oleh kelompok kecil tanpa melibatkan proses demokrasi. Konsep diktatur dalam Marxisme adalah semua kelas sosial memegang kendali ekonomi dan politik di dalam sebuah sistem yang demokratis.

Din-
Dinamika kebudayaan: Perubahan nilai budaya sebagai salah satu unsur kebudayaan tersebut menyebabkan perubahan pola perilaku dan pola pikir anggota masyarakat.

Dinamika sosial: Terjadinya perubahan posisi atau kedudukan sosial seseorang dalam suatu kelompok. Pasang surut atau keluar masuknya anggota masyarakat yang baru akan menyebabkan perubahan status/kedudukan sosial bagi seseorang atau kelompok yang bersangkutan.

Dinamis: Selalu mengalami perubahan walau pun gerak perubahannya beraneka ragam seperti ada yang berubah dengan cepat dan ada juga yang berubah secara lambat.

Dinamisator: Sesuatu atau hal yang menyebabkan timbulnya tenaga untuk selalu bergerak atau dinamis.

Dinamisme: Kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup.

Dir-
Directional process: Proses evolusi kebudayaan yang dapat dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama, misalnya dalam ribuan tahun, sehingga dapat dilihat perubahan-perubahan besar dalam kebudayaan yang seolah kemudian dapat menentukan arah (direction) sejarah perkembangan kebudayaan suatu masyarakat.

Dis-
Discovery: Penemuan kebudayaan baru, baik berupa alat baru atau berupa ide baru yang diciptakan oleh seorang individu. Discovery akan menjadi invention kalau masyarakat sudah menerima atau menerapkan penemuan baru itu dalam kehidupannya.

Disequilibrium: Ketidakseimbangan.

Disertasi: Paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen. Pendapat atau argumen itu sendiri disebut tesis. Umumnya, istilah disertasi dan tesis dipakai untuk mengacu pemaparan diskusi yang bersifat skolar atau akademis. Beberapa perguruan tinggi menggunakan istilah disertasi spesifik untuk tesis akademik dalam jenjang doktoral.

Disintegrasi: Keadaan tidak bersatu; keadaan terpecah belah; hilangnya kesatuan atau persatuan, perpecahan.

Disintegrasi bangsa: Melemahnya atau pecahnya kesatuan suatu bangsa.

Disintegrasi kelompok: Melemahnya atau pecahnya kesatuan suatu kelompok.

Disintegrasi sosial: Melemahnya atau rusaknya ikatan sosial dalam masyarakat.

Diskontinuitas: Tidak berkesinambungan.

Diskriminasi: Suatu sikap yang merupakan usaha untuk membedakan secara sengaja terhadap golongan-golongan yang berkaitan dengan kepentingan tertentu. Dalam diskriminasi, golongan tertentu diperlakukan berbeda dengan golongan-golongan lain. Pembedaan itu dapat didasarkan pada suku bangsa, agama, mayoritas, atau bahkan minoritas dalam masyarakat.

Diskriminasi gender: Sikap yang membeda-bedakan antara peran laki-laki dan perempuan.

Diskriminasi sosial: Sikap yang membeda-bedakan golongan sosial yang satu dengan yang lainnya.

Diskusi: Percakapan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok yang tiap-tiap anggota kelompok saling tukar pendapat tentang sesuatu masalah atau bersama-sama memecahkan masalah.

Dislokasi sosial: Proses tercabutnya anggota masyarakat dari kedudukan sosial tertentu dan diganti dengan kedudukan sosial lain.

Disorganisasi: Keadaan tanpa aturan karena adanya perubahan pada lembaga sosial tertentu.

Disorganisasi keluarga: Ketidakharmonisan keluarga.

Disorganisasi sosial: Proses berpudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat yang disebabkan karena perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Disosiatif: Proses sosial yang cenderung membawa anggota masyarakat ke arah perpecahan dan meregangnya solidaritas di antara anggotanya, di mana bentuknya antara lain persaingan, kontravensi, dan konflik atau pertikaian.

Displacement: Bentuk akomodasi yang merupakan cara untuk mengakhiri suatu pertentangan dengan cara mengalihkan perhatian pada objek bersama.

Distribusi: Kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Untuk mempelancar penyaluran barang dan jasa tersebut digunakan berbagai cara. Cara yang paling umum digunakan adalah pertukaran ekonomi, yaitu suatu kegiatan pengalihan atau pertukaran barang dan jasa yang diatur oleh ketentuan-ketentuan dalam kebudayaan yang bersangkutan. Faktor yang terpenting dalam pertukaran barang dan jasa adalah adanya transaksi antara orang-orang yang mengadakan barter. Transaksi dalam pertukaran ekonomi terdapat tiga model, yaitu pasar, resiprositi, dan redistribusi.

Distribusi frekuensi: Kumpulan pasangan nilai dengan frekuensinya.

Distribusi resiprositas: Distribusi timbal balik dengan tukar-menukar barang dan jasa yang dianggap oleh kedua belah pihak sebanding nilainya.

Div-
Divergensif: Bersifat memecah dan menyebar menjadi banyak.

Diversitas: Keanekaragaman.

Doa-
Doa: Permohonan, harapan, permintaan, atau pujian kepada Tuhan.

Dok-
Doktrin: Ajaran yang mengandung kebenaran bersifat mutlak.

Dol-
Dolmen: Meja batu tempat meletakan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya sering ditemukan kuburan batu. Dolmen yang merupakan tempat pemujaan misalnya ditemukan di Telagamukmin, Sumberjaya, Lampung Barat. Dolmen yang mempunyai panjang 325 cm, lebar 145 cm, tinggi 115 cm ini disangga oleh beberapa batu besar dan kecil. Hasil penggalian tidak menunjukkan adanya sisa-sisa penguburan. Benda-benda yang ditemukan di antaranya adalah manik-manik dan gerabah. Pada umumnya dolmen banyak ditemukan di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Dom-
Domain: Wilayah atau daerah.

Domestic family: Keluarga domestik; keluarga serumah.

Domestic institutions/kinship institutions: Lihat lembaga keluarga.

Dominan: Paling penting, kuat atau berpengaruh.

Dominasi: Interaksi sosial dalam bentuk suatu kelompok menguasai kelompok lain.

Dominasi karismatik: Dominasi yang didasarkan pada kewibawaan seseorang, karena adanya kepercayaan yang besar dari masyarakat kepadanya. Misalnya: para nabi, tokoh agama, ketua adat, dan lain-lain.

Dominasi legal rasional: Dominasi yang didasarkan pada aturan hukum yang dibuat dengan sengaja atas dasar pertimbangan rasional. Pemimpin dipilih dan menjalankan kekuasaannya atas dasar aturan hukum yang berlaku. Untuk dapat duduk sebagai penguasa, seseorang harus memenuhi syarat tertentu berdasarkan hukum yang berlaku.

Dominasi tradisional: Dominasi yang didasarkan kepada tradisi. Penguasa dalam dominasi ini cenderung melanjutkan tradisi-tradisi yang telah ditegakkan oleh pendahulunya. Proses peralihan kekuasaan didasarkan pada garis keturunan.

Don-
Dongeng: Cerita kreatif yang diakui sebagai khayalan yang bertujuan untuk menghibur. Dongeng bukanlah sejarah. Meskipun demikian, dongeng berisi wejangan atau memberi pelajaran praktis kepada masyarakat.

Dor-
Dorongan: Keadaan ketidakseimbangan dalam diri individu karena pengaruh dari dalam dan luar dirinya yang mempengaruhi dan mengarahkan perbuatan individu dalam rangka mencapai adaptasi atau keseimbangan lagi. Pada diri manusia terdapat dorongan makan, minum, dan menghindarkan diri dari bahaya yang mengancamnya.

Dou-
Doubleunilateral: Masyarakat yang menganut dua sistem kekerabatan.

Dow-
Downward mobility: Perubahan kedudukan sosial dari lapisan atas ke lapisan yang lebih rendah.

Dra-
Draft: Versi awal dari sebuah tulisan; rencana atau sketsa.

Drama: Seni untuk mengungkapkan pekerti manusia melalui perbuatan yang dipanggungkan; seni yang menampilkan keindahannya dalam bentuk visualisasi pementasan adegan cerita. Misalnya ketoprak, wayang orang, lenong, ludruk, dan sebagainya. Istilah drama berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata dramon yang berarti perbuatan atau gerak.

Dua-
Dualisme masyarakat: Pembelahan masyarakat ke dalam dua kelompok yang bertentangan.

Dug-
Dugderan: Festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan yang di adakan di kota Semarang. Perayaan yang telah dimulai sejak masa kolonial ini dipusatkan di daerah Simpang Lima. Perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama “dugderan” merupakan onomatope dari suara letusan).

Duk-
Dukun: Orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dan sebagainya).

Ded-   
Deduktif: Suatu proses berpikir, yang mempergunakan premis-premis khusus; proses berpikir dari hal-hal yang umum menuju yang khusus.

Def-
Deflasi: Suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga.

Dek-
Dekulturasi (deculturation) atau penggantian: Penghilangan unsur budaya lama dan digantikan oleh unsur budaya yang baru.

Dem-
Demografi: Cabang ilmu sosiologi yang mempelajari bentuk, komposisi dan persebaran populasi manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu. Disebut juga sebagai kependudukan.

Demokrasi: Paham/ajaran di mana kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat. Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat).

Demokratis: Sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisahan antar lapisan yang bersifat sangat dinamis. Ascribed status tidak memegang peranan penting karena faktor kemampuan dan keberuntungan seseorang lebih dominan pada sistem lapisan ini. Hal ini bisa dialami oleh anggota-anggota partai politik pada masyarakat demokratis dapat mencapai kedudukan-kedudukan tertentu dalam masyarakat melalui partai yang dipegangnya. Piramida kekuasaan tipe demokratis tersebut merupakan tipe ideal. Namun, dalam kenyataan sering kali terjadi penyimpangan. Hal itu terjadi karena masyarakat selalu mengalami perubahan sosial dan kebudayaan. Setiap terjadi perubahan mengakibatkan terjadinya pula perubahan piramida kekuasaan.

Demonstrasi: Suatu gerakan massal yang bersifat langsung dan terbuka, yang dilakukan secara lisan, tulisan, dan tindakan dalam memperjuangkan kepentingan/tuntutan. Kerumunan jenis ini bersifat lebih teratur daripada himpunan penonton. Artinya sebelum melakukan kegiatan tersebut orang-orang membuat rencana terlebih dahulu walaupun organisasinya sering kurang tegas.

Demonstratif: Bersifat mempertunjukkan (mempertontonkan) secara mencolok.

Demonstration effect: Pengaruh kebudayaan lain, di mana si penerima tidak mengalami paksaan dalam proses penerimaan tersebut.

Dep-
Deprivasi: Kehilangan, kerugian, atau kekurangmampuan untuk mengikuti sebuah perkembangan.

Des-
Desa: Sebuah algomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil yang disebut kampung [Banten, Jawa Barat] atau dusun [Yogyakarta] atau banjar [Bali] atau jorong [Sumatera Barat]. Kepala Dasa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Pembakal di Kalimantan Selatan, Hukum Tua di Sulawesi Utara.

Desa global: Konsep mengenai perkembangan teknologi komunikasi di mana dunia dianalogikan menjadi sebuah desa yang sangat besar. Desa Global menjelaskan bahwa tidak ada lagi batas waktu dan tempat yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam waktu yang sangat singkat, menggunakan teknologi internet.

Desentralisasi: Pemindahan atau penyerahan kekuasaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Deskripsi: Upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri. Dalam keilmuan, deskripsi diperlukan agar peneliti tidak melupakan pengalamannya dan agar pengalaman tersebut dapat dibandingkan dengan pengalaman peneliti lain, sehingga mudah untuk dilakukan pemeriksaan dan kontrol terhadap deskripsi tersebut. Pada umumnya deskripsi menegaskan sesuatu, seperti apa sesuatu itu kelihatannya, bagaimana bunyinya, bagaimana rasanya, dan sebagainya. Deskripsi yang detail diciptakan dan dipakai dalam disiplin ilmu sebagai istilah teknik.

Deskriptif: Penelitian sosial yang berguna untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Contoh: penelitian sosial tentang jumlah pengangguran, manusia lanjut usia, dan tingkat pendidikan masyarakat suatu kabupaten.

Desosialisasi: Proses sosialisasi di mana seseorang mengalami pencabutan identitas diri yang lama. Misalnya, orang yang telah selesai menjalani masa hukuman dan menjadi anggota masyarakat kembali, maka identitasnya sebagai narapidana telah tercabut.

Destructive: Lihat destruktif.

Destruktif: Usaha atau segala sesuatu yang berkaitan dengan kerusakan atau pengrusakkan suatu struktur.

Det-
Deta/destar: Penutup kepala pada pakaian adat Minangkabau.

Detente: Mengurangi ketegangan hubungan antara dua pihak yang bertikai. Cara ini biasanya digunakan sebagai usaha pendekatan dalam mencapai perdamaian. Oleh karena itu, pada proses ini belum ada penyelesaian konflik secara pasti yang tentunya belum ada pihak yang dinyatakan kalah atau menang. Detente hanya upaya pendekatan untuk menentukan cara tepat penyelesaian konflik.

Determinisme ekonomi: Teori yang menyatakan bahwa faktor-faktor ekonomi mengontrol semua pola dan institusi di masyarakat.

Determinisme geografis: Teori yang menyatakan bahwa faktor-faktor geografi mengontrol semua pola dan institusi di masyarakat.

Deu-
Deutro Melayu: Lihat Melayu muda.

Dev-
Deviant: Pelaku penyimpangan sosial. Lihat juga penyimpangan sosial.

Deviant behavior: Perilaku menyimpang. Lihat juga penyimpangan sosial.

Deviant subculture: Sub kebudayaan menyimpang. Lihat juga penyimpangan sosial.

Deviasi (deviation): Perilaku menyimpang dalam masyarakat. Lihat juga penyimpangan sosial.

Dew-
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR): Salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat. DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih melalui pemilihan umum. Lihat juga legislatif.


Ket. klik warna biru untuk link

Download Kamus Sosiologi di Sini

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Abjad A
Kamus Sosiologi, Abjad B
Kamus Sosiologi, Abjad C
Kamus Sosiologi, Abjad D
Kamus Sosiologi, Abjad E
Kamus Sosiologi, Abjad F
Kamus Sosiologi, Abjad G
Kamus Sosiologi, Abjad H
Kamus Sosiologi, Abjad I
Kamus Sosiologi, Abjad J
Kamus Sosiologi, Abjad K
Kamus Sosiologi, Abjad L
Kamus Sosiologi, Abjad M
Kamus Sosiologi, Abjad N
Kamus Sosiologi, Abjad O
Kamus Sosiologi, Abjad P
Kamus Sosiologi, Abjad Q
Kamus Sosiologi, Abjad R
Kamus Sosiologi, Abjad S
Kamus Sosiologi, Abjad T
Kamus Sosiologi, Abjad U
Kamus Sosiologi, Abjad V
Kamus Sosiologi, Abjad W
Kamus Sosiologi, Abjad X
Kamus Sosiologi, Abjad Y
Kamus Sosiologi, Abjad Z
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Kamus Sosiologi, Abjad D"